Berdamai Dengan Hati!!

Berdamai Dengan Hati!!
Part 69 Kehidupan Rumah Tangga


__ADS_3

Rey yang terus terdiam memancing amarah Hana " Apa salahnya dia cium tangan aku, dia kan temen aku" Ucap Hana kesal


"Jadi kamu udah biasa kaya gitu,,," Mereka sudah berada di hotel "Aku gak bisa terima kebiasan buruk kamu,, apa semua temen kamu bisa seenak nya cium cium kamu!" Rey pun berucap tanpa berfikir


"Rey,,!" Hana pun berkaca kaca "Aku tahu kamu cemburu,, tapi kamu keterlaluan,,!" Hana pun tak terima "Aku mau pulang!"


"Sayang,, aku minta maaf,,!" Rey mendekati Hana "Aku gak maksud,, aku cuma cemburu,,!" Rey pun mulai memohon "Aku gak rela kamu dekat dengan pria lain" Rey pun terus memohon dan mengiba membuat Hana pun tertawa


"Aku tahu reaksi kamu pasti berlebihan,, tapi jaga mulut nya jangan asal,,!" Ucap Hana sembari memelinrtir mulut Rey " Untung aku lagi good mood,, kalau bad mood," Hana memicingkan matanya " Tamat kamu jadi suami aku!"


"Jangan,,!" Rey pun tersentak


"Kamu gak dapat jatah!" Goda Hana " Kita pisah ranjang malam ini"


Setelah melalui permohonan maaf Rey yang alot, akhir nya mereka pun kembali berbaikan, Bulan madu mereka pun lancar selama 4 hari mereka menginap di pangandaran, akhirnya mereka pun memutuskan untuk pulang.


Sisa cuti Hana hanya tinggal satu hari lagi, merekapun melanjutkan bulan madu di rumah "Sayang besok aku mulai kerja lagi,," Ucap Hana yang masih memakai selimutnya


"Kita mandi dulu,," Rey mulai mendekati Hana lagi, dia pun bersiap menggendong Hana yang hanya terbungkus selimut


" Turunin aku,, aku mau mandi sendiri" Rengek Hana, tapi tentu saja Rey tak menggubris nya


*******


Pagi ini Hana sudah bersiap dengan setelan kerjanya, sarapan pun sudah tersedia "Sayang bangun aku mau berangkat" Hana menggoyang kan tubuh Rey, yang masih tertidur setelah subuh, Hana melihat jam tangannya, sudah pukul 07 : 45 , tentu saja dia tak ingin terlambat, tanpa menunggu Rey terbangun Hana pun berangkat pergi ke kantor, dia pun menulis catatan di nakas samping tempat tidur nya.


Rey terbangun, tentu saja dia mencari keberadaan istrinya itu, Rey pun memamggil Hana berulang ulang tapi tak ada jawaban, akhir nya dia pun melihat sebuah catatan untuk nya, "Sayang aku berangkat, sarapan dan kopi udah aku siapin, udah coba bangunin kamu tapi susah,, Love you"


Isi dari catatan itu, tapi Rey tersenyum getir, tentu saja yang ingin ia lihat saat membuka mata, adalah Hana istrinya, tapi Rey tak bisa berkata, dia segan untuk melarang Hana bekerja.


Rey menuruni tangga, sudah terlihat sarapan rapih di meja makan, nasi goreng yang sudah dingin karena Hana membuatnya beberapa jam yang lalu, kopi yang berada dalam tumbler, agar masih panas untuk di nikmati oleh Rey "Ngopi nya di tumbler ,, bukan di cangkir" Rey pun terkekeh


10 hari bersama dengan Hana selama 24 jam, tapi kali ini sekarang Rey tak bisa merasakan itu lagi, mereka akan sibuk dengan rutinitas pekerjaan masing masing. setelah itu ia pun mulai pergi ke Cafe nya.


Pada jam makan siang pun Hana akhir nya menelepon Rey "*Sayang,, kamu di Cafe mana,,?


"Aku di Cafe deket komplek Mamah"

__ADS_1


"Oh,, ya udah kamu makan siang sama mamah aja ya, tadinya aku kira kamu deket kantor aku, biar kita bisa makan siang bareng"


"Gak apa apa sayang, masih ada besok*"


Sambungan telepon pun terhenti, mereka pun melewatkan makan siang bersama


Sudah hampir 2 bulan lamanya mereka menikah, tapi Rey tak berani untuk meminta Hana meninggalkan pekerjaan nya, padahal Rey ingin selalu bersama dengan Hana, Rey memang sesekali memeriksa Cafe nya, dia lebih fokus pada menjadi konten kreator dan seorang musisi, dia lebih banyak menghabiskan waktunya di studio mini dalam rumah nya, Tentu Rey sangat merindukan Hana, dan malam ini akhirnya Rey mencoba mengajak Hana untuk berkompromi.


"Sayang,,," Rey dan Hana sedang menonton televisi


"Hemh,,?"


"Kamu gak cape kerja,,, terus kamu juga gak mau pake ART?" Rey memancing Hana


"Ia juga sih,, kita pakai jasa ART aja apa yah,,?" Hana salah mengartikan maksud Rey


Rey pun mulai kebingungan mengutarakan maksudnya, dia ingin sekali meminta Hana untuk berhenti bekerja, tapi dia takut membebani Hana, tentu saja karier yang Hana dapat sekarang tak begitu saja ia capai, butuh perjuangan untuk sampai di posisi Hana sekarang "Sayang,,, kamu udah gak minat lagi buka toko kue,,?" Rey mengingat betul, dulu cita cita Hana adalah memiliki toko kue sendiri.


"Ehm,, masih sih,," Hana seperti menimbang nimbang, seperti masih ada keraguan di hatinya "Tapi aku lagi menikmati pekerjaan ini, kamu tahu kan sayang,,, posisi aku lagi bagus bagusnya" Hana menoleh ke atas dan mengelus wajah suaminya itu


"Ehm,, ya sudah gimana kamu aja,," Rey mengecup kening Hana "Kamu belum telat sayang,,,?" Tanya Rey, memang Rey sudah sangat ingin memiliki momongan


"Ya ampun,, aku tuh masih bingung, kenapa kamu bisa dapet posisi bagus di tempat kerja?" Rey hanya menggelengkan kepalanya


"Kenapa aku bisa jadi manager,,?" Hana masih tak mengerti


"Sayang,,, maksud aku tuh ini,," Rey mengusap perut Hana


"Belum lah,, nanti aja,, pacaran dulu kita" Hana memandang Rey terus tersenyum "Kita terpisah cukup lama,, aku mau kita nikmati waktu untuk berdua dulu" Hana mengecup Rey sekilas


Rey hanya tersenyum getir tentu hatinya tak setuju dengan Hana, tapi lagi lagi dia mencoba memahami istrinya "Tapi kamu gak minum pil atau suntik kan,,?"


"Gak lah sayang,," Hana mengambil ponsel nya "Aku cari info buat nyari yang kerja dulu ya sayang"


"Ok sayang,,," Jawab Rey dengan mengacungkan ibu jari nya


*****

__ADS_1


"Dod kalau Lo lebih suka istri rumah tangga,, atau istri karier,,?" Rey tengah berada di rumah nya dimana memang tak ada Hana, dia tengah sibuk bekerja


"Lo jujur aja sih Bang sama Hana,, kalau Lo gak suka bang dia kerja,,," Dodi tentu saja sudah bisa menebak isi hati bos nya itu


"Gimana caranya Dod,,,?" Rey mulai terlihat frustasi


"Makanya ayo cepet bikin dia hamil,,, kalian udah nikah berapa bulan?" Dodi mencoba menghitung


"Empat bulan,," Jawab Rey


"Wah,,, kurang tokcer nih,,,!" Ledek Dodi, saat mereka tengah ribut entah apa yang di ribut kan, tiba tiba saja suara mobil Hana terdengar


Rey pun bergegas keluar, tampak Hana yang sudah pucat pasi keluar dari mobilnya "Sayang kenapa,, kamu pucet banget,," Rey sangat cemas.


"Ini pak Rey sepertinya bu Hana sakit perut,," Jelas supir dari kantor yang mengantar Hana


"Oh,, udah ke Rumah sakir,,,?" Rey menggendong Hana, dan Hana pun menggeleng "Pak terima kasih sudah mengantar istri saya,," Ucap Rey pada supir kantor "Dod tolong antar bapak ini kembali ke kantor,," perintah Rey pada Dodi, dan tentu saja Dodi menyetujui nya.


"Sayang,,, aku pusing, mual,," Ucap Hana dalam gendongan Rey


"Wah,, wah,, sayang jangan jangan kamu hamil,,," Rey nampak sumringah setelah menurunkan Hana, dia pun segera menelepon seluruh keluarga, walaupun Hana sudah melarangnya, karena belum tentu ia hamil.


Saat Hana dan Rey pulang dari Rumah sakit, terlihat bu Wati dan bu Rika tengah menunggu mereka, mendengar kabar baik ini tentu saja mereka sangat senang, "Bagaimana,,?" Tanya dua wanita paruh baya itu bersamaan


"Hana cuma kecapean mah,, masuk angin,," Jawab Rey dengan lesu


"Tenang aja sih,, di coba lagi,, lagian kalian juga belum terlalu lama menikah,," Bu Wati menepuk bahu Rey, bu Rika pun turut menyemangati, setelah beberapa saat mereka akhirnya pun pulang.


Kini hanya tinggal mereka berdua, Rey tengah menyiapkan makan malam, sedang Hana hanya duduk memperhatikan, "Sayang maafin aku,," Hana pun meminta maaf saat melihat Rey yang terlihat sedih


"Untuk,,?" Rey menghampiri Hana dengan membawa sup ayam yang masih panas


"Kamu sedih karena aku belum hamil,," Hana terlihat berkaca kaca


"Kamu tuh ya,, ngomong apa sih,,?" Rey menyodor kan sesendok sup ayam ke mulut Hana, dengan terisak Hana pun menerimanya "Kita santai aja,,, yang penting kita terus berusaha dan berdoa,, ok sayang,," Rey terus saja menghibur istrinya itu.


Setelah memakan sup dan meminum obat, Hana pun tertidur, sore ini Rey meneruskan pekerjaannya di studio mini di rumahnya, Dodi masih menemaninya, Hana terbangun pun mencari suaminya di lantai bawah, terdengar Rey yang tengah mengobrol dengan Dodi, tanpa sepengetahuan Rey Hana pun menguping pembicaraan mereka secara diam diam.

__ADS_1


*******


Sambil nunggu ini up, temen readers semua bisa klik profil aku, di situ ada dua cerita lagi, sama sama masih up juga sih🤭 jangan lupa di baca juga ya😉 ada "Tante I Love you" kisah cinta wanita yang di tinggalkan oleh suaminya karena maut, dengan keponakan dari sang suami yang tak dapat restu dari keluarga sang lelaki, mampir ya 😊


__ADS_2