Berdamai Dengan Hati!!

Berdamai Dengan Hati!!
Part 58 Inilah Akhir Cerita


__ADS_3

Apa yang akan di bicarakan Tyo, itulah yang Hana pikirkan, kenapa dia begitu serius, kenapa Hana menjadi tak enak hati, seperti sesuatu akan terjadi padanya


"Selamat ya sayang,,," Ibu Rika mencium pucuk kepala Hana, membuat Hana yang sedang duduk bercermin terkejut "Kamu benar benar sudah dewasa.


Hana tak berucap sepatah katapun, dia masih terheran heran.


Greep


"Sayang,,, Papah masih gak percaya bakal pisah sama kamu" Ucap Pak Agus penuh haru.


Hana mengerutkan dahinya "Ada apa Mah, Pah?"


"Ayok keluar sayang" Bu Rika membangun kannya "Kamu cantik banget sih" Dengan dress yang sangat sopan dan elegan, serta riasan yang selalu natural membuat Hana tampak menawan.


Hana terkejut saat keluar kamar nya, tampak keluarga nya telah berkumpul, dan keluarga Tyo pun hadir, Hana melihat sekeliling dia menatap Dina dengan penuh pertanyaan. "Ini ada apa sih? Gua baru dari rumah kak Dina, dia gak ngomong apa apa, tapi kenapa sekarang dia disini, bareng keluarga Tyo,?." Hana terus berbicara dalam hatinya.


"Baiklah karena calon pengantin wanitanya sudah datang, mari kita mulai" Ucap Ferdi


Tentu saja Hana seketika membelalakan mata nya , mengitari semua yang sedang berkumpul, entah apa yang di bicarakan, Hana seperti melayang, hatinya menjerit, Hana serasa berteriak tapi tak seorang pun mendengarnya, semua orang tertawa hanya Hana seorang yang menangis.


"Baiklah kita sudah sepakat,,, pernikahannya kita percepat!" Ucap pak Agus di sambut dengan senyuman dan anggukan semua orang "Sudah siap Nak Tyo,,?" Pak Agus melirik Tyo, dan Tyo pun tersenyum "Hana bagaimana sayang,,,?"


Bruk,,,,


Belum sempat menjawab, Hana sudah jatuh tersungkur pingsan, suasana pun berubah riuh, semua panik dan khawatir dengan keadaan Hana. Dan Hana pun segera di larikan ke Rumah sakit.


"Sayang,,," Akhirnya Hana tersadar setelah hampir 2 jam pingsan "Masih pusing" Tanya Tyo


"Mas,,, aku kenapa?" Hana masih mengerjap ngejapkan matanya


"Kamu minum dulu" Tyo memberikan segelas air minum "Kamu pingsan sayang" Tyo membelai rambut Hana "Mas telepon mamah sama papah dulu ya, mereka di mushola lagi sholat magrib"


"Mas,,, " Hana menarik lengan Tyo "Aku,,, aku "


"Sstt" Tyo menghentikan ucapan Hana "Kamu istirahat dulu, nanti kita bicarakan lagi" Tyo kembali melanjutkan menelepon keluarga mereka.


Hana masih tak mengerti mengapa ini begitu cepat, pernikahan di percepat satu bulan, ada apa?, bukan kah mereka sudah sepakat untuk menikah setelah wisuda. Hana baru saja merasakan kebahagian tapi harus berakhir lagi.


"Dulu juga mamah gitu,,, deg degan pas mau nikah, sampe sakit" Bu Rika menjelaskan, mereka pun semua tersenyum


"Gak usah stress nak, masih ada waktu sebulan kok" Ibunda Tyo menimpali


Hana hanya bisa tersenyum mendengar ucapan mereka,


"Mamah bisa pulang, biar Tyo yang menemani Hana" Ucap Tyo pada bu Rika


"Aku udah gak apa apa,,, pengen pulang mah" Tanpa Hana sadari dia merengek pada bu Rika


" Kamu mau nikah masih manja aha sih" Tyo berucap menahan tawanya "Aku minta izin dulu sama dokter yah" Tyo pun segera menemui dokter , dan mendapatkan izin untuk segera pulang.

__ADS_1


****


Tyo beserta keluarga nya menginap di hotel, Hana masih menyimpan pertanyaan di benak nya


"Mah,,, kenapa tiba tiba pernikahan aku di percepat" Hana bertanya lirih di saksikan oleh keluarganya


"Si Rey itu deketin kamu lagi kan,,, malah banyak yang lihat sesekali kamu yang ke Cafe nya!" Heru pun menimpali dengan penuh emosi, Hana hanya terdiam dengan tatapan kosong tak mampu menjawab.


"Sebenarnya,,, Rey sudah beberapa kali datang" Mendengar ucapan bu Rika, Hana membelalakan matanya "Ya,, alasannya sih silaturahmi, tapi Mamah gak percaya!" Bu Rika terlihat jengkel


"Dia sudah mulai nekat gitu,,, jangan kemakan kamu,,!" Kali ini Wulan yang berbicara.


Dina memperhatikan Hana dengan seksama, terlihat jelas gurat kesedihan di wajah nya, Dina pun memberanikan berbicara "Apa ini yang terbaik untuk Hana?" Mendengar ucapan Dina semua pun menoleh padanya "Apa kita tahu apa yang Hana mau, kenapa kita terlalu ikut campur dengan hidupnya, kenapa kita terlalu menghakimi Rey?" Semua keluarga sudah membelalakan matanya ke arah Dina "Rey waktu itu masih muda,,, mungkin Kak Ferdy pun pernah melakukan kesalahan, bahkan Farhan, kita tak tahu kan,,,"


"Dina,,, maksud kamu apa?" Pak Agus menyela Dina yang sedang berbicara "Apa yang mau kamu bicarakan sebenarnya,,?"


"Pah aku cuma kasihan sama Hana,,, masa kalian gak bisa lihat , Hana begitu tertekan,,, emang kalian gak sayang Hana,,," Semua nya pun terdiam.


"Kak,,, makasih kak Dina udah mewakili aku,, tapi aku baik baik saja,,,," Hana pun berusaha tersenyum


"Dek,,, "


"Kamu dengar sendiri kan Dina,,!" Bu Rika menimpali dengan jengkel "Hana harus istirahat!" Bu Rika membopoh Hana ke kamarnya. "Apa benar, yang kakak kamu katakan itu perasaan kamu?" Tanya bubRika saat sudah sampai di kamar Hana.


"Mah gak ada yang penting, aku mau tidur aja yah,," Hana membaringkan tubuhnya di tempat tidur, bu Rika pun meninggalkan nya.


Pintu kamar Hana di ketuk, kali ini Heru lah yang muncul "Na,,, maafin gua ya yang ikut campur,,," Heru mengusap pucuk kepala Hana, tapi Hana tak bergeming dia tetap terdiam, akhirnya Heru meninggalkan nya


Malam itu pun berakhir, Hana seperti tak punya pilihan, bahkan keinginannya untuk bekerja pun tak bisa di sampaikan nya, dia menerima semuanya, 2 minggu lagi acara lamaran, setelah itu 2 minggu kemudian acara pernikahan.


"Kamu tetep kerja,,,?" Bu Rika menegur Hana yang sudah rapih dengan setelan kerjanya.


"Mah aku masih kerja lah, minimal sampai bulan depan" Hana berucap terburu buru, karena tak ingin ketinggalan bis.


"Persiapan pernikahan kamu?" Tanya bu Rika heran


"Mamah atur aja lah,, fitting baju kan nanti minggu depan, Hana pun segera berangkat.


*********


Satu minggu berlalu, besok Hana dan Tyo akan fitting baju, berita pernikahan Hana memang belum tersebar, hanya keluarga dan sahabat Hana saja yang sudah tahu, mungkin inilah yang terbaik untuk Hana dan Rey, mereka akan berpisah, kedekatan mereka akan menjadi kenangan, luka Hana adalah proses untuk kedewasaannya, begitupun kesalahan Rey, itu adal sebuah proses untuk pendewasaan dirinya, kita memang tak tahu akan seperti jalan hidup kita, semua angan angan dan cita cita hanya akan berjalan atas kehendak Nya.


Hana turun dari bis, kali ini Hana tak di jemput Rey, dia menatap Cafe milik Rey, apa yang harus ia lakukan, tapi ia tak ingin menyembunyikan nya dari Rey,,, "Gua masuk aja lah!" Cafe itu terlihat sepi , sudah rapih dan hanya ada Dodi di dalam, sedangkan 4 karyawan yang lain sudah pulang "Doy sepi amat,,,"


"Eh Hana lo ngapain ke sini,,, udah tutup!" Dodi pun menggoda Hana, dan Hana hanya mencibikkan bibirnya.


"Rey ada,,,?" Hana mengitari bangunan itu


"Dia di atas,,,?" Belum sempat Dodi berbicara, Hana sudah bergegas menaiki tangga "Yee ni anak main nyelonong aja" Ucap Dodi kemudian meneruskan pekerjaan nya.

__ADS_1


Rey seketika melihat kearah tangga, saat mendengar langkah kaki "Tuh kan bener kamu,, aku udah hapal suara langkah kaki kamu" Rey berucap dengan senyuman yang lebar, sedangkan Hana hanya menyunggingkan bibirnya saja.


"Kok udah tutup sih, baru jam delapan?" Hana pun mendekati Rey, dan Rey menarik kursi untuk Hana duduk.


"Semua menu habis,,, kalau camilan ada, tapi gak tahu aku rasanya lemes banget hari ini, makanya aku tutup, kamu katanya gak pulang?" Tanya Rey heran, karena itulah alasan Hana agar Rey tak menjemputnya.


"Aku berubah pikiran,,," Hana menghela nafasnya "Ada yang mau aku omongin sama kamu,,"


"Apa,,,?" Rey mendekatkan kursi mereka


"Kamu sering kerumah?" Tanya Hana penasaran


"Sory,,, tapi aku gak bisa terus terusan nemuin kamu dengan diam diam,,," Rey menunjukan wajah bersalahnya


"Banyak yang lihat kita jalan bareng,,dan kamu tahu,,?" Hana menatap Rey dalam dalam "Pernikahan aku di percepat,, kita akhiri di sini Rey,,, ini akhir kita " Hana berucap menahan tangis nya


Seketika itu Rey menoleh, nafas nya naik turun, tak percaya dengan apa yang di dengar nya "Maksud kamu apa,,, bukan nya pernikahan nya setelah wisuda," Rey berbicara dengan panik dan terbata, dia seketika turun dari kursinya, dan bersimpuh di kaki Hana "Jangan Hana,,, aku mohon, jangan menikah dengan orang lain,,, a,,aku sudah menyesal, lihat aku sudah berubah,,, "


Tanpa sadar Hana pun menangis "Please Rey bangun, jangan kaya gini"


"Gak,,, kamu gak boleh nikah sama orang lain Hana,,, kita masih saling cinta kan?" Rey terus saja bersimpuh, walau Hana terus berusaha melepaskan tangan Rey dari kakinya


"Rey,,, kita sudah sepakat,,, semua berakhir,,, saat aku akan menikah,,, dan ini saatnya" Hana sungguh tak menyangka Rey akan seperti ini "Rey aku mohon,,,, aku harus pergi" Hana pun berdiri


Seperti anak kecil Rey masih memegangi kaki Hana yang tengah berdiri "Aku gak bisa Hana,,, aku mohon jangan tinggalin aku,,, "


Hana melepaskan tangan Rey "Aku harus pergi Rey,,, " Dengan setengah berlari Hana meninggalkan Rey


Tanpa pikir panjang Rey mengejar Hana, dengan cepat Rey menarik tangan Hana dan membawanya kepelukan Rey "Kamu gak boleh pergi!" Seketika Hana mendorong Rey


Plakkk


Tamparan yang keras mendarat di pipi Rey "Tolong Rey jangan kaya gini,,, hentikan,, aku mohon,,!" Hana berucap dengan suara lirih


Dodi melihat mereka menjadi sangat terkejut "Ya Allah bang sampai segitunya Lo Bang,,"


Hana pun meninggalkan Rey " Aku gak pernah bermimpi menikah selain sama kamu Rey,,," Hana berucap dengan tangisan nya


Rey memandangi Hana "Aahhhh,,, " Seperti orang tak waras, Rey mengamuk, dan menangis, dia menghancurkan semua benda yang ada di dekat nya


"Bang jangang kaya gini,,, " Dodi mencoba menenangkan Rey


"Gak adil,,, semua ini gak adil,,, gua udah menebus kesalahan gua,, tapi kenapa,,, "Rey terus meracau, sampai akhirnya dia terdiam.


Dodi pun segera menenangkan kembali, entah apa yang terjadi hari esok, tak ada yang tahu.


******


Terima kasih, untuk pembaca setia "Berdamai dengan Hati" maaf gak bisa sering up, karena saya cuma pake HP, dan berebut sama anak anak 😅, Sekali lagi terima kasih, dan maaf kalo jalan ceritanya gak sesuai dengan keinginan pembaca semuanya,, Terima kasih🤗😍

__ADS_1


__ADS_2