
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Minggu ini den Rio kira kira bawa apa ya neng "
bi Sumi , menggoda Ane yang sedang menyusui Alina .
"ishh bibi " sergah Ane
"iya neng , setiap minggu kan den Rio selalu datang bawa barang barang buat Alina . sampai rumah bibi penuh " kata Bi Sumi lagi
"Jadi rumah bibi tambah sempit nih karena barang barang Alina yang di belikan Rio " goda Ane
"ihh bukan gitu atuh neng , maksud bibi teh mau nunjukin perhatian den Rio ke Alina sama neng Ane "
"saya tau bi , saya sudah menghindarinya . tapi Rio selalu punya cara nya sendiri "
"Emang kurang nya den Rio itu apa sih neng ?"
Bi Sumi bertanya ingin tahu .
"dia tidak punya kekurangan bi , saya yang tidak pantas buat dia " jelas Ane dengan pandangan menerawang .
tanpa mereka tau kalau di balik pintu depan , Rio sudah datang dan mendengarkan pembicaraan mereka berdua .
setelah menunggu sepuluh menit lagi di depan pintu Rio mengetuk pintu rumah bi Sumi .
"Bi Sumi ... " sapa Rio setelah melihat siapa yang membukakannya pintu
"Duh den Rio nih panjang umur , baru di bicarakan sudah datang " bi Sumi menyambut Rio
"Oh ya , bicarakan apa bi ?" Rio berlalu masuk
"ya adalah pokoknya "
Rio melihat Ane dan menaikan alis nya tanda bertanya pada Ane , tapi Ane hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum .
Setelah menidurkan Alina , Ane keluar dari kamar nya menemui Rio yang sedang duduk di teras .
sudah satu tahun usia Alina , sudah selama ini Rio tidak pernah meninggalkan sisi Ane .
Setiap minggu Rio selalu datang , membawa perlengkapan bayi atau hanya sekedar kebutuhan sehari hari . Tapi sampai saat ini Rio tidak pernah mengatakan apa apa tentang perasaan nya pada Ane Dia tidak ingin membuat Ane membalas perasaan nya dengan alasan hutang Budi .
"Kamu memang nya tidak capek , hari istirahat mu harus di pakai pulang-pergi ke sini ?" Ane bertanya pada Rio saat sudah duduk di sampingnya
"Ane ... aku mendengar pembicaraan mu dengan bi Sumi tadi "
"ya ?"
"Maukah kamu memberikan kesempatan untuk ku mengejar mu ?"
Ane terdiam , bingung harus menjawab apa .
"Sampai kamu siap Ane , aku tidak akan memaksa mu menerima ku . aku bersedia menunggu entah itu minggu , bulan bahkan bertahun tahun . dan kamu boleh menolak ku tapi tolong jangan cegah aku untuk selalu mencintaimu " Jelas Rio
"Baiklah "
"Oh ya , bukan kah lusa ulang tahun Alina ?"
"Iya dan aku harap kamu tidak mengambil libur kerja pada hari itu "
"Lalu kalian ingin merayakan nya tanpa aku ?"
__ADS_1
" tidak , kita bisa mengundur perayaan nya minggu depan "
"kenapa harus di mundurkan , kalau bisa memajukan nya . Ayo selagi Alina tidur kita keluar belanja keperluan pesta ulang tahun Alina yang pertama "
*
Ruang tamu bi Sumi sudah di hias oleh hiasan dan balon warna warni . acara ulang tahun dadakan Alina cukup meriah walau hanya mereka berempat .
saat Ane dan Rio berbelanja , bi Sumi di rumah memasak nasi kuning untuk acara nanti .
Alina yang baru bangun tidur pun langsung di dandani oleh Ane , untuk usia Alina yang saat ini belum mengerti ia hanya sibuk mengejar balon balon yang berterbangan di ruang tamu dengan jalan yang tertatih .
"Selamat ulang tahun Alina sayang "
Ane mencium Alina , di pangkuan nya setelah meniup lilin di kue ulang tahun nya .
"Ma ... " Alina berbicara sepatah kata untuk pertama kali nya
Ane meneteskan air mata haru . putrinya memanggilnya ma ....
Ahhhh bahagia nya Ane saat ini .
"Alina pintar ya " Rio mengatakan sambil mengelus kepala Alina , Alina menepis berulang tangan Rio seperti orang yang marah "nana ... "
Rio yang gemas melihat ekspresi Alina mengambil nya dari tangan Ane dan menggendongnya .
"Alina mau di panggil nana ?" tanya Rio seolah Alina mengerti "nana .. " kata Alina lagi .
"Oke mulai sekarang kita panggil nana ya " kata Rio
Alina tertawa menanggapinya seolah olah mengerti
Ane merasa teriris melihat interaksi keduanya , Alina pasti membutuhkan sosok ayah . bukankah orang bilang kalau cinta pertama anak perempuan adalah ayah nya , lalu bagaimana perasaan Alina jika sudah besar nanti tau jika ibunya dengan sengaja memisahkan nya dengan ayah nya sendiri .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ibunya semakin khawatir melihat kondisi anaknya sekarang , dalam hati ia merutuki Ane yang pergi begitu saja . ia berjanji jika Alingga sudah sembuh dari keterpurukan nya dan Ane datang kembali ke kehidupan Alingga ia akan mengusir wanita itu sejauh mungkin .
*
Berbeda dengan Alingga , Rio semakin gencar mendekati Ane dan tidak sungkan menghubungi Ane hanya untuk sekedar menanyakan keadaannya atau Alina . Sejak Ane memberinya kesempatan untuk masuk ke dalam hati Ane .
"Ane bagaimana hari ini ?"
tanya Rio setelah selesai makan malam bersama keluarga nya
"Baik "
"Nana ?"
"seperti biasa , ia sudah mulai lincah berlari "
"Minggu ini aku akan datang , mengajak nya pergi ke taman bermain "
"aku yakin ia akan menyukainya "
"kalau begitu sampai bertemu minggu depan "
Rio mengakhiri panggilan nya .
"Kapan mau mempertemukan nya dengan mama ?"
__ADS_1
tiba tiba saja mama Rio berbicara di belakang Rio , rupanya ia sejak tadi mendengarkan pembicaraan Rio dengan Ane .
"Mama , dia belum menerima ku sebagai kekasih nya "
"kalau begitu tunggu apa lagi , langsung lamar saja tidak perlu pacaran kamu sudah tua Rio "
"Mama ... Ane sedang berusaha membuka hatinya dulu"
"Oh jadi namanya Ane " goda mamanya
"Sudah lah ma , lebih baik mama keluar . Rio mau istirahat " Rio malu di goda mamanya
"ahhh anak mama lagi jatuh cinta , setelah lama jomblo "
"Ish sudah sana sana "
Rio mengusir mama nya dan menutup pintu kamar . agar mamanya tidak bisa masuk dan terus menggoda nya .
*
"pa .. Rio sudah punya calon " bu Retno menghampiri suaminya yang sedang bersandar di ranjang kamarnya .
"ya bagus dong ma , kapan dia akan menikah ?"
"ish papa bukan calon istri tapi baru calon pacar "
Pak Dani hanya menggelengkan kepalanya .
"Rio itu kurang agresif pa kalau yang mama lihat "
"Biarlah nanti papa ajarkan dia bagaimana cara menaklukan hati wanita seperti papa dulu "
Bu Retno melotot pada suaminya .
"Oh jadi papa sudah biasa menaklukan hati wanita dulu ? mama yang ke berapa pa ?" kata bu Retno sewot dengan suaminya itu
"hahaha mama ini .. papa cuma menaklukan hati mama dari dulu " Rayu suaminya
"Tapi para perempuan itu sendiri yang mengejar ngejar papa " sambung nya lagi
Bu Retno menyunggingkan senyum paling manis , lalu menarik suami nya agar bangkit dari tempat tidur .
Suaminya hanya menurut , setelah berdiri Bu Retno langsung mendorong suami nya sekuat tenaga sampai keluar kamar . dan berkacak pinggang di depan pintu kamar .
"Malam ini tidur di kamar tamu "
"nanti kalau papa kedinginan gimana ma ?"tanya pak Dani memelas
"Minta hangatkan sama perempuan yang ngejar ngejar papa dulu " bu Retno berbalik dan menutup pintu kamar lalu mengunci nya . sedangkan pak Dani menggedor gedor pintu kamar
"Mama tidak bertanya kenapa para wanita itu ngejar papa sih "
pintu terbuka , tapi pintu kamar sebelah bukan pintu kamar pak Dani . Rio keluar ingin mengambil minum dan heran melihat papanya sedang menggedor gedor pintu kamar mereka .
"Kenapa pa ?" tanya Rio heran
"Biasalah .. wanita dan segala kecemburuan nya "
jawab papa Rio lalu pergi menuju kamar tamu meninggalkan Rio yang menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum .
*
__ADS_1
*
*