
Hana tengah mengaduk mengaduk bakso yang ada di hadapan nya, ke tiga teman nya pun menjadi heran di buat nya
" Aduk terus tu bakso nyampe jadi bubur" Aina bersuara lantang, tetap saja Hana masih terdiam
" Ci si Hana kenapa,?" Tanya Devi, mungkin Cici tau penyebab nya karna dia satu kost dengan Hana
"Gua juga gak tau, dia pamit mau ke taman pas balik udah kaya gini" Ucap Cici heran "Jangan jangan ni anak kesambet" Ucap nya asal, Hana pun akhir nya buka suara
"Cowok gua mau ke Batam" Ucap Hana datar
"Liburan ?" Tanya Aina semangat
"Kerja lah" Ucap Hana sembari dia meletakan sendok nya menjauh kan mangkok bakso yang masih penuh itu
"Masih Indonesia kan? Goda Cici "Lo liat gua juga LDRan tapi baik-baik aja, sekarang jaman udah canggih , kita bisa langsung tatap tatapan tiap hari, kenapa sih segitu takut nya" Cici menatap sahabat nya itu tapi bisa di rasakan oleh nya kecemasan Hana,
"Gua juga dulu LDRan tapi nyata nya apa, hancur!! " Hana menghela nafas nya "Gua takut Surya setia karna dia deket, tapi jauh,,?
" Hana, coba aja dulu kalau lo emang gak bisa ya udah jangan di terusin" Saran Devi
"Kalian tau,,? sekarang aja kadang gua ngerasa takut cowok gua selingkuh, karna gua gak bisa kaya mantan mantan nya yang dulu, gua selalu di bayangin ketakutan kalau dia nyari pelampiasan biologis nya dengan cewek lain, sekarang kita LDR, gua tambah takut" Jelas Hana
"Segitu gak percaya nya Lo sama Surya? itu semua karena pemikiran sempit Lo sendiri, jangan jangan ini semua karna mantan Lo?" Selidik Aina
"Lo tau kan cerita masa lalu cowok gua kaya gimana, lagian apa hubungan nya ama mantan gua?" sangkal Hana "Udah lah mending kita jalan, besok kan kita udah mulai libur, Hana mengalih kanbpembicaraan nya
"Kita jalan? ok! tapi Lo ga boleh merengut, " Devi terbangun "Ancol?" Tanya Devi dan mereka pun menyetujui nya
Setelah mereka puas menikmati waktu bersama karena untuk sementara waktu mereka akan berpisah, Hana dan Cici kembali ke tempat kost mereka
Saat Hana sampai terlihat di depan pintu nya sebuah kotak berpita biru sudah terletak persis di depan pintu nya, mereka pun saling melempar kan tatapan , untuk siapa kotak itu, Cici terjongkok dan membuka kotak itu
" Untuk langit ku dari matahari mu"
Cici sudah menebak dari gaun mahal yang ada di depan nya untuk siapa kotak ini, dan benar saja ponsel Hana pun berbunyi
"Pakai gaun itu ,asisten ku akan menjemput mu," Ucap Surya di sebrang sana
Hana akhir nya mengikuti perintah Surya dia sudah memakai gaun yang di siap kan Surya,
setelah selesai terlihat asisten Surya sudah menunggu nya, di antar nya Hana ke tempat di mana Surya telah menunggu
Kafe yang bernuansa outdorr ini sudah di sulap Surya menjadi tempat yang sangat romantis, Hana melihat sekekeliling sungguh Surya sangat bisa membuat nya berseri,
Terlihat Surya yang sudah mengenakan Tuxedo nya dengan sangat gagah menunggu kedatangan Hana, setelah Hana sudah mendekati nya, Surya berbungkuk mengulur kan lengan nya, Hana pun akhir nya menerima uluran tangan nya, Surya membawa nya ke pelukan saat musik romantis mulai di mainkan, mereka pun berdansa bak pangeran dan putri dalam negri dongeng
"Kamu tau aku Gak pernah mencitai wanita seperti ini," Surya berucap di sela sela dansa mereka "Gak pernah sedalam ini, aku harap kamu bisa memberi satu kesempatan, kita bisa melewati ini" Pinta Surya
__ADS_1
Hana menghentikan dansa nya, dia memeluk pemuda itu, rasa nya dia ingin mengungkap kan semua yang ada di hati nya, bukan,,Hana bukan hanya tak percaya Surya justru dia tak percaya akan diri nya sendiri, akan bayang bayang masa lalu nya
"Harus kah kita mencoba nya?" Hana menundukan wajah nya,
Surya meraup wajah Hana membuat nya mendonggakan ke arah Surya, mereka saling bertatapan tak ada kata apa pun, Surya mencium Hana lembut tak ada panggutan hanya sekilas, mereka pun bertatapan kembali sampai akhir nya Hana memeluk nya erat , menghirup aroma dari tubuh Surya, cukup lama seakan ia tak ingin melepas kan Surya ,
" Apakah ini jawaban" Tanya Surya
"Aku hanya ingin seperti ini," Jawab Hana ,
Rintik hujan sudah mulai turun membasahi bumi, mereka berdua masih tetap saling berpeluk tak perduli hujan yang semakin deras, sampai akhir nya Surya melepas kan Hana
"Sayang kamu bisa sakit" Surya mulai menuntun Hana ke dalam kafe, dia memperintah kan asisten nya untuk membelikan Hana pakaian ganti
"Kita kemana?" Ucap Hana saat menaiki mobil Surya
"Apartemen aku, kamu gak mungkin pulang ke Bogor kondisinya kaya gini, dari pada ke tempat kost lebih dekat ke apartemen aku kan" Surya tengah menyalakan mobil nya, aprtemen Surya da kafe ini hanya menempuh waktu 20 menit jika ke tempat kost Hana akan dua kali lipat jarak yang di tempuh nya
Hana mengikuti Surya saat memasuki apartmen nya yang terdiri dua kamar di lantai atas
"Aku mandi di kamar tamu kamu di kamar aku" Surya mengambil salinan nya "Hana masih mematung di ambang pintu "kamu bisa kunci pintu nya" Dia tau gadis nya itu sedikit ragu, sampai akhir nya Surya keluar dan Hana pun mengunci pintu nya
setelah selesai Mandi dia membuka almari Surya, di lihat nya hanya ada kemeja kerja dan kaus untuk tidur, itu di karnakan apartmen ini memang di peruntukan hanya untuk istirahat malam saja, di akhir pekan dia akan memilih untuk pulang melepas kepenatan di kota Jakarta ini, setelah menimbang nimbang akhir nya Hana memutus kan untuk memakai kemeja Surya yang tampak kebesaran itu,
Hana keluar dari kamar Surya dengan rambut panjang nya yang masih basah Surya terus menatap Hana tanpa berkedip sedikit pun, sampai akhir nya tawa nya pun cukup keras menggema di udara, Surya terpingkal pingkal sedangkan Hana mengerucut kan bibir nya
"Gak mungkin lah cuma pake kemeja kamu doang, kamu kan tau sayang aku gak pernah pake baju di atas lutut" Jelas Hana yang tak terima diri nya terus di tertawakan
"Ya tapi kamu tu lucu banget, kemeja aku kebesaran, boxer aku aja kaya jadi nya rok di pake sama kamu, ganti ah sana pake kaos aku, kaya orang orangan sawah kamu" Protes Surya dan akhir nya Hana pun mengikuti nya
"Nah kan mending gini" Surya menarik Hana untuk duduk di samping nya,
*C**ekreekk*
"Serasi banget sih kita" Ucap Surya melihat gambar mereka menggunakan baju yang sama
Surya menatap Hana yang masih merengut, terlihat rambut panjang nya menutupi sebagian wajah nya, Surya menyibak kan rambut Hana menyelip kan nya diantara telinga nya, Surya menatap Hana lekat, dia menengguk saliva nya sendiri begitu pun Hana yang merasa salah tingkah, hanya berdua saja dalam apartmen Surya, membuat fikiran mereka sedikit kacau.
Surya meciumi Hana dengan lembut, Hana tak menolak dengan apa yang Surya lakukan mereka berciuman dengan panas, membuat mereka hilang kendali, Surya sudah tepat diatas Hana mengungkung nya, dia menumpu kedua lengan nya agar tak menindih Hana, saat jemari Surya mulai nakal seketika Hana tersadar, tak pernah Hana hilang kendali seperti ini, mungkin karena Surya yang sangat berpengalaman ini membuat Hana terbuai.
"Sayang lepas" Hana mulai meronta
"Kenapa?" Surya berucap dengan suara yang serak
"Aku gak bisa" Hana memalingkan wajah nya
Reaksi Surya di luar kehendak Hana, dia menggigit telinga Hana menjelajahi leher nya, membuat Hana semakin terbuai dan benar benar hilang kendali, Suara desahan pun lolos dari mulut Hana walau sebenar nya sudah ia tahan, dan membuat Surya semakin terpancing
__ADS_1
Hana mencengkram punggung Surya kuat-kuat, sesekali dia menjambak rambut Surya
"Aku takut" Ucap Hana dengan tubuh yang bergetar
"Jangan takut sayang!" Surya pun menenang kan Hana
Surya mulai mengecup leher Hana, meninggal kan jejak jejak kepemilikan nya, saat Surya mulai bisa mengendalikan Hana
Tap tap tap
"Hai!"
Seorang wanita seksi menghentikan kegiatan mereka, wanita yang berpakaian minim itu tampak seperti sedang mabuk
"Sayang kok berdua aja, aku gak di ajak?" Wanita itu tampak berjalan sempoyongan mendekat ke arah Surya.
Hana yang terkejut pun mendorong Surya hingga terjatuh, Hana segera berdiri dia menatap Surya penuh pertanyaan, Surya tak kalah terkejut dengan Hana dia pun sangat panik
"Sa_ sayang aku bisa jelasin" Surya meraih tangan Hana
"Gak ada yang perlu di jelasin, cewek ini tau passcode apartmen kamu itu udah jelas buat aku!" Hana meninggikan suara nya
"Ini gak seperti yang kamu bayangin sayang" Surya memohon
"Stop jangan panggil aku sayang lagi" Hana semakin murka
Sementara Hana dan Surya beradu argumen wanita seksi itu malah tertawa
"Gak usah ribut kita bisa main bertiga" wanita itu pun meracau
Hana menatap wanita itu sinis, bertiga? mendengar nya saja Hana sudah jijik
"Bella kamu kenapa ke sini" Tanya Surya dengan kasar dia menarik lengan nya
"Kan kamu yang bilang aku bisa datang kapan pun aku mau" Bella berucap dengan setengah kesadaran nya
Hana pun bergegas pergi sampai akhir nya Bella mencegah nya
"Kamu jangan pergi, aku sama Surya gak punya hubungan, kita cuma senang senang doang, aku udah punya suami" Bella menjelaskan dan mencegah Hana pergi, tapi justru perkataan nya membuat Hana semakin merasa jijik
Hana pun berlari bergegas mengambil tas nya, tak perduli pakaian yang di kenakan nya dia pun pergi, Surya terus mengajar nya, tapi langkah Surya tertahan oleh asisten nya yang membawakan pakaian ganti untuk Hana, sehingga Surya pun tertinggal
Hana memasuki Lift dia terus merutuki diri nya sendiri, saat pintu lift terbuka dia bergegas pergi terburu buru
Tin tin tin
"Aaaa" Hana pun berteriak
__ADS_1