
*
*
*
"Apakah kamu yakin kalau itu adalah anak mu ?" pertanyaan itu keluar dari bu Dewi .
Alingga sudah menjelaskan pada mamanya kalau Ane pergi karena kesalahpahaman yang di buat oleh Dara , saat Ane pergi ia sedang hamil anak nya .
"Ma .. Ane tidak mungkin melakukan hal seperti itu " jawab Alingga
"apa kamu sudah melakukan tes DNA ?" tanya mamanya lagi
"Baiklah kalau itu bisa membuat mama yakin , aku akan melakukan tes DNA dengan Nana "
"Ya .. setelah tes DNA kamu bisa membawa anak itu untuk tinggal di sini , cukup anaknya tanpa ibunya !"
"Aku tidak akan meninggalkan Ane lagi !"
"Kalau begitu kamu bisa pilih antara mama atau dia "
"Ma .. please , jangan membuat ini menjadi sulit " bujuk Alingga pada akhirnya , ia tidak ingin memilih antara mereka berdua . keduanya sama berarti untuk Alingga .
"pergi lakukan tes itu , mama tidak akan merubah keputusan " tandas bu Dewi
"Ma .. " belum sempat Alingga melanjutkan kalimat nya bu Dewi sudah memotong nya "kamu tidak tau apa yang mama rasakan , saat melihat kamu waktu itu Lingga . mama cuma punya kamu "
"kalau begitu , biarkan Lingga bahagia ma "
Bu Dewi pergi meninggalkan Alingga ke kamarnya , ia tidak akan menyetujui permintaan anaknya tersebut .
Alingga terduduk di ruang keluarga , sungguh ia tidak ingin membuat mamanya bersedih . tapi , ia juga tidak ingin meninggalkan Ane sampai kapan pun .
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pesta yang meriah tidak bisa membuat Ane kehilangan rasa cemas nya , ia khawatir dengan Alingga . Masalah apa sekiranya yang bisa membuat Alingga langsung segera pergi . Apakah terjadi sesuatu di perusahaan nya atau keluarganya ?
Hari pun sudah semakin sore , Ane memutuskan untuk pulang saja . Saat ingin di antarkan oleh kak Rini , Ane menolak secara halus . Dan pas sekali Alingga menelpon Ane akan menjemputnya .
Jadi di sinilah Ane dan Alingga mereka sudah berada dalam mobil , sedangkan Alina sudah tertidur di jok belakang .
"Ane kita ke rumah sakit dulu ya " kata Alingga
"siapa yang sakit ?" tanya Ane
"em .. mama sudah tau tentang Nana , ia meminta ku untuk tes DNA dengan Nana . Ane kamu jangan salah paham aku sudah menjelaskan sama mama , tapi ia ingin bukti " jelas Alingga
"aku mengerti .. " Ane menenangkan Alingga
Setelah itu mereka pergi menuju rumah sakit terbesar , Alingga menyuruh Ane untuk tunggu di sini saja di mobil karena Alina sedang tidur . ia sendiri yang akan menyerahkan sample untuk di uji .
Setelah menyelesaikan serangkaian prosedur , Alingga kembali ke mobil dan memberitahu Ane kalau hasilnya akan keluar dua minggu lagi . Ane hanya terdiam sepanjang perjalanan pulang , Alingga yang merasa tidak enak mencoba menghiburnya saat mereka sudah sampai di rumah kontrakan Ane .
"Ane .. aku tau kamu tersinggung sama mama , maafin mama ya . yang penting sejak awal aku tidak pernah meragukan mu oke , aku menuruti keinginan mama agar ia puas " Alingga menarik Ane ke dalam pelukan nya , dan untuk pertama kalinya ia membalas pelukan Alingga lagi setelah sekian lama .
"setelah hasil tes nya keluar , kita akan menikah " kata Alingga , Ane terkejut mendengarnya . Alingga yang merasakan perubahan pada Ane langsung memegang kedua pipi Ane dengan kedua tangan nya agar ia bisa melihat wajah Ane dan bertanya lagi "apakah kamu tidak ingin menikah denganku ?"
"Aku masih belum siap .. " Ane beralasan
"sayang .. apa lagi yang membuat mu ragu , bukankah kita sudah sama tau kalau dulu itu hanya kesalahpahaman . kamu tau sampai saat ini di hatiku hanya ada kamu " bujuk Alingga , tiba tiba air mata Ane keluar sendiri . ia merasa bersalah pada Alingga dulu , itu sebab nya ia ingin memberikan Alingga kesempatan untuk memulai hidup yang baru tanpa dirinya , tapi bagaimana jika mereka berdua masih saling mencintai .
"Maafin aku Lingga , aku akan menebus semua kesalahan ku dulu sama kamu . mulai saat ini aku tidak akan pernah meninggalkan mu apapun yang terjadi " ujar Ane , Alingga yang mendengar perkataan Ane tersenyum bahagia . dan memeluk tubuh Ane lebih erat lagi .
"Sekarang kamu mandi dulu ya , aku akan memesan makan malam untuk kita . malam ini aku tidur di sini " kata Alingga .
Ane pergi untuk membersihkan diri , ia merasa malu karena sudah mengiyakan Alingga yang mau menginap di sini .
__ADS_1
'oh ayolah Ane kamu sudah pernah tidur bersama dia dulu , lagi pula belum tentu ia akan mengajak kalian tidur bersama . mungkin saja seperti biasa kalian akan tidur bertiga dengan Nana '
Ane berbicara pada dirinya sendiri .
Selesai membersihkan diri dan berganti pakaian tidur , ia menghampiri Alingga di ruang makan yang sudah bersiap dengan makanan yang di pesan nya tadi . Lalu mereka makan malam dengan tenang .
"kamu mau tidur sama Nana ?" tanya Ane , setelah membereskan piring kotor . rencana ia ingin langsung istirahat karena badan nya yang sudah terasa pegal .
"kalau aku tidur sama Nana apakah kamu akan kecewa " goda Alingga sambil memeluk tubuh Ane dari belakang , "kamu mau tidur di mana ya terserah kamu " Ane membalas dengan gugup
"kalau begitu aku akan tidur bersama mu " bisik Alingga di telinga Ane , dan langsung menciumi leher Ane dari belakang . Ane mendesah tertahan , membuat Alingga langsung membawa nya ke dalam kamar .
Dan setelah itu malam panjang mereka di mulai .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi ini Ane terbangun di pelukan Alingga tanpa sehelai benang pun di tubuh mereka , wajah Ane langsung memerah saat mengingat apa yang terjadi semalam .
"pagi sayang " sapa Alingga , ia mengecup kening Ane . Dan di lanjutkan ke bagian bawah wajah Ane .
"enghhhh berhenti Lingga , aku harus mempersiapkan keperluan Nana . kalau tidak ia bisa terlambat " kata Ane , Alingga langsung melepaskan Ane .
"kamu hari ini tidak usah masuk kerja ya , setelah menjemput Nana pulang sekolah kita pulang ke rumah ku " pinta Alingga
"mana bisa aku libur , aku baru dua bulan kerja di sana masa mau ambil libur " Ane menolak setelah itu ia bangkit dari kasur . dan berjalan menuju kamar mandi , Alingga langsung bangkit menyusul nya dan menerjang Ane sekali lagi di dalam kamar mandi .
Setelah menyelesaikan kegiatan singkat di kamar mandi , mereka membersihkan tubuh bersama . Ane keluar lebih dulu karena harus membangunkan Alina dan mempersiapkan kebutuhan nya , Alingga bertugas membuat sarapan singkat .
Lalu mereka bersama mengantar Alina ke sekolah dan di lanjutkan Alingga yang mengantar Ane ke kantornya . Barulah ia pergi menuju kantornya sendiri , dengan suasana yang baik .
Ia akan mempersiapkan pernikahan mereka mulai dari hari ini .
*
__ADS_1
*
*0