
Hana dan Tyo kembali ke rumah, sepanjang perjalanan mereka terdiam, tapi Tyo tetap menggandeng tangan Hana dengan erat, seolah ia takkan pernah melepaskan nya lagi.
"Mobil kamu di mana nak Tyo? kok pulang nya jalan kaki" Tanya bu Rika yang terheran heran
"Mobil saya pecah ban Mah, lagi di bengkel, masih di depan komplek, jadi tadi mampir di Cafe depan" Jelas Tyo pada calon mertuanya itu.
Hana hanya terdiam, menimbulkan kecurigaan pada bu Rika, karena cuma Cafe milik Rey lah yang yang ada di depan komplek "Istirahat dulu nak Tyo" Bu Rika menarik tangan Hana "Siapin kamar kakak kamu untuk Tyo kasihan dia pasti lelah" Hana hanya mengangguk
"Gak apa apa mah, gak usah" Tyo merasa sungkan
"Istirahat dulu sebentar, kamu kan harus bawa mobil lagi, biar Fit" Titah bu Rika
"Baiklah Mah" Tyo memang butuh istirahat untuk saat ini
Hana mengantarkan nya ke kamar milik Dina
"Mas,, aku tahu kamu merasa,,,"
Tyo memotong ucapan Hana "Hana,,, Mas akan lakuin hal yang sama kaya Rey, akan terus perjuangin kamu, tapi Mas gak akan maksa kamu,, kita akan menikah kalau kamu memang mau, Mas ingin hati kamu yang memilih Mas untuk jadi pasangan kamu, bukan karena hanya keinginan untuk berlari dari perasaan kamu,,"
"Mas aku minta maaf,,, aku gak tahu ini bakal terjadi, tapi kamu pilihan aku mas,,"
"Kamu pikirin dulu baik baik, Mas sayang, cinta kamu Hana, tapi Mas gak mau kamu ngejalanin semua ini setengah hati,,," Tyo mengusap lembut rambut Hana
"Makasih mas,,, udah ngasih aku waktu" Hana sangat merasa bersyukur, atas pemikiran bijak calon suami nya itu
"Tapi jangan lama lama yah, nanti aku di ambil orang" Canda Tyo, Hana pun tertawa mendengar nya.
"Ya udah,,, mas istirahat yah, aku mau bikinin kue buat temenin mas ngopi" Hana sudah tak sebingung tadi, sikap Tyo sangat membuat nya nyaman.
"Hemm,,, siap! Mas udah gak sabar pengen makan kue buatan kamu" Tyo pun memasuki kamar Dina.
Pemikiran bijak Tyo tidak akan merubah keputusan nya, Hana semakin yakin Tyo lah yang terbaik, cinta itu mungkin memang belum tumbuh, tapi Hana yakin dengan seiring waktu dia akan bisa menerima Tyo dengan sepenuh hati, cintanya untuk Rey mungkin tak bisa hilang, tapi Hana tak akan memulai permainan nya lagi, sudah cukup hukuman yangb Rey rasakan, kali ini Hana akan benar benar berdamai dengan hati nya, dan melupakan semua yang pernah terjadi, dia ingin memulai kembali hidup nya, hanya ada dia dan Tyo, Hana tak ingin lagi memikirkan apapun tentang Rey lagi, bukan kah hal lumrah jika cinta pertama itu tak berhasil, biarlah hanya menjadi cerita, dan kenangan untuk ia nikmati di hari nanti.
"Hanaa,,, jangan bilang tadi kalian dari Cafe Rey,,," Tanya bu Rika yang sedari tadi penasaran dengan cerita Tyo.
"Mah kapan dari situ,,,?" Hana bertanya dengan curiga, dia takut kalau sampai bu Rika mendengar percakapan mereka.
"Barusan,,, ihh kamu gak jawab pertanyaan Mamah" Bu Rika kembali ingin tahu apa yang terjadi
Hana merasa lega, sepertinya memang mamah nya itu tak mendengar percakapan nya dengan Tyo "Ia mah,,,"
"Terus,,, Rey bikin ulah?" Ibu Rika semakin penasaran
__ADS_1
"Apaan sih mah, gak ada apa apa, tenang aja sih,,"Hana meyakinkan bu Rika "Mah masih ada bahan kue kan?" Hana pun menuju ke dapur, untuk segera menghentikan rasa penasaran ibunya itu "Aku mau bikinin Mas Tyo kue" Dan benar saja, mendengar rencana Hana membuatkan kue untuk Tyo bu Rika langsung melupakan rasa penasaran nya.
******
"Doy,,, makasih yah lo nganterin mobil Mas Tyo" Setelah sebelum nya Hana terlebih dahulu menelepon Dodi, dia tak ingin berurusan lagi dengan Rey
"Hemm, tapi Lo yakin gak apa apa?" Dodi bertanya dengan serius
"Beneran gua gak apa apa,,, Mas Tyo tuh yang terbaik buat gua Doy, gua bakal berusaha cinta sama dia" Hana menghela nafas nya
"Cinta tuh gak perlu pake usaha, dia tuh datang sendiri, emang nya nyari duit usaha?" Ucapan Dodi pun terhenti saat Hana memukul lengannya
"Sana ah, Lo mah ngerusak suasana hati gua" Hana pun mendorong Dodi keluar gerbang
"Kebiasaan Lo,,, kalo udah gak ada perlunya, lo buang gua" Dodi berakting seperti ingin menangis, Hana hanya tertawa dan tak perduli ia menutup gerbang nya dan kembali masuk.
******
"Lo udah anterin mobil tamu nya Hana?" Rey enggan menyebutkan kalau Tyo calon suami Hana.
"Udah Bang,,, Hana juga gak mau di bayarin" Dodi memberikan beberapa lembar uang "Itu kata Cowok nya Hana,, sekalian buat bayar malkan siang nya"
"Lo ambil aja" Rey terlihat sangat kecewa.
"Gua gak bisa!" Rey menjawab dengan tegas, "gua yakin Hana masih sayang sama gua, kita masih saling cinta Dod!"
"Tapi keputusan Hana Tyo bang, bukan Elo bang" Dodi hanya ingin membuka mata Rey, dia harus menerima kenyataan ini.
"Keyakinan gua selalu bilang,,, kita bisa bersama lagi" Rey sudah tak bisa mendengarkan nasihat siapapun.
"Terserah Lo Bang, nyerah gua ngomong ke elu mah bang" Dodi pun meninggal kan Rey yang masih terdiam, entah apa yang di pikirkan nya.
****
Pagi ini seperti biasa Hana sedang menunggu bis, untuk kembali ke kosan nya, akhirnya masalah tentang Rey dan Tyo bagi Hana sudah selesai, dia ingin melanjutkan hidup nya tanpa bayang bayang masa lalu lagi, Hana ingin menikmati hidup nya tanpa dendam masa lalu nya, dia akan melupakan Rey dan memulai dengan Tyo, itulah keputusan Hana.
Bis yang di tunggu Hana pun datang, seperti biasa dia akan memilih di pojok dekat jendela, tetapi tanpa Hana sadari ternyata bukan hanya dia yang menaiki bis itu.
"Rey,,,?" Hana terkejut saat tiba tiba Rey sudah duduk di samping nya, entah kenapa Hana tak menyadari saat menunggu bis tadi "Kamu ngapain,,, ngikutin aku?" Hana masih membelalakan matanya.
"Enggak kok, aku cuma lagi pengen naik bis aja!" Rey menjawab dengan nada datar.
"Hahh" Hana menghela nafas nya dalam "Terserah,,, yang jelas aku gak mau ngomong sama kamu" Hana mengeluarkan headphone, dan menganggap Rey seolah tak ada.
__ADS_1
Setelah beberapa lama, Hana pun tertidur, membuat Rey dengan leluasa memandangi wajah gadis yang sangat ia cintai itu, ada kepedihan di hati Rey saat memandang Hana, tapi ia selalu yakin dia mampu membuat Hana menjadi milik nya kembali.
Saat Hana terbangun, Rey masih menatapnya, membuat Hana menjadi salah tingkah, tapi Hana memang bertingkah seolah Rey tak ada, Hana sama sekali tak memperdulikan nya.
Dan benar saja saat Hana turun Rey pun ikut turun, entah apa rencana Rey, dia selalu saja membuat Hana dilema. Saat Hana berjalan Rey tetap mengekorinya, melakukan apa yang Hana lakukan, persis seperti bayangan.
"Hemm,,, kemarin ada yang bilang gak suka tempat pinggir jalan" Saat Hana memasuki warung bubur ayam tenda pinggir jalan.
Spontan Hana menoleh tajam melihat ke arah Rey,, tapi tanpa berkata sepatah katapun, dia melanjutkan sarapan nya.
Rey terus mengekori Hana sampai ke kosan, dan tetap mengikuti sampai tempat magangnya.
"Na dia masih ngikutin lo" Tunjuk Cici pada Rey saat mereka tengah makan siang
Hana hanya melihat sekilas "Gua gak perduli!"
"Aah,,,Itu hal paling keren yang gua lihat Na, ga kalo jadi elo udah klepek klepek dah" Cici berucap dengan ekspresi sangat terpukau
Aku gak tahu maksud kamu apa, tapi please Rey pergi, jangan buat aku serba salah, jangan coba buat ngegoyahin hati aku lagi, aku udah buat keputusan, dan itu Tyo,,, bukan kamu Rey,,,
Hana hanya mengaduk aduk makananan nya, bahkam dia tak mendengar apa yang di katakan Cici pada nya.
"Na,,, lo denger gak sih gua ngomong apa,,," Hana masih terdiam, saat Cici menyenggol lengan nya barulah Hana tersadar.
"Apaan,, Lo ngomong apa?" Hana pun seperti orang yang kebingungan
"Udah lah,, percuma gua ngomong ama lo" Cici tak meneruskan ucapannya, sedangkan Hana kembali terdiam
Saat selesai Magang, Rey masih menunggunya, Hana pun menyerah dan menghampiri nya "Kamu mau ngomong apa?"
Mendengar Hana bertanya, Senyum lebar dari bibir Rey terukir "Kamu jangan jauhin aku lagi, aku gak bakalan bertindak bodoh kaya kemaren lagi, aku gak bakalan ganggu hubungan kamu lagi,,, tapi please kasih aku waktu buat jadi temen kamu,, 2 bulan ini saja"
"Aku gak bisa Rey!" Hana tak ingin hatinya bertambah kacau, berteman dengan Rey 2 bulan, entah apa yang akan terjadi.
"Kamu tahu pasti kita gak bisa berteman,,, gak bisa Rey"
"Aku bakal jauhin kamu, tapi kamu jawab satu pertanyaan dulu!" Rey menarik tangan Hana yang akan meninggalkan nya "Apa aku masih ada di hati kamu?" mendengar pertanyaan Rey, Hana pun menoleh, mereka saling bertatapan
Perlahan Hana melepaskan genggaman tangan Rey "Ini sulit untuk kita, ini adalah hal yang gak mungkin,,, tolong lepaskan aku Rey, biarkan ini menjadi mudah, jauhin aku"
Hana meninggalkan Rey yang masih mematung.
******
__ADS_1