Berdamai Dengan Hati!!

Berdamai Dengan Hati!!
Part 29 Dunia Rey


__ADS_3

Sepuluh hari Hana di rumah kak Wulan, hari ini dia memutus kan pulang, rasa nya Hana agak merasa berat untuk pulang, tak bisa di hindari sekarang dia akan sering bertemu dengan Rey, dan tak bisa di pungkiri juga, Hana tak bisa melupakan semuanya begitu saja


"Kamu jadi pulang sekarang?" Kak Wulan menepuk bahu Hana yang tengah bersiap


"Ia Kak, sory ya gak bisa lama-lama" Hana melirik sekilas Wulan, dan kembali merapikan baju nya


"Makasih ya udah bantuin, sering-sering ke sini, biar Kakak bisa santai" Wulan pun terkekeh


"Ia aku bakal sering-sering, tapi gak janji ya" Hana pun tersenyum


"Kamu masih hubungan sama oknum guru itu?" Selidik Wulan


"Oknum guru yang mana?" Hana terheran heran


"Guru mesum yang berani cium kamu" Wulan memutar bola mata nya


Hana pun tertawa "Eggak kak, lagian dia tu gak mesum" Hana menahan tawa nya "Ini tuh gak kaya yang Kakak bayangin, kak Dina tu pasti melebih-lebihkan ceritanya" Sangkal Hana


"Ah tetep aja mesum, dulu kak Ferdi tuh gak kaya gitu soal nya" Wulan nendengus kesal "Kamu pulang sendiri ya, kak Ferdy lagi nunggu tamu soal nya" Jelas Wulan sembari membantu Hana merapikan bawaan nya


"Ia gak apa-apa, lagian aku juga mo maen dulu" Hana cengegesan


"Maen aja kamu, awas ketemu sama tu guru lagi" Wulan megultimatum Hana "Nih tamu si kakak, seorang guru, anak yang punya yayasan, jomblo lagi, ganteng gagah pula, kakak jodohin ya kamu sama dia?"


"Ih enggak ah, sory deh kaya jaman Siti Nurbaya aja "Tolak Hana" Yaudah aku pulang dulu ya, anak-anak mana kak?"


"Mereka tidur" Terdengar suara deru mobil memasuki pelataran rumah "Tamu kak Ferdy udah dateng, kaka bikinin minum dulu ya" Wulan beranjak keluar dari kamar


"Ia kak aku juga mo ke kamar anak-anak dulu"


Hana menuju ke kamar ketiga ponakan nya itu, dia menciumi mereka "Gua bakal kangen banget sama kalian, biarpun kalian nyebelin tapi gemesin banget" Hana tersenyum melihat ketiga keponakan nya yang terlihat menggemaskan saat teetidur.


"Ayo" Tiba-tiba Wulan sudah berdiri di pintu kamar "Uang bulanan kamu Kakak transfer ke mamah ya" Hana hanya mengangguk, tak seperti pada Dina, Hana tak berani untuk meminta lagi


Hana pun menghampiri Ferdy untuk berpamitan, dia terkejut melihat siapa tamu yang datang, tapi Hana berpura-pura seolah tak mengebal nya "Kak Fer aku pulang dulu ya" Hana bersalaman, tak lupa ia pun bersalaman dengan tamu nya


"Ingat kamu gak boleh jalan sama oknum guru mesum itu lagi" Ucapan Wulan yang tak sengaja terdengar oleh tamu nya, mendengar ucapan Wulan dia pun terbatuk batuk karena sedang meminum kopi nya, Hana dan Wulan pun melirik nya


"Kak gak usah nganter ke depan, entar anak-anak bangun" Ucap Hana seraya bersalaman, Wulan pun mengangguk


Saat Hana keluar dia langsung merogoh saku nya, untuk mengetik pesan


Me : Kak oknum guru mesum yang berani cium aku itu pak Ari guru olah raga aku, yang sekarang lagi bertamu di rumah kaka🤭😅😄


Menerima pesan itu Wulan langsung salah tingkah di buat nya, tak berani menatap pak Ari, Wulan langsung berlalu menuju kamar anak-anak


********


Hampir sebulan Hana pergi, rasanya dia sudah kangen rumah, hari ini hari minggu , kemungkinan Rey ada di kafe nya, tapi tetap saja saat Hana turun dari angkutan, dia tak bisa menghindari untuk turun di depan kafe Rey itu.


Terdengar ada 3 anak gadis yang masih remaja mungkin sekitar kelas 1 SMA tengah berbisik-bisik


"Kita turun di Cafe Prince dulu yuk, biar ketemu sama kak Rey "


"Hayu hayu "


"Siapa tau kita bisa jadi lebih dekat lagi"


Hana mengerut kan dahi nya, Rey itu kah pikir nya "Hhh dasar play boy cap gayung, maenan nya anak-anak mulu" Gumam Hana dalam hati nya entah apa yang di rasakan nya saat ini

__ADS_1


"Kiriii pak" Hana menyetop angkutan nya kemudian dia turun dan di ikuti ke tiga gadis itu


"Dek jangan dekat-dekat sama yang punya Cafe itu" Hana menunjuk ke arah Cafe milik Rey


"Yang punya nya sakit jiwa, punya kepribadian ganda dia, kalo lagi kumat kaya orang setres" Hana berlalu meninggal kan ke tiga gadis itu, mereka pun hanya tertegun mendengar ucapan Hana


Hana bergegas pergi langkah nya di percepat agar segera bisa melewati Cafe itu,


"Hanaaaa" Teriak seseorang dan Hana pun menoleh


"Odoy, apaan gua buru-buru nih" Hana hanya menoleh sekilas dia pun berlalu lagi


"Yee maen pergi gitu aja" Gumam Dodi


"Nih" Rey menyodorkan kunci motor "Anterin dia balik kasian"


"Cie cie masih ada ra,," Ucapan Dodi pun terhenti


"Udah buruan sono, keburu jauh tuh anak nya" Dodi pun hanya mengangkat tangan nya seperti memberi hormat tanda nya dia setuju


*Ti**n tin*


"Maen kabur aja Lo, ayo gua anterin" Ajak Dodi


"Kirain Lo mau ngapain, ngomong dong, gua anter gitu" Tanpa basa-basi Hana langsung menaiki motor nya.


"Lama amat Lo baru balik?" Tanya Dodi


"Tadi nya gua belom mau balik malah, tapi kangen mamah" Ucap Hana


"Kangen gua gak"


"Kalo bang Rey"


"Banyak"


Hana langsung terkejut dengan jawaban nya sendiri , diri nya tak menyangka hati dan fikiran nya yang tak sejalan


"Yhaaaa keceplosan kan lo" Ledek Dodi


"Diem lo ah" Hana pun kesal dengan pertanyaan jebakan dari Dodi , setelah sampai dia langsung menuju ke dalam rumah nya tanpa berkata apa pun kepada Dodi


*******


Rey membentuk band baru yang beranggotakan teman teman masa SMA nya


band yang beranggotakan 5 orang itu, terdapat keizia gadis yang menyukai nya sejak masih duduk di bangku sekolah


"Rey lo jomblo kan sekarang?" Keizia mencoba mendekati nya lagi


"Hmmm" Rey hanya menjawab malas


"Gimana kalo sekarang kita,,, "


"Kita latihan maksud Lo kan" Rey memotong ucapan Keizia


"Hmm ok lah" Keizia pun mengiya kan ajakan Rey walau hati nya terasa sangat dongkol


Sepulang latihan Rey langsung menuju Cafe nya, dan Keizia pun mengikuti nya tanpa sepengetahuan Rey,

__ADS_1


"Haii" Keizia pun mengejut kan Rey yang tengah memeriksa pembukuan


"Lo ada di sini?" Tanya Rey yang heran


"Gua pengen ngomong sama Lo" Ajak Keizia yang menarik lengan nya


"Ya udah sih di sini aja" Jawab Rey


"Gak bisa lah, ini omongan 4 mata" Keizia melirik kearah Dodi yang ternyata sedang menguping


"Ok lah ayo" Rey pun mengikuti nya


"Udah di tempat sepi, Lo mau ngomong apa?" Tanya Rey


"Gua suka sama lo, dari dulu, lo tau kan?" Akhir nya Keizia mengungkap kan perasaan nya


"Tapi kita temenan Kei, cuma itu, perasaan Lo ke gua mungkin salah paham" Tegas Rey


"Gua suka sama lo bukan sebagai temen, tapi perasaan sayang cewek ke cowok, gua sayang sama lo Rey" Ucap nya lagi


"Tapi sayang gua ke Elo cuma sebagai sahabat," Rey menolak nya halus "Gua pengen fokus ngurus Cafe dan band kita"


"Gua bisa jadi penyemangat lo Rey" Bujuk Keizia


"Gua gak bisa, sory Kei" Rey tetap menolak Keizia


*****


Sebulan berlalu Rey dan Keizia tetap seperti biasa, walau pun Keizia tetap tak menyerah,


sedangkan Hana terus saja di dekati oleh Nathan, tapi Hana tetap tidak bisa menerima Nathan, hatinya masih ingin sendiri


Siang ini Rey tengah di kantor nya, tiba-tiba dia mendapat telepon dari ibu nya bahwa kesehatan sang ayah menurun, dan harus di larikan ke rumah sakit


Berita itu pun tak luput terdengar oleh Hana, sebagai orang yang pernah dekat dengan keluarga itu, tentu saja dia sangat khawatir


Sudah 4 hari pak Wahyu ayah Rey dalam perawatan di rumah sakit , Hana menjadi bingung sebenar nya dia ingin sekali menjenguk nya


"Mah pak Wahyu gimana" Tanya Hana kepada mamah nya yang sudah menjenguk nya, bersama rombongan pengajian nya


"Kemaren sih udah mendingan, mudah-mudahan ada perubahan" Jawab mama Rika


"Syukur lah" Hana sedikit lega


" Kamu gak jengukin pak wahyu?" Tanya ibu Rika


"Emang boleh mah?" Hana sangat antusias mendengar pertanyaan Ibunya


"Masalah kamu tuh sama si Rey, bukan pak Wahyu sama bu Wati,, lagian jenguk orang sakit tu sunnah" Jawab mama Rika


"Ok lah Hana sore ini mo jenguk Mah, gimana pun juga pak Wahyu dan bu Wati baik banget sama aku" Hana pun menanyakan jadwal Rey ke rumah sakit kepada Dodi, Hana tak mau jika kedatangan nya ke rumah sakit di ketahui Rey


Hana membuatkan kue kesukaan pak Wahyu, sebagai buah tangan nya, dan dia kembali memastikan bertaya kepada Dodi tentang jadwal Rey


Me: Beneran kan Doy dia dateng nya malem


Dodi: Ia biasa nya gitu


Me : Awas lo ya bohong

__ADS_1


Mendengar penjelasan Dodi, Hana pun bersiap untuk ke rumah sakit.


__ADS_2