
Hana tengah beristirahat, seharian dia merasa sangat lelah, beberapa panggilan tak terjawab, chat dari Tyo pun belum sempat ia balas, entah apa yang harus di lakukan nya, rasa nya dia semakin ingin menjauh dari Tyo.
Hana : Mas aku gak bisa telepon atau VC,,, chat aja yah lagi sakit gigi
Tyo : Maaf ya sayang,, kamu istirahat aja, ini udah malem, besok aja love u
Hana : Ia mas kalau gitu, aku istrihat dulu
Hana pun kembali merebah kan diri nya di kasur milik nya
*******
Sementara itu di seberang sana Tyo termenung,, Hana yang tak membalas ucapan cinta yang ia tuliskan, membuat nya semakin yakin, Hana memang belum bisa menerima dirinya sepenuh hati,
"Kamu belum cinta sama aku Hana, padahal ini udah berbulan bulan, tapi kamu masih tetap jauh, mungkin nanti kamu akan terima aku walau aku gak tahu itu kapan"
Sudah sebulan Tyo belum mengunjungi Hana, LDR mungkin menjadi alasan bagi Hana belum mencintai nya, itulah yang ada di pikiran Tyo
******
Hana masih berdiam diri di kamar nya, perdebatan dengan Linda membuat nya enggan keluar.
Tok tok tok
Terlihat bu Rika membuka pintu dengan tersenyum "Kamu udah mandi?" Tanya nya
"Udah mah,,, kenapa?" Jawab Hana menatap Ibu Rika
"Ada Tyo,,," Bu Rika merapikan rambut Hana "Tapi kamu kusut banget, cuci muka dulu sana" Perintah bu Rika, Hana pun mengangguk, tak banyak tanya dan tanpa ekspresi, Hana melakukan perintah ibu nya.
"Mama duluan, aku bentar nyusul" Hana menoleh sekilas sebelum masuk ke kamar mandi.
Di dalam kamar mandi, Hana memandangi wajah nya di cermin, benar kata Linda jika permainan ini di teruskan mungkin bukan cuma Rey, yang akan merasakan sakit, tapi diri nya sendiri bahkan Tyo pun akan merasakan sakit. Setelah selesai merapikan diri Hana akhir nya keluar.
"Mas,,, apa kabar, ko gak bilang bilang mau datang?" Hana mengulurkan tangan nya untuk bersalaman
Tyo tersenyum sejenak memandangi wajah calon istri nya itu "Aku baik,,, gimana kamu udah sembuh?" Ucap nya, seraya menuntun tangan Hana untuk duduk di samping nya
Hana mengerutkan dahi nya, sejenak dia lupa kalau dia beralasan sakit gigi untuk
menghindari Tyo semalam "Ehm,, udah baikan mas, masih agak sakit sedikit tapi gak apa apa"
"Kamu tau,,,?" ucap Tyo seraya membelai wajah Hana, dan Hana pun menggeleng "Sakit gigi itu,,, kaya sakit hati, sakit yang gak kelihatan tapi rasa nyeri nya sampai ke ubun ubun"
"Hemh,,,"Tak terasa Hana pun terkekeh mendengar nya "Kamu ada ada aja mas" Hana sedikit menggeser lebih jauh dari Tyo, dan Tyo tersenyum melihat tingkah Hana yang selalu jaga jarak dengan nya.
"Sudut hati kamu masih kosong kan?" Tanya Tyo dengan sedikit nada yang serius
"Maksud nya?" Hana menatap Tyo dengan tak mengerti
Tyo menggeser duduk nya mendekati Hana "Bila kamu belum bisa terima aku dengan sepenuh hati, tolong biarkan aku mengisi sudut di hati kamu,," Ucap Tyo lirih
"Mas,,," Hana menatap Tyo dengan perasaan yang sangat bersalah "Maafin aku,,, gak seharus nya aku bersikap dingin sama kamu"
__ADS_1
"Huss,,, aku yang terburu buru deketin kamu, aku tau kamu perlu waktu, gak usah minta maaf,,," Perbedaan usia yang cukup jauh membuat Tyo memang sangat dewasa, dan bisa mengerti Hana "Makan siang di luar?" Tanya Tyo, dan Hana pun mengangguk
"Mas jam berapa kamu dari rumah?" Mengingat cukup pagi saat ini baru pukul 10, sedangkan Tyo harus menyebrangi lautan untuk sampai ke tempat Hana.
"Sebener nya dari malem, pas abis nelepon kamu, mas mau nengokin kamu yang sakit gigi, Mas khawatir sama kamu, nyampe Merak mas cari penginapan dulu buat istirahat" Jelas Tyo, dia memang dari Lampung, bahkan setelah dari pelabuhan Merak pun dia harus melewati beberapa jam lagi untuk sampai ke rumah Hana.
Hana mengangguk tersenyum, dia kembali merasa bersalah pada Tyo, karena sempat terenyuh saat Rey menunggu ber jam-jam, sedangkan Tyo pria yang belum bisa ia cintai, rela menempuh perjalanan yang jauh, hanya untuk melihat nya yang sedang sakit gigi, itu pun sebenarnya hanya alasan saja untuk menghindar.
"Tapi belum waktu makan siang mas, baru jam Sepuluh lewat"
"Ia kan, nunggu kamu siap siap bisa sampai jam makan siang" Goda Tyo, Hana menanggapi nya dengan terkekeh
"Aku gak lama ko mas,,," Kali ini Hana yang menyentuh tangan Tyo, mendapat sentuhan dari Hana membuat Tyo tersenyum lebar, baru kali ini Hana terasa hangat
Hanya perlu 20 menit Hana bersiap siap, setelah mereka berpamitan kepada orang tua Hana, mereka pun berangkat. Sesuatu yang aneh terjadi pada mobil Tyo saat mereka baru keluar komplek, mobil nya tiba tiba saja oleng, ternyata ban nya bocor seperti tertusuk paku.
"Mas,,," Teriak Hana yang ketakutan, Tyo berhasil mengatasi itu, walaupun sempat menjadi pusat perhatian, mereka pun berdua turun dari mobil untuk memeriksa.
Di sebrang jalan
"Bang,,, Hana sama cowok nya,,, kayak nya mobil nya ada masalah" Dodi dan Rey memang sedang memperhatikan mobil itu
"Gua tau,,"Jawab Rey yang terus menuju ke luar Cafe nya
"Bang Lo mau kemana,,, jangan gila Bang!" Dodi yang terus mengikuti Rey, suasana Cafe belum terlallu ramai karena belum waktu jam makan siang.
"Gua cuma mau jadi temen yang baik, ada temen kesusahan masa gua diemin aja Dod!" Rey tak menghentikan langkah nya menyebrang jalan.
Melihat Rey menuju ke arah nya tentu saja Hana merasa gelisah, mau apa Rey menghampiri mereka, pikiran nya berkecamuk, seiring Rey yang terus mendekat ke arah nya.
"Gak tau Rey aku gak ngerti" Jawab Hana dengan gugup, Tyo pun terbangun dan berjabat tangan dengan Rey
"Tyo, calon suami Hana" Mendengar Tyo memperkenalkan dirinya, Rey tersenyum getir, sedang Hana membuang muka kearah berlawanan. "Ban saya bocor mas, tapi lupa bawa ban serep" Jelas Tyo pada Rey, sedang kan Tyo sudah mengenal Dodi "Itu tempat kerja kamu Dod" Tyo bertanya dengan menunjuk arah Cafe milik Rey
"Ia mas Tyo, gua kerja di situ, ini pemilik nya" Dodi melihat ke arah Rey, Tyo pun mengangguk
"Sayang kita makan di sini aja yah, mobil nya harus masuk bengkel" Ajak Tyo pada Hana
"Tapi mas,,, kita balik aja lagi ke rumah, kan masih deket, kita makan di rumah aku yang masak" Tolak Hana dengan gugup, tentu saja dia merasa tak enak bila harus makan di Cafe milik Rey.
"Sayang,, mas kan udah ngajak makan di luar, kamu juga kan lagi gak enak badan" Bujuk Tyo
"Yaudah Na makan di Cafe aku aja, ada menu baru,, spesial banget buat kalian, mobil nya biar nanti aku yang urus, aku ada temen yang punya bengkel kok" Ucap Rey dengan penuh tatapan yang tajam
"Wah makasih mas tawaran nya" Tyo tak menyadari ada sesuatu antara mereka "Sayang gimana, mau?" Tyo kembali bertanya pada Hana, akhir nya Hana pun setuju agar Tyo tak curiga
"Dod ajak mereka ke Cafe, sebentar gua nyusul," Perintah Rey pada Dodi, Dodi pun mengajak mereka, Rey terdiam sejenak di belakang mereka, memperhatikan sekilas, Tyo menggenggam tangan Hana, tapi Rey yakin hati Hana masih ragu, terlihat Hana yang masih merasa canggung, bahkan dia tak terlalu banyak bicara, tak selepas saat Hana bersama dengan dirinya Hana seperti menjadi orang lain.
"Mas kita gak usah makan di sini,,, aku masakin aja yah,,, kamu mau makan apa mas?, aku bikinin" Pinta Hana sekali lagi
"Kamu kenapa hemmh? Ini kan Cafe tempat sahabat kamu kerja, kita makan di sini aja yah, lagian gak enak,, mobil Mas juga kan lagi di bengkel dulu" Tyo pun meyakinkan Hana
Lagi lagi Hana hanya bisa pasrah, Hana merasakan ada sesuatu dengan Rey,.
__ADS_1
"Untuk yang selalu di hati,,," Rey sudah berada di atas panggung
Separuh nafasku,,,
***Ku hembuskan untuk cintaku
Biar rinduku,,,
Sampai kepada bidadariku
Kamu segalanya,,,
Tak terpisah oleh waktu
Biarkan bumi menolak
Ku tetap cinta kamu
Biar mamamu tak suka
Papamu juga melarang
Walau dunia menolak
Ku tak takut,,,
Tak takut katakan
ku cinta dirimu
Karena kamu bintang di hatiku
Tak ada yang lain mampu goyahkan
Rasa cintaku padamu***
Hana terdiam mendengar alunan lagu yang di nyanyikan oleh Rey, mereka berdua saling menatap dari kejauhan, tanpa mereka sadari Tyo memperhatikan itu, akhir nya Tyo pun menyadari ada sesuatu antara mereka, tatapan mereka tak bisa menyembunyikan cinta yang ternyata masih ada, Rey masih terus bernyanyi, meluapkan isi hati lewat lagu ini, menyentuh dan mengusik hati Hana, menciptakan dilema besar untuk nya.
Sudah jangan kau usik lagi
Cinta yang tertanam di hati
Akan ku bawa sampai mati
"Sayang,," Tyo menggenggam tangan Hana "Rey begitu menghayati yah,,, sampai kamu bisa merasakan kesedihan" Tyo memalingkan wajah Hana yang sedang menatap Rey kearahnya, Hana mengerutkan dahi nya mendengar ucapan Tyo "Kita pulang?" Ajak Tyo.
"Ia mas,,, aku mau pulang" Hana bangun dari duduk nya
Rey menatap mereka dari atas panggung, Dodi pun menghampiri Tyo dan Hana
"Kalian mau pulang?" Dodi pun merasakan kalau Tyo sudah mengetahui itu
"Ya,, tolong ucapkan terima kasih saya untuk atasan kamu Dod, dan saya minta alamat bengkel tempat mobil saya di bawa." Tyo pun menutupi rasa kecewa nya dengan terus tersenyum.
__ADS_1
*******