Bertahan Dalam Batas Asa

Bertahan Dalam Batas Asa
Bab 15


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Minggu ini den Rio kira kira bawa apa ya neng "


bi Sumi , menggoda Ane yang sedang menyusui Alina .


"ishh bibi " sergah Ane


"iya neng , setiap minggu kan den Rio selalu datang bawa barang barang buat Alina . sampai rumah bibi penuh " kata Bi Sumi lagi


"Jadi rumah bibi tambah sempit nih karena barang barang Alina yang di belikan Rio " goda Ane


"ihh bukan gitu atuh neng , maksud bibi teh mau nunjukin perhatian den Rio ke Alina sama neng Ane "


"saya tau bi , saya sudah menghindarinya . tapi Rio selalu punya cara nya sendiri "


"Emang kurang nya den Rio itu apa sih neng ?"


Bi Sumi bertanya ingin tahu .


"dia tidak punya kekurangan bi , saya yang tidak pantas buat dia " jelas Ane dengan pandangan menerawang .


tanpa mereka tau kalau di balik pintu depan , Rio sudah datang dan mendengarkan pembicaraan mereka berdua .


setelah menunggu sepuluh menit lagi di depan pintu Rio mengetuk pintu rumah bi Sumi .


"Bi Sumi ... " sapa Rio setelah melihat siapa yang membukakannya pintu


"Duh den Rio nih panjang umur , baru di bicarakan sudah datang " bi Sumi menyambut Rio


"Oh ya , bicarakan apa bi ?" Rio berlalu masuk


"ya adalah pokoknya "


Rio melihat Ane dan menaikan alis nya tanda bertanya pada Ane , tapi Ane hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum .


Setelah menidurkan Alina , Ane keluar dari kamar nya menemui Rio yang sedang duduk di teras .


sudah satu tahun usia Alina , sudah selama ini Rio tidak pernah meninggalkan sisi Ane .


Setiap minggu Rio selalu datang , membawa perlengkapan bayi atau hanya sekedar kebutuhan sehari hari . Tapi sampai saat ini Rio tidak pernah mengatakan apa apa tentang perasaan nya pada Ane Dia tidak ingin membuat Ane membalas perasaan nya dengan alasan hutang Budi .


"Kamu memang nya tidak capek , hari istirahat mu harus di pakai pulang-pergi ke sini ?" Ane bertanya pada Rio saat sudah duduk di sampingnya


"Ane ... aku mendengar pembicaraan mu dengan bi Sumi tadi "


"ya ?"


"Maukah kamu memberikan kesempatan untuk ku mengejar mu ?"


Ane terdiam , bingung harus menjawab apa .


"Sampai kamu siap Ane , aku tidak akan memaksa mu menerima ku . aku bersedia menunggu entah itu minggu , bulan bahkan bertahun tahun . dan kamu boleh menolak ku tapi tolong jangan cegah aku untuk selalu mencintaimu " Jelas Rio


"Baiklah "


"Oh ya , bukan kah lusa ulang tahun Alina ?"


"Iya dan aku harap kamu tidak mengambil libur kerja pada hari itu "


"Lalu kalian ingin merayakan nya tanpa aku ?"

__ADS_1


" tidak , kita bisa mengundur perayaan nya minggu depan "


"kenapa harus di mundurkan , kalau bisa memajukan nya . Ayo selagi Alina tidur kita keluar belanja keperluan pesta ulang tahun Alina yang pertama "


*


Ruang tamu bi Sumi sudah di hias oleh hiasan dan balon warna warni . acara ulang tahun dadakan Alina cukup meriah walau hanya mereka berempat .


saat Ane dan Rio berbelanja , bi Sumi di rumah memasak nasi kuning untuk acara nanti .


Alina yang baru bangun tidur pun langsung di dandani oleh Ane , untuk usia Alina yang saat ini belum mengerti ia hanya sibuk mengejar balon balon yang berterbangan di ruang tamu dengan jalan yang tertatih .


"Selamat ulang tahun Alina sayang "


Ane mencium Alina , di pangkuan nya setelah meniup lilin di kue ulang tahun nya .


"Ma ... " Alina berbicara sepatah kata untuk pertama kali nya


Ane meneteskan air mata haru . putrinya memanggilnya ma ....


Ahhhh bahagia nya Ane saat ini .


"Alina pintar ya " Rio mengatakan sambil mengelus kepala Alina , Alina menepis berulang tangan Rio seperti orang yang marah "nana ... "


Rio yang gemas melihat ekspresi Alina mengambil nya dari tangan Ane dan menggendongnya .


"Alina mau di panggil nana ?" tanya Rio seolah Alina mengerti "nana .. " kata Alina lagi .


"Oke mulai sekarang kita panggil nana ya " kata Rio


Alina tertawa menanggapinya seolah olah mengerti


Ane merasa teriris melihat interaksi keduanya , Alina pasti membutuhkan sosok ayah . bukankah orang bilang kalau cinta pertama anak perempuan adalah ayah nya , lalu bagaimana perasaan Alina jika sudah besar nanti tau jika ibunya dengan sengaja memisahkan nya dengan ayah nya sendiri .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ibunya semakin khawatir melihat kondisi anaknya sekarang , dalam hati ia merutuki Ane yang pergi begitu saja . ia berjanji jika Alingga sudah sembuh dari keterpurukan nya dan Ane datang kembali ke kehidupan Alingga ia akan mengusir wanita itu sejauh mungkin .


*


Berbeda dengan Alingga , Rio semakin gencar mendekati Ane dan tidak sungkan menghubungi Ane hanya untuk sekedar menanyakan keadaannya atau Alina . Sejak Ane memberinya kesempatan untuk masuk ke dalam hati Ane .


"Ane bagaimana hari ini ?"


tanya Rio setelah selesai makan malam bersama keluarga nya


"Baik "


"Nana ?"


"seperti biasa , ia sudah mulai lincah berlari "


"Minggu ini aku akan datang , mengajak nya pergi ke taman bermain "


"aku yakin ia akan menyukainya "


"kalau begitu sampai bertemu minggu depan "


Rio mengakhiri panggilan nya .


"Kapan mau mempertemukan nya dengan mama ?"

__ADS_1


tiba tiba saja mama Rio berbicara di belakang Rio , rupanya ia sejak tadi mendengarkan pembicaraan Rio dengan Ane .


"Mama , dia belum menerima ku sebagai kekasih nya "


"kalau begitu tunggu apa lagi , langsung lamar saja tidak perlu pacaran kamu sudah tua Rio "


"Mama ... Ane sedang berusaha membuka hatinya dulu"


"Oh jadi namanya Ane " goda mamanya


"Sudah lah ma , lebih baik mama keluar . Rio mau istirahat " Rio malu di goda mamanya


"ahhh anak mama lagi jatuh cinta , setelah lama jomblo "


"Ish sudah sana sana "


Rio mengusir mama nya dan menutup pintu kamar . agar mamanya tidak bisa masuk dan terus menggoda nya .


*


"pa .. Rio sudah punya calon " bu Retno menghampiri suaminya yang sedang bersandar di ranjang kamarnya .


"ya bagus dong ma , kapan dia akan menikah ?"


"ish papa bukan calon istri tapi baru calon pacar "


Pak Dani hanya menggelengkan kepalanya .


"Rio itu kurang agresif pa kalau yang mama lihat "


"Biarlah nanti papa ajarkan dia bagaimana cara menaklukan hati wanita seperti papa dulu "


Bu Retno melotot pada suaminya .


"Oh jadi papa sudah biasa menaklukan hati wanita dulu ? mama yang ke berapa pa ?" kata bu Retno sewot dengan suaminya itu


"hahaha mama ini .. papa cuma menaklukan hati mama dari dulu " Rayu suaminya


"Tapi para perempuan itu sendiri yang mengejar ngejar papa " sambung nya lagi


Bu Retno menyunggingkan senyum paling manis , lalu menarik suami nya agar bangkit dari tempat tidur .


Suaminya hanya menurut , setelah berdiri Bu Retno langsung mendorong suami nya sekuat tenaga sampai keluar kamar . dan berkacak pinggang di depan pintu kamar .


"Malam ini tidur di kamar tamu "


"nanti kalau papa kedinginan gimana ma ?"tanya pak Dani memelas


"Minta hangatkan sama perempuan yang ngejar ngejar papa dulu " bu Retno berbalik dan menutup pintu kamar lalu mengunci nya . sedangkan pak Dani menggedor gedor pintu kamar


"Mama tidak bertanya kenapa para wanita itu ngejar papa sih "


pintu terbuka , tapi pintu kamar sebelah bukan pintu kamar pak Dani . Rio keluar ingin mengambil minum dan heran melihat papanya sedang menggedor gedor pintu kamar mereka .


"Kenapa pa ?" tanya Rio heran


"Biasalah .. wanita dan segala kecemburuan nya "


jawab papa Rio lalu pergi menuju kamar tamu meninggalkan Rio yang menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum .


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2