Bertahan Dalam Batas Asa

Bertahan Dalam Batas Asa
Bab 19


__ADS_3

*


*


*


Setelah sidang calon anggota keluarga yang di adakan bu Retno selesai , akhirnya Alina bisa pergi ke kolam renang . Dengan personel tambahan , Bu Retno dan bi Sumi . Sebenarnya bi Sumi di paksa ikut oleh bu Retno .


Bu Retno menyuruh supirnya pulang duluan ke Jakarta karena ia akan pulang bersama Rio , Rio sempat protes tapi mamanya beralasan jarang jarang ia ke Bandung , ia ingin berkeliling sebentar sambil mengenal Ane dan Alina lebih dekat .


Akhirnya mobil Rio penuh penumpang , dengan Ane duduk di sebelah nya di depan . mamanya dan bi Sumi mengapit Alina yang duduk di kursi tengah .


"Oma .. " Alina mengulangi ucapan bu Retno yang membujuk nya untuk memanggil nya dengan sebutan Oma


"Wah cucu Oma pintar " kata bu Retno bangga


Rio tersenyum melihat interaksi mamanya dengan Alina , kadang ia sampai tertawa melihat mereka berdua yang bercanda .


Sedangkan Ane melihat Rio dan mamanya yang begitu tulus menyayangi Alina semakin merasa bersalah . sebab sampai saat ini pintu hati nya yang terkunci belum terketuk untuk Rio . tapi jika sampai suatu saat nanti perasaan nya tidak berubah , maka Ane hanya bisa mencoba untuk tetap setia padanya .


"Hei .. apa yang kamu pikirkan ?" tanya Rio membuyarkan lamunan Ane


"tidak ada .. aku hanya tidak pernah membayangkan kalau aku dan Nana bisa di terima dengan hangat dalam keluargamu "


"Ane .. ingatlah apa yang sering ku katakan padamu "


"Ya ... aku mengingat nya , semua akan baik baik saja ... "


*


Puas bermain di kolam renang , mereka memutuskan untuk berhenti dan pergi makan siang yang sudah terlambat satu jam . karena Alina yang tidak ingin keluar dari tempat pemandian anak anak .


Rio bersyukur mamanya terus memonopoli Alina sehingga ia berkesempatan untuk terus berduaan dengan Ane .


Mereka sampai di restoran yang jarak nya cukup dekat dengan tempat kolam renang . duduk bersama seperti sebuah keluarga yang sedang liburan .


saat ingin pergi ke kamar mandi Ane bertemu dengan Sharon , dokter langganan Ane yang menangani Alina jika sedang sakit .


"Bu Ane .. " sapa Sharon


"Hai dokter Sharon " balas Ane ramah


"Makan siang bu ? Nana mana ?"


"Iya , Nana menunggu di meja bersama om nya "


"Oh iya , kalau begitu saya duluan ya bu "


"iya dokter silahkan "


Ane kagum dengan wanita itu , parasnya yang cantik dengan sifat yang lemah lembut serta profesi nya yang sebagai Dokter spesialis Anak tersebut menjadi paket lengkap seorang wanita idaman .


Berlalu ke kamar mandi Ane bergegas menuntaskan urusan nya di sana , lalu kembali ke meja mereka .

__ADS_1


*


Ternyata tidak cukup di kolam renang , setelah makan siang mereka masih berlanjut ke tempat rekreasi lain . tentu saja atas paksaan bu Retno , jika Rio ingin menolak maka mamanya itu langsung bersikap dramatis , seolah olah Ane yang tidak ingin Alina dekat dengan nya .


Jika sudah seperti itu maka Rio mau tidak mau menuruti mama nya , Sedangkan bu Retno tersenyum puas .


"Ane ... " bu Retno memanggil Ane yang duduk di samping nya , saat mereka tiba di salah satu tempat rekreasi keluarga di daerah Lembang .


Alina dan Rio pergi berkeliling dengan bi Sumi , sedangkan Ane memilih menemani mamanya Rio yang ingin istirahat


Ane menoleh mendengar panggilan bu Retno .


"Kamu tau , ini kedua kalinya Rio dekat dengan perempuan " kata bu Retno


"Tante tau kalau kamu belum mencintai Rio , tapi bolehkah tante minta tolong sama kamu untuk tidak menyakiti hatinya " sambung bu Retno


"Tante .. maaf " Lirih Ane


"Tidak perlu meminta maaf Ane , tante mengerti . mungkin sangat besar pengaruh ayah nya Nana di dalam hatimu . tapi tante tidak ingin Rio kecewa untuk yang kedua kalinya , butuh waktu bertahun tahun bagi Rio untuk menyembuhkan lukanya " kali ini bu Retno yang berkata dengan lirih , mengingat bagaimana terlukanya Rio dulu . membuat ia merasa sangat bersedih sebagai orang tua .


"Aku akan berusaha tante .. " kata Ane


"iya , tante percaya hanya satu hal yang harus kamu tau . perasaan tante untuk Nana tulus "


"Aku tau itu tante , dan aku merasa sangat bersyukur atas segalanya "


"Hayo mama lagi bicarakan apa sama Ane ?"


Rio datang menghampiri mereka dari belakang


"oh ya ?" tanya Ane setengah tertawa


"iya .. kamu tau Ane Rio ini kalau sudah ketakutan lihat badut dia bisa sam ... emmhhhhpp " Rio langsung menutup mulut mama nya dengan tangan nya .


mamanya ini memang suka sekali membuka aib nya .


"sudah sih Rio .. kasihan mama kamu " Ane mencoba melepaskan tangan Rio dari mulut bu Retno


"iya kamu ini kurang aja tau " sewot bu Retno setelah tangan Rio lepas dari mulutnya


"Oh ya , mana Nana ?" tanya Ane yang baru sadar kalau Rio dari tadi datang sendiri , tanpa Alina dan bi Sumi


"ke kamar mandi sama bi Sumi , jadi aku tinggal mereka . soalnya mereka kan masuk kamar mandi wanita , tidak mungkin kan jika aku ikut masuk " gurau Rio


"Kalau begitu aku akan menyusulnya dulu "


Ane bangkit dari duduk nya dan bergegas menyusul Alina dan Bi Sumi ke kamar mandi


Sepeninggal Ane dari sana , Rio menatap mama nya penuh selidik . "Apa yang mama bicarakan dengan Ane tadi ?"


"mama cuma ngobrol biasa sama Ane " jawab bu Retno berkilah


"Apa mama menyebut soal Felicia ?" tanya Rio serius

__ADS_1


"tidak Rio .. hal seperti itu bukanlah kewajiban mama untuk menceritakan nya pada Ane " jawab mamanya


Rio langsung memeluk mamanya "Makasih ya ma .. mama bisa menerima kekurangan Ane dan mendukung Rio "


"iya .. mama melakukan itu semua untuk kamu , agar kamu lepas dari status jomblo akut kamu " ejek sang mama


"ish mama ... "


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah benar benar puas bermain kesana-kemari , akhirnya mereka tiba di rumah . Alina yang sepertinya sudah sangat kelelahan tertidur pulas , bahkan saat Ane menggantikan pakaian nya di kamar .


Sedangkan Bu Retno dan Rio langsung berpamitan pulang , setelah istirahat sebentar di rumah Ane .


Sebelum berpisah bu Retno memeluk Ane .


"Tante pulang ya Ane , jaga diri baik baik . kalau ada apa apa kamu bisa langsung hubungi tante jangan ragu oke " pamit bu Retno sambil memeluk Ane


"iya tante , tante juga ya jaga kesehatan dan hati hati di jalan " kata Ane membalas pelukan bu Retno


"Ane aku pulang dulu ya "pamit Rio juga


"iya , jangan ngebut bawa mobil nya . kalau capek istirahat dulu di rest area " kata Ane


Setelah itu mereka masuk ke dalam mobil dan pergi .


"Itu sih Rio makanya kamu tuh cepat lamar Ane "


bu Dewi memulai pembicaraan dengan Rio dalam perjalanan pulang


"Ane belum siap ma .. "


"kamu tuh kurang agresif "


"kalau Rio terlalu agresif , nanti Ane kabur "


"ahh sudah lah mama mau istirahat , bangunkan mama jika sudah sampai "


setelah menghabiskan empat jam perjalanan di tambah macet , hari sudah malam saat mobil Rio masuk ke halaman rumah nya .


"ma .. bangun kita sampai "


"engghhhh " sahut bu Retno


"rumah kok sudah gelap ya Rio ?" tanya bu Dewi setelah mereka turun dari mobil dan berjalan ke pintu masuk .


"mungkin papa sudah tidur ma " jawab Rio asal


membuka pintu secara perlahan , mereka berdua masuk ke dalam rumah dengan tubuh yang letih .


CTE'K


Lampu ruangan tiba tiba menyala

__ADS_1


"Jadi setelah Rio sering menghilang setiap hari minggu , sekarang mama juga ya "


DEG


__ADS_2