
*
*
*
Sudah dua minggu Ane bekerja sebagai asisten Alingga di kantor , akhir akhir ini hubungan mereka menjadi jauh lebih baik dan jauh lebih mesra .
Mungkin karena sudah dua minggu ini juga Dara tidak pernah memunculkan batang hidung nya , dan Alingga setiap waktu selalu bersama Ane . Hingga membuat Ane yakin kalau hubungan Alingga dan Dara hanya sebatas status saja .
Apalagi Alingga tidak pernah beranjak dari sisi Ane , bahkan untuk memenuhi hutang makan malam pada Rio saja Alingga menemaninya dengan alasan bosan .
Cihh bosan ?
Siapa yang akan percaya dengan alasan bodoh seperti itu .
Memang cinta kadang kadang bisa membuat orang menjadi bodoh . Dia sendiri sudah membuktikan nya .
Kebahagiaan Ane ternyata hanya sesaat saja , di jam pulang kantor Dara tiba tiba datang . Mengajak Alingga pulang bersama karena ibu Alingga menyuruh mereka makan malam di rumah . sekalian membahas acara pertunangan mereka .
Dara bergelayut mesra di lengan Alingga , saat mereka keluar dari kantor sampai di depan mobil . Seolah olah ingin mengatakan pada seluruh dunia , bahwa Alingga adalah miliknya .
Dan Alingga ?
Tentu , hanya diam saja . tanpa merasa risih atau memikirkan perasaan Ane yang dari jauh melihat mereka dengan pandangan nanar .
Ane berjalan seorang diri menuju halte bus dekat kantor , sebenarnya Alingga menyuruh Ane untuk naik taxi . tapi Ane malas cepat sampai di apartemen , dia hanya seorang diri di sana .
Saat Ane sibuk dengan lamunan nya , sebuah mobil berhenti di depan halte .
Rio keluar dari mobil dan menghampiri Ane yang masih menatap jalan dengan pikiran kosong .
"Mau aku beri tumpangan ?" tanya Rio membuyarkan lamunan Ane
"tidak , terima kasih aku naik bus saja "
"Ayolah , makan malam kemarin tidak bisa di hitung karena bukan kamu yang mentraktir ku "
Ane berpikir sejenak sebelum memutuskan untuk ikut dengan Rio .
Di dalam mobil Ane hanya terdiam .
Hatinya sedikit cemas , bagaimana jika Alingga tau ia pergi dengan Rio . Tapi memikirkan Alingga juga pergi makan malam dengan Dara , Ane mencoba merilekskan pikiran nya .
" Jadi sudah berapa lama kalian berhubungan ?"
Rio membuka pembicaraan
Ane mengernyitkan dahi dengan pertanyaan lugas Rio . Rio yang melihat Ane bingung menambahkan
"Siapa pun yang melihat interaksi kalian , dan sikap posesif Alingga pasti bisa menyimpulkan kalau di antara kalian ada 'sesuatu' "
__ADS_1
Ane masih tetap diam tanpa berniat menjawab pertanyaan Rio .
"Baiklah , aku tidak akan membahas itu lagi . Sekarang beritahu aku di mana kamu akan mentraktir ku malam ini " ucapnya
"Aku ingin makan nasi goreng , tapi tempat nya di pinggir jalan apakah kamu tidak keberatan ?"
tanya Ane
"Tentu saja , aku bukan tipe orang yang pemilih soal makanan asalkan cocok di lidah ku itu baik baik saja "Rio menjelaskan
"Aku yakin kamu pasti menyukai nya " balas Ane tersenyum
Sekitar dua puluh menitan mereka berkendara , mereka telah sampai di tempat penjual nasi goreng yang di sebut Ane . di lihat dari tempat nya yang bersih dan cukup ramai , membuat Rio tidak ragu melangkah masuk .
Setelah memesan dan mendapatkan tempat duduk , menunggu pesanan datang Rio mencoba mengobrol dengan Ane yang tidak banyak berbicara .
"Ane , jika kamu membutuhkan teman untuk berkeluh kesah . Aku bersedia , kamu tenang saja rahasia mu aman bersama ku " ujar Rio membuka pembicaraan
"Terima kasih , hanya saja aku tidak tau harus mulai dari mana " balas Ane
Tidak lama pesanan mereka sudah di antar , saat hendak mulai menyantap nasi goreng nya tiba tiba .
Drrtt
Ponsel Ane bergetar sekali menandakan ada pesan masuk .
aku tidak pulang malam ini .
mama memintaku menginap
love u
Sebuah pesan masuk dari Alingga , sukses membuat Ane kehilangan selera makan nya saat ini .
Ane menghela nafas kasar . seraya memasukan ponsel nya ke dalam tas .
Melihat ekspresi Ane berubah setelah melihat ponsel , Rio merasa pasti ada sesuatu yang mengganggu pikiran Ane .
Tapi Ane terlalu menutup diri , sehingga Rio susah mendapatkan celah untuk masuk .
"Jadi , setelah ini apakah kamu sibuk?"
tanya Ane setelah menyelesaikan sebagian makanan nya
"Tidak , kenapa ?" Rio balik bertanya
"mau kah kamu , menemani ku jalan jalan?"
"Tentu saja" jawab Rio dengan senyum merekah
" aku tau tempat yang bisa merubah mood seseorang menjadi bagus " sambung nya lagi
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dan disini lah mereka , setelah menghabiskan waktu di Play Zone . Rio mengajak Ane bermain ice skating di dalam sebuah mall .
Benar kata Rio , mood Ane jadi lebih baik .
Dapat di lihat dari Ane yang sejak tadi tertawa lepas
Setelah puas bermain , Ane memutuskan untuk pulang di antar Rio . Di tangan nya terdapat sebuah boneka hasil dari dua jam ia dan Rio bermain di play zone .
"Jadi kamu sudah pindah ke apartemen ?" tanya Rio setelah mereka sampai di depan apartemen Ane
Ane mengangguk risih , mereka sudah sama sama dewasa dan cukup mengerti hal apa yang saat ini sedang terjadi padanya .
"Ane bisakah aku menyimpan nomer ponsel mu , maaf aku tidak ada maksud apa apa . Aku hanya ingin berteman dengan mu " Rio berkata sebelum Ane keluar dari mobil .
Ane mengangguk , dan mereka bertukar nomor . Setelah mengucapkan terima kasih , Ane keluar dari mobil dan menuju apartemen nya .
*
Membuka pintu apartemen , Ane di kejutkan oleh kehadiran Alingga yang sudah menunggu nya di depan pintu menatap nya tajam dengan tangan bersedekap di dada .
"Darimana saja kamu ?" tanya Alingga dingin
Ane tidak menjawab malah meneruskan langkah nya memasuki apartemen .
tiba tiba tangan nya di tarik dengan kasar oleh Alingga , saat itulah Alingga memperhatikan bahwa di tangan Ane terdapat sebuah boneka .
"Aku tanya dari mana kamu , dan dari mana benda ini ?" Sentak Alingga kasar sambil merampas boneka di tangan Ane , berjalan ke dapur lalu membuang boneka itu ke dalam tong sampah .
Ane tidak menahan nya , dia berlalu masuk ke kamar meninggalkan Alingga dalam kemarahan nya yang semakin naik karena di acuhkan oleh Ane .
Menyusul Ane ke kamar Alingga masih mencerca Ane dengan pertanyaan .
"Aku datang ke sini khawatir karena kamu tidak membalas pesan ku ! baru sebentar aku tidak bersama mu , kamu sudah jalan bersama lelaki lain . Aku tidak yakin kalau selama tiga tahun ini kamu menjalani nya seorang diri " sindir Alingga
PLAKK
Ane menampar Alingga , tidak tahan dengan tuduhan nya .
"Jika aku selama ini bersama lelaki lain , untuk apa aku menunggu mu " ujar Ane dengan suara yang sedikit meninggi .
Alingga memegang pipi nya , tanpa berkata apa apa lagi ia meninggalkan Ane dan pergi dari apartemen mereka .
Sepeninggal Alingga , Ane merebahkan dirinya di atas kasur . menatap langit langit kamar .
air mata nya keluar tanpa di minta .
Malam ini untuk pertama kali nya mereka tidak tidur bersama setelah di pertemukan kembali .
*
__ADS_1
*
*