
" Tapi jika ibu ingin lebih pastinya bisa periksa ulang ke dokter spesialis kandungan" jelas dokter itu lagi
Hamil ...
Apakah Alingga akan menerima kehamilan nya , mengingat pembicaraan mereka terakhir kali tentang kehamilan berakhir dengan pertengkaran .
Seperti mengetahui kecemasan Ane , Rio mengusap punggung Ane dan menyemangati nya .
" Hei , semua akan baik baik saja "
*
Mereka keluar dari rumah sakit , Rio menawarkan Ane untuk periksa lagi di bagian kandungan tapi Ane menolak nya .
Di bangku taman rumah sakit Ane duduk sambil menangis , Rio duduk di sebelah nya tanpa mengatakan apapun . Dia mengerti saat ini Ane tidak perlu kalimat penyemangat , yang ia butuhkan hanya Alingga .
Ane menenangkan dirinya sendiri , dia menghela nafas pelan lalu menghadap ke depan dan mulai bercerita .
"Aku mengenal Alingga sejak masuk SMA , dia selalu mengganggu ku setiap hari sejak kelas satu dan mulai menyatakan cinta pada saat kami naik kelas dua . Dia bilang dia jatuh cinta pada pandangan pertama , alasan yang klise dan receh untuk usia kami . Tapi melihat kegigihan nya saat kami naik ke kelas tiga , aku menerima nya menjadi kekasih ku "
Setelah itu , Ane menceritakan semuanya .
Bagaimana mereka harus berpisah setelah kelulusan , tentang Alingga yang tiba tiba hilang tanpa kabar saat orang tua nya mengalami kecelakaan . Juga saat mereka di pertemukan kembali , Hingga alasan saat ini kenapa mereka masih bersama .
Sekarang Rio paham , kenapa saat pertama kali bertemu dengan Ane ia terlihat kacau .
juga bagaimana dengan Ane yang pindah ke apartemen .
Sungguh Rio merasa bersalah , karena sempat berpikir Ane adalah kekasih gelap nya Alingga .
tidak sepenuhnya salah sih , karena mereka memang menjalin hubungan diam diam karena suatu alasan .
"Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang?"
tanya Rio , ia khawatir Ane melakukan hal hal yang nekat yang dapat membahayakan nya .
"Entahlah , aku sendiri belum tau mungkin aku akan memberitahu Lingga yang sebenarnya . terserah apa keputusan nya aku akan menuruti nya . yang jelas aku akan mempertahankan anak ini , karena hanya dia satu satu nya yang membuat aku tidak sendiri lagi " jelas Ane dengan tegas di akhir kalimat
Rio bersyukur jika Ane tidak akan menggugurkan kandungan nya , karena biar bagaimana pun itu sama saja dengan membunuh .
Bayi itu tidak bersalah dan tidak tau apa apa .
"Berpikir positif saja Ane , kamu kan belum berbicara dengan Alingga mengenai masalah ini . Hanya satu yang perlu kamu ingat , jika membutuhkan bantuan jangan sungkan untuk menghubungi ku oke " ucap Rio
"Sekarang lebih baik kita pergi makan , setelah itu aku akan mengantar mu pulang . istirahat lah dengan baik mulai sekarang " ucap nya lagi
Berkeliling mencari tempat makan yang sesuai selera Ane , Rio menemani Ane makan malam . setelah itu mengantarkan Ane pulang , karena udara malam tidak baik untuk kesehatan Ane saat ini .
__ADS_1
*
Ane sampai di dalam apartemen nya , melihat sekeliling Alingga ternyata tidak ada di sini .
berjalan dengan letih Ane pergi ke kamar nya , membereskan semua pakaian nya ke dalam koper .
Dia hanya ingin berjaga jaga jika Alingga tidak bisa menerima kehamilan nya tersebut .
Saat sedang membereskan kopernya , suara panggilan di ponsel nya membuat Ane menghentikan aktifitas nya sementara .
menggeser tombol terima Ane mengangkat telepon dari Alingga .
" ya "
"sayang maaf aku sibuk dari kemarin belum sempat menghubungi mu"
"tidak apa , aku mengerti"
"Sayang , apakah kamu baik baik saja ? suara mu seperti habis menangis "
"aku baik baik saja , wajar saja aku menangis mengingat apa yang aku alami hari ini cukup sulit"
"Baiklah , maafkan aku Ane sebentar lagi kita berdua akan baik baik saja oke . besok aku pulang , malam ini mama meminta ku menginap"
"iya "
Ane menutup panggilan tanpa menjawab kalimat Alingga yang terakhir .
Masih melihat ponsel nya , Ane membuka foto fotonya bersama Alingga di galeri ponsel .
Mulai dari foto mereka berdua saat SMA , kelulusan , saat mereka berpisah dan terakhir kali dua minggu yang lalu .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Alingga menyimpan ponsel nya di saku celana , saat ini ia sedang berada di apartemen Dara .
Rasanya ia ingin segera istirahat , mengingat bagaimana lelah nya ia hari ini .
Sudah ia bilang untuk membuat acara yang sederhana saja , Dara malah mengundang teman teman nya yang membuat acara jadi semakin lama .
Alingga meregangkan otot otot tubuh nya yang terasa tegang , saat melihat Dara berjalan menghampiri .
"Jika kamu lelah istirahat saja di kamar sebelah"
ujar Dara sambil memberikan segelas cokelat hangat untuk Alingga .
"Iya , aku akan beristirahat sebenarnya tidak ada guna nya kau menyuruhku bermalam di sini "
__ADS_1
balas Alingga , menyambut gelas yang Dara berikan padanya dan meminum nya perlahan lahan .
"Mungkin bagimu ini tidak ada artinya , tapi jangan lupakan aku juga seorang wanita yang punya perasaan "
" momen sekecil apapun , itu sangat mempengaruhi ku" Lanjut Dara lagi
"Baiklah , aku akan pergi beristirahat . jangan ganggu aku " tandas Alingga lalu pergi meninggalkan Dara , menuju kamar yang di sebutkan Dara tadi .
Menutup pintu dan merebahkan tubuh nya di atas kasur . perlahan matanya mulai terasa berat , setelah itu ia jatuh tertidur .
*
Hari sudah cukup siang saat Alingga terbangun dari tidur nya , sedikit terkejut ia mendapati dirinya di kamar yang terasa asing .
setelah berpikir sejenak , ia teringat bahwa malam tadi ia berada di apartemen Dara .
Alingga sedikit heran kenapa ia bisa tidur begitu nyenyak tadi malam , mungkin karena rasa lelah yang teramat sangat .
Keluar kamar , Alingga tidak mendapati Dara di apartemen nya . pergi ke dapur untuk mengambil minum , Alingga mendapati notes tertempel di lemari pendingin .
'Aku keluar ada urusan , sarapan ada di meja .
terima kasih atas tadi malam '
Alingga mengernyitkan dahi nya heran , setelah itu membuang asal kertas catatan itu .
melewatkan sarapan yang di buat Dara , ia bergegas keluar dari apartemen Dara .
Alingga ingin segera menjumpai Ane , sungguh ia khawatir tentang keadaan nya .
entah kenapa hati nya merasa gelisah .
apakah karena ia telah berbohong pada Ane tadi malam dan di hantui perasaan bersalah .
Entah lah yang jelas saat ini ia hanya ingin lekas bertemu dengan kekasih nya itu .
dengan mengendarai mobilnya Alingga pergi menuju apartemen Ane .
*
Saat tak mendapati Ane berada di dalam apartemen nya , Alingga langsung keluar dan pergi menuju kantor nya .
Jalanan cukup macet , karena ini sudah masuk jam makan siang . berkali kali Alingga menekan klakson mobil nya dengan marah berharap kendaraan di depan nya segera berjalan . walau Alingga tahu itu tidak ada guna nya , tapi ia hanya ingin melampiaskan kekesalan nya .
*
*
__ADS_1
*