Berdamai Dengan Hati!!

Berdamai Dengan Hati!!
Part 59 Hanya Jadi Tamu Undangan


__ADS_3

Rasa nya waktu berlalu begitu cepat, Tyo sangat terlihat gagah, senyum ceria nya terus saja terukir, menyambut para tamu yang bergiliran menyalaminya, begitu pun Hana senyum terukir di bibir nya, mereka akhirnya pun saling bertatap, tak ada luka, tak ada kepedihan, dan penuh dengan kebahagian, ya mereka saling bertatapan, tapi dari tempat yang berbeda, Tyo bersama dengan pasangannya di pelaminan, sedangkan Hana berdiri sebagai tamu undangan yang menunggu untuk bersalaman.


"Sayang ini Hana,,, ade aku,," Tyo memperkenalkan mereka "Makasih kamu udah mau dateng jauh jauh ke sini" Ucap Tyo


"Aku kan udah bilang, kalo mas nikah pasti aku dateng, gak mungkin kan kaka aku nikah tapi gak dateng" Jawab Hana tulus, setelah berswa foto, Hana pun turun.


3 tahun sudah berlalu, beginilah keadaan mereka, Tyo sudah berhasil mendapatkan pasangan yang juga mencintainya, dan Hana menjadi wanita karier yang sukses, di usianya yang masih 26 tahun, Hana berhasil dalam pekerjaan nya, menjadi manager di sebuah perusahaan property yang lumayan ternama, tak ada waktu untuk cinta saat ini bagi nya.


Dan Rey,,, dia pun sama, menjadi youtuber yang terkenal dengan karyanya, memiliki 2 juta subcriber tak pernah di bayangkan oleh Rey, tapi dia tak ingin terjun ke industri musik yang nyata, dia hanya ingin menyanyikan lagu lagunya, menyalurkan hasrat bermusik untuk dirinya sendiri, Cafe nya pun sudah berkembang memiliki 3 cabang, tapi kehidupan Hana dan Rey terlihat semu.


*******


"Hai Hana,,, disini,,,!" Linda melambaikan tangan nya saat Hana tengah mencari mereka, Hana tersenyum dan mengangguk segera mendatangi tempat teman temannya.


Linda tengah mengandung, Tata bahkan sudah mempunyai 2 anak balita, Maya baru saja melahirkan beberapa bulan yang lalu.


"Ahh, kalian emak emak semua, gua paling kece dong sendiri,,," Ledek Hana


"Lo nyadar gak,,, maksud dari omongan lo apa?" Tanya Maya, Hana mengangkat bahu nya "Kita udah laku,, dan Lo sendirian yang belum laku,,," Maya pun sukses membuat mereka jadi tertawa


"Gua kira pas dulu, Lo itu bakalan yang pertama ngelangkahin kita" Linda menahan tawanya "Cantik, baik, sopan, banyak penggemarnya, selalu dapet mangsa kakap,,, tapi ternyata,," Dan merekapun tertawa kembali


"Gak jaminan yah,,,"Tata menimpali


"Kita ngumpul disini buat ngebully gua,, pulang nih gua" Hana mengerucutkan bibirnya.


"Lo makin kurus aja sih Na,,," Maya memperhatikan Hana yang makin langsing saja


"Gua ini langsing ya,,, bukan kurus,,, beda kali ah,," Hana membela diri nya.


"Lo gak bosen hanya jadi tamu undangan terus" Tanya Tata dengan serius, Hana hanya menggelengkan kepalanya


"Jodoh gua belum nyampe,,, masih di jalan kena macet katanya" Hana mulai menggendong bayi Maya "Lagian udah biasa kali cewek kaya gua belum nikah"


"Jangan kerja mulu, bulukan Lo entar" Ucap Maya "Lo kemarin kondangan ke Lampung kan?"


"Hemm,,," Hana hanya menimpali dengan santai


"Gak nyangka yah lo batal nikah ama dia" Ucap Maya


Flash Back 3 tahun yang lalu.


Hana sedang di butik tempat dia memesan baju pengantin, tidak seperti calon pengantin lainya saat fitting baju, Hana sangat murung dia tak bisa menutupi hatinya, walaupun tersenyum jelas terlihat gurat kesedihannya


"Kita keluar sebentar,,," Ajak Tyo

__ADS_1


"Kemana Mas,,,?" Hana mengekori Tyo yang berjalan sangat cepat


"Masuk mobil, kita harus bicara!" Hana menuruti perintah Tyo dan mereka pun melajukan mobil nya


"Kok kita kesini,,," Tanya Hana saat sudah berada di pinggir danau


"Maksud kamu apa Hana,,, kamu mau mempermainkan Mas,,,?" Tyo berkata dengan sangat lantang


"Ma,,, maksud Mas apa, aku gak ngerti?" Hana berbicara dengan terbata, karena merasa takut Tyo tak seperti biasanya


"Mas sudah bilang,,, kita akan menikah jika kamu mau,,, kamu mau bodohin mas?" Tyo merangsek maju ke hadapan Hana, mereka tak turun dari mobilnya


"Mas,,, kenapa,, salah aku apa?" Hana sudah mulai terisak


"Kamu munafik,,,!" Tyo mengangkat wajah Hana


"Mas!" Hana membelalakan matanya


"Apa alasan kamu mau nikah sama aku,,, hah,, kamu cinta sama aku hah?" Tyo semakin berteriak "Kamu mau jadiin aku alat buat bahagiain orang tua kamu hah?"


"Mas,,, aku minta maaf, !" Hana sudah tak terbendung dia pun menangis


"Jawab,,,!" Tyo pun mengertak Hana, membuat tubuh Hana mengerjap


"Apa Mas harus kaya gini dulu,,, kasarin kamu, baru kamu mau mengakui perasaan kamu,?" Kali ini Tyo berucap lembut


"Mas,,?" Hana tak mengerti apa yang terjadi


"Mas minta maaf,,, tadi mas cuma mau kamu jujur" Tyo mengusap air mata Hana


"Maksud nya,,,?" Hana masih tak mengerti


"Kamu ini,,, Mas pernah bilang, kita akan menikah jika kamu memang mau, Mas juga punyq impian,, menikah dengan penuh cinta, kita tertawa saat foto preewed, tersenyum bahagia saat fitting baju pengantin, resepsi penuh cinta,,, tapi itu semua gak akan terjadi kalau kita menikah,,," Tyo menatap Hana "Kita batalin pernikahan ini!"


"Mas,,, mana mungkin,," Hana tak percaya dengan ucapan Tyo


"Aku yang batalin,,, kamu gak akan kena masalah,, " Canda Tyo


"Mas,," Hana memeluk Hana "Makasih mas" Dengan tersenyum Hana berucap


"Cewek lain mah nangis di batalin nikah, kamu mah malah ketawa" Goda Tyo


Flash back off


"Na,, malah ngelamun lo!" Linda mengguncang bahu Hana, dan mereka pun melanjutkan obrolan mereka.

__ADS_1


Merekapun berpisah dan kembali pada kehidupan masing masing, Hana kembali ke apartmen nya, tempat yang dingin dan sunyi, Hana menjadi seorang yang workaholic, bila di perlukan hari libur pun ia akan tetap bekerja, pekerjaan adalah prioritas untuk nya saat ini, tubuhnya tak seberisi dulu, usia nya semakin matang, tapi hidupnya terasa hampa.


Sebenarnya Hana membeli mobil dan menyewa apartmen dengan tambahan uang, dari hasil menjual barang barang mewah pemberian Surya, hanya tinggal kalung berlian nya yang tersisa, Hana benar banar menjadi wanita yang mandiri.


Hana membuka laptopnya, dia mencoba melihat vidio yang Rey unggah, yang teman teman nya ceritakan, Hana pun mendengarkan dengan seksama bait demi bait lagu yang menyayat hatinya itu


Ku ingin saat ini engkau ada di sini


Tertawa bersamaku seperti dulu lagi


Walau hanya sesaat Tuhan


Mohon kabulkanlah


Bukannya diri ini tak terima kenyaataan


Hati ini hanya rindu,,,,,


(Anggap aja ya itu lagu ciptaan Rey😉,)


"Kamu masih sibuk deketin keluarga aku kan,,?" Hana tersenyum mengingat cerita ibunya, Rey selalu menyempatkan berkunjung, walau Hana tak ada, justru Hana dan Rey tak pernah bertemu kecuali hari raya, karena kesibukan mereka masing masing.


******


"Bang Lo gak mau jadi penyanyi beneran,,,?" Tanya Dodi, saat mereka mengecek viewers lagu yang Rey rilis di channel miliknya


"Gak lah,, ini udah cukup Dod, Gua masih pengen kehidupan normal,,," Jawab Rey


"Hidup Lo belum normal bang, umur lo udah 31 masih aja jomblo!" Ledek Dodi


"Jodoh gua masih di jalan,,, lagi kena macet!" Jawab Rey asal


"Wah Bang,,, jawaban lo,,?" Dodi geleng geleng kepala


"Kenapa jawaban gua,,?" Rey menjadi heran


"Persis kaya jawaban Hana kalau di tanya tentang kejombloan nya,,!" Mendengar ucapan Dodi, Rey pun tertawa


"Kita memang jodoh, cuma kejebak macet di jalan,," Rey kembali tertawa


Hana dan Rey seperti terkena kutukan, mereka tak bersama ,dan juga tak sanggup berpindah ke lain hati, Rey terus berusaha mendekati keluarga Hana, dia ingin membuktikan keseriusan nya, bahwa kali ini ia layak menjadi pendamping Hana,


"Jangan mengelak lagi Hana,,, kita ini memang jodoh,," Rey terus saja tersenyum


******

__ADS_1


__ADS_2