
"Kak Lita gak keberatan kak Heru antar jemput aku terus?" Hana tengah makan siang dengan kekasih Heru
Lita pun tersenyum "Kamu keberatan dianter Heru?" Lita malah balik bertanya
"Hana terkekang kak" Hana menunduk "Mereka terlalu over protektif" Hana menatap Lita "Tolongin aku kak"
"Hmm, Kakak ngerti kok perasaan kamu, kakak bakal coba kasih penjelasan ke Heru" Lita pun menyentuh tangan Hana "Kamu yang sabar yah" Lita memberi Hana semangat
"Makasih kak, makasih Kakak udah mau ngertiin aku" Hana berucap tulus
Semenjak kejadian itu, Hana selalu di antar jemput oleh Heru, saat akan pulang setiap akhir pekan
******
Rey sudah memutuskan keluar dari kantor nya, karena Cafe nya yang semakin maju, beberapa bulan ini Rey tak bisa mendekati Hana karena Heru yang slalu mengawasi,, bahkan Rey sangat kesulitan untuk menelepon Hana
"Bang Rey!" Dodi memasuki ruangan pribadi nya "Bang masih mau di sini?" pasal nya ini sudah jam satu malam
Rey menoleh sekilas "Kasih tau gua Dod tempat kost Hana yang baru" Rey memohon, Dia terus menatap Dodi penuh pengharapan "Please Dod, minimal kasih tau gua daerahnya aja, nanti gua yang cari tau sendiri, gua janji Dod gak bakalan ngasih tau Hana, kalau Lo yang ngasih alamat nya"
Dodi berpikir sejenak, melihat Rey seperti ini tak tega, yang dia tahu Hana pun sama seperti ada yang kurang dari dirinya.
"Ok lah bang, Hana pindah tempat kost ke asrama putri deket kampus nya" Dodi menatap Rey "Lumayan ketat bang, cuma Heru cowok yang di izinin masuk" Dodi sangat tak tega pada Rey "Gua kasih Lo alamat lengkapnya bang"
Rey sangat senang "Makasih Dod, Lo yang terbaik"
******
Pagi-pagi sekali Rey sudah berada di depan asrama Hana, 6 bulan tak berkomunikasi dengan Hana membuat rindunya tak tertahan lagi, sesekali Rey melihat Hana sekilas, itu pun benar-benar hanya sekilas saja
"Hana ayo naik" Ajak Rey pada Hana saat sudah keluar dari gerbang
"Rey,, kamu,,, ngojek online?" Tanya Hana heran, Rey memakai motor matic, helm, serta jaket ojek online
"Biar gak ketahuan" Sebenarnya Rey bisa saja terang-terangan mendekati Hana lagi, tapi Rey mengurungkan niatnya sementara ini, sampai situasinya membaik.
Hana tersenyum dia pun sama merasakan rindu yang sama, tapi dia seketika merengut mengingat status nya yang sebentar lagi berubah, menjadi tunangan orang lain, lamunan Hana pun terbang ke peristiwa 2 bulan lalu
Flash back
Hana tergesa-gesa untuk menghadiri pesta pernikahan adik ipar kak Wulan, dia pun meminta Dodi mengantarkan nya di motor, karena semua keluarganya sudah berada di tempat resepsi, Hana yang menggunakan dress kebaya modern sedikit berantakan, saat sudah tiba, dia merapikan pakaian dan juga dandanan nya, hanya bercermin kaca jendela mobil, dia berputar melihat pantulan wajah nya di kaca spion memasikan wajah nya tak terlihat aneh, tanpa di duga kaca mobil pun terbuka, seorang pria tengah berada di dalam mobil, Hana pun menjadi salah tingkah, pria itu tersenyum berucap "Ok" dengan gerakan menyatukan telunjuk dan ibu jarinya membuat huruf O. Hana yang salah tingkah memutuskan untuk pergi begitu saja
Setelah seminggu kemudian, tak di duga pria itu datang berkunjung dengan Ferdy dan juga Wulan, pria itu bernama Setyo atau biasa dipanggil Tyo, dia adalah kakak dari istri adik Ferdy yang baru menikah minggu lalu,
__ADS_1
"Dek, Tyo suka sama kamu" Wulan berada di kamar Hana
"Teruss?" Hana tak terlalu menanggapi
"Dia itu udah sukses, rumah, mobil pribadi sudah ada" Wulan pun tampak antusias, Hana hanya terdiam tak perduli "Tampangnya juga keren kan?" Wulan menyenggol lengan nya, Hana hanya berdecak saja
"Kalau Lo setuju dia mau langsung lamar kamu, ini kan tahun terakhir kamu kuliah" Hana benar-benar sudah merasa pasrah dengan jalan hidup nya.
Setelah kepulangan mereka, keluarga Hana pun membahas nya
"Mama gak setuju, kejauhan nanti ketemu Hana nya susah" Ucap Mama Rika, karena Tyo memang berasal dari luar kota
"Kita tanyakan Hana dulu mah" Jawab pak Agus
Hana hanya melihat kedua orang tuanya dengan tatapan kosong, tak tahu harus menentukan arah hidupnya
"Papa tak masalah Hana bila menikah dengan Tyo, yang penting asal jangan Rey!" Pak Agus sebenar nya bukan orang yang banyak berkomentar.
Rika dan Hana pun menoleh bersamaan, mendengar komentar dari pak Agus, berbeda dengan raut Mama Rika yang sumringah merasa lega, Hana justru bersedih, mendengar keputusan pak Agus
"Hana mau Pah, atur aja terserah Papa gimana baiknya aja, Hana kekamar dulu Mah, Pah" Hana pun berlalu meninggalkan mereka, Bu Rika dan pak Agus pun mematung, tak percaya Hana menerima keputusan ini.
Flash back off
"Hana,,, Hana,, kamu baik-baik aja kan?" Tanya Rey yang memperhatikan Hana terdiam terus
"Aku kangen kamu Hana" Rey berucap lembut
"Kangen banget, Lama banget aku gak bisa temuin kamu" Ingin rasanya Rey memeluknya, tapi tetap saja itu tak bisa
Hana tersenyum sinis "Kamu pulang aja sana" Hana menghela nafasnya "Aku mau ke kampus dulu" Hana meninggalkan Rey
"Aku cinta kamu Hanaa!!" Teriak Rey sangat kencang.
Hana menoleh sekilas "Aku gak cinta sama kamu!"
*******
"Jadi Hana lebih penting dari aku?" Lita tengah mencoba membantu Hana
"Kamu cemburu sama Hana?" Heru heran Lita mempermasalahkan ini
"Aku gak cemburu sama Hana, tapi aku cemburu sama perhatian lebih kamu ke Hana!" Lita berpura-pura marah agar bisa membuat Heru tak mengekang Hana lagi.
__ADS_1
"Aku gak nyangka kamu cemburu sama Hana!" Heru tampak kaget dengan kemarahan Lita
"Kamu pernah pikir gak sih, kalau kita jadi Hana dan Rey?" Tanya Lita
"Maksud kamu apa?" Heru tak mengerti arah pembicaraan Lita
"Ini tuh masalah hati, kenapa sih kamu terlalu ikut campur!" Lita berucap sinis
"Hana sendiri udah terima Tyo, masalah nya dimana?" Heru seperti tak mau kalah
"Masalah nya kamu!" Lita menunjuk hidung Heru, sedangkan Heru mengerutkan dahi nya "Hana udah ngalah sama kalian, stop kekang dia" Lita berucap sinis "Ini tahun terakhirnya kuliah, kamu mau di stress gara-gara ngerasa terkekang" Heru terdiam sejenak "Kamu keterlaluan!"
Mungkin yang dikatakan Lita memang ada benarnya juga, Heru dan keluarga nya terlalu mengekang Hana, bagaimana bila dia gagal lulus tahun ini, sedangkan Hana sedang mengurusi skripsi nya.
*******
"Maaf,,," Ucap Heru saat sedang mengantar Hana pulang "Gua bakal ngomong ke tante Rika biar Lo gak tinggal di asrama lagi"
Hana pun berjingkrak kegirangan "Makasih kak" Hana memeluk Heru, sudah lama hubungan mereka seperti merenggang
"Udah lama banget, liat Lo gak senyum" Heru merasa bersalah sudah terlalu jauh ikut campur, dengan urusan Hana dan Rey
********
"Setelah wisuda gua mau nikah" Hana bercerita pada teman-teman kampusnya.
"Gila Lo, ngejomblo setahun, tiba-tiba mau married aja Lo!" Cici pun terheran "Lo jadi terima si Tyo?"
"Mau apa lagi coba? tampang ok, mapan, yang jelas bukan laki orang" Hana mencoba tersenyum, tapi ketiga sahabat nya itu tahu kalau ada kepalsuan di senyuman Hana
"Kenapa Lo terima perjodohan ini?" Tanya Aina
"Gua gak di jodohin ya,, catat itu!" Hana merasa tak terima dengan perkataan Aina
"Lo mau married sama orang yang kakak Lo bawa, terus Lo gak cinta itu apa namanya?" Devi menimpali
"Cinta,,? emang penting kah?" Mata Hana sudah berair "Entar juga lama-lama gua cinta ama laki gua" Hana kembali tersenyum getir
"Lo inget kan? pertanyaan lo yang setiap ngeliat orang nikahan." Ucap Cici, Hana pun menoleh mencoba mengingat
"Apa mereka sangat saling mencintai, sampai bisa memutuskan menikah?" Memang itu lah pertanyaan yang selalu Hana lontarkan
"Sekarang tanya sama diri Lo sendiri!" Ucap Devi menunjuk dada Hana
__ADS_1
Hana menunduk, rasanya begitu sakit mendengarnya, bahkan Hana sama sekali tak mengingat wajah calon suaminya itu, karena memang dia tak pernah merindukannya.
"Gua cuma mau ini berakhir!" Hana melirik teman-teman nya "Gua cuma mau lari dari perasaan gua sendiri!"