Berdamai Dengan Hati!!

Berdamai Dengan Hati!!
Part 64 Rumah Calon Pengantin


__ADS_3

Hana di sibukan dengan pekerjaan nya, sedangkan Rey karena memiliki usaha sendiri dia bisa lebih focus menyiapkan pernikahan, barang untuk seserahan pun sudah siap, dari mulai pakaian, tas, sendal sepatu, dan semua kebutuhan Hana sudah siap, Rey tak pernah mengeluh walau Hana sibuk bekerja, dia sangat mengerti dan memahami Hana, akhir pekan pun tiba, saat nya melakukan foto prewed.


Setelah membicarakan konsep dengan sang fotographer pun, akhir nya konsep yang di pilih adalah klasik berwarna hitam putih, dengan latar outdorr, mereka memilih puncak sebagai tempat preewed nya, Hana dan Rey tak saling berdekatan, tapi mereka hanya saling bertatapan, walaupun ada jarak tapi terpancar cinta yang kuat, persis seperti hubungan mereka selama ini, tak berdekatan tapi hati mereka menyatu, sangat terpancar jelas cinta yang kuat dari keduanya, aura kebahagian pun menyeruak pemotretan ini, di iringi canda dan keusilan Rey, membuat suasana semakin hidup.


Tak lupa proses pembuatan foto prewed mereka Rey bagikan, kembali menjadi trending, kembali ramai di perbincangkan.


"Hahh,,, cape banget ya" Ucap Rey dalam mobil nya saat mereka hendak pulang "Mau makan di mana kita? aku laper banget" Mereka memang melewatkan makan siang


"Tenda mang Ujang, udah buka belum ya?" Jawab Hana


Rey melihat jam tangan nya "Udah kayak nya udah jam setengah 6" Jawab Rey tetap fokus mengemudi


"Ya udah cari masjid dulu, tanggung mau magrib, baru ke tenda mang Ujang" Usul Hana Rey pu mengangguk


Setelah sholat magrib mereka pergi ke tenda mang Ujang "Kamu belum makan nasi kan dari pagi?" Tanya Rey pada Hana yang tengah sibuk dengan ponsel nya.


"Lagi gak kepengen nasi,, aku mau mie goreng ekstra pedas aja, kepala aku pusing" Jawab Hana masih sibuk dengan ponsel nya


"Kamu gak bisa taro dulu itu HP,,?" Tanya Rey dengan menghela nafas nya


"Aku lagi atur jadwal kerjaan dulu, sebentar lagi,, ok" Jawab Hana lagi lagi tak menoleh ke arah Rey, akhirnya Rey selfi dengan latar Hana yang terus sibuk dengan ponsel nya


"Kenapa aden,, manyun aja,," Tanya mang Ujang saat melihat Rey, yang tengah memperhatikan Hana


"Aku serasa datang sendiri mang kesini" Jawab Rey yang masih merengut


"Kenapa,,?" Akhir nya Hana menaruh ponsel nya "Ada apa sih,,?" Tanya Hana lagi, karena Rey dan mang Ujang hanya tertawa menanggapi Hana


"Kita lagi ngomongin urusan cowok,,, kamu gak usah tahu,," Jawab Rey seraya menyodorkan mie goreng milik Hana


"Oohh,,," Hana langsung melahap mie nya, Rey pun terkekeh melihatnya, Hana benar benar tak menyadari bahwa dirinyalah yang menjadi topik.


"Besok aku jemput pagi pagi ya,, kita beli kebutuhan rumah sekaligus semua nya, kamu kan kapan lagi waktu nya,," Jelas Rey Hana pun mengangguk


"Besok,, pake motor yah,," Pinta Hana


."Kenapa,,?" Tanya Reu heran


"Aku kangen, saat helm kita jedot jedotan, kangen nyubitin pinggang kamu pas ngebut, kangen ngobrol sambil teriak teriak,," Hana pun tersenyum "Yang pasti aku kangen semuanya,,"


Rey pun tersenyum, "Di motor tuh lebih romantis yah" Hana pun mengangguk setuju dengan pernyataan Rey "Ok kita pake motor besok!"


*******


Seperti biasa Hana bangun pagi pagi sekali, sudah menjadi rutinitas baginya, setelah merapikan rumah dan membuat sarapan. Hana pergi mandi dan bersiap siap.

__ADS_1


"Kamu gak sarapan,, ?" Tanya bu Rika karena Hana hanya meminum secangkir teh manis panas


"Aku lagi gak selera mah,, lagian sebentar lagi Rey jemput aku mah" Jawab Hana kemudian menyeruput kembali teh panas nya


"Kamu harus jaga kesehatan,, akhir akhir ini mamah lihat kamu jarang makan,," Bu Rika pun sangat menghawatirkan putrinya itu.


"Aku gak apa apa Mah,,, lagi gak nafsu makan aja,," Hana mengambil ponselnya, dan segera menelepon Rey "Aku udah siap,,,!" Hana pun mematikan ponselnya, tak butuh waktu lama, suara motor Rey pun sudah terdengar. "Cepet banget sih,," Hana pun terkekeh, setelah mempersilahkan Rey masuk, mereka segera berpamitan, padahal masih pagi sekali


"Belum buka kali yang tokonya juga,," Ucap Rey karena memang masih pukul 7 pagi.


"Kita ke rumah dulu, baru toko,,, ok!" Ajak Hana, Rey pun mengangguk, setelah dia memakai helm, Rey pun memakaikan helm pada Hana "Aku juga kangen banget ini,,, di pakein helm sama kamu,," Ucap Hana dengan tersenyum lebar, membuat Rey semakin gemas.


Sesampainya di rumah mereka, Hana mulai mengira ngira perabot apa yang cocok untuk rumah mereka, Rey hanya mengekori saja.


"Kita belum bahas tentang gedung,," Ucap Rey saat mengekori Hana


"Kita menikah di sini,,,!" Hana menengok sekilas,,"Garden party,, lantai bawah kita kosongkan dulu cuma dapur yang kita isi, aku mau rumah ini benar benar jadi sejarah untuk kita, lagian tamu undangan kita kan gak banyak,, halaman kita luas, cukup buat nampung tamu, , dan yang pasti gak usah sewa!" Hana berbalik pada Rey "Setuju gak?"


"Aku setuju,, mau di mana aja yang penting nikah sama kamu," Rey membelai rambut Hana.


"Aku juga, yang penting nikah nya ya,,, sama kamu,,," Hana berbicara dengan senyuman yang mengembang.


"Berangkat,,,?" Tanya Rey saat melihat jam sudah pukul 8:30. Hana pun tersenyum


Mereka berjalan beriringan, dengan penuh kebahagian, rasanya luka itu sudah hilang Hana sudah benar benar tak merasakan sakit di hatinya.


"Sudah,,,?" Tanya Rey saat Hana menaiki motor nya


"Ia ,, sudah!" Hana pun sudah berada di jok motor nya Rey


"Masa,,,?" Tanya Rey heran


"Maksud nya,,?" Hana mencondongkan wajah nya ke depan.


"Gak berasa,,!" Ucap Rey karena Hana tak memeluknya, dia hanya memegang jaket Rey saja.


Hana terkekeh mendengar pernyataan Rey, dia pun segera melingkarkan tangan nya di pinggang Rey "Puas,,!!" Rey pun mengangguk dan melajukan motor nya.


Seperti biasa Rey akan mengabadikan momen nya, konten youtube nya sekarang menjadi lebih berwarna, biasa nya hanya berisi lagu lagu dan permainan gitar nya saja, kali ini berisi tentang Hana, membuat subcribers nya meningkat tajam, setiap vidio yang di unggahnya pun selalu puluhan juta kali di tonton, selain itu dia menjual lagu ciptaan nya dengan harga yang terbilang tinggi sehingga penghasilan Rey pun sangat besar.


Setelah perdebatan yang alot pun tentang pembayaran akhirnya mereka selesai berbelanja, Hana ingin membayar sebagian barang rumah tangga nya, tapi Rey sempat menolak nya, tentu saja Hana dengan keras kepala tetap bersikukuh ingin membagi nya.


"Aku telepon Dodi dulu, ngecek yang mau bantuin udah ada belum, sekalian bawain kita makanan dan minuman," Ucap Rey


"Gimana,, Odoy udah di rumah?" Tanya Hana saat Rey menghentikan saluran telepon nya

__ADS_1


"Heem,, 10 orang,, ada beberapa tukang juga" Jawab Rey


"Bagus lah, biar cepet beres,," Mereka pun segera kembali menuju ke rumah.


Hari yang melelahkan pun teelewati, Hana membeli perabotan dapur,, semua yang di perlukan, sedangkan Rey membeli furniture rumah, semua pun sudah tersusun dengan rapih, mereka hanya tinggal menempati saja.


"Wanita paling bodoh,,!" panggil Dodi pada Hana


"Ish,,," Hana pun kesal mendengarnya "Apaan sih manggil gua gitu mulu"


"Lo pikir gua bodoh Doy,, mau balikan lagi sama Rey,, gua wanita paling bodoh kalau itu terjadi,," Ledek Dodi mempraktekan bicara Hana tempo dulu.


"Balik sono,,,!" Perintah Hana pada Dodi


Dodi pun memeluk Hana "Asli gua bahagia ngeliat kalian berdua jadi,," Tiba tiba Dodi pun mengaduh kesakitan, rupaya Rey menjewer kuping nya "Bang,,, ampun bang,,, ampuun!" Pinta nya


"Cari mati lo! Peluk peluk calon istri gua,,!" Rey masih tak melepaskan jeweran nya, walau Dodi sudah melepaskan pelukannya pada Hana


"Ya elah Bang cuma peluk doang juga" Ucap Dodi sambil mengelus kuping nya


"Deuh,, gua gibeng juga lo,,!" Rey bertingkah seolah akan memukulnya, sedangkan Hana tertawa terbahak bahak melihat tingkah mereka.


"Gua balik,, tapi hati hati kalian berduan,, karena yang ketiga itu setan!" Goda Dodi


"Ia kalo Lo masih di sini,, setan nya kan elo,,!" Hana menunjuk kening Dodi, Dodi pun meninggalkan mereka


"Kita mau ngapain,,,?" Tanya Reyvpada Hana


"Ngepel,,,!" Jawab Hana singkat


"Siap boss!!" Mereka pun membersihkan lantai bersama.


Rumah mereka luasnya 100m2 sedangkan halaman mereka luasnya 142m2, cukup untuk melangsungkan pesta sederhana, Hana memang ingin sekali konsep garden party, karena rumah mereka di kawasan yang asri, sangat cocok dengan konsep Hana.


"Aah,, Hujan Rey,,,!" Hana tampak cemas


"Kita kan di dalem rumah sayang,," Rey sudah duduk di sofa bed dan menyalakan TV


"Kita kan gak bisa pulang,,," Hana mengerucut kan bibirnya


"Ini kan rumah kita,,," Rey menepuk nepuk tepat di sebelah nya, mengisyaratkan agar Hana duduk di dekat nya


Hana pun duduk di samping Rey dan bersandar di pundak nya, "Tapi kan belum,, nanti kalau udah sah!"


"Ya gimana lagi sayang ,, hujan" Rey merentangkan tangan nya agar Hana menjadi nyaman

__ADS_1


"Aku cape banget, ngtuk" Hana pun turun dan meringkuk di pangkuan Rey "Kak,,,, Kamu jangan tinggalin aku lagi ya,, Hana sayang banget sama Kakak, jangan pernah berubah lagi,," Dengan suara parau Hana berbicara, karena dia meracau dengan mata tertutup, Rey pun mengusap kepala Hana dengan lembut.


"Gak akan sayang,,, aku kangen banget kamu panggil Kakak,,," Rey menatap Hana yang sudah terlelap di pangkuan nya. "Kakak cinta kamu Hana!"


__ADS_2