Bertahan Dalam Batas Asa

Bertahan Dalam Batas Asa
Bab 8


__ADS_3

" Tapi jika ibu ingin lebih pastinya bisa periksa ulang ke dokter spesialis kandungan" jelas dokter itu lagi


Hamil ...


Apakah Alingga akan menerima kehamilan nya , mengingat pembicaraan mereka terakhir kali tentang kehamilan berakhir dengan pertengkaran .


Seperti mengetahui kecemasan Ane , Rio mengusap punggung Ane dan menyemangati nya .


" Hei , semua akan baik baik saja "


*


Mereka keluar dari rumah sakit , Rio menawarkan Ane untuk periksa lagi di bagian kandungan tapi Ane menolak nya .


Di bangku taman rumah sakit Ane duduk sambil menangis , Rio duduk di sebelah nya tanpa mengatakan apapun . Dia mengerti saat ini Ane tidak perlu kalimat penyemangat , yang ia butuhkan hanya Alingga .


Ane menenangkan dirinya sendiri , dia menghela nafas pelan lalu menghadap ke depan dan mulai bercerita .


"Aku mengenal Alingga sejak masuk SMA , dia selalu mengganggu ku setiap hari sejak kelas satu dan mulai menyatakan cinta pada saat kami naik kelas dua . Dia bilang dia jatuh cinta pada pandangan pertama , alasan yang klise dan receh untuk usia kami . Tapi melihat kegigihan nya saat kami naik ke kelas tiga , aku menerima nya menjadi kekasih ku "


Setelah itu , Ane menceritakan semuanya .


Bagaimana mereka harus berpisah setelah kelulusan , tentang Alingga yang tiba tiba hilang tanpa kabar saat orang tua nya mengalami kecelakaan . Juga saat mereka di pertemukan kembali , Hingga alasan saat ini kenapa mereka masih bersama .


Sekarang Rio paham , kenapa saat pertama kali bertemu dengan Ane ia terlihat kacau .


juga bagaimana dengan Ane yang pindah ke apartemen .


Sungguh Rio merasa bersalah , karena sempat berpikir Ane adalah kekasih gelap nya Alingga .


tidak sepenuhnya salah sih , karena mereka memang menjalin hubungan diam diam karena suatu alasan .


"Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang?"


tanya Rio , ia khawatir Ane melakukan hal hal yang nekat yang dapat membahayakan nya .


"Entahlah , aku sendiri belum tau mungkin aku akan memberitahu Lingga yang sebenarnya . terserah apa keputusan nya aku akan menuruti nya . yang jelas aku akan mempertahankan anak ini , karena hanya dia satu satu nya yang membuat aku tidak sendiri lagi " jelas Ane dengan tegas di akhir kalimat


Rio bersyukur jika Ane tidak akan menggugurkan kandungan nya , karena biar bagaimana pun itu sama saja dengan membunuh .


Bayi itu tidak bersalah dan tidak tau apa apa .


"Berpikir positif saja Ane , kamu kan belum berbicara dengan Alingga mengenai masalah ini . Hanya satu yang perlu kamu ingat , jika membutuhkan bantuan jangan sungkan untuk menghubungi ku oke " ucap Rio


"Sekarang lebih baik kita pergi makan , setelah itu aku akan mengantar mu pulang . istirahat lah dengan baik mulai sekarang " ucap nya lagi


Berkeliling mencari tempat makan yang sesuai selera Ane , Rio menemani Ane makan malam . setelah itu mengantarkan Ane pulang , karena udara malam tidak baik untuk kesehatan Ane saat ini .

__ADS_1


*


Ane sampai di dalam apartemen nya , melihat sekeliling Alingga ternyata tidak ada di sini .


berjalan dengan letih Ane pergi ke kamar nya , membereskan semua pakaian nya ke dalam koper .


Dia hanya ingin berjaga jaga jika Alingga tidak bisa menerima kehamilan nya tersebut .


Saat sedang membereskan kopernya , suara panggilan di ponsel nya membuat Ane menghentikan aktifitas nya sementara .


menggeser tombol terima Ane mengangkat telepon dari Alingga .


" ya "


"sayang maaf aku sibuk dari kemarin belum sempat menghubungi mu"


"tidak apa , aku mengerti"


"Sayang , apakah kamu baik baik saja ? suara mu seperti habis menangis "


"aku baik baik saja , wajar saja aku menangis mengingat apa yang aku alami hari ini cukup sulit"


"Baiklah , maafkan aku Ane sebentar lagi kita berdua akan baik baik saja oke . besok aku pulang , malam ini mama meminta ku menginap"


"iya "


Ane menutup panggilan tanpa menjawab kalimat Alingga yang terakhir .


Masih melihat ponsel nya , Ane membuka foto fotonya bersama Alingga di galeri ponsel .


Mulai dari foto mereka berdua saat SMA , kelulusan , saat mereka berpisah dan terakhir kali dua minggu yang lalu .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Alingga menyimpan ponsel nya di saku celana , saat ini ia sedang berada di apartemen Dara .


Rasanya ia ingin segera istirahat , mengingat bagaimana lelah nya ia hari ini .


Sudah ia bilang untuk membuat acara yang sederhana saja , Dara malah mengundang teman teman nya yang membuat acara jadi semakin lama .


Alingga meregangkan otot otot tubuh nya yang terasa tegang , saat melihat Dara berjalan menghampiri .


"Jika kamu lelah istirahat saja di kamar sebelah"


ujar Dara sambil memberikan segelas cokelat hangat untuk Alingga .


"Iya , aku akan beristirahat sebenarnya tidak ada guna nya kau menyuruhku bermalam di sini "

__ADS_1


balas Alingga , menyambut gelas yang Dara berikan padanya dan meminum nya perlahan lahan .


"Mungkin bagimu ini tidak ada artinya , tapi jangan lupakan aku juga seorang wanita yang punya perasaan "


" momen sekecil apapun , itu sangat mempengaruhi ku" Lanjut Dara lagi


"Baiklah , aku akan pergi beristirahat . jangan ganggu aku " tandas Alingga lalu pergi meninggalkan Dara , menuju kamar yang di sebutkan Dara tadi .


Menutup pintu dan merebahkan tubuh nya di atas kasur . perlahan matanya mulai terasa berat , setelah itu ia jatuh tertidur .


*


Hari sudah cukup siang saat Alingga terbangun dari tidur nya , sedikit terkejut ia mendapati dirinya di kamar yang terasa asing .


setelah berpikir sejenak , ia teringat bahwa malam tadi ia berada di apartemen Dara .


Alingga sedikit heran kenapa ia bisa tidur begitu nyenyak tadi malam , mungkin karena rasa lelah yang teramat sangat .


Keluar kamar , Alingga tidak mendapati Dara di apartemen nya . pergi ke dapur untuk mengambil minum , Alingga mendapati notes tertempel di lemari pendingin .


'Aku keluar ada urusan , sarapan ada di meja .


terima kasih atas tadi malam '


Alingga mengernyitkan dahi nya heran , setelah itu membuang asal kertas catatan itu .


melewatkan sarapan yang di buat Dara , ia bergegas keluar dari apartemen Dara .


Alingga ingin segera menjumpai Ane , sungguh ia khawatir tentang keadaan nya .


entah kenapa hati nya merasa gelisah .


apakah karena ia telah berbohong pada Ane tadi malam dan di hantui perasaan bersalah .


Entah lah yang jelas saat ini ia hanya ingin lekas bertemu dengan kekasih nya itu .


dengan mengendarai mobilnya Alingga pergi menuju apartemen Ane .


*


Saat tak mendapati Ane berada di dalam apartemen nya , Alingga langsung keluar dan pergi menuju kantor nya .


Jalanan cukup macet , karena ini sudah masuk jam makan siang . berkali kali Alingga menekan klakson mobil nya dengan marah berharap kendaraan di depan nya segera berjalan . walau Alingga tahu itu tidak ada guna nya , tapi ia hanya ingin melampiaskan kekesalan nya .


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2