Bertahan Dalam Batas Asa

Bertahan Dalam Batas Asa
Bab 58


__ADS_3

*


*


*


"Mau kemana lo ? tumben buru-buru pulang ?" Fabian bertanya pada Dean , ia heran melihat sahabat nya itu bergegas pulang setelah bel berbunyi .


"Kakak gue hari ini pulang " jawab Dean .


"Oh ya ? berapa lama ?" tanya Fabian lagi


"nggak balik lagi , kakak gue udah wisuda . bulan kemaren mama papa gue kan ke sana buat hadirin wisuda nya" jelas Dean .


"Eh gue balik dulu .. " Dean bergegas meninggalkan Fabian yang hanya berdiam diri , karena terburu-buru Dean tidak memperhatikan Fabian yang sedang tersenyum sumringah .


'Gue juga kangen banget sama dia .. ' gumam Fabian pada dirinya sendiri .


*


Entah sejak kapan ia mulai memperhatikan Alina , awalnya ia menganggap kalau ketertarikan nya pada Alina hanya sekedar perasaan karena ia sedang dalam masa pubertas .


Tapi aneh nya terhadap teman perempuan nya yang lain , ia tidak merasakan ketertarikan seperti pada Alina . Bahkan ia pernah mendapatkan pernyataan cinta beberapa kali , tapi hatinya tidak pernah merasakan dag dig dug seperti saat ia memikirkan Alina .


Ia tau kalau ia terlihat konyol karena menyukai wanita yang lebih tua enam tahun dari nya , apa lagi saat ini baru masuk SMA . Tapi entah kenapa ia selalu merasa bahagia setiap bertemu dengan Alina setiap tahun nya . walaupun Alina tidak pernah berbicara dengan nya , juga hanya menjawab pertanyaan nya dengan gumaman saja .


Tapi itu selalu bisa membuat jantung nya bergetar , bahkan bisa di bilang saat ia pertama kali melihat senyuman Alina . Dunia nya terasa berhenti berputar . Padahal Alina tersenyum bukan pada nya , melainkan pada tante Ane . mama nya .


Ia sudah berusaha menepis perasaan di dalam hati nya , tapi itu hanya membuat nya semakin penasaran . Ia sering stalking akun media sosial Alina , walau isinya hanya sekitar kegiatan kampus . Tapi itu membuat dia merasa bahagia karena Alina tidak pernah mempunyai kekasih sampai saat ini .


Mungkin karena sikap dingin nya , membuat ia tidak ingin memiliki kekasih . Itu membuat ia hanya lebih ingin mengejar Alina , bayangkan jika ia memiliki kekasih yang hanya akan melihat ia seorang dalam dunia nya .


Sekarang Alina telah kembali , ia juga sudah bukan anak-anak lagi . tiga tahun mendamba membuat keinginan di hati nya menjadi lebih kuat untuk memiliki Alina .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Selamat datang kembali .. "

__ADS_1


Sama seperti saat perpisahan , kembalinya Alina juga di hadiri mereka semua . Malam ini Ane mengadakan acara makan malam untuk Alina . Ia membuat acara ini agar Alina sedikit menghilangkan sikap acuh tak acuh nya , juga lebih mendekatkan dia pada orang lain .


Alina tersenyum melihat mereka semua datang menyambut nya di pintu rumah orang tua nya , setelah memeluk setiap orang yang ada - kecuali Fabian - mereka melanjutkan acara makan malam sambil berbincang-bincang .


"Bagaimana London ?" tanya Rio


"Baik .. mungkin " Jawab Alina


Mereka semua saling memandang setelah mendengar jawaban Alina .


"Bagaimana pria di sana , apa tidak ada yang membuat kamu tertarik ?" tanya Felicia menggoda .


"Uhuk .. uhuk .. " Fabian batuk mendengar pertanyaan mama nya .


"Biasa saja .. " jawab Alina singkat .


Dan .. mereka terdiam untuk kedua kalinya .


"Hahahaha ... bagus .. bagus .. putri papa memang terbaik , tidak perlu lelaki .. Hahaha " Alingga tertawa riang , Ane langsung menyikut perut suami nya itu . Apakah ia tidak berpikir kalau di usia Alina saat ini seharusnya ia pernah merasakan cinta monyet dan memiliki kekasih .


"Kenapa ? bagus dong kalau Nana tidak punya pacar , ia bisa lebih fokus pada karir . Nanti jika sudah waktunya ia belum memiliki pasangan juga , kita bisa menjodohkan nya dengan anak teman atau relasi bisnis " kata Alingga


"kamu ini gimana sih , makan kaya anak kecil dari tadi batuk-batuk aja " Felicia menegur putra nya itu .


"Maaf .. " kata Fabian .


Alina tidak memperdulikan perbincangan mereka seputar jodoh , ia hanya menjawab jika ada yang bertanya padanya .


Akhirnya makan malam itu selesai , para orang tua terlibat dalam pembicaraan mereka masing-masing . Sedangkan Dean sudah sibuk dengan gadget nya , Fabian yakin kalau Dean pasti sibuk membalas pesan-pesan dari para cewek .


Dean juga termasuk dalam cowok paling populer di sekolah , sama seperti Fabian . Hanya saja Dean suka meladeni para cewek tersebut , lain halnya dengan Fabian . Dean juga sudah berapa kali gonta ganti pacar .


Fabian melihat sekeliling , akhirnya ia menemukan sosok yang sejak tadi ia cari sedang duduk di balkon ruang keluarga di atas sambil membaca sebuah buku .


Fabian berjalan mendekati Alina yang tidak menoleh sama sekali ke arah nya .


"Kak .. " sapa Fabian

__ADS_1


"Hmm " gumaman Alina adalah jawaban nya , Fabian sudah terbiasa dengan jawaban seperti itu . Ia menebalkan wajah nya dan mencoba duduk di samping Alina .


"Kakak beneran terima aja kalau di jodohin sama om ?" tanya Fabian mencoba menarik perhatian Alina dari buku nya tersebut .


Alina hanya mengedikan bahu nya .


"em .. maksud ku , emang kakak nggak ada cowok yang di suka gitu ?" tanya Fabian lagi tidak menyerah .


Alina menggelengkan kepala nya .


"Kalau ada cowok yang suka sama kakak , kakak mau nerima nya nggak ?" Fabian masih semangat mengajak Alina berbicara .


"Entah "jawab Alina singkat .


"Tipe cowok kakak kaya gimana sih ?"


"to the point aja " Alina menutup buku nya dan menoleh ke arah Fabian , jujur ia merasa risih karena Fabian menganggu nya dengan pertanyaan tidak jelas .


"Aku suka sama kakak !" Kalimat itu akhirnya keluar , Fabian membalas tatapan Alina saat dengan tegas menyatakan cinta nya .


Alina terdiam .


"Kakak jangan pikir aku masih kecil , aku serius suka sama kakak . udah lama , setiap hari aku mikirin kakak terus yang jauh di sana . sekarang aku seneng karena kakak udah pulang jadi setiap aku kangen , aku nggak cuma liat foto kakak " Fabian berkata dengan yakin .


Alina tersenyum kecil , ia mengusap puncak kepala Fabian . Jantung Fabian berhenti berdetak seketika , ini pertama kalinya kontak fisik dan ini pertama kalinya Alina tersenyum pada nya .


"Sekolah dulu yang bener , bukan nya mikirin pacaran " kata Alina , setelah mengatakan itu ia bangkit dari duduk nya dan meninggalkan Fabian yang masih belum kembali ke dunia nyata .


Setelah menyadari kalau Alina sudah tidak ada lagi di hadapan nya , Fabian memegang rambut nya yang baru saja di sentuh oleh Alina . Tersenyum seperti orang bodoh , sampai ia tidak menyadari perkataan Alina sebelum pergi .


'Dia senyum sama gue , di ngelus rambut gue ' batin Fabian .


Ia hanya merasa hatinya sedang berbunga-bunga saat ini , bahkan ia tidak memikirkan maksud dari perkataan dan perbuatan nya tadi seperti seorang kakak yang sedang menasehati adik nya .


Yang ia tau adalah , itu adalah kalimat terpanjang yang pernah Alina katakan padanya sejak ia saling mengenal .


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2