Berdamai Dengan Hati!!

Berdamai Dengan Hati!!
Part 51 Awal Mula Kembali


__ADS_3

Hana tengah memikirkan perkataan teman-teman nya, tapi entah mengapa cuma Rey yang ada di pikiran nya.


Dert dert dert


Hana : Hai Doy gua bentar lagi nyampe


Dodi ; Sory Na gua gak bisa, Lo gak apa-apa kan?


Hana : Iya Odoy gua gak apa-apa


Tut


Ponsel Hana pun di matikan, dia melihat jam nya sudah jam 10 malam, butuh waktu 30 menit menggunakan motor, untuk menjemput nya di pemberhentian bus, karena sudah malam bis tak ada yang sampai depan komplek.


"Duh gara-gara ada kecelakaan jadi kemaleman gini gua, mana sekarang masih di jalan lagi" Hana merasa frustasi "Mana Kak Heru keluar kota. Gimana dong ini"


Bus yang di tumpangi Hana pun sampai, sudah pukul 10:30, suasana masih sedikit ramai, tapi tentu saja untuk seorang gadis berkeliaran sendiri akan tidak aman bagi nya, dia pun memilih tempat yang ramai, dia terdiam di depan mini market, memperhatikan sekitar sudah 30 menit berlalu, akhir nya dia pun menyerah, sampai akhir nya ponsel nya berbunyi


"Gak baik anak gadis masih ada di luar"


"kamu?"


"kamu gak mungkin kan diam di situ 24 jam, ngikutin buka mini market nya"


Suara di sebrang sana pun terdengar menahan tawa nya


Hana mencoba mengitari sekitar tapi dia tak menemukan Rey.


"Di belakang mu"


Hana memutar tubuh nya, terlihat Rey sedang tersenyum melambai kan tangan nya.


"Ngapain kamu di sini?" Hana mengerut kan dahi nya melihat Rey tengah berada di depan nya


"I miss you!" Rey pun melangkahkan kaki nya semakin mendekat "Kamu apa kabar nya?" Rey menatap Hana lekat tak menjawab pertanyaan Hana


"Ehmm,,, aku baik,,, aku lagi iseng di sini!" Hana menjadi salang tingkah di buat nya


"Aku gak nanya,,," Rey menahan tawa nya mendengar ucapan Hana.


Ahh kenapa gua selalu salting di depan Rey, kenapa hati gua masih berdebar kalau ketemu dengan dia,, arrgghhh


Hana menggeleng geleng kan kepala nya, dia merasa frustasi dengan keadaan hati nya sendiri, Hana terus saja berdecih dan berkomat kamit, Rey yang melihat itu merasa lucu, dia terus saja tersenyum sampai akhir nya dia menyodor kan helm pada Hana


"Ayo keburu malem" Rey kembali menyodor kan helm nya karena Hana masih tak bergeming


"Maksud kamu?" Hana belum juga menerima helm dari Rey


"Mini market 24 jam itu rawan perampokan" Rey berucap dengan nada yang menakut- nakuti


Seketika Hana menerima helm nya, dan Rey pun tersenyum puas "Aku gak ada pilihan lain kamu jangan geer" Rey hanya mengangkat tangan nya


*Kruuukk


"Ah kenapa harus bunyi ini perut malu -maluin aja, jatoh ini harga diri gua , mudah-mudahan si Rey gak denger*"


Mendenngar suara perut Hana, Rey mengacuhkan nya, dia seolah tak mendengar itu, bukan karena ia tak perduli. Setelah setengah perjalanan Rey menghentikan motor nya, tepat di warung tenda tukang nasi goreng.


"Kenapa kita turun di sini?" Hana terpaku, ini adalah tempat yang mereka sering datangi dulu, saking sering nya merekapun cukup akrab dengan penjual nasi goreng ini


"Aku laper" Rey dengan santai menjawab

__ADS_1


"Tapi kenapa di sini?" Hana sedikit keberatan


"Di sini paling enak,,, ayo!" Rey menarik lengan Hana, dan Hana pun berdecak


"Mang ujang pesan nasi goreng satu, jangan pake cabe, sama mie goreng, mie nya jangan lembek, sayuran nya jangan layu dan ekstra pedas ya mang"


Hana melirik Rey "Kenapa dia masih ingat" Hana bergumam dalam hati nya


"Wah,,, neng Hana dan Rey kan? udah lama banget gak mampir, udah berapa tahun ya?" Ucap mang ujang saat melihat mereka


"Ia nih mang, udah hampir 5 tahun" Rey pun menjawab dengan ramah, sedang Hana hanya tersenyum


"Terakhir kesini masih sekolah ya neng? sekarang udah dewasa, cantik banget lagi" Puji mang ujang


"Makasih mang" Hana tersipu "Ia SMA terakhir ke sini, masih suka di tipu orang, tapi sekarang udah enggak mang" Jawab Hana penuh sindiran, Rey pun sudah terbiasa dengan sikap Hana


"Tapi kalian awet banget yah" Ucap Mang Ujang, mendengar itu Hana membulat kan mata nya


"Ia mang Alhamdulillah, udah hampir sembilan tahun" Jawab Rey santai, kali ini Hana membuka mulut nya, tak percaya dengan ucapan Rey


"Kenapa ini orang gak tahu malu, sembilan tahun dia bilang,,, sembilan tahun dari Hongkong!!" Hana pun menggerutu dengan suara yang tak jelas


Rey memperhatikan Hana, dia mengangkat alis nya sambil tersenyum, Hana memutar bola mata nya jengah, mereka pun menikmati makanan mereka dengan diam, hanya terjadi sesekali obrolan dengan mang ujang, sampai ponsel Hana pun berbunyi


"*Hallo mah aku lagi makan dulu


.......


"Mmm ia Mah, bentar lagi, aku naik ojol nih"


.....


Mendengar percakapan Hana di telepon Rey tahu bahwa dia sedang membicarakan diri nya "Ojol yah,, udah tua,,, mantan tukang kebun?" Rey menatap Hana keberatan. Belum sempat Hana menjawab ponsel nya kembali berbunyi


*Assalamualaikum mas,, aku bentar lagi nyampe rumah, nanti aku telepon balik ya


.......


hemm ia, miss you to*


Sambungan telepon pun terputus, Hana melihat jam tangan nya, sudah hampir jam 12 malam "Aku mau pulang sekarang, udah malem" Hana bangun dari duduk nya, tapi langkah nya terhenti, oleh tarikan dari lengan Rey


"Kenapa kamu gak jujur sama pacar kamu, kalau kamu lagi makan sama mantan kamu" Rey benar-benar berucap tanpa ekspresi, seolah yang di katakan nya itu adalah hal biasa


"Gila!" Hanya itu yang di ucap kan Hana dan meninggalkan Rey


"Mau kemana? Kamu kan pulang nya sama aku" Lagi lagi Rey menahan tawa nya


"A,,, aku cuma mau berdiri di luar tenda,,, masalah,,?" Dengan gugup dan ketus Hana menjawab, dan terlihat Rey yang tertawa melihat tingkah Hana


Hana meminta turun di depan komplek, dengan berat hati Rey menuruti nya, walaupun dia sangat tak ingin melakukan itu, karena akan membuat keluarga Hana berfikiran salah tentang nya, tapi bagi Rey saat ini sudah bisa bersama dengan Hana walau hanya sebentar itu sudah cukup, Rey belum mengetahui perihal Hana yang telah berencana menikah dalam waktu dekat ini, entah apa yang di rasakan nya kalau dia sampai tahu perihal ini, yang jelas saat ini dia sangat bahagia, tak perduli hari esok apa yang akan terjadi.


"Makasih!" Hana berucap tulus, andaikan tak ada Rey mungkin kini dia sedang menangis di sana


"Hari senin aku anter kamu ya?" Pinta Rey


"Kemana?" Hana bertanya polos


"Hah,," Rey tersenyum menatap Hana "Kuliah!"


"Ohh,,, Aku lagi magang" Jawab Hana

__ADS_1


"Aku anter ke tempat magang" Pinta Rey lagi


"Nanti hari sabtu kamu jemput aku, di tempat kost!" Hana memberikan senyuman nya, membuat Rey seperti di atas awan.


"Ok, aku jemput di tempas kost kamu" Dengan semangat Rey menyetujui nya


"Yang baru"


"Huh?" Rey mengerutkan dahinya


"Tempat kost aku yang baru"


"Yang baru,,, kamu pindah?"


"Hemh" Hana mengangguk dan mengangkat alis nya


"Ok!" Dengan penuh percaya diri Rey menyetujui nya.


Hari itu pun datang, setelah bertanya kepada Dodi dan Linda, ternyata mereka berdua pun tak mengetahui tempat kost Hana yang baru, karena Hana baru pindah 2 minggu ini, untuk lebih dekat dengan tempat magang nya.


Tapi Rey tentu tak menyerah dia mencari nya, pagi -pagi sekali dia sudah berangkat, agar tak mengecewakan Hana, dan tak ingin membuat Hana menunggu.


Pukul sebelas lebih akhir nya Rey menemukan tempat kost Hana, seperti mencari orang hilang Rey bertanya kesana kemari dengan menunjukan foto Hana.


*Aku udah nyampe di tempat kost kamu


Oh ya, masa,,? kamu di mana sekarang


Di warteg mbo Sum, tempat kamu biasa beli makan di depan tempat kost kamu, bener kan ?


Hemm , ia bener , kamu tunggu sebentar ya aku bentar lagi pulang*


Sambungan telepon pun terputus, Hana tengah bersiap- siap pulang, dia tengah merapikan tas nya, ponsel nya pun berdering kembali, kali ini dari teman- temanya.


Ya Hana memang hari ini akan pergi dengan teman - teman nya, apa yang di pikir kan nya sehingga menyuruh Rey untuk datang.


Sudah pukul 12 lebih, tapi Hana tak kunjung datang, Rey tetap menunggu dengan sabar, tak ada telepon dari Hana, dan akhir nya Rey pun menelepon Hana, dengan alasan lembur dadakan Hana pun mengatakan akan pulang jam 3 nanti, dan Rey terus menunggu dengan sabar.


"Gila Lo Na, anak orang di kerjain" Ucap Devi mendengar penjelalsan Hana


"Dih siapa yang ngerjain, gua kan emang mau pulang jam 3 ke Bogor" Hana berucap santai sambil menyeruput minuman nya "Lagian gak mungkin kan dia terus nungguin gua berjam jam kayak orang b*go aja"


Sementara Hana sedang tertawa dengan teman- teman nya, sudah jam 3 lebih, Hana mengira mungkin Rey sudah pulang, sampai akhir nya ponsel nya pun berdering kembali


*Kamu mau aku jemput di tempat magang, biar gak cape


Kamu masih nungguin aku?


Ia,,, kenapa?


Ah enggak, bentar lagi aku pulang, lagi siap siap dulu*


"Ya ampun dia b*go beneran,,"


"Kenapa Lo Na?" Cici pun heran


"Si Rey masih nunggu di depan kostan gua" Kali ini Hana sedikit khawatir, dia pun merasa bersalah


"Gila Lo,, cepetan balik sono, kasian anak orang lo kerjain" Kata Devi


Hana bergegas pulang, hati nya sedikit tersentuh, tapi dia tak ingin larut dalam rasa ini, dia tak ingin teejatuh lagi.

__ADS_1


__ADS_2