Berdamai Dengan Hati!!

Berdamai Dengan Hati!!
Part 20 Semua Sudah Hancur!


__ADS_3

Hana membersih kan diri nya, entah berapa lama dia tertidur, badan nya terasa lengket setelah menangis berjam jam, dengan mandi mungkin akan membuat nya lebih segar


Hana memandangi diri nya di kaca, cukup lama dia memperhatikan setiap inci tubuh nya, mencoba mencerna apa yang telah terjadi hari ini.


"Apakah dia lebih cantik dari aku?" Hana bertanya pada pantulan diri nya sendiri di cermin.


*T*ok tok tok


"Kamu udah bangun? makan malam dulu yuk" Ajak ibu Rika penuh rasa kekhawatiran


Hana mengangguk, ternyata sudah jam 9 malam


*M**aya*


Maya: Kak di mana


Rey : Lagi ngamen


Maya: Yakin? tadi sore dari mana


Rey: Maksud nya apa sih May 🤔


Maya : Tadi Maya liat Kaka lagi nganterin cewek pulang, bukan cuma Maya tapi Hana juga, itu siapa?


Rey : Bukan siapa siapa May


Maya: Jangan boong Kak


Rey: Nanti Kakak jelasin bukan sekarang


Rey


"Maaf Hana mungkin ini memang akan menyakiti mu, tapi aku harus memilih


maaf kan setia ku yang akhir nya tergoyah kan" Gumam Rey


*F**lash back*


"Aku sayang sama kamu Kak" Fika mengutarakan perasaan nya


"Aku udah punya cewek Fik" Jawab Rey jujur


"Hmm, baiklah aku akan menunggu, bisa kan kita tetap berteman" Ucap Fika, dan Rey pun mengangguk


*****


"Gua harus gimana" Rey tengah curhat dengan teman nya Aldi


" Fika baik banget, dia perhatian, selama gua di sini kalo gua sakit dia yang ngejagain gua" Ucap Rey yang merasa Fika lebih perhatian di banding Hana


"Gak bisa lah samain mereka berdua, Fika tuh di sini, cewek Lo di sana, ya pasti lebih banyak waktu Lo sama Fika, kalau cewek Lo di sini gua yakin dia juga bakal ngelakuin hal yang sama" Aldi pun menasihati Rey


"Asli gua bingung , hubungan gua sama Hana tu udah rumit, gak bisa gua akhiri gitu aja," Rey memijat pelipis nya yang terasa sangat pusing


"Bukan masalah rumit nya bro, Lo fikirin baik baik dulu lah, mungkin Lo cuma bosen ngejalanin LDRan bertahun tahun dan Fika cuma jadi obat kejenuhan Lo doang, fikir dulu sebelum ambil keputusan jangan sampe ntar Lo nyesel " Aldi menepuk bahu Rey


Rey terus berfikir, dia tidak bisa mengambil keputusan sekarang, terlalu berat untuk nya mengungkap kan apa yang sebenar nya terjadi, tapi hidup ini pilihan, Rey memilih untuk menyimpan nya, setidak nya sampai waktu yang dia anggap tepat


Tiba-tiba dia teringat dengan orang tuanya


yang sudah sangat menyayangi Hana, bagaimana cara nya dia harus menjelaskan semua ini


"Apa gua egois , tapi gua berhak nentuin pilihan hidup gua sendiri"


*F**lash b**ack off*


" Mungkin ini memang waktu yang tepat, udah saat nya dia tau semua nya " Gumam Rey


*H**ana*

__ADS_1


"Kamu kenapa hemh ? " Ibu Rika mengusap lembut wajah anak nya yang pucat dan Hana hanya mengaduk ngaduk makanan nya saja


"Gak apa-apa Mah, tadi tuh kita main games , Hana kalah mulu, jadi kena hukuman terus deh" Ucap Hana dengan mengembangkan senyum nya


Tentu saja Ibu Rika tak percaya begitu saja


"Mamah tau ada sesuatu, kalo belom siap cerita gak apa-apa" Kembali ibu Rika mengusap rambut Hana


Hana sudah kembali lagi ke kamar nya, dia terus memikir kan apa yang terjadi


dia teringat ucapan vania


"Sebulan sekali dia nganterin Fika pulang?


kemana dia selama ini?" Karena Rey pulang hanya 2 bulan sekali, di mana dia tinggal , itu yang membuat nya bingung, tidak mungkin pak Wahyu ibu Wati membohonginya.


Mungkin kah dia selalu menginap di rumah wanita itu, Hana menjadi gusar dia membayangkan hal yang tidak tidak, fikiran Hana sedang terbang saat ini, dia benar-benar tak bisa berfikir dengan jernih


Akhirnya Hana memutuskan untuk ke rumah Rey


"Mah Hana keluar sebentar ya" Hana meminta izin


"Kemana nak, ini udah malem" Rika sebenar nya enggan mengizinkan nya keluar karna sudah jam 10 malam


"Ke rumah tante Wati, sebentar Ma" Bujuk Hana


" Rey pulang?" Hana hanya menggeleng


"Gak tau Mah, Hana cuma ada perlu sama tante Wati" Jelas nya


"Gak bisa besok emang nya?" Ibu Rika masih enggan, Hana pun menggelengkan kepala nya. Akhirnya ibu Rika mengiizinkan nya


Hana berjalan, hati nya tidak karuan, dia terus berharap kalau dugaan nya itu salah, dia masih ingin bersama Rey,


"Mungkin itu hanya teman nya" Gumam Hana,


"Kak Rey ada! ah bagus lah aku akan meminta penjelasan nya sekarang" Hana berharap semua ini akan baik-baik saja


Rey langsung pulang saat Maya mengabari nya , dia ingin memberi kan penjelasan nya sekarang juga


*To**k tok tok*


"Assalamualaikum" Hana mengucap kan salam dan menunggu pintu di buka


*Kr**eeek*


Pintu pun terbuka , terlihat sosok pemuda yang sangat Hana sayangi berdiri tepat di hadapan nya


"Kak , kamu pulang?" Hana memandangi nya


Rey begitu dingin tidak seperti biasa nya, dia hanya tersenyum kecut dan mempersilah kan nya masuk


"Kenapa malem-malem ke sini?" Tanya Rey datar


"Aku tadi nya mau menemui Tante, tapi ternyata Kakak pulang" Rey hanya mengangguk mendengar penjelasan Hana


"Tadi sore aku liat Kakak, siapa itu Kak?" Hana menahan tangis nya


Rey pun bangkit dari duduk nya


"Hubungan kita udah gak bisa di terusin lagi"


Hana membulatkan mata nya melihat ke arah Rey


"Aku udah coba , tapi gak bisa mungkin ini yang terbaik" Ucapan Rey pun tertahan


"Kenapa? aku gak mau, kita udah punya mimpi untuk hidup sampai tua Kak!" Hana mulai terisak


"Kita udah ga cocok lagi Na, ini yang terbaik sebelum kita saling tersakiti lebih dalam, mungkin kita harus saling menjauh dulu, agar kita tau apa kita memang saling membutuh kan" Rey memberikan alasan yang Hana tak bisa terima

__ADS_1


"Bagaimana rencana pernikahan kita?" Hana masih terisak


"Na, kita gak bisa gegabah soal pernikahan , banyak pasangan yang gagal, kamu gak mau kan itu terjadi" Hana menoleh tajam , melihat pemuda itu dengan seksama, bukan kah itu yang diinginkan nya ialah 'Menikah'


"Kak kenapa, salah aku apa , kalo aku punya kekurangan aku perbaiki, Kakak mau aku berubah, aku ikutin mau Kakak" Hana mengiba pada Rey


Rey pun berjongkok tepat di depan Hana dia mengusap air mata nya


"Ini harus berakhir sekarang" Rey mengucap kan nya tanpa ragu sedikit pun


Hana menatap Rey penuh dengan air mata kesedihan, Hana mendorong tubuh Rey dan beranjak pergi


Rey tidak menahan nya , dia membiarkan nya pergi, Hana berjalan terseok-seok dengan tangisan nya , dia merasakan kaki nya sangat lemas rasa nya dia tak mampu berjalan


Hana bertumpu pada setiap pagar rumah yang ia lewati, agar di bisa berjalan, rasa nya sesak dia ingin menjerit di tengah malam ini


Impian nya hancur, hubungan yang selalu ia banggakan seketika runtuh, apa yang harus ia jelaskan kepada orang tua nya


Kesetian nya tak ada arti nya, penantian nya percuma , hati Hana hancur , dia tak bisa menahan nya lagi


Hana tersungkur di depan gerbang rumah nya , dia menangis memeluk lutut nya


"Ini mimpi , ini gak nyata, aku harus apa, kenapa jadi seperti ini?" Hana terus menangis sesenggukan, dia tak memperdulikan kalau ini sudah larut malam


Sampai ada tangan yang menyentuh bahu nya, Hana menenggak kan wajah nya menatap ke arah pria di depan nya.


"Kamu kenapa?" Dia memeluk Hana, dan Hana kembali menangis dia tak perduli siapa yang saat ini sedang memeluk nya, dia hanya ingin menangis meluapkan semua kesedihan nya, saat tangis Hana sudah reda pemuda itu melepas kan pelukan nya


"Makasih kak Nathan" Ucap Hana masih terisak


"Kamu masuk ini udah malem, pasti Mama mu khawatir" Dia tak berniat bertanya lebih jauh yang pasti dia sangat terluka melihat gadis yang di cintai nya itu menangis


"Ia" Hana melangkah kan kaki nya


"Hana, apapun yang kamu lalui, Kakak harap bisa jadi penawar rasa sakit mu" Nathan berucap tulus


Hana pun mengangguk "Hemh makasih Kak"


Hana langsung masuk ke rumah nya dia mengunci pintu utama, dan masuk ke kamar nya, ibu Rika yang mendengar langkah kaki Hana, lekas menghampiri nya ke kamar, di lihat anak nya terbaring membelakangi nya


"Sayang kamu udah tidur?" Rika memastikan dengan melihat wajah Hana


Hana memejam kan mata nya dia tak mau ibu nya khawatir, dan ibu Rika pun keluar dari kamar nya


*R***umah Rey**


Rey terduduk di sofa, dia memijat kepala nya, dia pun sebenar nya terluka


"Rey apa yang kamu lakuin hah?" Suara ibu Wati mengejut kan nya


Rey pun menengok seketika


"Ini urusan Rey Mah," Jawab Rey


"Urusan kamu? sekarang bukan cuma urusan kamu, kamu yang udah nyeret kita ikut, Mamah sama Papah udah peringatin kamu, kamu jangan main-main sama hubungan ini


tapi apa sekarang ? kamu bikin malu !" Ibu Wati sangat murka, dia benar-benar merasa kecewa


"Mah Rey udah gak cocok lagi , kasian Hana ya" Rey pun berkilah


"Tapi bukan kaya gini cara nya, kalau kalian memang ga jodoh pasti pisah, tunggu dulu, toh Hana juga bentar lagi kuliah, bukan dengan cara kamu putusin sepihak gini" Ibu Wati sangat geram "Kamu tau Mama udah sayang banget sama Hana, sekarang kamu malah nyakitin dia, Mama gak tahu apa masih punya muka buat ngejelasin ini ke orang tua Hana" Ibu Wati terus saja menghakimi Rey


Rey hanya terdiam, mungkin ini memang sepenuh nya kesalahan dia,


dia pun memutuskan meninggal ibu Wati yang tengah meluapkan amarah dan pergi menuju kamar nya.


*****


Terima kasih buat yang udah mau baca cerita ini🤗

__ADS_1


__ADS_2