
Rey menapaki tangga satu persatu, Hana tersenyum tersipu menatap suaminya itu, "Kamu udah kurus gini,, tapi kok berat yah?" Ucap Rey dengan terengah engah
"Sayang,,,!" Hana pun berontak
"Hihi, enggak sayang,, aku cuma becanda aja kok,," Rey sudah sampai di depan kamar mereka, dengan bahu nya Rey membuka pintu kamar itu, terlihat ranjang king size sudah rapih bertaburkan bunga, Rey mendudukan Hana di tepi ranjang itu.
Wajah Hana sudah merona, dia sunguh berdebar, Hana dan Rey tentu saja tak berpengalaman, tak kalah dengan Hana Rey pun sudah berdebar debar, entah mereka harus mulai dari mana, mereka berdua pun salah tingkah, suasana menjadi canggung, tak seperti yang Rey bayangkan, ternyata dia pun menjadi malu. Padahal beberapa jam yang lalu mereka sangat penuh gairah, diam diam mencuri start di kamar rias.
Rey mulai mencium wajah Hana, kening, mata, pipi, hidung, Rey sempat maju mundur saat akan mencium bibir Hana, terlihat Hana yang sudah menutup mata, akhirnya Rey pun memangut bibir Hana, perlahan tapi pasti mereka pun semakin dalam, tangan Rey sudah mulai nakal membuka zipper gaun pengantin Hana, menyusup ke dalam gaun, menyentuh perut dan pinggang Hana, walau Hana sempat tersentak, tapi ia tak menggubris nya, tangan Rey pun mulai naik tepat di punggung Hana, dan melepaskan pengait bra Hana, tanpa menghentikan panggutan mereka, gaun Hana sudah melorot karena Rey menurun kan nya, Tangan Rey pun beralih ke depan, mulai meraba payu**ra Hana, Tapi seketika Hana tersentak, melepaskan panggutan mereka.
"Kamu mer*mas dada aku,,?" Mata Hana pun membelalak
Tawa Rey lepas begitu saja mendengar ucapan istri nya itu "Kamu itu sekarang milik aku sayang,," Mendengar ucapan Rey, mata Hana hanya mengerjap ngerjap.
Detak jantung Hana semakin kencang, saat ia menyadari laki laki yang ada di hadapan nya ini, kini telah sah menjadi suaminya, dan tentu saja dia berhak atas tubuh Hana sepenuhnya, Rey membuka seluruh pakaian nya, hanya tertinggal celana dalam nya saja "Aku malu,, entar dulu,,," Hana menutup dada nya dengan kedua tangan nya "Bukan nya di film film itu lampu nya di matikan kan sayang,,?"
"Itu kan film sayang" Rey terkekeh, menyadari betapa polos nya Hana, tak berubah masih seperti yang dulu "Tapi aku gak mau,, gak seru," Rey membaringkan Hana, dia pun sudah bertelanjang dada, saat hendak memulai malam pertama mereka, gangguan pun datang.
Tok tok tok tok
Pintu rumah merekapun di gedor dengan sangat kencang, Rey dan Hana pun terkaget mereka terhenti dari aktifitas mereka "Shitt!!" Dengan nafas yang terengah engah Rey mengumpat "Bodo ah,," Rey bermaksud melanjutkan nya lagi.
"Sayang lihat dulu,,, lagian aku mau mandi air hangat dulu ya" Hana menolak dengan halus
Rey pun mengalah, akhirnya ia memakai kembali t-sirt nya, "Ok,, ok, awas ya ni tamu kalau gak penting,,!" Umpat Rey, Hana mengusap wajah Rey, dan mengecupnya sekilas, berusaha meredakan amarah Rey
"Aku temenin kamu sebentar ya sayang" Hana pun memakai kembali pakaiannya, Rey hanya terus saja mengerucutkan bibirnya, geram dengan kedatangan tamu yang sudah lewat jam 12 malam ini. "Jangan cemberut atuh sayang,," Goda Hana
__ADS_1
"Sayang,,, malem malem gini siapa yang bertamu? jangan jangan,,?" Rey pun menatap Hana seolah ketakutan "Ayo ke kamar lagi sayang,,," Rey sudah membalikan badan nya, tentu saja Hana menahan nya
"Jangan lebay deh,,, ayo ah buka dulu,!" Ajak Hana
Saat pintu di buka, nampak 4 orang pria yang tak lain adalah teman teman sewaktu Rey kerja dulu. "Gila,, ! kenapa kalian balik lagi,,?" Tanya Rey sewot, pasalnya ke empat temannya itu sudah hadir pada resepsi pernikahan nya yang tadi di gelar, Hana tersenyum ramah menyapa mereka kembali "Balik lagi sono,, di rumah gua gak ada apa apa,," Rey mengisyaratkan agar ke empat teman nya itu cepat pergi.
"Taraa,," Salah seorang teman menunjukan bungkusan yang tak lain, camilan dan minuman yang mereka bawa "Lo ingat Rey,, Lo yang mulai tradisi ini, dimana setiap dari kita ada yang menikah, pasti malam pertamanya terganggu" Teman Rey itu pun berbisik di telinga Rey, mengingatkan bahwa dialah penggagas ide gila ini, Rey yang mengingat itu pun mengacak rambutnya frustasi
"Teh,, gak apa apa kan kita ngobrol dulu sebentar,,, Rey kan bontot di antara kita, kita cuma mau ngasih tips berumah tangga doang kok!" Ucap salah satu teman nya lagi
"Ia gak apa apa, sok aja atuh,,, saya tinggal dulu kalau begitu" Pamit Hana ramah, membiarkan mereka untuk mengobrol, sedangkan Rey hanya mencibikan bibir nya.
Hana memutuskan untuk berendam air panas, hari ini sungguh melelahkan untuk nya, walaupun ini tengah malam tak menyurutkan niat Hana, untuk sejenak melepas lelah nya, sudah pukul 01:20 tapi Rey masih berada di bawah, Hana sudah siap dengan piyamanya, tanpa di sadari Hana pun sudah tertidur pulas.
Tanpa di sadari Hana, Rey sudah memasuki kamar, melihat Hana yang tertidur pulas ia pun tak tega membangunkan nya, Rey memutuskan untuk mandi air hangat "Harus nya ini jadi mandi wajib gua" Ucap Rey sangat tengah mandi. Rey sudah siap dengan piyamanya, tapi melihat Hana yang tertidur dan memakai celana selutut, begitu sangat menggoda nya, kembali dia mengumpat karena kesal dengan ke empat teman nya itu, yang sudah mengganggu ritual malam pertama mereka, perlahan Rey mendekati ranjang dan membetulkan rambut istrinya yang menutupi wajah cantiknya itu, Rey membelai wajah Hana, tanpa di duga Hana pun membuka matanya.
"Aku gak nyenyak tidur nya,, gak tau kenapa" Hana menggeser tidur nya, agar suaminya itu bisa berbaring di sampingnya
Rey pun segera berbaring "Sayang aku tau caranya bikin kamu tidur dengan nyeyak,," Ucap Rey dengan nada sensual dan berbisik , ia pun segera melancarkan serangan nya, kali ini ia memulainya penuh gairah, lenguhan Hana pun lolos dari mulutnya, Saat Rey menjelajahi setiap inch bagian tubuh Hana, kamar mereka pun begitu panas "Kamu siap,,,? aku akan pelan pelan,," Izin Rey saat dia akan mengambil mahkota berharga milik Hana, Tangan Hana mencengkram punggung suaminya itu, Hana pun mengangguk.
"Aaah,,,, " Hana pun berteriak sungguh ia tak menyangka rasa nya akan sesakit itu, keringat pun bercucuran
"Kamu gak apa apa sayang,,,?" Tanya Rey cemas
"Sakit sayang,," Hana menggigit bibir nya sendiri "Gak apa apa aku tahan"
Akhirnya malam panjang pun berakhir, mereka sudah melakukan malam pertama nya, Rey menggendong Hana ke kamar mandi untuk membersih kan diri, badan Hana terasa remuk dia sangat lemas sekali, saat Hana memakai baju tidur nya kembali, Rey merapikan seprei , dan menganti dengan yang baru karena sprei yang tadi penuh dengan bercak darah Hana. Dan benar saja tak sampai 10 menit Rey membaringkan Hana, ia kini sudah tertidur pulas. Rey menutupi tubuh istrinya itu dengan selimut, ia pun mencium kening Hana.
__ADS_1
Matahari sudah meninggi, waktu menunjukan pukul 08 : 15 pagi, Hana yang tak terbiasa bangun siang pun terkaget "Haduuh kenapa aku bisa kesiangan,, " Hana dan Rey memang baru tertidur pada pukul 04 : 00 pagi.
Hana sudah selesai mandi dan akan menyiapkan sarapan untuk suaminya, karena memang belum ada bahan makanan, Hana pergi ke swalayan, saat tiba di rumah nampak Dodi dan beberapa orang pria, sudah menunggu di teras, mereka akan merapikan bekas resepsi semalam.
"Gua kira lo belum bangun,,,?" Ucap Dodi seraya mengekori Hana yang tengah membuka pintu
"Udah siang ini Doy masa gua masih tidur,,," Jawab Hana yang menuju ke dapur, dan Dodi masih tetap mengekorinya.
"Di lihat dari muka Lo yang pucet,,, mata panda yang berkantung dalem,, bisalah gua naro telur puyuh di situ,," Ledek Dodi, tapi Hana tak menggubrisnya "Dan dari jalan Lo yang abnormal,,, berapa ronde lo semalem?"
"Odoy,,, Lo itu masih kecil gak usah ikut campur urusan orang dewasa,," Jawab Hana dengan nada yang meledek
"Ngapain sih Lo pagi pagi udah gangguin istri orang,,,!" Rey turun dan sudah kelihatan rapih, dia pun menghampiri Hana, memeluknya dari belakang, Hana pun menoleh, dan Rey memberikan kecupan singkat di bibir Hana "Aku laper sayang,,"
"Astaghfirullah,,, gua gak di anggep ada,, ya emang pengantin baru,, tapi gak gitu juga kalii,,,!" Protes Dodi saat melihat tingkah dua insan yang sedang di mabuk cinta ini
"Rumah,, rumah gua,, kita suami istri,, ya Elo ngapain ada di sini,," Ledek Rey yang tengah melahap sandwich buatan istri tercintanya
"Gua ke sini juga kerja Bang ,,, kalau gak butuh duit mah, kagak mau gua dateng ke sini,, gua tahu pasti kayak gini jadi nya,, gua gak di anggep,," Dodi berakting seperti menangis histeris, dan saat mulut nya masih menganga satu sandwich sudah masuk ke dalam mulutnya
"Berisik,, " Ucap Rey sembari menyumpal mulut Dodi dengan sandwich
"Sayang,, aku ngecek kerja bocah ini dulu yah,," ucap Rey pada Hana "Aku mau kopi,,"
"Ia sayang,, bentar yah,,, " Jawab Hana, dan Rey pun hendak mengecup Hana lagi.
"Bang,, gua masih ada Bang,,!" Ucap Dodi menepuk nepuk dada nya sendiri.
__ADS_1
****