
hana membasuh wajah nya , merasakan kesegaran di setiap basuhan nya, nafas nya naik turun , dia berusaha mengatur nafas nya agar perasaan nya sedikit menjadi lega
" ah apa sih yang dia lakukan, dia fikir gua bisa maafin dia apa " hana memandang
pantulan wajah nya di cermin " hhh dulu di
buang sekarang di pungut lagi, entah apa yang merasuki mu rey"
bruuuk
tiba tiba tubuh hana terdorong ke tembok
" bocah ingusan ga tau diri lo, " kezia tiba tiba mendorong nya merangsek hingga dirinya terkunci
hana tak tinggal diam di pun mendorong kezia memberikan perlawanan
" hei tante maksud lo apa, kenal juga nggak "
" lo tuh ga pantes rey perjuangin, "
hana seketika mengingat kalo ternyata wanita ini yang beberapa bulan lalu ia lihat bersama dengan rey di rumah sakit
"hhh" hana mendengus kesal " oh lo cewek nya, denger ya baik baik lo ambil tuh bekas gua" hana mendorong bahu keizia
keizia mengerat kan gigi nya menahan emosi nya, tak di sangka hana yang lebih muda dan terlihat begitu polos dan lugu akan memberikan perlawanan kepada nya
" sok kecakepan banget sih lo, " keizia membalas dorongan hana
" ngaca dong tante" hana menghadap kan keizia ke cermin, " lo butuh polesan yang tebel kaya gini biar lo ngerasa kece, gua gak butuh polesan kaya lo, dan inget yang harus lo peringatin itu rey, biar dia bisa enyah dari hidup gua, kalo lo gak bisa,,, berarti gua lebih baik dari lo" hana meninggal kan keizia yang menahan amarah nya
" dasar bocah kurang ajar" keizia berteriak di dalam toilet
jantung hana berdebar kencang, saat dia keluar dari toilet tak henti henti nya dia mengusap dada nya serasa jantung hana terasa akan copot, entah dari mana datang nya kekuatan yang membuat nya berani melawan keizia, atau keizia hanya menjadi pelampiasan di saat yang tepat hana sedang ingin meluap kan emosi nya
" ya ampun , apa yang gua lakuin , kenal aja nggak sama tu orang, lagian kenapa dia maen labrak gua sesuka hati nya gitu" hana masih tak habis fikir dengan apa yang baru saja terjadi
hana menghentikan langkah nya ,terlihat rey sedang bersama sama teman nya, " duh males banget gua kalo balik ke situ" ucap nya dalam hati " hana memutus kan untuk meninggal kan cafe itu,
menyusuri jalanan di payungi lampu jalan yang terlihat indah, membuat nya sedikit lebih tenang dia sengaja tak memberi kabar kepada teman teman nya kalau dia sudah meninggal kafe itu, biar tau rasa fikir nya , tapi tanpa di sadari ternyata hana tak sendiri, ada yang mengikuti nya dari semenjak ia berangkat
" aku anter kamu pulang "
hana pun di buat nya terperanjat " kak nathan, ga usah kak aku mo pulang sendiri"
" aku minta maaf , udah kurang ajar sama kamu" nathan tetap mengikuti hana
" aku udah maafin kaka"
" ya udah kalo gitu ayo aku anter"
" aku gak mau kak" hana menghentikan langkah nya , sungguh hana hanya tak ingin membuat nathan terlalu banyak berharap pada nya,
" kenapa, kamu mau balikan lagi sama rey?"
__ADS_1
" paan sih kak, itu urusan aku" hana mulai merasa kesal,,
" kalo gitu naik" pinta nathan sekali lagi
" jangan paksa aku" tak sengaja hana melihat orang yang di kenal , menepi kan motor nya dia tampak sedang menerima panggilan,
" aku udah di jemput! "
" hhh di jemput siapa kamu" nathan yang notabene tetangga sebelah nya tau bahwa hana tak memiliki hubungan dengan siapa pun
" sama dia , " entah ide gila dari mana dia langsung menaiki boncengan motor pria yang tak sengaja diblihat nya itu
dan tentu saja pemilik motor itu sedikit terkejut , karna hana naik tiba tiba, dia hendak berkata tapi setelah tau bahwa hana lah yang menaiki motor nya dia pun tersenyum, dia menyadari hana sedang dalam masalah dan membiarkan diri nya ikut dalam permainan ini
" jangan main main kamu siapa dia" nathan menelisik pemuda yang baru pertama di lihat nya itu
" bukan urusan kamu" sekali lagi hana sedikit jutek, padahal hati nya tak tega, tapi sungguh dia tak ingin menjalani hubungan dengan nya, dia melakukan ini sengaja agar nathan mundur
" udah " tanya pemuda itu kepada hana yang telah duduk di boncengan nya, hana pun mengangguk
tak ada satu patah kata pun yang terucap dari hana, fikiran nya tertuju pada kejadian yang menimpa nya seharian ini, nathan rey dan keizia sungguh membuat hari nya benar benar buruk, hana tersadar saat pemuda itu menghentikan motor nya, dia pun baru tersadar sudah menyeret pemuda ini ikut dalam hari buruk nya
" ah , ya ampun , maaf ka, aku turun di sini aja," setelah di rasa cukup jauh dan nathan pun tak mengikuti nya, hana pun lamgsung tirun dari boncengan itu " makasih kak maaf banget aku ganggu kakak"
pemuda itu pun tersenyum, dia memperhatikan seksama hana, gadis yang terakhir di jumpai nya saat masih duduk di kelas 2 SMA itu, lama tak bertemu tentu saja hana kali ini lebih menarik, hana menyadari pandangan pemuda itu pada nya ,dia merasa sedikit cemas, dan takut
" udah cuma makasih aja" ucap pemuda itu dan membuat hana sedikit terkejut
" teruss?"
" ah maaf maaf, " hana membuka tas nya mengeluar kan dompet dan mengeluarkan uang lembaran biru , tawa pemuda itu pun lolos , melihat tingkah hana
" kamu bener bener mau bayar?" pemuda itu menahan tawa nya lagi, dan hana tampak kebingungan lagi, " ga cukup lah uang segitu, motor aku kan bagus"
hana melihat motor nya , ya ampun ini tuh moge yang nilai nya setara dengan satu mobil mewah, berapa fikir nya dia harus membayar nya
" aku gak mau uang" ucap pemuda itu
" teruss apa"
" kamu traktir aku makan nanti kapan kapan" pinta pemuda itu, dan hana pun tersenyum
" sekarang ayo kaka anter pulang"
" gak usah kak , aku bisa pulang sendiri, " hana menolak nya halus
" sekalian aku emang mau ketempat heru" pemuda itu adalah surya , teman sekaligus bos heru, " ini udah malem, gak baik naik angkutan sendirian" hana melihat jam tangan nya sudah menunjukan pukul 10 lebih
dia pun mengangguk , mungkin lebih aman fikir nya di antar surya dari pada harus naik angkutan umum malam malam begini
" oh ya no kamu mana, " pinta surya " biar nanti aku bisa nagih traktiran kamu"
hana mengambil ponsel nya, di lihat nya banyak panggilan dan chat yang tak ia jawab , dia pun tertawa kecil , membuat surya semakin terpesona, wajah tanpa riasan, bahkan make up tipis pun sudah sedikit terhapus saat dia membasuh wajah nya, tak sama sekali mengurangi aura kecantikan hana, bibir surya mengulas senyuman tipis
__ADS_1
" 08xxxxxxxxxxx hana menyebut kan no ponsel nya, " surya pun langsung mengetik nya
" udah" surya dan hana menyimpan kembali ponsel nya " ayok pulang" ajak surya dan hana mengikuti nya
****
sementara itu linda maya dodi dan rey tengah cemas , pasal nya hana tak menjawab panggilan mereka
" dod hana kemana" linda sangat khawatir
sedangkan rey sangat cemas, hana yang tak mungkin naik ojol itu , pasti sedang dalam angkutan fikir nya, sedang kan waktu sudah semakin malam,
maya pun tak kalah cemas , apa lagi dodi dialah orang yang membawa hana ke kafe itu dan membuat nya marah karna sudah membantu rey untuk mendekat kan mereka kembali
brum brum
di tengah kecemasan mereka , hana melintas dengan melambai kan tangan tersenyum kepada mereka , yang sukses membuat mereka menganga
" ahh keren banget tu cowok, " ucap maya
" g**a tu si hana kita mah mikirin dia, ternyata lagi asyik sama cogan" linda menimpali
" ada yang berkobar tapi bukan api" dodi menyikut rey
rey hanya terdiam, dia tau betul hana tak mungkin mau di bonceng dengan orang yang baru di kenal nya
" ada yang kenal tu cowok" tanya rey
membuat ke tiga orang di depan nya itu berfikir sejenak dan mereka pun menggeleng kan kepala nya
" sial !!" ucap rey begitu lantang
" ancamann gaes, saingan nya berat" ucap linda
rey menghela nafas nya " gua masuk dulu"
***
" makasih kak udah nganterin aku"
" aku bakal tagih ya traktiran kamu"
hana tersenyum dan nengangguk " masuk dulu kak" hana berbasa basi
"makasih udah malem mau langsung pulang aja" jawab surya
" lha katanya mau ke rumah kak heru" tanya hana sedikit heran
" itu alesan aku aja biar kamu mau di anter pulang" surya mengerling kan mata nya
" hhh" kemudian hana pun tertawa " hati hati di jalan kak" surya mengangguk dan meninggal kan rumah hana
hana melihat sekilas ke arah rumah nathan, dan sepertinya pemuda itu belum pulang
__ADS_1
" maafin aku nathan" gumam hana