
Ane , terbangun dari tidur nya . Badan nya menggeliat merasakan lelah di seluruh tubuh karena harus bekerja lembur tadi malam . Dia melihat sekilas jam di ponsel nya , Sudah jam delapan .
Setelah mengecek pesan masuk , dia menghela nafas ' Masih belum ada kabar' .
Dengan langkah yang sedikit terseok Ane berjalan ke kamar mandi , yang terletak di dalam kamar kost nya . Jam sembilan nanti dia harus sudah berada di tempat kerja .
Setelah menghabiskan waktu setengah jam untuk bersiap diri , Ane keluar dari kamar kost nya menuju Restoran tempat dia bekerja selama dua tahun belakangan ini .
Jarak antara kost dan tempat kerja nya hanya sepuluh menit , dengan berjalan kaki . Ane beruntung mendapatkan kost yang dekat dengan tempat kerja nya itu .
" Hai Ane , ini sarapan mu " sapa seorang koki resto yang melihat Ane masuk dari pintu belakang resto .
Frans , begitu sang koki biasa di panggil . menyodorkan sepiring sandwich untuk Ane .
" Thanks Frans kamu memang yang terbaik " Ujar Ane dengan senyum merekah .
Usia Frans sudah empat puluh tahun , Dia menganggap Ane sebagai putrinya . Apalagi Ane hanya hidup seorang diri , setelah orang tua Ane meninggal akibat kecelakaan dua setengah tahun yang lalu . Di saat itu lah Ane mulai bekerja di restoran ini .
Frans melanjutkan pekerjaan nya , Ane dengan cepat menghabiskan sarapan nya dan pergi ke ruang ganti untuk mengganti seragam .
∆∆∆
Restoran sedang ramai karena ini sudah masuk jam makan siang , Ane sibuk hilir mudik melayani pelanggan yang tidak ada habisnya .
langkah nya terhenti di depan meja kasir , saat layar tv di belakang meja kasir menayangkan acara gosip .
Bukan , Ane bukan tertarik pada acara gosip . Tapi Ane tertarik saat si pembawa acara , menampilkan foto pria yang sangat di kenal nya . Sedang bergandengan tangan dengan wanita cantik , saat turun dari jet pribadi .
" Ane ! "
Ane terkejut oleh panggilan si kasir , sekaligus teman nya itu . " Aku memanggil mu dari tadi , kenapa kamu menangis sambil melamun ? " tanya Dwi heran
" Oh maaf , seperti nya perut ku sakit " jawab Ane
" Ya sudah , pergi ke belakang sana istirahat dulu "
" Bisakah aku meminta izin hari ini ? " tanya Ane
" Apakah perut mu sangat sakit , karena selama ini kamu tidak pernah izin bekerja ? " tanya Dwi cemas
" Sudah ku bilang jangan terlalu memaksakan diri , sudah pulang sana ! biar aku yang menyampaikan izin mu pada bos " sambung Dwi lagi
Ane berlari kecil , ke ruang ganti . Setelah berganti pakaian dan membereskan barang nya . Ane langsung pulang menuju kost nya lewat pintu belakang resto .
Ane memasuki kamar kost nya , setelah menutup pintu tangis nya pecah begitu saja . Bersandar di daun pintu yang tertutup tubuh Ane luruh ke lantai .
Dengan memeluk kedua lutut nya , dia menumpahkan semua air mata nya yang sejak tadi ia tahan . Bukan tanpa sebab Ane seperti ini , pasal nya pria yang ia lihat di berita gosip tadi adalah Alingga .
Kekasih yang selama ini Ane tunggu , selama tiga tahun . Langsung ia buka ponsel nya dan mengecek berita di akun gosip di sosial media berbentuk kotak itu . Setelah mencerna isi dari berita tersebut , tangis Ane semakin menjadi . Ia menangis tanpa suara , memikirkan betapa menyedihkan nasib nya saat ini .
Alingga , kekasih nya yang sudah ia harap kan akan kembali . Ternyata kini sudah kembali , tapi dengan seorang tunangan .
Apakah Alingga sudah melupakan nya ?
Tiga tahun lalu saat mereka baru lulus SMA , mereka harus berpisah , karena Alingga akan kuliah di LN . mereka berpacaran sejak kelas dua , sebelum pergi Alingga memintanya untuk setia menunggu Alingga kembali . Bahkan Ane sampai menyerahkan kesucian nya sebagai jaminan untuk Alingga , merubah penampilan menjadi gadis introvert . Agar tidak ada pria yang melirik nya , padahal wajah Ane sangat cantik walau tanpa riasan wajah dan pakaian mahal .
tapi demi membuat kekasih nya tidak khawatir Ane rela merubah semua nya .
__ADS_1
Setengah tahun hubungan mereka baik baik saja , sampai tiba tiba Alingga hilang tanpa kabar . Dan di saat itulah Orang tua Ane mengalami kecelakaan , Rumah peninggalan orang tuanya terpaksa ia jual guna menutupi biaya rumah sakit . Tapi sayang kedua Orang tua Ane masih tidak bisa di selamatkan .
Dengan sisa uang penjualan rumah , Ane melanjutkan kuliah nya . Sambil bekerja part time di restoran .
Terkadang di saat hari libur , ia mengambil Job Freelance menjadi SPG . Meskipun itu harus merubah penampilan nya seperti semula , tapi hanya satu hari . setelah pulang kerja Ane kembali lagi menjadi gadis cupu . Ia tidak ingin mengingkari janji pada kekasih nya walaupun Alingga sampai saat ini tidak ada kabar sedikit pun .
Jadi bisa di bayangkan bagaimana keadaan hati nya saat ini , mendengar kabar bahwa kekasih nya sudah kembali tapi juga sudah mempunyai tunangan .
' Tuhan , kenapa tidak ambil nyawa ku saja sekarang ' ratap Ane .
Setelah puas menangis , Ane menghapus air mata nya . Dia mulai berselancar di internet mencari info tentang kekasih nya .
Jadi saat ini Alingga sudah menjadi Ceo di perusahaan ayah nya . Beruntung Ane mendapat info lowongan di perusahaan kekasih nya itu , besok dia akan mengambil libur satu hari lagi di Resto untuk mengikuti interview terbuka di perusahaan Alingga .
∆∆∆
Beruntung pagi ini mata Ane sudah tidak bengkak lagi , setelah ia mengompres nya semalaman .
Ane memakai pakaian terbaik nya , setelah mendaftar lewat email , Ane bisa langsung mengikuti interview itu .
Dengan menggunakan ojek online yang sudah di pesan nya lewat aplikasi , Ane sampai di gedung perkantoran tempat Alingga .
Sejak keluar dari kost nya , Ane tidak bisa menahan gelisah . Dia takut Alingga telah melupakan nya .
Atau yang lebih buruk lagi , Alingga mengingat nya tapi malah mengusir nya .
Segera Ane menepis pemikiran itu , dan melangkah menuju resepsionis untuk mengkonfirmasi .
Alingga tidak akan sejahat itu , dia pasti punya alasan kenapa selama dua setengah tahun ini tanpa kabar . Dan untuk masalah lain nya , Ane hanya ingin memastikan . Jika Alingga sungguh ingin mengakhiri hubungan ini , Ane akan menerima nya .
Ting
Lift berhenti di lantai tujuan Ane , setelah keluar dari lift Ane menenangkan dirinya sendiri bahwa semua akan baik baik saja .
Baru dia melangkah , untuk ikut duduk mengangtri dengan calon yang lain .
Satu persatu nama mereka di panggil , sampai jam menunjukan pukul sebelas .
" Anemaira " panggil seorang wanita yang dari tadi bertugas memanggil calon karyawan .
Jantung Ane berdegup kencang , kala memasuki ruangan . matanya menangkap sosok yang sedang duduk di kursi jabatan nya sambil menunduk dan memijat pelipis nya .
Setelah mengantarkan berkas Ane ke meja , wanita tadi keluar ruangan . Air mata Ane jatuh dalam diam .
Alingga mengambil berkas yang di serahkan sekretaris sementara nya itu , saat membuka map berisi data Ane . Alingga menegakan kepala nya , ada rasa terkejut di mata nya sesaat setelah itu berganti dengan tatapan sendu .
" Salah aku apa Lingga ? "
Dari sekian banyak pertanyaan di benak Ane , hanya itu pertanyaan yang keluar dari bibir Ane . saat mata mereka bertemu untuk pertama kalinya .
Alingga tidak menjawab , dia malah menekan interkom . seketika mata Ane terpejam , takut apa yang di bayangkan nya menjadi nyata .
" Rosse tutup interview untuk hari ini , dan jangan sampai ada yang masuk ke ruangan ku siapa pun itu " Alingga berbicara di interkom dengan Rosse - sekertaris sementara Alingga .
Kembali , dia menoleh ke Ane . Sudut bibir nya tertarik , Melihat Ane menutup mata sambil memeluk tubuh nya sendiri dengan kedua tangan nya .
" Apa yang kamu takut kan Ane ? " tanya Alingga menggoda . gadis itu masih sama seperti dulu , dia akan menutup mata dan memeluk tubuhnya jika dia sedang dalam ketakutan .
__ADS_1
Ane membuka mata perlahan , apa yang di takut kan nya tidak terjadi . sontak ia bangkit dari duduk nya , berlari kecil menghampiri Alingga .
Alingga bangkit dari duduk nya , dengan merentangkan kedua tangan nya untuk menyambut kekasih nya itu ke dalam pelukan . Ane menangis sejadinya di pelukan Alingga , rindu nya selama ini ia tumpahkan dalam tangisan . Alingga membalas dengan mengeratkan pelukan nya .
" Sudah menangis nya hem ?" goda Alingga , saat Ane melepaskan pelukan mereka
Ane tersenyum , melihat Alingga yang kini sudah ada di hadapan nya dengan nyata . karena selama ini Ane sering mengkhayalkan keadaan seperti ini .
" Ane , Banyak yang ingin aku katakan " Alingga berkata sambil melepas kacamata Ane . Dia ingin menatap mata Ane yang indah itu langsung tanpa penghalang apapun , Alingga bahagia . karena Ane masih memegang janji nya , tapi Alingga merasakan hati nya sakit karena , apa yang akan Alingga sampaikan kepada Ane setelah ini .
" aku akan mempersingkat nya , Ane .. Aku telah kembali , tapi aku belum bisa untuk kembali bersama mu lagi . "
Perkataan Alingga membuat Ane terhuyung kebelakang . tidak bisa mencerna kata demi kata yang Alingga ucapkan , otak nya hanya menyimpulkan kalimat terakhir Alingga .
TIDAK BISA BERSAMA MU LAGI
" Jadi untuk apa pelukan tadi ? " Lirih Ane
Ane berbalik , dan berlari sekuat yang ia bisa meninggalkan Alingga . tanpa peduli dengan penampilan nya saat ini , atau Alingga yang mengejar nya di belakang . Dan jangan lupakan , sekertaris Alingga juga para calon karyawan yang belum semuanya pergi . melihat nya dengan heran .
Apalagi sang Ceo turut mengejarnya .
Apa yang terjadi di dalam ?
Apakah Ceo itu melakukan sesuatu pada gadis cupu itu . kira kira seperti itulah pemikiran setiap orang yang menyaksikan kejadian tersebut .
Ane langsung memasuki lift yang kebetulan pintu nya terbuka , menekan tombol lobby . dan melihat Alingga yang tidak sempat mengejar Ane karena pintu lift segera menutup .
Ting
pintu lift terbuka di lobby , Ane berlari sekuat tenaga meninggalkan gedung . mencegat taxi , dan berlalu pergi tanpa menghiraukan Alingga lagi .
Di dalam taxi , Ane mencoba berhenti menangis .
sesekali si supir melirik Ane lewat kaca spion .
" mau di antar kemana mbak ? " tanya si supir
Ane menjawab dengan menyebutkan alamat .
Setengah Jam perjalanan , taxi berhenti di depan tempat pemakaman umum . setelah membayar tarif nya , Ane keluar dari taxi dan melangkah ke dalam pemakaman . dia tidak tahu mau kemana lagi , saat ini dia hanya ingin bertemu orang tua nya .
Duduk bersimpuh di samping makam Ayah dan ibu nya , Ane mencurahkan segala keluh kesah nya dalam isak tangis . Kenapa Tuhan mengambil semua orang yang di miliki nya , dan kini satu satunya orang yang di harapkan Ane juga meninggalkannya .
Kenapa Alingga tega ,
Kenapa Alingga jahat ,
Kenapa Alingga ... Kenapa , Kenapa dan kenapa
Anne merasakan sakit yang teramat sangat di hati nya , apakah luka ini bisa di obati .
Sedangkan satu satunya orang yang dapat mengobati sudah tidak peduli padanya lagi .
Saat itu Ane baru masuk SMA , saat Alingga datang ke kehidupan nya . hampir dua tahun Lingga mengejar cinta nya . saat kenaikan kelas tiga , Ane luluh dan menerima cinta Lingga .
terima kasih
__ADS_1