Bertahan Dalam Batas Asa

Bertahan Dalam Batas Asa
Bab 50


__ADS_3

*


*


*


"Aku tidak ingin melanjutkan rencana ini ! " Kata Brama pada pak Ronald , saat ini mereka sedang berada di cafe tempat mereka biasa bertemu .


pak Ronald menggebrak meja dengan tangan nya , emosi nya naik seketika setelah mendengar perkataan Brama .


"Apakah kau pikir setelah mendapatkan saham Erlangga yang sedikit itu kau sudah menang , dan di akui oleh Dewi dan Alingga heh " sinis pak Ronald .


"selamanya kau akan tetap menyandang gelar anak haram ! dan jangan lupakan kalau kau sudah cukup terlibat dalam semua rencana ku ! "


"kita lihat apakah Alingga masih akan bersikap baik padamu setelah mengetahui kau juga terlibat dalam kecelakaan istrinya itu !" kecam pak Ronald


"Bahkan sampai saat ini istrinya masih terbaring di rumah sakit , kau tau kenapa ? karena ia sangat mencintai istrinya itu yang sebenarnya sudah mati tanpa bantuan alat medis ! Dan kau terlibat di dalam nya !" ancaman pak Ronald berhasil membuat Brama terdiam , ia mengepalkan tangan nya menahan marah .


"aku tidak akan ikut campur dengan tindakan mu sekarang , yang jelas aku tidak akan mengikuti semua rencana jahat mu !" tegas Brama , setelah itu ia meninggalkan pak Ronald begitu saja .


Membuat pak Ronald semakin emosi . Sial ! rencana yang sudah ia susun sejak lama harus hancur karena anak haram itu ! bidak catur nya yang terakhir untuk membuat keluarga Erlangga jatuh sudah pergi .


Ia sudah lama menyimpan dendam pada Erlangga , mereka berdua mendirikan perusahaan dari nol tapi hanya karena Erlangga lebih beruntung dan mendapatkan istri yang mendukung nya . itu sebab nya ia bisa memiliki saham perusahaan yang paling besar dan menjadikan ia pemilik perusahaan itu . dan ia hanya menjadi wakil nya , ia juga ikut bekerja keras membangun perusahaan berkembang pesat . meskipun ia akui sejak Alingga mengambil alih perusahaan menjadi semakin berkembang . Tapi ia juga tetap berhak atas jerih payah nya . Bukan menjadi orang terbuang seperti sekarang , pensiun di usia tua dan hanya memiliki suara kecil di perusahaan .


Itu sebabnya ia menjebak Erlangga dan Hana dulu , saat mereka sedang melakukan perjalanan bisnis ke luar kota . Dan keberuntungan berpihak padanya , Hana mengandung anak Erlangga . Tapi karena Erlangga sangat mencintai istrinya itu ia hanya bertanggung jawab secara finansial pada Hana tanpa mau menikahi nya .


Lalu si bodoh Hana pun hanya setuju saja , bahkan dengan terang terangan ia menentang semua perintah nya untuk mengacaukan rumah tangga Erlangga .


*


Brama menepikan mobilnya di pinggir jalan , ia merasa menyesal dan juga bersalah pada Alingga . Seandainya ia tidak termakan omongan pak Ronald yang membuat ia menjadi dendam pada keluarga Erlangga . mungkin saat ini akan baik baik saja . Ia bisa menegakan kepalanya saat bertemu dengan Alingga , kakak tiri nya .

__ADS_1


Tapi karena ia juga menjadi sebab , keadaan istri Alingga menjadi seperti ini . perasaan bersalah itu tumbuh di hatinya , melihat perlakuan Alingga yang tetap menghargai nya . Hanya dia yang tidak memandang nya sebelah mata sebagai anak haram Erlangga , padahal ia dan mamanya lah yang lebih sakit hati karena ini .


Bahkan ia secara terang-terangan membela nya dari gosip dan fitnah yang tersebar di kantor atau setiap rekan bisnis yang mencoba menyinggung perihal status nya . Apakah ini rasanya mempunyai kakak yang bisa menjaga dan melindungi nya ?


Karena selama ini , setiap ia ada masalah . Ia akan menanggung nya sendiri , ia tidak pernah bercerita pada siapapun termasuk mamanya .


Untuk teman dekat saja ia tidak punya , sejak ia kecil ia selalu minder dan merasa rendah diri karena status nya yang lahir tanpa pernikahan .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Nana nggak mau pokoknya "pekik Alina pada bu Dewi . Pagi ini kebetulan Alingga pulang ke rumah karena ada berkas yang tertinggal . Ia heran melihat Alina dan mamanya sedang berdebat di ruang makan , kebetulan bi Sumi pagi ini yang menjaga Ane di rumah sakit .


"Nana kenapa ?" tanya Alingga , ia menghampiri putrinya itu di meja makan .


"Nana nggak mau Oma yang ambil raport Nana ke sekolah hari ini !" kata Alina kesal menjawab pertanyaan papanya .


"Terus Nana mau nya siapa yang ambil ? nenek Sumi ?" tanya Alingga lagi . Alina menggelengkan kepalanya , Alingga menjajarkan tubuh nya agar bisa sama tinggi dengan putrinya . Setelah itu ia memegang dengan lembut kedua pipi Alina dengan tangan nya .


Sudah setengah tahun mamanya sakit dan belum juga sembuh .


"Apa mama tidak akan bersama kita lagi pa .. " Lirih Alina , Alingga langsung memeluk putrinya dengan erat mencoba menyembunyikan air mata nya juga yang akan keluar .


"Nana nggak boleh ngomong kaya gitu ya , mama pasti akan sembuh dan kumpul lagi sama kita "


"Tapi .. Nana ... Kangen pa " isak Alina dengan suara kecil .


"Sekarang biar papa yang ambil raport Nana ya ke sekolah , setelah itu papa belikan Nana es krim kalau raport Nana nilai nya bagus " bujuk Alingga


Alina mengangguk "Boleh kah Nana ke tempat mama , pulang dari sekolah " ia memohon .


Alingga mengangguk dan mengelus puncak kepala putrinya ."Papa telpon om Brama dulu ya , Nana habiskan sarapan nya setelah itu kita berangkat "

__ADS_1


Ia pergi ke ruang kerja nya dan mengambil berkas yang tertinggal , sambil menghubungi Brama agar datang ke rumah nya mengambil berkas tersebut . Dan mengatakan kalau ia akan terlambat datang atau tidak ke kantor sama sekali .


Setelah itu ia menitipkan berkas itu pada mamanya dan berpesan kalau Brama akan menjemput berkas itu . bu Dewi masih bersikap acuh tak acuh pada Brama , meskipun sikap nya tidak sedingin dulu padanya . Alingga tidak akan memaksa mamanya untuk berubah , ia pun mengerti perasaan mamanya . mungkin , ia teringat pengkhianatan papanya jika melihat Brama .


Alingga dan putrinya pergi ke sekolah untuk mengambil raport , karena hari ini pengambilan raport . tentu saja banyak orang tua wali murid di sekolah , sebagian ibu-ibu berkasak-kusuk di belakang nya . Karena ada juga beberapa yang mengenal keluarga nya , termasuk para istri rekan-rekan bisnis nya . Jadi tentu saja mereka tau kalau Alingga datang ke sini karena istrinya sedang sakit .


Ada juga yang secara jelas menggoda nya , tapi Alingga dengan dingin menanggapi nya .


Pesona Alingga memang tidak terbantahkan !


*


"Kita mau kemana dulu pa ?" tanya Alina saat melihat tujuan mereka bukan ke rumah sakit .


"kita beli dulu hadiah untuk mama ya " jawab Alingga .


Alina mengangguk dan melanjutkan makan es krim yang sudah di beli papanya tadi .


Tidak berapa lama mobil Alingga berhenti di sebuah toko bunga , lalu mengajak Alina turun dari mobil dan masuk ke toko tersebut .


Tring


Bunyi lonceng di pintu menandakan seseorang masuk ke toko , setelah itu datang lah seorang wanita paruh baya menghampiri Alingga dan Alina .


"Selamat siang , ada yang bisa saya bantu " sapa wanita itu ramah .


"Tante Hana ? saya Alingga .. "


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2