
Hana mendapat cuti 10 hari, karena terlalu sibuk dengan acara pernikahan mereka pun tak sempat memikirkan bulan madu.
Hana tengah sibuk menyiapkan camilan dan minuman untuk para pekerja yang sedang berbenah, sedangkan Rey dan Dodi tengah membicarakan pekerjaan, Cafe yang sudah Rey tinggalkan selama seminggu ini, dan vidio prosesi pernikahan dan resepsi yang di unggah Dodi ke akun media sosial Rey, sudah Dodi kerjakan dengan rapih.
"Lo boleh pulang Dod,,," Perintah Rey "Jomblo gak boleh lama lama di rumah pengantin baru" Usir Rey
"Terserah kalian lah,,,!" Dodi pun segera pergi.
Hana yang sudah selesai dengan urusanya pun menghampiri Rey "Sayang mau di masakin apa?"
"Kamu baik baik aja,,?" Tanya Rey cemas
"Aku,,, emang kenapa?" Hana mengerutkan dahinya mendengar pertanyaan dari suaminya itu
"Semalem kan,,," Rey hanya menaik turun kan alis nya
"Gak lah,," Hana mengerti apa yang di maksud Rey
"Delivery aja dulu,, kita belajar lagi,,, meneruskan yang semalam,, " Goda Rey pada istrinya itu
"Oh ia aku lupa,, air minum buat yang beres beres masih ada gak ya,," Hana pun mencari cari alasan, tapi langkah nya terhenti oleh tarikan suaminya itu.
"Biar aku yang lihat,,," Rey pun menarik istrinya kepelukan nya "Ngelihat kamu yang malu malu tersipu begini,,, bikin aku tambah gemes,," Rey berbisik tepat di telinga Hana, membuat Hana menjadi salah tingkah.
Cukup lama Rey di halaman, rupa rupanya ia menemani para pekerja sampai beres, Saat Rey memasuki kamar, terlihat Hana sedang membuka laptopnya, Rey menyilangkan kedua tangan nya di dada, menghubuskan nafas berat "Kamu lagi apa sayang,,?" Rey mengira kalau Hana sedang bekerja
"Cari tempat buat bulan madu,,," Hana menoleh dengan senyuman mengembang, Rey pun menghampiri dengan tersenyum lebar, ternyata dugaan nya itu salah "Enak nya kemana yah,,?" Tanya Hana serius
"Ehm,,, di sini!" Jawab Rey sembari mengambil laptop Hana dan menjauhkan nya "Gak usah kemana mana,, bulan madu itu ya di kamar!" Rey mulai menggoda istrinya lagi
"Ish,,,, sayang,,, aku itu baru ngerasain cuti lama, pokok nya kita harus jalan jalan!" ucap Hana tegas
"Aku juga baru ngerasain kamu, jadi gak mau di,,, " Belum selesai Rey berbicara, paha nya sudah mendapat pukulan keras dari Hana
"Kamu tuh ya,,, emang nya aku makanan,,!" Hana membelalakan matanya
"Kalau jenis makanan,,, kamu tuh ibarat nasi buat aku makanan pokok buat aku,,, gak ada kamu aku tak berdaya,,, " Rey terus saja menggoda istrinya "Ya udah,, pantai atau gunung,,,? Dalam kota atau luar,,,? Dalam negeri atau luar negeri?" Tanya Rey dan seketika Hana pun sumringah.
__ADS_1
"Di gunung yang deket pantai nya,,," Ekspresi Hana seperti anak kecil "Dalam negeri aja, gak usah jauh jauh, Indonesia tuh indah" Jawab Hana
"Ok,,, kita cari,," Rey mengambil laptop Hana kembali. Mencoba mencari referensi "Pangandaran aja yuk,,, lengkap kan" Ajak Rey "Sayang,,, gimana mau gak?" Rey terkekeh saat menoleh "Hana ,, Hana,," Rey pun tertawa sendiri dengan posisi duduk pun Hana bisa tertidur pulas, padahal Rey hanya berselancar selama 20 menit di laptop Hana.
Hana terbangun di kamar nya, sudah ada Rey yang juga tertidur pulas di sisinya, Hana memandang wajah Rey dengan dalam, lelaki yang telah menjadi suaminya itu, nampak tertidur pulas, damai dan tenang, ingatan nya menerawang jauh ke masa dulu, dimana mereka sangat sulit untuk bersama, bahkan Hana tak berani untuk membayangkan nya, tapi hanya butuh 2 bulan saja, di saat mereka hampir menyerah, ternyata akhirnya cinta menyatukan mereka dengan begitu mudahnya. Hana memaikan jarinya di wajah Rey, menarik bibirnya agar terlihat tersenyum, memencet hidung Rey dan nembuatnya gelagapan, karena susah bernafas, tapi Hana terus melakukannya. Dan akhirnya keisengan Hana pun terhenti, Rey terbangun sedangkan Hana tertawa terbahak bahak melihat suaminya.
"Kamu itu ya,,, suami lagi tidur juga,,," Rey seketika itu mengunci Hana dengan pelukannya, Rey tak melepaskan Hana walaupun ia memohon.
"Sayang ampun,,, ampun,,!" Teriak Hana karena Rey menggelitiki nya.
Rey memeluk Hana kembali "Kamu tau sayang,, impian besar aku terwujud,," Ucap Rey tanpa melepaskan pelukannya
"Apa itu,,?" Tanya Hana heran
"Setiap saat bisa meluk kamu,,," Jawab Rey
Hana menangkup wajah Rey, dia pun mulai mengecupi semua wajah Rey dengan bertubi tubi "Sayang,, i love you full " Kali ini Hana membalikan tubuh Rey, dia pun sudah berada tepat di atas tubuh suaminya "Ayo kita memadu kasih,,!" Hana berucap menahan tawa nya
Rey pun terkekeh geli mendengar ucapan Hana "Memadu kasih,,,? kayak kalimat di film Roma irama aja" Mereka pun berdua tertawa "Kamu ternyata bisa kaya begini juga yah,," Ucap Rey, karena Hana mulai menggoda Rey dengan sensual, Tangan Hana yang terus saja menjelajahi tubuh suami nya itu
"Gak akan aku kasih ampun kali ini,,," Rey mulai menyerang Hana, dan merekapun mengulangi nya lagi dan lagi.
******
"Pasti itu,," Rey di sibukan kembali dengan laptopnya "Sayang nanti sekalian kita bikin vidio klip buat lagu baru aku ya" Pinta Rey
"Terus Dodi ikut,,,?" Hana memicingkan matanya
"Ya iyyalah sayang,," Rey mulai menyeruput kopi milik nya, mendengar jawaban Rey, Hana pun tak suka, terlihat dia cemberut, dan terus saja mengerjakan pekerjaan rumah dengan begitu sembrono, Rey yang melihat itu pun menahan tawa nya, sebenarnya dia memang sedang mengerjai istrinya itu.
"Aku gak mau ke pangandaran,,, di sini aja, sama sama asri dan dingin,," Hana pun duduk di samping Rey "Kamu niatnya juga mau kerja bukan bulan madu!" Hana menatap Rey dingin
"Ha,, ha,,, ha,,," Rey tertawa sangat keras "Aku cuma becanda sayang,, kita berangkat,, cuma kita, berdua saja,," Rey menggoda istrinya itu "Walaupun kamu benar, kita gak usah ke pangandaran,, bulan madu cukup di kamar aja,,!"
"Ih,,, apaan sih ah,, baru juga selesai mandi,,!" Tolak Hana
"Kamu mikir nya apa?,, bulan madu itu kayak gini, hanya berdua,, emang kamu pikir,,,?" Rey mendekati Hana dan berbisik
__ADS_1
Mendengar pertanyaan Rey, Hana pun menjadi salah tingkah, ternyata pikiran nya itu salah, wajahnya pun merona, terlihat jelas di wajah Hana yang putih "Maksud aku juga gitu,, emang apa?" Hana malah balik bertanya, Rey hanya terkekeh mendengar nya.
******
Bulan madu pun tiba, mereka memutuskan untuk ke Green Canyon terlebih dahulu, Saat Rey tengah di toilet, tak di duga Hana bertemu dengan teman kuliah nya dulu.
"Hana,,,!" Sapa teman kuliah nya
"Ryan,, !" Ryan adalah teman semasa kuliah dulu, dan dia adalah pengagum Hana selama masa kuliah " Lo di sini?"
"Ia,,, kebetulan yah,,!" Mereka pun sangat terlihat dekat "Pengantin baru gak ngundang gua,, tega banget sih Lo!" Ryan mencibikan bibir nya "Mentang mentang dapetin orang terkenal, gua cuma tahu dari media sosial!"
"Sory,,!" Hana menepuk bahu Ryan "Ini acara sederhana kok, cuma ngundang keluarga" Jawab Hana dengan rasa bersalah
"Lo gak lagi itu kan,,?" Ryan melihat ke arah perut Hana
"Sembarangan Lo!" Hana kali ini memukul bahu Ryan, mereka pun bercanda, dan tanpa Hana sadari Rey tengah memperhatikan mereka, karena terlalu asyik mengobrol Hana tak menyadari kalau dia tengah di awasi, sampai akhirnya Rey mendekati mereka.
Hana menyadari kehadiran suaminya, dia yang sedang tertawapun seketika terhenti, tatapan Rey begitu jelas, bahwa dia tak menyukai kedekatan Hana dan Ryan, teringat dulu begitu marah nya Rey melihat kedekatan nya dengan pak Ari, Rey memang seorang pencemburu dan Hana menyadari itu.
"Sayang,, kebetulan aku ketemu temen kuliah aku" Ucap Hana seraya menyentuh tangan Rey.
Ryan dan Rey pun berkenalan "Wah bro,, beruntung banget sih bisa dapetin Hana," Ryan menepuk pundak Rey saat bersalaman "Saya ini pemuja Hana saat kuliah,, tapi gak pernah dapet,,, padahal tiap hari saya nyanyiin Hana lagu cinta" Jelas Ryan, Hana membelalakan matanya, mendengar pengakuan Ryan
"Pemuja,,,?" Ucap Rey sinis
"Sayang,, ayo,, Ryan duluan ya!" Hana tahu Rey sudah tak tahan dengan ocehan Ryan, dia pun segera mencoba untuk pergi
"Bentar Hana, baru juga ketemu,," Ucap Ryan
"Sory kang!" Rey menimpali "Kita lagi bulan madu!" Rey pun menyodorkan tangan nya untuk bersalaman
Mau tak mau Ryan pun menyambut nya, kali ini Ryan menyodorkan tangan nya pada Hana, tanpa di duga Ryan menarik nya dan mencium tangan Hana, darah Rey pun seketika itu mendidih, tapi Hana menahannya, walau ia pun terkejut dengan tindakan Ryan, dan membiarkan Ryan pergi
"Aku mau kembali ke hotel,,!" Ucap Rey
"Kamu marah,, !" TanyavHana yang mengekori Rey, tapi tentu saja Rey hanya terdiam "Kita nikah baru 5 hari, kamu udah marah sama aku!" Ucap Hana saat di dalam mobil.
__ADS_1
Rey tetap terdiam, dia hanya menatap Hana