Bertahan Dalam Batas Asa

Bertahan Dalam Batas Asa
Bab 22


__ADS_3

*


*


*


Sharon sudah cantik dengan gaun nya , hari ini ia memakai make up yang tidak seperti biasanya .


Menunggu Alingga datang , untuk pergi ke pesta pertunangan Ane .


Ponselnya berdering , Alingga mengatakan bahwa ia sudah sampai di depan apartemen Sharon .


Sharon keluar dari apartemen nya dan pergi menemui Alingga yang telah menunggu nya di dalam mobil .


Jantung Sharon tidak berhenti berdebar , ia terpesona oleh penampilan Alingga malam ini . saat ia sudah duduk di sebelah kemudi mobil yang di kendarai Alingga .


"Maaf .. karena membuat mu harus jauh jauh ke sini " kata Sharon membuka pembicaraan


"hmm " jawab Alingga seperti biasa


Oh yang benar saja , kenapa tuhan menciptakan sosok sempurna seperti Alingga yang sangat irit berbicara . bahkan ia tidak memuji penampilan Sharon malam ini , apakah Alingga tidak tau apa itu basa basi ?


"kita akan kemana ?" tanya Alingga sebelum melajukan mobil nya , ia harus tau dulu dimana tempat tujuan mereka . lalu Sharon menyebutkan salah satu alamat hotel yang mengadakan pesta pertunangan tersebut .


Sesampai nya mereka di tempat tujuan , mereka turun dari mobil dan memasuki ballroom hotel yang telah di hias dengan cantik dan mewah .


Dengan menggandeng lengan Alingga , mereka masuk dan melihat sekeliling mencari si tuan rumah acara tersebut .


Rupanya mereka sampai saat acara sudah akan di mulai , di atas pentas kecil MC membuka acara nya . dengan kata kata sambutan , setelah di rasanya cukup ia mulai memanggil pasangan berbahagia naik ke atas .


"Mari kita sambut , pasangan yang berbahagia malam ini . Rio Prasetya dan Anemaira "


DEG


Jantung Alingga berhenti berdetak , bahkan ballroom hotel yang meriah oleh tepuk tangan para undangan terasa sunyi di telinga nya .


Matanya fokus menatap sepasang kekasih yang saling bertukar cincin dengan senyum yang bahagia .


SIAL ...


Apakah selama ini mereka menjalin hubungan ?


Apakah Ane memutuskan pergi darinya karena Rio ?


Alingga tertawa dalam hati , betapa bodoh nya ia selama ini . Ia hampir gila dengan kepergian Ane tapi wanita itu bahkan tidak peduli padanya . Apakah mereka berdua menertawakan nya saat ia seperti orang gila mencari Ane kemana mana .


"Hei .. apa yang kamu pikirkan ?" tanya Sharon melihat Alingga terdiam mematung .

__ADS_1


"Tidak ada .. hanya memikirkan bagaimana selanjutnya " jawab Alingga


Sharon menaikan sebelah alisnya menunggu Alingga menjelaskan maksud perkataan nya barusan .


"Sudah lah .. apakah kamu tidak akan memberikan selamat kepada mereka ?" tanya Alingga


"Ayo .. " ajak Sharon


Setelah itu mereka berdua berjalan menuju Ane dan Rio , berhubung mereka orang terakhir yang akan memberikan ucapan selamat . satu persatu orang turun dan membuat pandangan Ane dan Rio menjadi jelas .


Saat melihat siapa orang yang selanjutnya akan datang , Ane dan Rio syok .


Ane menggenggam tangan Rio dengan erat , keringat dingin mulai membasahi sekujur tubuh nya .


Rio mencoba menenangkan Ane , dengan mengusap tangan Ane dengan lembut .


Alingga yang melihat interaksi keduanya semakin merasakan amarah membuncah di dalam dada nya . Waktu seperti berjalan lambat saat Sharon dan Alingga perlahan mendekati mereka .


Ane ingin melarikan diri , tapi Rio menahan nya .


"Hai Ane .. selamat atas pertunangan mu " ucap Sharon bahagia , ia tidak menyadari perubahan raut wajah pada ketiga orang di dekat nya


"Maaf pak Alingga , sepertinya sekertaris saya lupa mengirimkan undangan ke bapak " Rio berusaha tenang


"Ya ... aku bisa melihat itu " sindir Alingga


"Kebetulan kami adalah rekan bisnis " Rio menjawab pertanyaan Sharon


"oh kebetulan sekali , lalu Ane .. apakah kamu juga mengenal Alingga ?" tanya Sharon pada Ane


"Tidak .. " Alingga menjawab nya dengan tegas .


"Kalau begitu Dokter Sharon silahkan mencicipi hidangan yang ada , saya akan membawa Ane kembali ke meja " Rio menawarkan dengan ramah


Setelah itu mereka berempat turun dari panggung , membiarkan MC meneruskan acara selanjut nya .


Acara selanjut nya hanya makan malam untuk para undangan , lalu seorang penyanyi yang telah di undang mulai menghibur para tamu yang ada .


Alunan musik yang indah tetap tidak bisa menghilangkan kecemasan Ane .


Kenapa Alingga tiba tiba muncul ?


Kenapa Alingga dan Sharon bisa bersama ?


Apakah ia akan berpaling dari Rio setelah melihat Alingga , ada sesuatu yang berdetak di dalam hati nya saat melihat Alingga lagi ...


"Ane ... istirahat lah .. aku akan memberi alasan kalau kau sakit pada mama dan yang lainnya ." kata Rio melihat Ane melamun sejak tadi , ia tau apa yang sedang di pikirkan Ane . Ia juga cukup terkejut melihat kedatangan Alingga dengan Sharon malam ini .

__ADS_1


"Tidak .. Aku baik baik saja semuanya sudah lewat bukan ?" jawab Ane sebisa mungkin tersenyum pada Rio


"Kalau begitu , habiskan makan malam mu dan jangan memikirkan hal hal yang berlebihan oke " kata Rio seraya mengelus puncak kepala Ane


Alingga melihat mereka dengan pandangan tajam , melihat kemesraan mereka ingin sekali ia memisahkan keduanya dan berkata kalau mereka berdua adalah pasangan licik pada semua orang .


Ane menghabiskan sebagian makanan nya , dan berusaha terlihat bahagia . Mengobrol dengan bu Retno dan Kak Rini , kakak nya Rio membuat ia bisa menjadi lebih santai . Benar kata Rio , tidak perlu memikirkan yang tidak tidak . bukankah Alingga saja tadi mengakui kalau ia tidak mengenalnya .


Mungkin saat ini ia sedang dalam suatu hubungan dengan Sharon , memang siapa yang bisa menolak wanita seperti Sharon . ia adalah bentuk sempurna sebagai wanita dan sosok yang ideal untuk di jadikan istri .


"Kak aku mau ke kamar mandi sebentar " Pamit Ane pada kak Rini


"Mau aku antar " tawar Rio


"Tidak perlu " jawab Ane


"Cie yang baru tunangan , ke kamar mandi saja mau di antar " goda kak Rini


Ane hanya tersenyum menanggapi , lalu pergi meninggalkan ballroom menuju kamar mandi yang ada di belakang .


Ane menenangkan dirinya di dalam kamar mandi , ia membasuh wajah nya karena ia sedari tadi menangis di dalam toilet . Jujur perasaan nya untuk Alingga belum berubah sedikit pun , tapi ia juga harus tau diri akan posisi nya saat ini .


Setelah merapikan riasan nya di wajah , Ane keluar dari kamar mandi . saat pintu terbuka Ane di kejutkan oleh Alingga yang sudah berada di depan kamar mandi . Ane pergi berlalu tanpa berniat menyapa Alingga . tapi tangan nya di tarik dengan kasar oleh Alingga , memasuki toilet wanita dan mengunci pintu nya . agar tidak ada orang yang masuk .


"Apa yang mau kamu lakukan ?" tanya Ane cemas


Ia melihat wajah Alingga yang penuh amarah di hadapan nya . Alingga tidak menjawab pertanyaan Ane , ia malah memojokkan Ane ke dinding dan mencium nya dengan kasar . Ane memberontak .


Alingga melepaskan nya dan berkata "Jadi ini alasan kamu meninggalkan aku " Alingga sarkas


Melihat Ane hanya terdiam , Alingga melanjutkan .


"Kamu sudah di bohongi oleh Dara , semua yang ia katakan tidak benar . aku sudah tau apa yang ia katakan padamu , apakah kamu tidak melihat atau mendengar kabar bahwa aku dan dia telah memutuskan pertunangan ?"


Ane masih saja terdiam . ia syok mendengar penjelasan Alingga , jadi apakah ia selama ini ...


"JAWAB AKU ANE KENAPA KAMU PERGI BEGITU SAJA TANPA MEMINTA PENJELASAN DARIKU " Alingga berkata dengan suara yang meninggi "Apakah aku sangat buruk di matamu , sehingga kamu tidak bisa mempercayaiku " Lirih Alingga


"Untuk apa Lingga .. Untuk apa kamu menjelaskan semua itu padaku , semua sudah terlambat " Ane terisak


"Untuk melihat mu tenggelam dalam penyesalan " ujar Alingga dengan dingin dan penuh penekanan


setelah itu ia meninggalkan Ane begitu saja yang menangis tersedu seorang diri


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2