
Setelah kedatangan Ibu Wati ke rumah nya , Hana merasa kesal, kenapa Rey meminta bantuan Mama nya , tapi Hana menghangat mengingat perlakuan ibu Wati, terlihat betapa sayang nya dia kepada Hana,
malam ini Rey akan datang ke rumah nya, dia menghela nafas nya, tapi dia sudah berjanji untuk mau menemui Rey kembali dan menerima nya.
Dan sekarang di sini lah mereka di ruang tamu , sudah 30 menit berlalu tapi hanya ada keheningan, belum ada yang memulai pembicaraan sepatah kata pun.
"Makasih" Rey memulai percakapan "Makasih kamu udah mau terima Kakak lagi" Rey berbinar - binar
"Hahhh" Hana hanya menghela nafas nya dalam
"Kamu masih marah?" Hana hanya mencibik kan bibir nya menanggapi pertanyaan dari Rey
"Dasar anak mamah! " Hana mengusap wajah Rey kasar, dan langsung memeluk tubuh Rey , walau pun dia masih merasa kesal, tapi rasa rindu nya akan pemuda ini sangat lah besar
"Anak papah juga dong, kan bikin nya berdua" goda Rey, dan Hana pun tersenyum
"Mesum ih" Hana pun kembali tertawa
*C*up
Rey mencium bibir Hana, kali ini dengan lembut seperti biasa nya
"Jangan kaya gitu lagi ah!" Hana memanyun kan bibir nya
"Ia ia maaf " Rey melipat tangan nya menanda kan memohoh "Kamu tahu? aku takut banget kamu bakal tinggalin aku" Rey menundukan pandangan nya "Aku senang banget kamu maafin aku" Rey tersenyum lebar
"Ini karna Tante ya, jangan geer" Ucap Hana memaling kan wajah nya
"Terserah karena apa, yang penting kita kembali bersama lagi" Rey memeluk Hana erat
Keesokan harinya Hana berkunjung ke rumah Rey, atas permintaan Ibu Wati yang ingin membuat kue bersama dengan Hana
Hana dan Ibu Wati tampak asik sekali, mereka tengah memanggang kue dan sesekali di selingi gelak tawa entah apa yang mereka bicarakan, Rey hanya bisa memandangi dua wanita yang di cintai nya itu.
"Asik bener ni mertua ma menantu, nyampe aku di cuekin" Rey memotong gelak tawa mereka, pasal nya sudah satu jam lebih Hana hanya sibuk dengan Mamah nya saja
"Aku kesini atas undangan Tante ya bukan buat kamu" Hana mencubit hidung rey dengan tangan nya yang penuh adonan kue
"Kotor tau ih " Rey mendengus kesal
"Lagian ini tuh obrolan perempuan, kamu mana ngerti" Ucap Ibu Wati, yang menggerak kan tangan nya dengan gerakkan seperti mengusir.
"Ini tuh yang anak Mamah Hana apa aku sih? ko Mamah lebih sayang Hana, aku cemburu nih" Lagi - lagi Rey merengut
"Emm gini ya, gimana dong kalo Mamah lebih sayang Hana" Goda Ibu Wati ,Hana pun menjulur kan lidah ke arah Rey
"Ya udah aku cepet - cepet nikahin Hana aja deh, biar jadi anak Mama beneran" Yang di sambut jeweran dari sang Mama
"Au au sakit mah" Rey mengelus ngelus telinga nya
"Mau di kasih makan apa nanti anak mamah, kerja aja belum kamu nya " Sahut Mama Wati
"Ya makan nasi lah mah, masa makan batu" Dengan santai nya Rey menimpali
"Masih sekolah kali Kak Hana nya, udah kaya pernikahan dini aja" Sahut Hana
Setelah selesai membantu Ibu Wati, merekapun menuju ke taman belakang,
Hana yang tengah asik memberi makan ikan, sedangkan Rey tak henti henti nya menatap Hana
" Aku serius " Ucap Rey yang seketika mengaget kan Hana
__ADS_1
"Serius apaan ka?" Hana pun mengerutkan dahi nya dia merasa sedang tak membahas apa pun
"Kita nikah!" Rey berkata tanpa beban, seperti pernikahan itu adalah hal yang mudah
"Idiih Kak aku masih sekolah" Hana tak menganggap ucapan Rey itu serius
"Ia nanti habis lulus, kamu ga usah kuliah, kita langsung nikah aja, kalau kamu mau tetep kuliah juga bisa, tapi kita nikah dulu" Rey berkata tanpa jeda
Hana hanya tertawa mendengar permintaan kekasih nya itu.
"Kok ketawa? gak mau kamu nikah sama Kakak" Rey membalikkan tubuh Hana kearah nya, membuat aktifitas Hana yang sedang memberi makan ikan pun terhenti
"Yaa mau lah, nanti aja omongin masalah ini, aku kan masih punya orang tua" Jelas Hana
"Oh kamu pengen aku ngomong langsung" Rey seperti merasa tertantang
"Ialah " Hana melipat kan kedua tangan nya di dada
Rey pun tertawa , dia semakin medekati Hana bermaksud untuk memeluk gadis nya itu
tapi seketika Hana menghindar
*B**yurrr*
Rey tercebur ke kolam ikan, dan di susul gelak tawa Hana yang terbahak - bahak melihat pemuda itu basah kuyup
"Apa itu?" Mamah Rey langsung berlari menghampiri mereka seketika Ibu Wati pun tertawa terbahak - bahak "Rey kalau mau nyebur tu di kolam renang, bukan di kolam ikan" Ibu Wati pun ikut meledek dan menertawakan nya
"Mama sama Hana tu kompak banget ya nyiksa aku mulu" Rey mendengus kesal, dia langsung berdiri keluar dari kolam
"Lagian kamu ko bisa nyebur sih" Tanya Ibu Wati
"Aku pulang dulu ya Kak, Tante" Melihat jam di tangan nya rupanya sudah 4 jam Hana di rumah nya Rey
"Bentar aku mandi dulu" Rey bermaksud mengantar kan Hana pulang
"Gak usah di anterin Kak, udah sana mandi, bau ikan ih, ntar di gigit kucing lho" Ledek Hana
Ibu Wati hanya tersenyum,
" Tante siapin dulu kue nya ya, kamu bawa pulang ya" Hana hanya tersenyum
"Kamu nanti malamm dandan yang cantik ya" Ucap Rey
"Emang nya mau kondangan kita, pake dandan segala" Jawab Hana
"Ada deh,,, udah sana pulang" Rey berucap dengan nada seperti mengusir
"Gak usah di usir juga aku emang mau pulang" Hana mendengus kesal
****
Rey bergegas mandi dan Hana pun sudah pulang, setelah selesai mandi Rey pun menghampiri Ibu nya, yang tengah asik menonton sinetron
"Mah Papah kapan pulang?" Rey ikut duduk di samping sang Ibu
"Bentar lagi kaya nya, kenapa? tumben kamu nanyain papah, uang kamu habis?" Tanya ibu Wati curiga
"Gak Mah, Rey mau melamar Hana" Rey menatap Ibunya dengan berbinar - binar
"Apa apa? Mamah gak salah denger ini" Ibu Wati menatap lekat wajah anak nya itu, mencoba mencerna apa yang di ucapkan putra nya "Jangan main main Rey, Hana masih sekolah kamu juga baru mau wisuda" Ibu Wati menggelengkan kepalanya tak percaya dengan ucapan Rey
__ADS_1
"Ia nanti Mah bukan sekarang, cuma buat mastiin doang, takut di ambil orang" Rey menjelas kan
"Hmm, tanya Papah mu dulu , gimana baik nya" Ibu Wati tak bisa memberikan keputusan nya
Setelah kepulangan Pak Wahyu ayah Rey, ibu Wati mendiskusikan perihal keinginan anak nya itu, entah apa yang mendorong Rey untuk melamar Hana
"Gimana Pah? turutin jangan, Rey dan Hana masih sangat muda banget, takut nya ini cuma gejolak anak muda yang sesaat" Ucap Ibu Wati cemas, pasal nya mereka memang masih terlalu muda
"Ya sudah Papah coba tanya dulu ke Rey nya mah" Pak Wahyu pun memang merasa terkejut dengan permintaan Rey
*T*ap tap tap
Tok tok tok
"Rey" Pak Wahyu menepuk pundak anak nya itu yang sedang asyik bermain game di ponsel nya
"Ia Pah " Rey pun langsung menoleh dan mematikan ponsel nya itu
"Kamu serius?" Pak Wahyu bertanya karena dia pun merasa heran dengan keputusan Rey
Rey pun mengangguk "Sangat serius Pah"
"Rey kalian masih terlalu muda, coba di fikirkan lagi" Pak Wahyu memberikan nasihat agar Rey tak terburu buru
"Rey cuma mau tunangan aja Pah" Ucap Rey penuh penekanan
"Tapi sekali lagi Papah titip hubungan ini jaga baik baik" Pak Wahyu mengulang ucapan nya dua tahun yang lalu, saat Rey ingin menjalin hubungan nya dengan Hana.
"Ia pah Rey gak bakal ngecewain Hana" Rey pun tersenyum penuh bahagia , karna ayah nya itu setuju dengan keputusan nya.
"Kapan kita harus ke sana?" Tanya Pak Wahyu "Kamu sudah beli cincin nya?"
"Sudah Pah, Hana sudah memakai nya, Rey cuma minta Papah memperjelas saja, besok Oapah bisa?" Rey ingin melaksanakan nya secepat nya.
"Kamu itu gak sabaran banget ya" Ucap Pak Wahyu sambil menepuk bahu nya
Saat malam hari selepas isya, Rey menjemput Hana untuk sekedar jalan - jalan saja
"Nak Rey jangan pulang terlalu malam ya" Kata pak Agus saat mereka sedang berpamitan,
"Ia om" Rey dan Hana pun mencium punggung kedua tangan orang tua nya itu
"Na gak boleh pulang malem kata nya , kalo pagi boleh berarti ya?" Goda Rey saat mereka sudah di atas motor nya, Hana pun mencubit perut kekasih nya itu
"Mimpi aja dulu ya mas nya" Jawab Hana
Hana dan Rey pun pulang tidak terlalu larut, pukul 21:00 mereka sudah ada di rumah Hana kembali
"Sampai jumpa besok siang ya" Rey sudah ada di motor nya
"Gak bosen kamu ketemu aku tiap hari?" Goda Hana pada kekasih nya, setelah menunggu Wisuda hampir setiap hari mereka bertemu
"Aku malah udah gak sabar pengen ketemu kamu tiap hari" Goda Rey lagi
"Duh raja gombal, cepetan pulang sana" Hana mengibaskan tangan nya
Rey pun mengecup kening Hana, dan langsung melajukan motor nya,
Hana sudah melupakan kejadian itu, rasa sayang nya pada pemuda itu, melebihi rasa kesal atas kesalahan yang di buat oleh Rey, mungkin Hana terlalu naif tapi memang dia tak ingin kehilangan kekasih nya itu.
" I love u Kak" Hana mengutarakan perasaan nya kepada pemuda yang sudah berlalu pergi itu
__ADS_1