
*
*
*
Alingga duduk di kursi yang ada di dalam toko bunga tersebut , sedangkan Alina ia biarkan berkeliling di dalam toko bunga dengan pesan bahwa ia tidak boleh merusak bunga-bunga yang ada di sini .
Setelah menyuguhkan Alingga secangkir teh , Hana ikut duduk di hadapan Alingga .
"Saya adalah sekertaris papa mu dulu " Hana membuka percakapan , Alingga mendengarkan dengan serius . Ia memang sengaja menyempatkan diri ke sini , selain untuk membeli buket bunga untuk Ane ia juga ingin mengetahui dengan jelas apa yang terjadi dengan papanya dan Hana .
"Saya bersumpah tidak tau kenapa kejadian itu bisa terjadi , saat itu kami baru selesai makan malam dengan client yang ada di luar kota . Saya tidak teringat apa yang terjadi malam itu karena tidak sadarkan diri , saat saya bangun kami sudah berada di ranjang yang sama tanpa sehelai benang pun . papamu juga tidak cerita tentang apa yang telah terjadi malam itu , tapi bercak darah di sprei hotel menjelaskan semuanya ."
"Kami sepakat untuk melupakan kejadian tersebut , bahkan papa mu memberikan sejumlah uang padaku tapi saya menolak nya . bukan karena ingin menjerat pak Erlangga , tapi karena saya tidak ingin merasakan menjual kesucian saya dengan uang "
"Tapi dua bulan kemudian saya baru tau kalau saya hamil , awalnya pak Erlangga menyangkal bahwa itu anak nya . jadi saya di berhentikan dari pekerjaan dan di biayai oleh nya sampai melahirkan "
Setelah itu Hana menceritakan saat kelahiran putranya , Erlangga langsung melakukan tes DNA . Dan terbukti kalau Brama adalah putranya .
"Tapi kami hanya melakukan itu sekali , ia sangat mencintai mama mu . Bahkan untuk melihat Rama saja ia tidak pernah , hanya kiriman uang nya setiap bulan yang datang . " jelas Hana .
"Tapi setelah nya aku baru tau , kalau malam itu memang ada yang sengaja menjebak kami . Aku di biarkan tidak sadar dan pak Erlangga di berikan obat perangsang , setelah aku mengetahui hal itu orang itu menyuruh ku untuk mengganggu rumah tangga pak Erlangga . bahkan ia sampai mengancam ku jika buka suara , aku tidak menuruti kemauan nya tapi aku juga tidak berani mengatakan pada pak Erlangga tentang kebenaran seseorang yang mengkhianati nya . " Hana berkata dengan suara yang pelan nyaris tidak terdengar .
"Siapa orang itu tante ?" tanya Alingga , Hana hanya terdiam . ia melihat ke sekitar dan luar toko nya . "Tante .. tenang saja , saya akan menjamin keselamatan tante dan Brama . bantu saya tante , mungkin dengan tante memberitahu saya , saya dapat mencari tau lebih dalam . Setengah tahun yang lalu , mama saya hampir di culik . tapi istri saya menolong nya dan mengakibatkan ia celaka , sampai saat ini istri saya masih terbaring di rumah sakit dalam keadaan koma " Alingga menjelaskan , ia merasa jika ia tau siapa orang di balik semua ini . maka ia akan menemukan titik terang , karena ia tidak pernah merasa mempunyai musuh . Dan cerita Hana membuat ia tau kalau sejak dulu ada yang ingin menghancurkan keluarga nya .
Hana tidak menjawab , ia malah bangkit berdiri meninggalkan Alingga . Dan pergi merangkai buket bunga , Alingga menyusul Hana dan terus mendesak Hana untuk berbicara . Hana masih diam saja , ia malah menulis sesuatu dan menyelipkan di buket bunga tersebut .
Hana menyuruh Alingga mengambil bunga tersebut , yang sudah ia selipkan kartu ucapan .
__ADS_1
"Bawalah bunga ini pada istrimu , bunga daffodil juga melambangkan sebuah harapan . semoga ia cepat sembuh " kata Hana lalu pergi begitu saja .
Alingga mengambil bunga tersebut di atas meja , ia mengambil kartu ucapan yang terselip lalu membacanya .
' berhati hatilah dengan pak Ronald , ia bisa melakukan apa saja . tanyalah pada rama '
Begitulah isi pesan tersebut , setelah itu ia menyimpan kartu itu di saku nya . dan memanggil Alina untuk mengajak nya pergi dari sana menuju rumah sakit .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Alina langsung memeluk tubuh mamanya yang terbaring di atas ranjang , setelah mereka masuk ke ruangan Ane di rawat .
Alingga menghampiri Ane dan mengecup keningnya , ia lalu meletakan bunga dari Hana ke dalam Vas di atas meja , lalu melangkahkan kaki ke sofa . Membiarkan Alina melepas rindu dengan mamanya . dengan Bi Sumi yang duduk di pinggir tempat tidur Ane .
"mama .. Nana hari ini ambil raport ke sekolah sama papa , nilai Nana bagus semua dan papa membelikan Nana es krim yang banyak " seru Alina
"Mama cepat bangun ya .. tadi di sekolah banyak ibu-ibu yang godain papa "
Bi Sumi tertawa mendengar perkataan Alina . Sedangkan Alingga hanya tersenyum simpul , ia kemudian sibuk kembali pada ponselnya .
Hening , tidak ada jawaban .
Alina mulai menitikkan air mata nya , karena masih tidak mendapatkan respon apapun dari mamanya walaupun ia sudah berbicara sejak tadi . bi Sumi mengusap punggung Alina dengan lembut .
"Mama .. Nana tuh kangen .. banget sama mama , Dean juga suka menangis setiap malam kaya Nana . mungkin dia kangen sama mama juga , tapi dia belum bisa ngomong " kata Alina dengan suara kecil karena menahan isak tangisnya .
Alingga bangkit dari sofa , ia menghampiri Alina dan ikut memeluk putrinya .
"kalau kamu nangis , nanti mama juga jadi sedih " kata Alingga .
"mama bisa dengar Nana ?" tanya Alina
__ADS_1
Alingga mengangguk menjawab nya .
"kalau mama dengar Nana , kenapa mama nggak pernah bangun ?"
"Mama kan masih sakit , tapi mama bisa dengar semua yang Nana katakan . makan nya Nana jangan nangis ya biar mama nggak sedih karena tau Nana menangis terus setiap ketemu sama mama " ujar Alingga .
Isak tangis Alina langsung hilang , tapi air matanya tetap mengalir dalam diam . membuat hati Alingga lebih sakit melihat nya , lalu terlalu lama menangis membuat Alina memejamkan matan nya perlahan . ia membiarkan Alina tertidur di samping Ane dan kembali ke sofa melanjutkan kegiatan nya di ponsel .
Setelah mendengar penjelasan Hana , ia langsung menghubungi Leo dan Rio untuk membantunya menyelidiki pak Ronald . bukan hanya kegiatan nya saat ini , tapi juga di masa lalu nya .
Ia juga mengirim pesan pada Sarah untuk mengawasi Brama di kantor .
Setelah itu ia mengirim pesan pada Brama agar datang menemuinya di rumah sakit setelah pulang kerja .
Ia akan menyembunyikan hal ini dari mamanya dulu .
*
Tring
Bunyi lonceng di pintu menandakan ada orang lagi yang datang ke toko nya . Hana bergegas keluar untuk menyapa pelanggan , tapi tubuh nya membeku seketika saat melihat siapa yang ada di hadapan nya .
"Hana .. " sapa orang itu .
Hana mundur perlahan ke belakang , ia mencoba masuk ke dalam ruangan nya untuk menghindari orang tersebut . tapi gerakan nya sudah di antisipasi duluan oleh lawan nya , dalam sekejap tangan nya sudah di tarik oleh orang itu .
"saya tidak memberi tau tentang mu pada Alingga " pekik Hana , saat kedua tangan nya telah di kunci oleh orang tersebut .
"Setelah sekian lama , kamu masih tetap saja cantik Hana ... " Ronald berbisik di telinga Hana dan menyeringai .
*
__ADS_1
*
*