Berdamai Dengan Hati!!

Berdamai Dengan Hati!!
Part 11 First Kiss


__ADS_3

Hana terus saja memikirkan percakapan nya dengan kedua teman nya itu, tapi apa benar dia harus bertanya, rasa - rasanya pasti malu sekali fikir nya.


" Masa ia harus gua tanyain , malu banget lah nanti, di kira nya gua pengen lagi, iihh nyosor dong gua'" Hana terus saja berfikir tapi dia bingung bagaimana cara menyampaikan nya


Tok tok tok


"Hana ada Rey datang" Ibu Rika membuka pintu, dan melihat Hana yang masih duduk di depan kaca


A ia malam ini memang jadwal dia pulang "Emm ia Mah bentar Hana keluar" Hana pun bersiap siap merapikan diri , setelah beres ia pun keluar, Hana mendudukan diri nya di sofa sebelah Rey yang dari tadi sudah menunggu


Hana dan Rey pun saling melemparkan senyuman, saling menatap melepaskan rasa rindu mereka, Hana menyuguh kan kue buatan nya dan membuat kan segelas kopi.


" Kak gimana cupcake nya enak ?" Hana memperhati kan reaksi Rey yang tengah mengunyah kue buatan Hana sendiri


"Seperti biasa kue buatan kamu selalu enak" Rey mengacung kan kedua jempol nya, membuat Hana tersenyum puas


" Besok kaka mo ngajak kamu ke air terjun ya, tadi Kaka udah izin sama Tante" Sebelum Hana menemui nya Rey menyempat kan berbincang dengan ibu Rika


" Oh ya, trus mama kasih izin Kak" Tanya Hana penasaran


" Ya pasti lah" Ucap Rey dengan bangga


Tanya jangan tanya jangan, Hana sampai tak sadar dia terus menggigiti kuku nya, kebiasaan buruk yang selalu ia lakukan ketika gugup


" Yang , ih jorok kamu , cacingan nanti" Rey memperhati kan apa yang Hana lakukan


" Hah, apa sih hana gak ngerti maksud nya apa coba?" Ucap Hana yang masih tak menyadari nya


" Itu kamu gigitin kuku, oek jijik tau" Rey pun begidik


Akhir nya hana menyadari nya "Ya ampun, kebiasaan aku kalo gugup kaya gini"


" Gugup kenapa sih kamu?" Tanya Rey heran


" Pengen nanya tapi takut salah" Dengan polos nya Hana menjawab, dan di susul gelak tawa Rey


" Kamu mah yang lucu banget ih, bener- bener bikin gemeshm" Rey mencubit pipi Hana dan mengacak ngacak rambut nya "Ya udah nanya apa heh?" Rey menangkup wajah Hana


Hana menundukan wajah nya "Kak ko kita gak pernah ciuman? Kakak gak pernah cium aku kenapa? kata Linda orang pacaran biasa nya suka ciuman" Tanya Hana dengan tatapan yang begitu polos.


Rey seketika menurunkan tangan nya sangat tak percaya dengan apa yang hana ucapkan.


" Kenapa kamu mau Kakak cium" Tanya Rey dan Hana langsung menggeleng kan kepala nya


"Bukan eh enggak , maksud nya kenapa, kata Lida dan Maya jangan - jangan Kakak belok" Hana menatap Rey dengan curiga


Uhuk - uhuk Rey yang sedang meminum kopi nya langsung tersedak tak percaya dengan jawaban Hana


"Busset dah gua di katain belok" Gumam Rey


" Hana ku sayang, denger ya Kakak tuh bukan nya gak mau, tapi gak tega takut kamu belom siap" Ucap Rey sambil membelai wajah Hana


" Ohhh" Hana menjawab singkat


"Gua jadi gemes banget, ya sudah lah mungkin udah waktu nya,gua juga udah gak tahan" Fiki Rey yang melihat tingkah polos Hana


Rey kembali menangkup wajah Hana


" Kamu siap?" Hana hanya mengerjap kan mata nya dan tanpa kata Rey mencium Hana


Cup


Cup


Cup


Cup


Rey mengecup kening, dan kedua pipi hana sampai akhir nya ******* bibir tipis Hana


Hana hanya terbelalak, dia kaget dengan serangan Rey, tanpa sadar Hana mendorong Rey meninju wajah nya


" Aku gak bisa nafas Kak" dengan nafas tersenggal senggal Hana bicara

__ADS_1


Rey pun terbahak bahak ,tak menyangka reaksi Hana seperti ini, " Sakit tau" Rey mengusap wajah nya yang terkena tonjokan dari Hana


" Eh maaf Kak" Hana mengelus ngelus pipi Rey


"Gimana rasa nya?" Rey bertanya dengan nada yang menggoda


" Rasanya apa?" Hana seperti kebingungan dengan pertanyaan Rey


" Ciuman pertama kita" Goda Rey, yang sukses membuat wajah Hana semakin memerah.


" Dingin,, kaya makan Vitta jelly,, goyang di mulut" Lagi - lagi Hana dengan polos nya menggambarkan pengalaman pertama nya itu


Rey pun terkekeh dengan jawaban Hana "kita ulangi ya" Pinta Rey yang di susul senyuman Hana


" Tapiii, jangan nonjok lagi ya" Hana pun tertawa


"Maaf" Dan seketika Rey menutup mulut Hana dengan bibir nya


Sepulang Rey, Hana membaringkan tubuh nya di ranjang dan terus mengusap - ngusap bibir nya "Ah gini ternyata rasa nya" Hana terus saja mengingat kejadian tadi.


Rey


" Kesambet lo" Tanya Dion yang melihat Rey senyum - senyum sendiri


" Kesambet cinta" Ucap Rey berseri - seri


" Preett, cinta cintaan mulu lo, dasar bucin" Ledek Dion


"Gua gak cinta cintaan , gua cinta beneran woi" Ucap Rey dan menyentuh dada nya


"Bener - bener kesambet lo bucin, kasian banget gua" Dion menggelengkan kepala nya


"Jomblo mana ngerti, gua lebih kasian sama Lo" Kali ini Rey mengejek teman nya itu yang memang tak mempunyai kekasih


" Peaaak!!!" Dion meninju lengan Rey


Esok pagi


Hana tersenyum dan mengangguk "Sudah"


Setelah berpamitan mereka pun langsung berangkat menuju Air terjun


"Emm, segerr banget, baru masuk kawasan aja udah adem gini, " Ucap Hana setelah memasuki area Curug "Gimana kalo udah di Curug nya" Hana memang sangat menyukai pegunungan


Dan sesampai nya di Curug Hana langsung bergegas ingin turun menikmati sejuk nya air terjun, tapi Rey memang selalu menolak turun , alasannya dia malas harus antri di tempat ganti


"Kak ayo turun , aku sendirian aja nih" Hana mengerucut kan bibir nya "Tahu gini aku ajak Linda dan Maya" Hana terlihat kesal


Rey hanya tersenyum sambil terus saja memamdangi Hana yang terus mengajak nya berenang, rambut panjang nya yang basah, dan ekspresi kesal nya membuat Hana terlihat lucu bagi Rey.


"Kak tolong Kak , tolongin Hana" Hana berteriak - teriak membuat Rey panik


Byurrr


Rey langsung terjun ke arah Hana , dia menarik pinggang dan merangkul nya berusaha membawa Hana ke tepian.


"Kenapa berat sekali?" Gumam Rey


Blup blup


Hana langsung membenam kan kepala Rey ke dalam air di susul gelak tawa hana yang terbahak - bahak


" Aku gak mau berenang sendirian, Kakak yang bawa aku kesini, harus tanggung jawab temenin aku berenang" Ucap Hana puas karena berhasil membuat Rey masuk ke dalam air.


" Hanaa kamu harus tanggung jawab juga kalo Kakak kedinginan, Kakak gak bawa baju ganti" Ucap Rey geram


"Ya ampun Hana lupa" kembali Hana pun tertawa


Setelah merasa sudah kedinginan akhir nya Hana dan Rey memutus kan untuk menyudahi kegiatan berenang mereka dan beranjak untuk segera berganti pakaian,


Hana kembali tertawa melihat kekasih nya yang hanya menggunakan boxer yang di beli nya di area air terjun yang sebenar nya diperuntukan berenang.


" Nau berenang lagi mas?" Hana tersenyum "Atas rapi banget lha itu bawah obral" Rey menggunakan jaket sedangkan bawahan nya hanya memakai boxer

__ADS_1


"Puas kamu? ini aku atas nya gak pake apa - apa lagi cuma jaket doang , di buka aja apa sekalian di obral dua - duanya" sembari tangan Rey menurun kan zipper jaket nya


Plak


Spontan Hana memukul tangan Rey dengan keras


"Aduuh sakit sayang" Rey mengusap tangan nya "Ayok Kakak butuh yang anget anget" Rey merangkul Hana, yang di sambut dorongan dari nya


" Ih Kakak mau ngapain sih? malu tempat umum" Kata Hana dia melihat sekeliling


"Emang kamu fikir Kakak mau apa? ayok ke warung kakak pengen mie rebus dan teh manis panas, jangan jangan kamu yang pengen yaa?" Goda Rey


Blussh


Wajah Hana seketika memerah seperti udang rebus , tanpa menjawab Hana hanya mencubit tangan Rey


Di warung sederhana ini lah mereka menghabis kan sisa waktu, hanya di temani mie rebus dan secangkir teh manis.


"Kakak belom bisa bawa kamu ke tempat mahal" Ucap Rey sendu


Hana langsung menoleh "Ini spesial Kak"


"Spesial apa nya" Rey pun berdecak


"Nih spesial, pake telorr!!" Sambil tertawa Hana menunjuk ke mangkuk mie yang lengkap dengan telur "Lagian emang aku pernah minta yang mahal, yang penting kenyang" Kembali Hana memberikan senyuman dan mengusap ngusap perut nya


Ya memang Hana tidak seperti gadis - gadis lan nya, dia tak pernah meminta apa - apa, dia akan senang hati menerima pemberian Rey tapi tak pernah meminta apa pun dari nya.


" Beruntung nya aku punya kamu, makasih ya sayang" Rey mengusap pucuk kepala Hana


"Dih apa ini rambut kamu ada apa nya?" Rey bertingkah seolah ada sesuatu di rambut Hana


"Apa kak, ihh apa,, binatang bukan?" Hana panik


"Gak tau, coba kamu pegang" Ucap Rey


"Iih ambilin Kak" Hana menjadi semakin panik


"Kamu ambil aja sendiri" Rey tetap menolak permintaan Hana


Hana pun mengusap kepala nya


"Cincin?" Hana menjadi heran di buat nya


Sewaktu mengusap kepala Hana, Rey menyelipkan cincin di rambut hitam lebat nya yang masih sedikit basah


" Ini hanya cincin biasa, harga nya juga murah" Rey memasangkan cincin nya di jari Hana


" Kakak janji akan mengganti nya dengan yang lebih indah, kamu sabar ya" Rey mengecup punggung tangan Hana


"Kak makasih yah, selalu buat aku bahagia"


Hana memang tak pernah perduli murah atau pun mahal barang yang di beri Rey, dia selalu menghargai nya


"Pulang?" Ajak Rey yang di balas anggukan Hana


Dan mereka pun memutuskan untuk pulang


"Kamu peluk Kakak " Rey menarik tangan Hana dan melingkar kan di pinggang nya saat sudah duduk di motor "Dingin!"


" Dingin apa modus?" Tuduh Hana


"Mau nyobain di pegunungan naik motor cuma pake boxer?" Tanya Rey dengan penuh penekanan


Hana pun tertawa "Gak usah yang makasih"


*********


Terima kasih yang sudah mau baca cerita pertama aku😘


maaf kalo datar ya , konflik ya baru mau di mulai


Mohon tolong like dan komentar nya ya 😊😉

__ADS_1


__ADS_2