Berdamai Dengan Hati!!

Berdamai Dengan Hati!!
Part 61 Happy Ending


__ADS_3

Hana memandangi sebuket bunga mawar yang ia terima dari Rey, hatinya sangat gusar dengan keputusan apa yang akan di berikan oleh orang tua nya, tapi kali ini Hana akan berjuang.


"Pah,,, tolong terima Rey yah, papah kan tahu dia sudah berubah, bahkan bertahun tahun dia setia sama aku, gak punya pasangan, dia juga sekarang sukses, Rey itu baik, dia hanya pernah khilaf" Hana menjelas kan pada orang tua nya penuh semangat " Mah dia gak pernah sakitin aku lagi mah, dia selalu nunggu aku, walau sering aku jutekin!"


"Sayang,,," Ucap Bu Rika tersenyum, pak Agus pun tak bisa menahan tawa nya, dia pun mentertawakan Hana, dan Hana pun mengerucutkan bibir nya "Tenang,,, kita lihat sejauh apa usaha Rey untuk dapatin putri mamah ini!" Bu Rika membelai Hana "Nanti biar kita bicara 6 mata saja ,, Ok!"


"Mah,,, ikutan,," Hana memang selalu seperti anak kecil kala bersama orang tuanya


"Sayang,, kamu tunggu hasilnya saja yah" Ucap pak Agus, Hana pun mengangguk.


******


Rey tengah bersiap, jarak rumah nya yang dekat dengan Hana, tapi seperti dia akan menuju medan perang, hati nya ded degan jantung nya berdebar kencang, dia terus saja mengatur nafas nya yang terasa sesak.


Tok tok tok


Bu Wati menghampiri Rey yang masih mematung di depan kaca. "Kamu gugup,,?" Rey pun menoleh dan mengangguk "Mamah percaya, kamu bisa atasi semua ini, kamu harus bisa bawa Hana jadi menantu mamah ya Rey!" Pinta bu Wati, karena Bu Wati memang sangat menyukai Hana.


"Doa kan Rey mah, agar bisa bawa Hana sebagai menantu di rumah ini!" Ucap Rey


"Pasti sayang,, Mamah pasti selalu mendukung dan mendoakan kamu" Bu Wati menepuk pundak Rey


Rey menggunakan motor nya untuk ke rumah Hana, saat dia berhenti di depan gerbang, tampak Hana sudah menunggunya di ambang pintu, Hana segera menghampiri Rey, Hana tersenyum memberi semangat untuk Rey, karena terlihat jelas dia sangat gugup.


"Aku serasa mau di sidang,," Ucap Rey saat tengah memasukan motor nya


"Semangat,,, kamu pasti bisa!" Hana memberikan senyuman termanisnya


"Tentu,,, aku pasti dan harus bisa, membawa bidadari ini" Rey menyentuh dagu Hana mengerlingkan matanya dengan genit.


"Idiih,,, apaan sih,, ayo buruan di tunggu sama Mamah Papah" Hana menarik lengan Rey.


Di ruang tamu sudah terlihat Pak Agus dan Bu Rika menunggu, tentu saja Rey sangat gugup tapi dia terus berusaha menutupinya, Hana merasa bangga pada Rey, dia benar benar bersungguh sungguh untuk bisa bersama memenangkan hati keluarganya lagi.


"Maksud Nak Rey datang ke sini apa,,,?" Pak Agus memulai pembicaraan


"Ehmm,," Rey menetralkan suaranya, dia meminum seteguk air yang sudah Hana suguh kan "Saya bermaksud meminta maaf kepada Om sama Tante, atas semua kesalahan saya, dan saya meminta izin untuk bisa bersama Hana lagi" Rey berhasil mengucapkan maksud kedatangan nya, walaupun tak dapat di pungkiri dia berusaha keras agar tak gugup.


"Apa alasan Om harus menerima kamu lagi,,?" Tanya pak Agus, yang membuat Rey meneguk saliva nya sendiri


"Insya Allah,, saya sangat serius dan tak main main lagi,," Rey menundukan kepalanya.


"Nak Rey,,, Kami sangat menyayagi Hana,,, seandainya kami menerima Nak Rey kembali, itu benar benar karena rasa sayang kami pada Hana" Pak Agus menjelaskan dan Rey mendengarkan dengan seksama "Kami tidak sedikitpun sedang melihat kesuksesan Nak Rey saat ini, itu bukan lah poin penting untuk kami, tapi kami mohon jaga dan jangan pernah sakiti Hana lagi, sayangi dia seperti kami menyayangi nya " Pak Agus berhenti sejenak "Kami menghargai usaha keras nak Rey untuk membuktikan kesungguhan, tapi jika kami mencari harta tentu Hana sudah kami nikah kan dengan orang lain, tapi kami tidak mencari itu, tolong jangan sakiti Hana hanya itu pinta kami" Mendengar ucapan Pak Agus Rey pun mengangguk.

__ADS_1


"Jadi kami ingin, jika kamu sungguh sungguh, Nikahi Hana, Tante gak mau Nak Rey cuma datang saat butuh dan pergi seenaknya lagi" Bu Rika memang tak setenang pak Agus


"Ia,, Tan saya sudah siap" Rey menjawab dengan penuh semangat


"Baiklah, 2 minggu lagi, kamu siap,,?" Tanya bu Rika


"Ia siap Tante,," Rey sangat bersemangat


"Gak mau,,," Hana tiba tiba muncul, rupa rupanya di menguping "Gak mau 2 minggu lagi,,"


"Seminggu lagi,,,?" ucap Rey yang membuat semua mata tertuju pada nya


"Ihhh apaan sih?" Hana mengerucutkan bibir nya dan ikut duduk bersama mereka "Persiapan pernikahan tu gak mungkin beres dalam waktu 2 minggu, lagian aku gak mau kesan nya nikah nya buru buru dan dadakan, nanti apa kata orang orang,,,"


"Ia juga sih ya pah,,," Jawan bu Rika "Sebulan lagi,,,?"


"2 bulan,, baru pas" Hana pun tersenyum dan mereka semua setuju.


*******


Mereka berdua tengah di mabuk cinta lagi, tak henti hentinya mereka tersenyum, begitu lama menunggu, ternyata akhir nya begitu mudah mereka mendapat restu.


"Apa yang harus kita persiapkan terlebih dahulu?" Tanya Hana saat dia sedang mengantar Rey ke gerbang


"Pernikahan,,, aku gak nyangka,, akhirnya" Tatapan Hana menerawang jauh.


"Ya,,, sayang, kita akan menikah,," Rey menggenggam tangan Hana "Aku mungkin gak bisa kasih pesta mewah buat kamu,,," Rey terlihat menyesal.


"Aku tahu,,, harga rumah nya kan 4M" Hana menahan tawanya "Pasti tabungan kamu terkuras kan?"


"Ah,, aku jadi malu,,," Rey mengusap tengkuk nya


"Kamu tahu,, rumah lebih penting bagi kita, dari pada harus buang uang untuk pesta sehari, lebih baik untuk rumah, untuk masa depan kita.


"Ah,,, kamu pintar sekali,,," Rey membelai rambut Hana "Setelah ini kita langsung cari furniture untuk rumah kita ya" Ajak Rey


" Aku juga punya tabungan Rey,,,"


"Simpan saja Hana,,, itu buat keperluan kamu aja" Rey masih mempunyai tabungan yang cukup, hasil dari Cafe nya, dan dirinya menjadi seorang youtuber, sudah sangat cukup, tapi tentu saja dia tak mungkin menghabiskan semuanya untuk saat ini.


"Aku pulang ya,,, gak sabar aku mau kasih tau mamah!" Rey pun pamit


Begitu pun Hana yang sudah tak sabar, ingin menanyakan mengapa akhirnya mereka merestui, dia pun segera berlari kedalam rumah untuk menemui orang tuanya.

__ADS_1


"Mah,,, Pah,,, kok bisa sih, tiba tiba setuju,,?"


"Sayang,,, kami tu gak mau kalau kamu cuma sibuk bekerja, sampai kamu gak inget akan diri kamu sendiri,,," Jawab pak Agus


"Lagian mamah gak mau kamu jadi perawan tua,,, ya udah mau gak mau kami terima Rey" Ucap Bu Rika dengan menahan tawanya


"Mah,,, ngomong apa sih,,?" Hana pun cemberut.


"Kami sudah tua,,, impian Papah Mamah saat ini ya hanya melihat kamu menikah, dan memberikan kami cucu" pak Agus pun berkaca kaca


"Papah,,," Hana memeluk ayah nua itu "Makasih Pah,,, udah ngertiin aku" Ucap Hana tulus.


Besok adalah jadwal pertemuan dengan sahabat sahabatnya, Hana memilih Cafe milik Rey untuk bertemu, dia memang akan membuat kejutan untuk mereka.


******


"Alhamdulillah Mah, Tante Rika sama om Agus akhirnya terima aku lagi" Rey benar benar sangat bahagia, Bu Wati pun berkaca kaca "Kenapa Mah, ko mamah nangis" Tanya Rey saat melihat sudut mata ibunya itu berair.


"Mamah cuma inget Papah kamu,,, andai dia menyaksikan ini,,," Bu Wati pun terisak


"Almarhum Papah pasti menyaksikan ko mah,,," Rey memeluk ibu nya itu yang tengah menangis.


Rey mengambil ponsel nya dan melihat foto yang ia ambil tadi siang, Hana yang tersenyum bahagia, begitu cantik,,, rasanya ini seperti mimpi baginya, penantiannya telah berakhir, kesungguhan Rey akhirnya terlihat oleh orang tua Hana, 8 tahun ia berjuang untuk mendapatkan Hana kembali, berusaha memantaskan dirinya untuk Hana, bukan perjalanan yang mudah untuk Rey, tapi tetap dia tempuh dengan penuh kesabaran,,, menunggu untuk kata maaf atas semua kesalahan nya. Rey mengunggah foto Hana, dengan caption "My only one" Hal yang tak pernah ia lakukan, itulah yang selalu menjadi pertanyaan netizen, siapakah wanita spesial,, yang ada di hidup Rey, baru saja di unggah sudah mendapat respon yang ramai.


*Kring,,,, Kringg


"Ia sayang,,,?"


"Kenapa kamu unggah foto aku sayang,,,?"


"Berita baik itu harus di sampaikan cepat cepat sayang,,!"


"Tapi aku kan malu,,,"


"kamu harus terbiasa sayang,,, kamu lupa ya,,, calon suami kamu ini kan pejuang konten,,," Rey pun tertawa


"Kenapa acara lamaran tadi siang,,, gak kamu jadiin konten,,?"


"Siang tadi aku takut di tolak,,, tapi tenang kok, kayanya tetep bakal trending, aku kan terkenal pasti kok ada yang candit,,," Rey pun terus menggoda Hana*


Setelah obrolan mereka melantur kesana kemari, Rey mengakhiri percakapan nya, karena Hana sudah mulai meracau, sepertinya dia setengah tertidur.


"Kamu ini Hana,,," Rey pun terkekeh, Tapi kemudian ia terisak, Rey pun menangis Haru, "Setelah semua yang terjadi,,, aku akan gak akan lepaskan kamu Hana,,, selamanya,,, Hanaaa aku cinta kamuuu!" Seperti orang gila Rey berteriak sendirian di kamar nya.

__ADS_1


******"


__ADS_2