
"Assalamualaikum," Hana membuka pintu dengan tidak semangat
"Wa'alaikumussalam, kamu pulang nya sore banget, udah makan? " Tanya Mama Rika
"Tadi beres - beres dulu mah, Hana langsung ke kamar ya, Hana mau tidur" Jawab Hana sendu
"Kamu gak apa - apa? kamu sakit," Tanya Mama Rika yang melihat kondisi anak nya pucat dan sedikit sembab
"Gak apa apa Ma beneran,, Hana cuma capek ngantuk" Hana langsung bergegas memasuki kamar nya, tak menghirau kan Mama nya yang meminta nya untuk segera makan
Hana langsung berganti pakaian , di lihat pantulan diri nya kaca besar almari nya, terpampang jelas tanda merah di sekitar leher dan dada nya, tak luput lebam lebam di tangan nya akibat pemaksaan yang di lakukan Rey
"Br***sek!!" untuk pertama kali nya Hana memaki kekasih nya itu
Hana merebah kan tubuh nya di ranjang, dia mengingat hubungan nya selama 2 tahun ini, bahkan lebih jika di hitung sejak mereka mulai berteman dekat
Rey pemuda baik, entah mengapa dia jadi seperti itu, bahkan dia menunggu setahun hanya untuk mendapat kan ciuman pertama nya
Hana menjadi sangat frustasi ,harus kah dia menjadikan satu kesalahan ini, untuk menghapus 2 tahun kebahagian nya
"Tapi ini kesalahan besar, bukan karna dia menyentuh ku , tapi pemaksaan nya dan alasan nya gak bisa di terima" Hana terus saja bergumam dalam hati nya, dia terus memandangi 2 cincin putih yang melingkar di jari nya, "Aku butuh waktu!" Hana menghela nafas panjang
Rey
Rey terus saja merutuki diri nya dan kebodohan nya, entah apa yang di fikiran nya kenapa dia bisa sejahat ini, terbayang - bayang tangisan Hana, bahkan jeritan nya, tidak pernah dia melihat hana menangis tapi kali ini bahkan dia sendiri yang membuat nya menjatuh kan air mata nya
Pemuda itu tersenyum sendiri saat mengingat senyum dan canda Hana, tapi raut muka nya tiba tiba berubah saat mengingat kejadian memalukan tadi siang
Tok tok
Kreek
" Rey kenapa ,ada apa?, Mama perhatikan sejak dari tadi Mama sama Papa pulang kamu mengurung diri terus di kamar," Ucap Ibu Wati yang melihat anak nya melamun menghadap jendela
"Gak mah , Rey bingung setelah lulus tahun ini Rey bikin usaha sendiri apa kerja dulu ya mah" Rey beralasan untuk menutupi kejadian yang sebenar nya
"Tinggal 2 bulan lagi kamu wisuda ya nak, rasa - rasa nya waktu memang cepat berlalu" Ibu Wati mengingat waktu yang terasa cepat berlalu
" Terserah kamu nak Mama sama Papa tetap mendukung kamu, tapi memang cita cita kamu kan bukan nya jadi bos?" ucap Ibu Wati sedikit menahan tawa nya
"Hehh" Rey terkekeh mengingat cita - cita nya dulu "Ia mah Rey masih ingat, tapi mungkin Rey mau cari pengalaman dulu, baru buka usaha sendiri" Ucap nya penuh semangat
"Kamu gak ke rumah Hana?" Rey pun langsung menoleh mendengar pertanyaan Ibu Wati
"Enggak dulu Mah, Rey melakukan kesalahan besar, Hana sekarang sangat marah Mah, katanya dia butuh waktu sendiri" Ucap Rey penuh penyesalan
"Reyy, wanita itu pada dasar nya suka di bujuk, di rayu, kalau kamu nurut biarin dia sendirian dulu, dia akan merasa tak di butuh kan" Rey mengerutkan dahi nya
"Masa gitu mah, kalo dia tambah marah gimana?" Rey memang tak terlalu paham soal ini
"Kamu belum coba kan?'' Rey pun menggeleng "Semangat dong gitu aja nyerah, dasar bucin" Ibu Wati menepuk bahu putra nya itu
"Dih Mamah ko tau bucin?," Rey terkekeh
"Biasa Mamah kan korban sinetron" Ucap Bu Wati dan merekapun tertawa.
Rey akan mencoba nya malam ini juga, makin cepat makin baik fikir nya, dia tak ingin ini menjadi akhir dari hubungan nya, dia harus berusaha sekeras mungkin.
__ADS_1
Rumah Hana
Mama Rika sangat khawatir dengan anak gadis nya itu, tak seperti biasanya Hana bersikap seperti ini, belum lagi hana yang
tak mau makan semenjak dia pulang
Tok tok tok
Mama Rika langsung membuka pintu
yang memang tak di kunci, di lihat anak gadis nya itu tetap tertidur walau ini sudah lepas magrib.
"Hana bangun sayang " Dan Mama Rika pun terkejut saat membangun kan Hana, karena badan nya panas sekali "Kamu demam?" Ibu Rika pun panik
"Hehh, gak Mah Hana cuma ngantuk butuh istirahat aja, " Ucap Hana dengan suara parau
"Kamu udah tidur lama sayang, kita ke dokter sekarang," Mamah Rika membangun kan tubuh Hana, danmembantu nya untuk duduk
"Mah Hana gak mau , Hana cuma pengen tidur Mah, " Hana bersikeras tidak ingin di bawa ke rumah sakit
Tok tok tok
"Assalamualaikum" Rey tiba - tiba datang diantara perdebatan Hana dan Mama nya
"Wa'alaikumussalam," Mama Rika pun bergegas membuka pintu "Kebetulan nak Rey, Hana demam , tapi ga mau di bawa ke rumah sakit ,Tante udah bujuk susah banget, soal nya om lagi ke luar kota jadi susah deh buat bujuk Hana nya" Ibu Rika bercerita panjang lebar
"Hana sakit tan? dari kapan" Perasaan bersalah Rey semakin menyelimuti nya
"Dari pas pulang sekolah, gak makan langsung masuk kamar, ga biasa nya kaya gitu,muka nya pucat berantakan banget, Tante tanya tapi Hana nya gak mau jawab" Jelas Ibu Rika dan seketika Rey menunduk mengingat kejadian siang tadi
Rey berdiri di pintu kamar Hana yang memang terbuka , tubuh Hana yang tertutup selimut sampai leher hanya terlihat pucuk kepala nya saja, Rey duduk di tepian ranjang, dia mencondongkan kepala nya dan merapikan anak rambut Hana ke telinga nya,
Hana perlahan membuka mata nya dia merasakan ada sentuhan di wajah nya, dan seketika mata nya membulat , badan nya terkesiap saat melihat seseorang yang duduk di tepi ranjang nya,,
"Kak Rey" Hana sangat terkejut
Rey menyentuh tangan Hana, dan seketika hana menepis nya
"Maafin Kakak, kita lupain dulu masalah kita kamu ke rumah sakit dulu ya, nanti kamu boleh lanjutin lagi marah nya" Bujuk Rey yang sangat khawatir dengan keadaan Hana
Hana mencibik kan bibir nya, saat dia hendak berkata seketika terhentikan karna terdengar langkah kaki yang tak lain adalah Ibu Rika
"Gimana Rey Hana udah mau?" Tanya Ibu Rika cemas
"Pasti atan, kita berangkat sekarang " Hana pun memicing kan mata nya dan menghela nafas nya panjang, tak bisa berbuat apa-apa akhir nya Hana mengikuti kemauan Rey dan Mamah nya
Saat Hana bersiap - siap, tak lupa ia memakai baju turtle neck untuk menutupi tanda merah di leher nya, dab Rey pun mengambil mobil nya,
"Ma, di depan ya, Hana mau di kursi belakang aja" Pinta Hana saat akan menaiki mobil
"Lha ko?" Tanya Bu Rika herab
"Pusing lihat jalanan " Hana beralasan demikian untuk menutupi bahwa diri nya malas berdekatan dengan Rey
Hana duduk di kursi belakang , Rey hanya bisa melihat nya dari kaca spion nya saja, dan Hana membuang pandangan nya ke arah jendela
"Rencana kamu abis lulus apa Rey" Tanya Mamah Rika
__ADS_1
"Rey mau buka usaha sendiri Tan, tapi mungkin kerja dulu , pengen nyari pengalaman ," Jawab nya yang terus fokus mengemudi.
"Bagus lah biar ngerti dunia usaha, banyak banyak tanya juga sama yang udah pengalaman, jatuh bangun bikin usaha tuh gak seindah yang di bayangin, kita harus memikirkan hal terburuk nya juga," Rey hanya mengangguk ngangguk
Setelah pulang dari rumah sakit, Rey mencoba mengajak Hana berbicara lagi
"Hana," Baru Rey mengucap kan namanya Hana langsung menimpali nya
"Hana udah maafin Kakak, tapii Hana butuh waktu Kak, kita gak usah ketemu dulu, Hana mohon" Hana menundukan kepala nya, berat untuk nya mengucapkan hal ini
Rey hanya tersenyum dia harus menerima keputusan Hana
Sudah 3 hari semenjak kejadian itu, tak biasa nya Rey yang sedang libur tidak menyambangi rumah Hana, membuat Ibu Wati merasa heran
"Rey tumben kamu ga ke rumah hana, biasa nya gak pernah absen" Ibu Wati merasa heran
"Hana nya lagi sakit Mah" Jawab Rey
"Lha ko , harus nya kamu temenin dong, atau masalah kamu belum beres" Dan Rey hanya mengangguk "Hmm, Mamah mau jenguk Hana" Ucap Ibu Wati
***Rumah Hana**
Tok tok tok*
"Assalamualaikum" Ibu Wati mengetuk pintu rumah Hana
"Wa' alaikumussalam" Ibu Rika pun bergegas membuka pintu mendengar suara yang di kenal nya "Eh bu Wati , masuk Bu" Bu Rika mempersilah kan Ibu Wati masuk
"Ia bu makasih, Hana gimana Bu udah sehat" Bu Wati menyodor kan parcel buah nya
"Ah Bu repot - repot segala, Hana udah sehat Bu dia sekarang lagi bikin kue di dapur" Jelas Bu Rika, memang Hana hanya demam malam itu saja, keesokan hari nya dia sudah sehat seperti biasa "Biar saya panggilkan Bu "
"Gak usah bu saya kebelakang aja , boleh ?" pinta Ibu Wati
"Ah ia Bu silah kan , tapi maaf berantakan " Bu Rika mempersilah kan Bu Wati
Ibu Wati pun menuju ke dapur , di lihat nya Hana yang tengah sibuk membuat kue, dan tanpa di duga duga
Greep
Ibu Wati langsung memeluk tubuh Hana,
Hana pun terlonjak kaget, dia megerjap kan mata nya , tangan nya masih blepotan adonan kue
"Ta - tante, kenapa, "Tanya Hana heran
"Kamu sehat ?" Ibu Wati mengusap pucuk kepala Hana , dan di susul anggukan Hana
"Tante kangen sayang, kamu gak ada ke rumah" Jelas ibu Wati
"Ha- Hana masih kurang enak badan Tan, maaf ya belum sempat ke rumah" Hana sangat gugup
" Tante gak tahu ada apa kamu sama Rey, tapi Tante harap kamu maafin Rey ya sayang, " Hana pun langsung menatap ke arah Ibu Wati
"Rey pasti melakukan kesalahan yang tidak kecil, kamu sampai marah begini, tapi terima Rey lagi ya, Tante ga sanggup kalo kamu pisah sama Rey" Hana pun tersenyum mendengar calon mertuanya itu, Ibu Wati sangat menyayangi Hana, dia menganggap Hana sebagai putri nya
" Ia Tante gak ko, kita gak apa apa" Hana pun bergumam dalam hati nya "Dasar anak Mamah!!"
__ADS_1