Berdamai Dengan Hati!!

Berdamai Dengan Hati!!
Part 72 Prahara 2


__ADS_3

Rey menutupi tubuh telanjang Hana dengan selimut, tersenyum mengingat keagresifan Hana saat tadi, walau tak bisa di pungkiri hati nya merasa terasa sedikit terganjal dengan kehadiran Surya kembali, seperti Hana yang melupakan kesalahannya dulu, Rey pun akan mencoba melupakan masa lalu Hana dengan Surya.


Rey membaringkan tubuh nya di samping Hana, memeluk erat tubuh istrinya itu "Aku gak mau kehilangan kamu lagi,," Sampai akhir nya Rey pun ikut tertidur.


Pagi ini tak seperti pagi biasanya, di akhir pekan ini entah apa yang membuat terlelap, walaupun libur biasanya Hana tetap terbangun seperti biasa nya, tapi kali ini dia masih terlelap di bawah selimutnya, Rey yang sudah terbangun lebih dulu pun menyiapkan sarapan untuk Hana, Rey segera membangunkan istrinya, tapi saat dia memasuki kamar terlihat Hana yang sudah duduk di meja rias nya "Aku kira kamu belum bangun sayang,,," Tanya Rey seraya menghampiri Hana dan mengecup kening nya"Ternyata udah wangi,," Rey menghirup aroma rambut Hana yang masih basah "Jangan di keringin,," Rey menarik hairdrayer yang Hana akan pakai


Hana menoleh ke arah suaminya "Baiklah,, cuma gak ngeringin rambut doang mah,,," Hana berdiri tapi Rey sudah memeluknya


"Jangan macem macem,, jadwal beresin rumah ni,,,!"


"Orang meluk doang juga,, gak boleh,," Rey berlagak manja, menggoda istrinya, mereka memang tak memiliki asisten rumah tangga, karena mereka merasa memang belum memerlukan itu, mungkin nanti saat Hana sudah mengandung, baru mereka akan memikirkan itu.


"Aku hari ini kalau udah beres mau ngegym,," Ucap Hana saat sedang mencuci piring, sedang kan Rey membantu mengepel lantai "Mungkin sore,, malem nya nonton,," Kali ini Hana berjalan menghampiri suaminya, dan mengambil kain pel yang sedang di pegang oleh Rey "Aku yang terusin, kamu istirahat dulu,," Sambung Hana


"Sama siapa kamu pergi nya,,?" Telisik Rey dengan wajah cemberut


"Sama kamu lah,," Hana pun tertawa "Emang kamu pikir,, aku mau pergi sendiri,," Hana sukses membuat Rey menjadi kesal, walau cuma sesaat "Hari ini kita kencan!" Hana mengecup sekilas bibir suaminya.


*******


Hari ini untuk menghindari kemacetan akhir pekan, Rey dan Hana memutuskan menggunakan motor, tempat pertama yang mereka datangi adalah tempat gym, Hana memang senang berolah raga, dan itu menular pada Rey yang mengikutinya untuk membentuk tubuh nya agar menjadi lebih sehat, saat mereka hendak keluar dari sana, tiba tiba sosok yang membuat mereka salah paham muncul.


"Hana,,!" Panggil Surya pada mantan kekasihnya itu, dia pun segera menghampiri mereka berdua, Surya nampak makin matang dan gagah, tubuh semakin bugar, membuat dia terlihat sangat sempurna.


Hana dan Rey pun menoleh, walau sedikit terkejut, Hana membalas lambaian tangan Surya "Pak Surya,," Hana bersikap formal, terlihat Rey yang sudah salah tingkah melihat Surya yang mendekati mereka, Hana pun tak tinggal diam, Hana menggenggam tangan suaminya erat, seolah ingin menunjukan pada Rey bahwa dia adalah miliknya.


"Kenalin suami aku Rey,,"


Surya menyodorkan tangan nya untuk berjabat, di sambut dingin oleh suami sang mantan nya " Surya,," Surya tersenyum memperhatikan mereka, dia menaikan sudut bibir nya sedikit "Masih kerenan gua kemana mana ini mah" gumam nya dalam hati "Wah,, wah ini toh pria yang beruntung dapetin Hana,, selamat ya atas pernikahan kalian" Ucap nya tulus, Rey hanya tersenyum kecut "Mau kemana nih,, kok udahan aja,, ayo bareng," Ajak Surya.


"Kita udah dari tadi,, lagian kita masih ada acara,, duluan ya pak,," Hana pun segera meinggalkan Surya, hatinya risau melihat perubahan sikap Rey yang tiba tiba menjadi dingin, Rey berjalan begitu cepat tanpa sepatah kata pun, Hana harus setengah berlari mengikutinya "Sayang,!" Hana terengah engah sampai mereka sampai di parkiran "Kamu kenapa sih,, marah?" Hana masih mengatur nafas nya, ada rasa kesal saat Rey terus menarik tangan nya dengan kencang "Salah aku apa,, gara gara aku ketemu Surya gak sengaja,,? salah aku emang hah,,!"


"Kamu tahu kan hari ini Surya ngegym,, makanya kamu ajak aku kesini,,!" Rey kesal dengan sikap Surya yang seolah meremehkannya, Rey tahu betul bahwa Surya seperti mengolok olok dirinya.


"Maksud kamu apa sih,,?" Hana membelalakan matanya, mendengar ucapan Rey yang seolah menuduh dirinya "Aku sama Surya masa lalu,, kamu juga punya masa lalu,, jadi tolong jangan jadikan alasan ini untuk kita ribut,, aku ini udah jadi istri kamu,, kamu pilihan aku,," Hana meyakinkan Rey agar jangan cemburu pada Surya, dia hanyalah masa lalu Hana, tak seharusnya Rey curiga, Rey lah pilihan Hana.


"Aku gak tahu,, yang jelas aku gak sama Surya,, jelas banget dia masih ada rasa sama kamu,," Rey memijat pelipisnya, memikirkan ini sungguh membuat nya kacau.


Kencan mereka pun batal, suasana hati Hana menjadi kacau, keesokan hari nya Hana lebih memilih untuk mengunjungi orang tuanya, dan juga mertuanya, berkumpul bersama mereka mungkin akan lebih menyenangkan.

__ADS_1


"Hana,, kamu baik baik saja,,?" Tanya pak Agus, memang terlihat Hana seperti ada masalah, walupun dia mencoba menyembunyikan nya tetap saja begitu jelas di mata ayah nya


"Hana cuma cape pah,,, tapi besok Hana mau ngundurin diri,, mudah mudahan proses nya lancar ya pah" Jelas Hana, dan mendapat sambutan baik dari pak Agus, toh penghasilan Rey juga sudah mencukupi untuk kehidupan mereka, "Aku mau buka toko kue,, sebenernya Rey mau membelikan Hana kios pah, tapi Hana tolak,"


"Kenapa sayang?" Tanya pak Agus dengan lembut


"Hana ingin mulai usaha ini dengan uang Hana sendiri, salah gak pah,,?" Hana mencoba meminta pendapat pada ayah nya itu, karena pak Agus tentu sudah sangat berpengalaman


"Salah sih enggak, tapi menerima bantuan dari suami kamu juga tak apa,, kalian kan suami istri, tapi kalau kamu ada modal sendiri, ya sudah jalani aja, yang penting jangan sampai jadi masalah untuk hubungan kalian, komunikasi,, bicarakan semua keputusan, ya nak,," Nasihat pak Agus untuk putri bungsunya itu, Hana yang baru beberapa bulan menikah tentu membutuhkan masukan dari pak Agus yang sudah sangat berpengalaman


**********


Hana terdiam saat keluar dari kantor atasannya, Pak Adit yang tak mengizinkan nya utuk keluar dari perusahaan, membuatnya bingung, Atasan nya meminta Hana untuk mengerjakan proyek bersama Surya barulah dia bisa keluar. "Tolong lah Hana sekali ini lagi, demi perusahaan ini, demi karyawan yang lain, jika proyek ini berhasil akan sangat bermanfaat untuk banyak orang" itulah yang di ucap kan oleh pak Adit atasan nya .


Apa tanggapan Rey itu lah yang Hana pikirkan, Hana takut suaminya itu akan semakin marah dan berpikiran yang tidak tidak pada nya. Hana meminta waktu 2 hari untuk memikirnya.


*****


Hana menyuguhkan kopi pada suaminya itu, Hana sedang memikirkan apa yang harus di katakan nya "Sayang,, pengunduran diri aku belum di setujui,, pak Adit ingin aku urusi proyek ini dulu,," Ucap Hana berhati hati


"Proyek Surya,,,?" Rey menarik sudut bibirnya "Terserah,,"


*******


7 bulan kemudian


Sebelas bulan Hana dan Rey menikah, Hana belum juga menunjukan tanda kehamilan, walau Hana sudah berhenti bekerja beberapa bulan lalu, tapi program mereka belum berhasil, 7 bulan Hana di rumah saja, menjadi istri yang sepenuhnya di rumah, kadang membuat Rey dan Hana terlibat perselisihan kecil, kadang mereka hanya ribut tentang handuk basah yang Rey letakan di atas ranjang, Rey yang menginjak lantai saat masih basah, hal hal kecil itu membuat ramai rumah tangga mereka, tapi mereka sangat menikmati itu.


"Sayang,,, buruan,, pesta ulang tahun Alea bentar lagi di mulai" Alea adalah anak dari Heru, Rey yang sedang menunggu Hana berdandan sudah mulai merasa bosan


"Ia,, ia sebentar lagi sayang,," Hana sedang merapikan rambut nya, karena Rey yang berpakaian casual, Hana pun menyeimbangkan nya "Hayu aku udah siap"


Rey dan Hana menuju ke rumah Heru, mereka sedang dalam keadaan baik dan hangat, beberapa bulan ini menjadi seperti bulan madu untuk mereka, keluarga Haba pun telah berkumpul, saat mereka tiba sudah ramai, syukuran ulang tahun putri Heru ternyata di rayakan cukup besar, Rey terlalu santai dengan menggunakan jeans dan jaket denim, rambut nya yang sedikit panjang ia ikat.


"Aku salah kostum gak nih,,?" Tanya Rey saat melihat tamu yang terligat semi formal, tentu Rey merasa sedikit risih dengan pandangan orang banyak, Rey memang terkesan cuek dalam penampilan.


"Sayang,,, kamu itu bagi aku the best,,, udah lah santai aja" Hana memang tampil semi formal, dan terlihat tetap anggun.


Saat pesta sedang berlangsung, tamu penting Heru pun datang, dia ada lah Surya, teman sekaligus atasan Heru, semua mata pun tertuju padanya, pesona Surya memang selalu terpancar, memukau dan bersinar, dengan pakaian jas yang sangat pas di tubuhnya, Surya tampak rapih karena selesai menghadiri pertemuan, terdengar desas desus suara yang menyatakan kekaguman pada nya, terdengar pula yang mengaitkan nya dengan Hana, Rey memang berdiri bersama tamu yang lain, sedangkan Hana berdiri di depan dengan Heru, saat Surya hadir, tentj Heru memintanya untuk menemaninya,Hana tak menyadari keadaan saat itu terlihat seperti ada dua pasangan yang menemani Alea, yaitu Heru dan Lita, Hana dan Surya.

__ADS_1


Rey yang menyaksikan itu tampak kesal, belum lagi terdengar selintingan Hana terlihat lebih cocok dengan Surya, acara pemotongan kue pun berakhir, keluarga Hana dan Surya terlihat dekat, membuat Rey tampak gerah.


"Sayang ayo makan," Ajak Hana pada suaminya, Rey seperti memisahkan diri, Heru dan Rey memang belum terlalu dekat lagi, sejak kejadian dulu, dan Surya yang memang sahabat Heru dan sekarang atasannya, tentu lebih terlihat akrab


Rey sedang melihat lihat ponsel nya, dia tersenyum dan menoleh kearah Hana "Lihat,, cocok ya,,?" Rey menunjukan gambar yang ia tangkap saat acara pemotongan kue.


"Apaan sih,,?" Hana melihat gambar itu adalah fotret Hana dan Surya , Hana mulai merasa kesal dengan Rey atas kecemburuan nya pada Surya " Kita pulang aja sekarang!" Ajak Hana kesal


********


Seminggu berlalu, kekesalan Rey seperti nya belum reda, Rey sering keluar rumah dan pulang malam, membuat Hana sering sendirian di rumah.


"Lo sendirian di rumah ,,?" Tanya Aina teman kampus nya dulu, kali ini Aina berkunjung ke rumah Hana, karena menjadi panitia untuk alumni dalam rangka pengalangan dana "Gimana perasaan Lo biasa kerja jadi di rumah aja,,," Tanya nya lagi, mereka sedang mengobrol asyik di teras belakang rumah, Rey yang sudah pergi dari tadi pagi mungkin tak kembali dalam waktu dekat.


"Ya gini lah, gua sendirian,, makanya gua pengen cepet hamil sekarang biar ada temen,," Jawab Hana dengan merengut "Jangan di tanya lah,, bosen apa enggak yang jelas gitu lah, tapi gua udah punya rencana buka toko kue,," Kali Hana tampak sumringah, dia akan mewujudkan keinginan masa remaja nya dulu "Gua udah dapat tempat nya,, tinggal nunggu waktu yang tepat"


"Padahal Lo dulu jangan dulu keluar,," Sambung Aina


"Gila lo,, minggu kemaren ketemu gak sengaja aja dia marah, apalagi harus kerja bareng" Hana bergidik membayangkan kalau sampai hal itu terjadi


"Pasti si,, Surya itu kan contoh dari kesempurnaan,," Aina pun mulai meracau "Lo dulu tuh bikin iri semua cewek,," Hana terkekeh melihat tingkah sahabatnya itu


"Inget laki Lo di rumah,,," Hana pun tak bisa menahan tawanya


"Kalo dia mau sama gua,, gua mah mau pura pura amnesia aja ah,,," Aina pun tertawa terbahak bahak


Setelah obrolan melantur mereka selesai, Hana menyerahkan kotak perhiasan pada Aina "Ini,, akhirnya ini bisa berguna juga,," Hana menyerahkan kalung berlian yang Surya berikan dulu "Entar gua tranfers ya uang nya,," Hana bermaksud menyumbangkan sejumlah uang pribadinya, sedangkan kalung itu dia sumbangkan sebagai tambahan.


"Na lo gak sayang sama kalung mahal ini,,," Tanya Aina pada sahabatnya itu.


"Gua simpen karena ini pasti bisa berguna, dan sekarang saat nya, mudah mudahan beemanfaat ya,," Ucap Hana, dan mereka pun mengakhiri pertemuan ini.


Karena waktu sudah sore Hana pun memutuskan untuk mandi, saat dia di kamar , ponsel nya pun berdering, terlihat Cici yang menghubunginya. menanyakan tentang sumbangan Hana.


"Ia ci,, gua sumbangin tu kalung,, ya enggak lah ,,,laki gua kan gak tahu tentang tu kalung, gua bilang nya cuma nyumbang uang,, "


Hana terdiam saat berbalik arah, ternyata Rey berdiri di ambang pintu kamar mandi, Rey memang sudah pulang dari tadi, bahkan dia sempat menguping pembicaraan Hana dengan Aina, Rey pun tersenyum, jantung Hana berdetak tak karuan, Hana tahu pasti suaminya itu tersenyum palsu, ada kemarahan di balik nya, Hana sungguh tak menyangka akan seperti ini, dia memang bercerita tentang penggalangan dana di kampusnya untuk bencana alam, dia memang tak bercerita tentang kalung itu, sebelum menikah kalung itu masih sempat Hana pakai, tapi setelah menikah Hana ingin menggunakan nya untuk sesuatu yang lebih berguna lagi.


Hana pun memutuskan sambungan teleponnya walau Cici masih memanggil manggil nya, entah apa yang akan terjadi, yang pasti hubungan nya saat ini akan semakin keruh.

__ADS_1


__ADS_2