Berdamai Dengan Hati!!

Berdamai Dengan Hati!!
Part 47 Asal Jangan Rey!!


__ADS_3

Hari reuni pun tiba, Hana tampil sangat anggun membuat nya menjadi pusat perhatian, tak luput Rey pun sangat terpesona, seperti biasa Hana akan berpura-pura seolah dia tak mengenal Rey, bila sedang berada di muka umum.


Tatapan Hana justru terpaku pada pria yang tengah menggendong bayi, yang sekitar berumur 5 bulan, bayi perempuan itu tampak lucu dan menggemaskan


"Apa kabar pak?" Hana menyalami pak Ari "Hai sayang kamu lucu banget sih?" Hana mencubit pipi bayi mungil itu


"Kabar Bapak baik, kamu sendiri?" Tanya pak Ari pada Hana, yang tak bisa melepas kan pandangan nya sedikitpun


"Boleh?" Hana merentang kan tangannya bermaksud menggendong bayi lucu itu, pak Ari pun mengangguk "Kabar aku baik pak, istri Bapak mana?" Mata Hana mengitari mencari keberadaan istri pak Ari


"Dia di toilet" Pak Ari tersenyum melihat Hana yang tampak akrab dengan putri nya "Kamu makin cantik"


Hana menoleh, melirik pak Ari sebentar, lalu pandangan nya kembali pada mahluk kecil yang tengah di gendong nya "Terima kasih, Bapak juga makin keren, Hot Daddy!"


Mendengar ucapan Hana pak Ari pun terkekeh, mereka mengobrol sebentar sampai akhir nya istri pak Ari pun datang, Hana pun pamit karena akan segera ke Bandara, Hana melirik jam tangannya, dia segera bergegas karena dia harus ke rumah Surya terlebih dahulu


Dert dert dert


"Hallo"


"kamu cantik banget, gak bisa nunggu sebentar lagi?, gak sampai 30 menit aku ferform"


"Maaf aku gak bisa, lain kali ya, sory aku buru-buru"


Tut tut tut


Rey menatap Hana di atas lantai dua, Hana tampak begitu terburu-buru, seperti nya Rey menyadari seperti apa kedudukan nya di hati Hana. Rey terus memandangi Hana sampai akhir nya Hana menaiki mobil mewah dan tak terlihat lagi.


******


"Non Hana, Den Surya sudah menuju Bandara lebih dulu" Kata supir yang sudah sangat Hana kenal


Hana mellihat jam tangannya lagi, dia memang sedikit terlambat "Ia mang kita juga langsung kesana!" Hana tampak gelisah, karena bertemu banyak teman dia tak bisa menghindari hanya untuk sekedar bertegur sapa.


Mobil mereka pun meluncur dengan cepat, Hana tak ingin melewatkan momen terakhir nya dengan Surya.Dan akhir nya mereka telah sampai Bandara, Hana mengambil ponsel nya untuk menghubungi Surya, dan akhirnya mereka pun bertemu


"Apa aku terlambat" Hana dengan nafas terengah-engah menghampiri Surya


Surya menarik Hana ke pelukannya "Masih ada satu jam lagi waktu untuk kita, pesawat nya delay setengah jam"


Hana melepaskan pelukan Surya "Malu ini tempat rame" Mendengar itu Surya terkekeh


"Hayu ketempat sepi" Surya menarik lengan Hana


"Kemana" Hana pun bingung


"Katanya rame, malu" Surya menoleh ke belakang pada Hana yang masih lambat mengikuti nya


Surya dan Hana menuju mobil nya, mobil Alpard ini cukup leluasa untuk mereka mengobrol, Hana menyerah kan bingkisan nya untuk Surya


"Apa ini?" Surya tersenyum bahagia melihat bingkisan nya


"Nanti juga kamu tau" ucap Hana dengan tersenyum "Jangan di buka! Nanti aja" Hana melihat Surya yang tak sabar untuk mengetahui isinya

__ADS_1


Surya terkekeh "Aku penasaran"


"Nanti, aku bilang" Hana mengerucutkan bibir nya, Surya kembali mencoba membuka hadiah nya, Hana meraih tangan Surya "Aku kembalikan ini"


Surya mengerutkan kening nya "Ini hadiah buat kamu, bukan pinjaman yang harus kamu balikin lagi ke aku"


Hana mengembalikan kalung berlian dari Surya, walaupun masih banyak hadiah lain dari Surya, termasuk ponsel mahal, dan puluhan gaun mahal yang bahkan belum sempat Hana pakai semua, dan beberapa pasang sepatu yang harga nya juga mahal, rasa nya Hana tak pantas menerima kalung mahal itu.


Surya memakaikan kembali kalung berlian itu "Kamu yang bilang kalau kita jodoh pasti bertemu" Surya menangkup wajah Hana "Dan aku selalu berdoa, dan berharap kita ini adalah jodoh"


Hana tersenyum tapi sudut mata nya berair, dan bibir nya terlihat tertekuk ke bawah, Hana menahan sekuat tenaga agar dirinya tak menangis, sampai akhir nya Surya mencium bibir nya, cukup lama, mereka meluapkan rasa kerinduan, sampai ketukan kaca mobil menghentikan aktifitas mereka.


"Den sebentar lagi" Pak supir mengingat kan karena mereka sudah lebih dari setengah jam


Surya menghapus air mata yang sedikit menggenang, dia mencium kening Hana lalu membuka pintu mobil nya, Mereka berjalan bergandengan, tak ada kata apapun hanya deru nafas mereka yang memburu, sampai akhir nya mereka pun tiba pada waktu nya


"Kamu baik -baik ya di sini" Surya mencium kening Hana lagi, Hana hanya mengangguk sembari menahan tangis nya


"Kamu juga" Hana menatap Surya, akhirnya Hana lah yang memeluk Surya, bagaimana pun Surya lah yang membuat hari-hari Hana menjadi indah, dialah Lelaki yang benar-benar telah menghapus rasa sakit nya selama ini.


*****


Hana tengah berada di kamar nya, tak bisa di pungkiri hati nya merasa sedih, tak seperti Surya yang saat pergi ke Batam, Hana masih bisa bertemu dengan nya, tapi sekarang Surya pergi lebih jauh.


"Hana ayo keluar" Linda dan Maya menghampiri nya


"Gua males" Hana malah membaringkan tubuh nya di kasur


"Ayo, ada Dodi juga" Linda menarik tangan Hana dan mengangkat tubuh nya


"Libur kan, tadi kak Rey Cafe nya tutup" Maya menjelaskan


Hana tak mengganti dress tidur nya yang selutut, dia memakai long cardi untuk menutupi bagian tubuh nya yang terekspos


"Lo gak ganti baju?" Tanya Maya, dan Hana hanya menggeleng kepala nya.


Mereka bertiga menuju taman komplek dimana mereka tinggal, terlihat Dodi, Dion, Angga dan tak ketinggalan juga Rey.


"Inilah dia artis ibu kota, kita sambuut 'TRiO UNDUR UNDUUUR" Dodi menyambut kedatangan mereka.


"Gak keren banget sih namanya" Ucap Linda


"Yang tengah kenapa, sariawan" Goda Rey melihat Hana hanya terdiam


"Mules lagi nahan pup" Jawab Hana asal


Rey hanya terkekeh "Dasar dari sononya cantik, lagi nahan mules, teteup aja cantik" Rey mencoba menggoda Hana


"Gak mempan godaan nya, udah biasa di bilang cantik" Hana tersenyum sinis


"Whoo pedass!" Ledek Dion


Akhir nya Hana bisa tertawa, sejenak dia melupakan sedih nya, Rey pun sangat senang melihat kecerian Hana, tak menyangka Hana bisa selepas ini.

__ADS_1


"Ayo bikin tik tok" Ajak Dion


Mereka pun mulai bergoyang absurd, Rey terkekeh melihat tingkah Hana, "Bisa gesrek juga kamu" Rey bergumam dalam hatinya


Sampai akhir nya, mereka berjoged dengan lagu dangdut, Hana menyanyikan lagu dangdut, sesekali dia teriak "Hoobah, goyang mang" Dion pun mengibas-ngibaskan uang 20ribuan, aktifitas Hana pun terhenti saat ponsel nya berdering, Hana mengerutkan kening nya, melihat kontak yang menelepon nya, mata nya menelisik kearah penjuru taman, terlihat sosok yang menelepon nya berdiri di ujung taman.


"Rey kenapa kamu telepon aku?" Hana merasa heran pasal nya mereka hanya berjarak 500 meter saja


"Udah stop, kamu jangan joget-joget lagi aku gak sanggup ngeliat nya" Rey frustasi terlihat dia tampak mondar-mandir


"Kenapa gak sanggup" Hana mengerutkan kening nya, kali mereka bertatapan jarak jauh


Rey ternyata pergi meninggalkan mereka, saat Hana tengah berjoget ria, ada rasa cemburu di hati nya, tak rela melihat kedekatan nya dengan Dion, padahal Hana berjoget biasa-biasa saja, tapi tetap saja melihat Hana dekat dengan lelaki lain, membuat hati nya merasakan panas


Teman-teman mereka memperhatikan itu, membuat mereka geleng-geleng kepala, apa yang terjadi dengan dua insan ini, sungguh sangat membingungkan


"Kalian itu yah, jarak 500 meter aja pake telponan!" Teriak Dodi, membuat Hana dan Rey seketika menoleh bersamaan.


"Balikan aja woii, gak usah gengsi!!" Teriak Dion, Hana menutup telepon nya, kembali menghampiri teman-temannya


"Kalian Rese!!" Hana berkacak pinggang "Aku sama Rey itu gak mungkin balikan, kita itu temen sekarang" Hana mendonggak kan wajah nya


"Iya kita itu temen" Rey menyela, Hana pun mengangguk-angguk


"Tuh kan, denger tuh!" Hana mencibikkan bibir nya


"Temen hidup maksud nya" Rey pun tersenyum lebar, sedangkan Hana terbelalak mendengar ucapan Rey itu.


*******


Hana dan Rey kembali intens, meskipun hanya di telepon, mereka mulai tak canggung untuk menjadi teman curhat, sedangkan di komplek mereka tetap menjaga jarak, tak pernah terlihat berdua, mereka akan bersama jika saat berkumpul saja dengan teman-teman yang lain, Tentu saja hubungan Hana dan Rey yang membaik sampai ke telinga keluarga Hana


"Gua nyuruh Lo maafin Rey, bukan balikan lagi yah" Ucap Dina


"Kamu cari cowok lain selain Rey, pokoknya awas kalau balikan lagi" Wulan memberi nasihat


Ibu Rika dan pak Agus tentu saja selalu mengultimatum Hana, untuk tak kembali pada Rey, tak luput tante Husna dan om Daden ayah Heru juga memberi peringatan.


********


"Gua denger Lo udah baikan sama si Rey" Selidik Heru, saat mereka sedang menikmati sarapan bersama, setelah lari pagi


Hana pun menoleh "Enggak kok, aku cuma udah maafin dia, gak balikan lagi"


"Gua bilang BAIKKAN bukan BALIKAN Hana!" Heru tampak sangat serius tak seperti biasa nya


Hana tertunduk, dia tau Kakak nya itu akan sangat marah jika tau mereka berhubungan baik lagi


"Otak Lo masih ada kan?" Heru bertanya dingin, Hana menoleh setengah tak percaya dengan pertanyaan Heru "Kalo Lo balikan lagi mungkin otak Lo kebawa pas Lo lagi pup!" Heru kembali berucap datar


"Kak apaan sih, kok gitu ngomongnya?" Hana menghentikan sarapan nya


"Ia lah, Elo itu masuk kategori orang terbodoh, kalau Lo dengan gampang nya maafin dia gitu aja" Heru menatap tajam Hana, dia benar-benar tak main-main dengan ucapan nya "Gua kecewa sama Lo Na, cari cowok lain, asal jangan Rey, bisakan Lo tepatin janji Lo dulu?"

__ADS_1


Hana terpaku hati nya bergemuruh, tapi dia benar-benar tak ada niat untuk kembali pada Rey, Hana hanya ingin berdamai dengan hatinya, apakah itu salah, apakah mereka tak bisa berteman seperti dulu.


Akhirnya Hana mengangguk "Ia aku bakal tepati janji aku dulu"


__ADS_2