
*
*
*
Tiba nya mereka di rumah , Ane pergi ke kamar Alina . mengganti pakaian nya sebelum tidur , dan mengingatkan untuk gosok gigi juga cuci kaki sebelum tidur . Setelah nya ia menemani putri nya sampai terlelap , menaikan selimut juga mengecup kening nya barulah ia pergi ke kamar nya sendiri .
Di dalam kamar , Alingga sudah menunggu Ane .
"masih mual sayang ?" Alingga bertanya penuh perhatian . "masih .. apalagi di tambah lihat kamu " Ane menjawab dengan nada ketus . aneh nya Alingga tidak marah , ia malah tertawa mendengar jawaban Ane .
Membawa Ane duduk di pinggir kasur , lalu memberikan Ane segelas teh hangat untuknya .
"minum dulu ya , biar hangat perut nya . kamu dari tadi siang belum makan kan " bujuk Alingga .
Ane mengambil gelas tersebut , meminum nya perlahan . sejujurnya ia memang lapar , tapi entah kenapa ia tidak berselera . Selama ini Ane selalu menjaga kesehatan nya , apa lagi setelah ia mempunyai Alina . Ia selalu memikirkan jika ia sakit , siapa yang akan mengurus putrinya . karena Ane tahu ia memiliki penyakit asam lambung , yang bisa datang tiba tiba jika ia tidak menjaga pola makan dan stres berlebihan .
Sudah lama penyakit nya ini tidak datang , terakhir kali saat ia sedang mengandung Alina .
Tunggu ..
Mengandung Alina ?
'Apakah ia hamil ?' batin Ane
tiba-tiba saja mood nya berubah menjadi lebih baik , ia menyandarkan tubuh nya pada Alingga .
"kamu sudah nggak marah lagi kan sayang ?" Alingga bertanya , karena Ane sudah mau dekat dengan nya lagi . Ane hanya mengangguk setelah itu air matanya keluar dengan sendiri nya .
"kamu kalau marah jangan bentak aku lagi ya " lirih Ane di isak tangis nya , Alingga membelai rambut Ane dan mengangguk . "maaf .. ingatkan aku kalau ada sikap ku yang membuatmu sakit hati ya sayang , tapi jangan marah kaya tadi lagi oke " ujar Alingga .
"um .. aku juga .. maaf" Ane memeluk Alingga dengan erat , ia akan merahasiakan pemikiran nya tentang kehamilan . ini akan menjadi kejutan nanti , seandainya ia benar-benar hamil .
__ADS_1
Setelah itu Alingga membawa Ane untuk beristirahat , mereka berdua tidak melepaskan pelukan sampai larut pada mimpi masing-masing .
*
Pagi nya , setelah mengantar Alina ke sekolah . Ia menyempatkan diri ke dokter kandungan untuk membuat janji saat makan siang nanti . barulah ia berangkat ke kantor , dan melakukan pekerjaan nya . Ia masih memikirkan , seandainya ia hamil . apakah ia akan berhenti bekerja sesuai janji nya pada Alingga , atau ia kan tetap bekerja dan mengambil cuti melahirkan saja .
Ah .. ia akan membicarakan ini nanti dengan Alingga , jika sudah terbukti hamil .
jam makan siang itu , Ane bergegas ke dokter kandungan yang telah ia buat janji tadi pagi . memilih untuk makan siang setelah dari sana , Ane melajukan mobil nya .
"Selamat ya bu , saat ini ibu sedang hamil lima minggu" ucap dokter tersebut . "mual nya kalau masih dalam batas wajar tidak apa ya , ini kehamilan yang kedua ya bu . saya akan menulis resep yang bisa ibu ambil di luar " sambung nya lagi .
Ane berterima kasih pada dokter , setelah itu ia berpamitan . tidak lupa mengambil obat di bagian apotek , barulah ia memesan makanan delivery . agar saat ia sampai di kantor , makanan nya sudah sampai dan ia tidak kehabisan jam makan siang .
Di perjalanan menuju kantor , Ane menyempatkan diri untuk menghubungi suaminya .
"sayang " sapa Alingga , menjawab telepon Ane
"sudah makan ?" tanya Ane
Ane merasa bersalah , seharusnya ia di rumah saja mengurus putri mereka . jadi Alingga tidak perlu repot menjemput Alina saat jam makan siang , membuat ia telat makan .
"sayang " panggil Alingga , saat tidak mendengar Ane bicara apapun .
"iya .. aku cuma mau bilang , bisa nggak nanti malam kamu jangan lembur . aku mau kasih kamu kejutan " seru Ane
"um .. oke , aku usahain ya . oh sudah dulu ya sayang Tari sudah datang , kami mau ada ketemu client di luar . Love you " Alingga mematikan telepon tanpa menunggu jawaban dari Ane , ia bergegas menghabiskan makan siang nya . lalu pergi bersama sekertaris nya itu untuk bertemu client .
*
Wajah Ane sudah menekuk berkali lipat , pasalnya Alingga sudah menghubunginya kalau ia akan pulang terlambat . Lagi !
Sudah tiga malam , Ane menyuruh Alingga pulang cepat sejak panggilan Ane saat itu . tapi Alingga selalu pulang terlambat , paginya ia malah menanyakan pada Ane kejutan apa yang akan di berikan . tapi mood Ane sudah terlanjur hancur , ia masih merahasiakan kehamilan nya itu pada suaminya .
__ADS_1
Meskipun Ane tidak marah lagi karena Alingga pun sudah meminta maaf , tapi tetap saja Ane kesal . Hanya saja ia tidak menunjukan nya . Ia sudah mengajukan surat pengunduran diri , tapi pihak HRD belum menyetujuinya .
Rencana nya ia akan memberitahu Alingga nanti saja , agar ia bisa membuat double kejutan .
Suara mobil terdengar di bawah , Ane bergegas menyambut suami nya di depan pintu seperti biasa .
"kamu belum tidur ?" Alingga bertanya , saat Ane membukakan pintu untuk nya .
"aku nunggu kamu " jawab Ane
"aku kan bawa kunci cadangan , padahal kalau kamu ngantuk nggak perlu nunggu aku lagi ya . aku takut kamu sakit "
"tapi .. aku kangen "Ane berkata dengan lirih , Alingga menghentikan langkah nya ia berbalik menghadap Ane yang tidak beranjak dari tempatnya tadi . Ia menghampiri Ane dan memegang kedua pipi Ane dengan kedua tangan nya seraya berkata "maaf ya sayang , aku mau kamu sabar sampai bulan depan . target aku hampir selesai " Alingga mengecup kening istrinya dengan lembut . Ane hanya mengangguk . Setelah itu ia mengajak istrinya untuk segera beristirahat .
Sebenarnya ia pun tidak ingin sering lembur dan kurang memperhatikan anak dan istrinya . tapi ia harus menujukkan kinerja yang memuaskan , agar tidak mengecewakan Rio dan pak Dani .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Entah kenapa Ane merasa kalau , pengunduran dirinya di persulit oleh pihak kantor . Sebab sampai saat ini pengunduran dirinya belum juga di setujui , ia memang tidak memberitahu alasan pasti nya ia mengundurkan diri . tapi apakah pihak kantor bisa menahan nya seperti ini ? sudah satu bulan berlalu sejak ia menyerahkan nya . dan saat ini kandungan nya sudah berusia sepuluh minggu .
Alingga juga masih sering lembur , ia terkadang merasa sangat kesal apalagi mood nya yang sering berubah . apakah ia yang harus mengambil tindakan duluan . huh .. kalau begitu ia akan menghubungi Alingga saja .
sayang nanti siang kamu tunggu di kantor , aku akan ke sana membawakan makan siang juga menjemput Nana . ❤️
Alingga membaca pesan dari istrinya dengan senyum yang merekah .
"tidak usah pesankan makan siang ku " Alingga berkata pada sekertaris nya itu yang kebetulan sedang ada di ruangan nya .
"bapak mau makan siang di luar ?" Tari bertanya
"tidak .. istri saya akan datang membawakan nya " jawab Alingga , Tari mengiyakan lalu memikirkan sesuatu dan tersenyum simpul . setelah itu ia pamit keluar .
*
__ADS_1
*
*