Berdamai Dengan Hati!!

Berdamai Dengan Hati!!
Part 17 Godaan


__ADS_3

Hari ini pernikahan kak Dina, akad akan di mulai jam 9 pagi, dari subuh mereka sudah bersiap-siap, kebetulan akad di laksanakan di masjid yang tak jauh dari gedung acara resepsi, setelah akad pagi hari dan resepsi di mulai sore sampai malam


*D*ert dert


Hana mengambil ponsel nya ternyata vidio call dari kekasih nya


"Sayang kamu cantik banget sih" Puji Rey tanpa berbasa-basi, saat melihat Hana yang tengah mengenakan kebaya, wajah nya pun di rias membuat nya semakin terlihat lebih cantik.


"Kakak apa kabar?" Hana tersipu malu mendengar pujian dari Rey


"Baik, tapi maaf belom bisa pulang


mungkin 2 minggu lagi" Rey menampil kan wajah yang menyesal


Hana menghela nafas panjang "Gak apa-apa aku ngerti" Hana terdiam menatap kekasih nya yang hanya bisa di lihat nya dari ponsel nya itu


"D situ hujan gak?" Rey mulai mengganti topik pembicaraan nya


"Ga kak , di sini cerah banget, disana hujan?"


"Ia deras banget lagi, tapi bukan hujan air" Hana di sebrang sana terlihat bingung "Hujan cinta" Gombal Rey


"Kakak ih gombal " Wajah Hana bersemu merah namun tiba-tiba Rey menatap ke arah lain , seperti ada sesuatu dan mematikan ponsel nya tanpa permisi.


Hana menjadi heran kenapa tiba-tiba Rey mematikan sambungan telepon nya itu.


*De*rt dert


My lovely : Sayang maaf ya, ada manager kafe , nanti aku telpon lagi, love u😘


Me: Gak apa-apa love u to😍😘


Rey


"Hai mas udah lama" Seorang gadis cantik menyapa nya


"Gak kok, baru aja kamu mau pesen apa?" Tanya Rey lembut


"Apa aja mas tadi aku liat lagi VC ya kayaknya?" Rey hanya tersenyum


"Siapa?" Tanya gadis itu penasaran, di kajauhan dia melihat Rey terus tertawa seperti sangat bahagia sekali


"Aku pesen ini gimana?" Rey tak mengubris pertanyaan gadis itu, dia mengalih kan nya dengan menunjuk daftar menu.


"Aku samain aja" Gadis itu pun tersenyum, dia melupakan pertanyaan nya yang tak di hiraukan Rey,


Merekapun melanjutkan makan siang nya, dalam nuansa yang menyenangkan.


*Fl*ash back


"Aaa" Jerit seorang gadis


Rey hampir menyerempet seorang gadis yang tengah berjalan, malam itu Rey sangat kelelahan karna seharian sudah bekerja di kantor, dan dia harus manggung di kafe juga


"Hei hati hati!" Gadis itu pun berteriak


Rey segera turun dari motor nya


"Sory sory kamu gak apa-apa?" Rey mencoba memeriksa keadaan gadis itu.


"Gak apa-apa sih" Gadis itu memeriksa keadaan nya, tapi memang dia baik baik saja


"Aku anter kamu pulang?" Ajak Rey karena perasaan bersalah nya


"Gak usah mas" Tolak gadis itu halus


"Kamu pulang kemana?" Tanya Rey


"Ke daerah A" Jawab gadis itu sembari masih membersih kan rok nya yang sedikit kotor.

__ADS_1


"Tujuan kita sama, yuk! tenang aku bukan orang jahat" Rey mengajak nya sekali lagi, dan mencoba meyakinkan gadis itu dia orang baik-baik


"Mm baiklah" Walau sedikit ragu akhir nya dia menerima ajakan Rey


"Rey" Dia meyodor kan tangan nya


"Fika" Gadis itu pun menyambut nya,


Ke esokan hari nya di tempat kerja Rey, mereka pun tak di sangka bertemu kembali


ternyata Fika adalah mahasiswi yang magang di kantor tempat nya bekerja.


Fash back off


Resepsi sedang di gelar, Hana tampil cantik dengan setelan kebaya modern nya


"Cantik banget " Nathan menghampiri Hana yang tengah memandang pelaminan


"Ia, kak Dina cantik banget" Ucap nya menoleh sekilas, dan kembali menatap pelaminan


"Kamu maksud nya?" Nathan mengoreksi kata-kata Hana


"Hah, apa apa?" Hana mengerjap kaget


"Enggak, aku kesana dulu ya" Nathan pun mengalihkan, Hana hanya mengangguk kan kepala nya


"Haiii" Ke empat teman nya menyapa Hana secara bersamaan


"Kemana aja kalian baru dateng?" Ucap Hana yang kesal, karena dari tadi menunggu teman teman nya itu


"Iih , udah cantik jangan cemberut entar luntur lho make up nya " Goda Linda


"Ga nyambung deh" Kata Hana kesal


"Kuy salaman dulu abis itu makan kita " Ajak Maya


"Iih dasar emak emak riweuh" Kata Tata


Merekapun sibuk mengambil foto, setiap penjuru mereka datangi, berbagai pose pun diambil dari yang serius santai dan sedikit aneh bahkan gila.


"Ayo makan, kehabisan bukan tanggung jawab gua ya" Ajak Hana, karena mereka sudah menghabis kan waktu cukup lama untuk berfoto, akhir nya merekapun mengambil hidangan


"Itu tetangga baru Lo ya" Kata Linda menunjuk Nathan


"Gsk usah nunjuk juga kali, ga enak dia ngeliatin" Kata Hana setelah mendadapat tatapan balik dari Nathan kepadanya


"Lumayan , masih single gak?" Tanya Maya


"Mana gua tau" Hana mengangkat bahu nya


"Ya Lo tanya lah" Usul Lili


"Idiih ogah, entar di sangka nya gua doyan lagi ma dia" Hana pun begidik


"Kak Rey ga balik lagi?" Tanya Linda


"Hhh" Hana menjawab dengan malas


"Lo ga curiga gitu , percaya aja gitu sama dia?" Lili menimpali


"Ish Kakak gua tuh" Maya menyikut Lili


"Siapa tau gitu , kan pasti banyak ciwi ciwi cuantik bertebaran di sana," Kata Tata


"Apaan sih ah kalian, gua mah percaya aja lah, gak mungkin lah kak Rey kaya gitu" Hana meyakin kan diri nya sendiri


"Gak ada yang gak mungkin tau,," Kata Linda


"Iih udah ah bahas yang lain" Kata Maya menghentikan obrolan, saat semua mulai memojok kan Hana.

__ADS_1


Hana pun sedikit terpengaruh dengan ucapan teman nya itu,


Akhir nya resepsi pun berakhir, mereka sekeluarga menginap di hotel untuk malam ini,


Hana menggenggam ponsel nya, dia menunggu telepon dari kekasih nya itu


dia memutuskan untuk menghubungi nya terlebih dahulu


*T*ut tut tut


Telepon nya di abaikan oleh Rey, rasanya Hana ingin menangis , entah karna memikirkan ucapan teman-teman nya, atau memang hati nya yang mulai resah, dia mengetik benda pipih itu


Me : Udah pulang


Cukup lama Hana menunggu balasan dari pemuda itu, sampai akhir nya dia tertidur ,dan saat bangun dari tidur nya Hana mengecek ponsel nya itu


"Hah 5 VC gak ke jawab" Dia pun memeriksa pesan nya


My lovely : Baru pulang nih ,kamu udah tidur pasti, maaf ya sekarang sibuk banget, miss u, 😘


Hana tersenyum dia membalas pesan nya


Me : Selamat pagi, maaf ketiduran semalem capek banget, miss u to😍😘


Hari-hari pun berlalu , sekarang hari nya sedikit berbeda, ya karena kehadiran Nathan, lelaki yang lebih tua 2 tahun dari Rey itu secara terang-terangan mendekati nya, walau Nathan tahu Hana sudah memiliki kekasih


Hana tentu saja merasa risih , karena hati nya memang sudah terisi oleh Rey, setampan dan semapan apapun lelaki yang mendekati nya seolah tak ada apa-apa nya di banding dengan kekasih nya itu.


"Sumpah demi apa Lo gak tertarik sama sekali sama itu cowok?" Tanya Linda, mereka kini hanya berdua


"Sst, entar Maya denger" Hana menutup mulut Linda, dia melihat sekelilinya


"Sumpah asli gua gak suka, SKSD banget tau ga sih lo, gua mah gimana gitu ya" Hana menjelas kan perasaan nya


"Dia tau kalo Lo udah punya cowok" Selidik Linda


"Mana gua tau, kan lucu kalo tiba tiba gua jelasin, padahal dia nya ga nanya" Hana pun tertawa


"Ia juga ya" Linda manggut manggut


"Lagian minggu ini kak Rey pulang pasti nanti dia tau sendiri" Hana tersenyum ceria


"Hana gua serius, Lo ga curiga gitu? dia sekarang jauh lebih sibuk, alesan nya" Linda menekan kan kata alasan nya pada nada bicara nya, karena Hana memang sering bercerita pada nya akhir-akhir ini kekasih nya itu sangat sibuk.


"Menurut Lo? gua harus gimana, pasti adalah Lin curiga, tapi gua takut , dia bilang nya kan demi masa depan kita, kalau gua curiga entar dia kasian dong, udah cape-cape kerja malah gua curigain" Hana sangat menjaga perasaan Rey


"Hahh, susah ya kalau udah cinta mati gini, kalo cinta tuh jangan banyak-banyak sisain buat diri Lo sendiri" Linda pun berpetuah


"Maksud Lo?" Hana tampak kebingungan


"Jangan 100% , 50 aja biar ga terlalu dalem" Ucap Linda yang memang sangat benar


"Hmm, gimana dong udah terlanjur" Hana menyentuh dada nya


"Serah Lo dah" Linda pasrah dan meninggal kan nya


Hana memejamkan mata nya dia menghela nafas nya panjang "Aku percaya kamu gak bakal nyakitin aku" Ucap nya


Saat Hana membuka mata nya dia mengerjap kaget


"Ya ampun, bapak!" Pak Ari tersenyum persis di depan wajah nya


"Kamu kenapa sehat? ngomong sendiri senyum sendiri" Goda nya yang melihat tingkah Hana


"Tadi sama Linda pak" Hana menggaruk kepala nya yang sebenar nya tak gatal itu


"Saya masuk dulu Pak" Hana tersenyum mengangguk kan kepala nya


Pak Ari hanya membalas anggukan kepala nya "Hmm,, coba kamu bukan murid ku" Pak Ari terus saja memandangi Hana yang semakin menghilang

__ADS_1


__ADS_2