Berdamai Dengan Hati!!

Berdamai Dengan Hati!!
part 33 pilihan hana


__ADS_3

pagi pagi sekali , dodi linda & maya berkumpul di rumah hana, dodi bermaksud untuk meminta maaf atas kejadian semalam , sedangkan linda dan maya tentu saja mereka ingin mengetahui pasal surya


tok tok tok


hana melihat jam , masih pukul lima pagi, dia pun baru saja selesai sholat subuh, saat hana membuka pintu


" kejutaaaan " mereka bertiga sontak mengaget kan hana


" astaghfirullah , jam berapa ini?, masih gelap pada ngapain sih lo pagi buta gini udah bikin rusuh" tanya hana yang menyilang kan tangan di dada nya


" na " dodi maju pertama " sory, gua gak maksud" hana masih terus saja memelototi nya " udahan marah nya" dodi bertingkah seolah sedang menangis


" lo udah jelek , ga usah pasang tampang kaya gitu" hana mengerucut kan bibir nya


" trus di maafin ga,"


" ia udah gua maafin, sekarang sono lo" hana menarik dua sahabat nya itu masuk, sedang kan dodi di dorong nya untuk segera pulang


" pagi pagi tuh beres beres bukan malah ngegibah" dodi pun menggurutu hana yang tak perduli langsung menutup pintu kamar nya


kedua sahabat nya itu sangat antusias ingin mendengar cerita tentang surya, tapi berbeda dia malah menceritakan tentang keizia yang membully nya


" hahh , siapa tu cewek, ? " maya dan linda menggeleng kan kepala nya, " salut gua sama lo berani ngelawan tu tante tante" ucap linda


" kepaksa gua" jawab nya jujur, mereka tidak tahu betapa menegang kan nya semalam


" btw siapa cogan semalem" tanya maya


hana menceritakan kejadian semalam, tapi sebenar nya ada satu hal yang ingin di cerita kan hana


" nathan ga bisa gua terima, kebayang gak sih lo jadian sama tetangga, bakal ga punya kebebasan gua, udah gitu asli gua gak mau jadian sama tetangga lagi, " ucap nya jujur


" rey gak mungkin gua terima lagi," hana menghela nafas nya " sebenernya bukan mereka yang gua fikirin, tapiii,,,,, pak ari"


mendengar itu dua teman nya mengerut kan dahi nya


" kenapa, masih ngejar lo " tanya linda


" hhh" hana mengangguk " semalem dia nelpon gua kata nya mau dateng ke sini "


" apaaa? " dua sahabat nya itu berteriak "mau ngapain ?"


" ssttt masih pagi jangan berisik , mana gua tau dia mau apa , makanya gua deg degan, kalian tau kan dia mah pasti ngajakin gua married mulu kerjaan nya,"


" bener kata cewek toilet itu" ucap linda karna dia tak tau namaya, jadi dia menyebut nya seperti itu " lo itu sok kecakepan, " ledek nya


" gua cakep beneran woi, lagian dari pertama gua udah bilang gak bisa, mereka aja yang maksa"


***


" udah rapih kamu mau kemana " tanya bu rika


" ga kemana mana mah , aku nunggu pak ari"

__ADS_1


" jadi dia kemari? " hana hanya mengangguk


****


" apa kabar kamu , mantan pacar ku" tanya pak ari , hana hanya tersenyum " walau semalam tapi tetep kan kita pernah pacaran" ucap nya


" terus kalo gitu sekarang aku manggil apa dong ?" hana tertawa mengingat kelakuan mereka beberapa bulan lalu


" na , ada hal penting yang mau aku sampai kan ke kamu" pak ari memang sangat serius sekarang


" apa " hana menangkap kekhawatiran tersirat di wajah pak ari


" ini mungkin kedengaran nya konyol , kolot , " pak ari tertawa kecil " orang tua ku menginginkan aku menikah" dia menarik nafas nya dalam, " dalam waktu 2 bulan ke depan


" ko bisa " hana sangat terkejut


" entah lah alasan yang klasik, ingin punya cucu secepat nya" pak ari menahan bicara nya, " menikah lah dengan ku" di genggam nya tangan hana " mereka sudah menentukan pilihan nya, tapi aku ingin bertanya kepada pilihan ku terlebih dahulu" di tatap nya hana lekat lekat "hana menikah lah dengan ku"


hana tak dapat berkata apa pun, " menikah apa aku siap di usia ku yang baru 19 tahun ini, apa aku mampu jadi istri dan seorang ibu, bagaimana kuliah ku, tentu ari tak keberatan kalau aku kuliah setelah menikah, tapi apakah rasa nya sama, aku ingin menikmati masa muda ku, masih terlalu dini untuk sebuah pernikahan" fikiran hana melayang layang entah kemana


" na , " pak ari kembali menggenggam nya


" aku gak siap , aku belum siap jadi istri atau pun ibu, sungguh bukan aku gak mau , tapi aku ,,, aku gak siap" dengan sangat berat hati hana memberikan jawaban nya


" aku sudah menyangka ini, tapi aku ingin memastikan untuk terakhir kali nya " tergurat jelas kekecewaan di wajah pak ari tapi dia menghormati keputusan hana


" maaf " hanya itu yang keluar dari mulut hana


" tidak,,, tidak usah meminta maaf, ini keputusan kamu, aku harus menghargai itu, mungkin memang aku yang terlalu banyak berharap " ucap nya lirih


" jangan lupa undangan nya ya pak" pak ari pun tersenyum getir


*******


dert dert


ponsel hana terus saja berdering, saat ini hana tengah tertidur ,


👩 hemm hallo


👨lagi tidur yah ganggu gak nih


👩ganggu lah , siapa sih


👨, surya na


hana langsung terbangun, di lihat nya ponsel nya, karna sedang tidur dia terlupa untuk melihat kontak yang masuk


👩 ia kak kenapa


👨 aku jemput nanti sore bisa?


hana melihat jam , masih pukul dua siang

__ADS_1


👩 ok aku siap


****


" mah , kak surya nanti mau ngajakin aku makan ya" hana meminta izin


" na tadi pak ari sekarang surya, gak baik cewek di datengin banyak cowok" bu rika mengingat kan nya


" cuma temen mah"


" heru tau kamu temenan sama surya," tanya bu rika, pasal nya heru lah yang sangat mengenal surya


" belom mah, lagian aku gak ada apa apa kan " hana memang belum sempat bercerita, tepat nya dia sedikit takut dengan reaksi heru kalau dia tau hal ini


" kamu harus cerita na , dia kan kakak laki laki kamu, kamu tau kan gimana dia sayang nya sama kamu , jangan sampai dia tau dari orang lain na"


" ehmm ok mah aku ke rumah kak heru sekarang" hana menyadari hubungan nya lebih dari pada sepupu, heru memang adalah kakak lelaki nya, pelindung nya


saat hana bersiap menuju ke rumah heru , ternyata dia lebih dulu mendatangi hana


" mau kemana lo" heru sudah berdiri di pintu kamar nya


" jiaah sehati kita, aku mau ke rumah kaka" hana menoleh sekilas dan melanjut kan menyisir rambut nya


" ada apa?" selidik nya


" emang harus ada alasan kah "


" ngomong sekarang juga" heru menunggu penjelasan nya hana


" ia ia aku ngomong sekarang" hana mengumpul kan keberanian nya " aku sore ini janji mau jalan sama kak surya"


" astaga hanaaa, kenapa lo ladenin sih tu si surya " heru berucap geram


" aku nggak ngeladenin dia" bantah nya


" aku cuma mau bayar hutang aku" jelas nya lagi


" hutang ? hutang apa" heru pun di buat bingung


" dia pernah nolongin aku, trus kata nya sebagai ganti nya dia minta aku traktir makan" dan hana menjelas kan kejadian pada waktu malam itu


" hana lo itu polos apa b**o sih,,? itu modus dia , lo ga usah ia in mau nya"


" kenapa sih kak , segitu gak suka nya kaka sama surya" tanya hana


" ini bukan masalah surya, tapi karna elo , lo cewek nya maka nya gua perduli, kalo orang lain bodo amat gua" karna memang heru lah yang paling tau sifat surya


" lagian sih kak heboh banget sih, orang cuma mau jalan doang" hana menyilang kan tangan nya di dada


" inti nya ni yah , jangan mau kalo dia nembak elo, rey sama surya itu sama aja, ibarat nya elo keluar dari kepala singa masuk ke kepala buaya, " heru mengultimatum hana


" ya gak bisa di samain lah, rey pura pura setia, sedang surya memang menunjukan jati diri nya, yang jelas lebih tajir surya ke mana mana lah" ucap nya semangat

__ADS_1


" astaga anak ini" heru hanya bisa menggeleng kan kepala nya


__ADS_2