
*
*
*
"Maaf pak Alingga , saya hanya menuruti perintah bu Dewi . karena kerja sama perusahaan kami masih terjalin " jelas pak Darma .
Saat ini mereka bertiga sedang berada di ruangan pak Darma , Ane terkejut saat Alingga dengan terus terang meminta pak Darma untuk menyetujui pengunduran diri Ane .
Ternyata adalah bantuan dari Alingga ia bisa di terima bekerja di sini dulu , dengan iming-iming kerja sama sebagai balasannya . Dan sekarang cara itu juga yang di buat oleh mamanya Alingga untuk menyulitkan Ane di sini .
Huh .. jika sudah seperti ini Ane menjadi tidak bersemangat lagi untuk mencari pekerjaan , jika ia sudah melahirkan .
"Bapak pasti paham kalau konflik antara saya dan mama hanya sementara , menurut pak Darma pada siapa lagi ia akan mencari penerus perusahaan . jika bukan pada saya putra satu-satunya "terang Alingga .
"apa yang harus saya sampaikan pada bu Dewi ? " pak Darma berpikir sebentar , sungguh ia tidak ingin di persulit oleh pasangan ibu dan anak ini .
"Bapak bisa bilang , kalau saya mengancam akan menuntut bapak jika mempersulit Ane . saya yakin pengacara Setya Group bersedia membantu kami , mengingat hubungan kami dengan Rio " Alingga menjawab nya dengan lugas , sepertinya ia bisa memanfaatkan nama Rio di sini . Ane terdiam tidak berniat ikut campur dalam percakapan mereka , setelah itu pak Darma menghubungi bagian HRD untuk mengurus pengunduran diri Ane .
Setelah urusan mereka selesai dengan pak Darma , Alingga membantu Ane membereskan barang di meja kerja nya . lalu mereka pulang dengan mobil masing-masing menuju rumah .
*
"apa yang kamu pikirkan ?" Alingga bertanya pada Ane , sebab sejak pulang dari kantor Ane terlihat lebih pendiam .
Ane menyandarkan kepalanya di bahu Alingga , saat ini mereka berdua sedang duduk di depan tv . menemani Alina yang sedang menonton tv .
"apakah aku ini benar-benar tidak berguna ?" tanya Ane "bahkan untuk mendapatkan pekerjaan saja , itu dengan bantuan mu " ujar Ane sedih .
"aku membantu mu agar kamu dapat tempat kerja yang dekat dengan rumah , aku yakin dari sekian perusahaan yang kamu masukan lamaran pasti ada beberapa yang berminat mempekerjakan mu " hibur Alingga .
"bagaimana kalau minggu ini kita mengadakan pesta kecil untuk merayakan kehamilan mu " bujuk Alingga , Ane menganggukan kepala dan berkata "sepertinya tidak buruk "
Alina sedang serius menonton acara kartun di tv , sampai perhatian nya teralihkan karena Alingga mengangkat nya ke atas pangkuan papanya itu .
__ADS_1
"Nana mau punya adik " perkataan Alingga sukses mengalihkan pandangan Alina dari layar televisi .
"di perut mama sekarang ada adik bayi " sambung nya lagi . Alina langsung melompat ke pelukan mamanya , Ane yang terkejut dengan cepat menangkap putrinya itu . "Nana mau liat adik bayi " seru Alina antusias . Ane hanya tertawa "nanti kalau adik bayinya sudah keluar ya " kata Ane
"kapan adik keluar nya ?" tanya Alina , matanya tidak lepas dari perut Ane juga tangan nya yang sibuk memegang perut mamanya dari segala arah .
"enam bulan lagi " sahut Ane gemas melihat Alina yang menghitung dengan jarinya ,"kenapa lama ?" tanya Alina lagi saat ia tidak bisa menghitung semua hari dengan jari-jarinya .
"karena ia harus tumbuh dulu di perut mama , seperti Nana dulu "jelas Ane .
"film nya sudah habis kan ? sekarang Nana tidur ya biar besok tidak terlambat sekolah " kata Alingga .
"ayok ma .. "Alina mengajak mamanya untuk menemaninya tidur ke kamar .
"sama papa saja ya , mumpung papa lagi cepat pulang kerja " ajak Alingga , memang sejak ia bekerja ia jarang menemani Alina di karenakan ia yang sering pulang larut . jadi ia tidak ingin menyia-nyiakan waktu nya saat ini .
"kamu tunggu aku di kamar , jangan tidur dulu " bisik Alingga pada istrinya , lalu ia membawa putrinya ke kamar . tanpa mempedulikan wajah Ane yang sudah memerah karena perkataannya barusan .
*
"kenapa diam , apakah aku tidak cukup membuat mu bersemangat " Ane berjalan ke arah suaminya dan berbisik ke telinga suaminya itu dengan sensual . Heh .. apakah Alingga pikir hanya ia yang bisa menggodanya !
Alingga langsung merapatkan tubuh mereka berdua , lekuk tubuh istrinya tercetak jelas di lingerie yang tipis ini . kapan istrinya membeli lingerie ini ? bahkan sekarang ia sudah bisa menggodanya , biasanya ia selalu terlihat malu walaupun mereka sudah sering bercinta .
Apakah ini yang di sebut hormon kehamilan ?
kalau memang begitu , Alingga siap membuat Ane hamil terus .
Tidak mendapat tanggapan dari suaminya , membuat Ane melakukan hal yang lebih liar .
mungkin Alingga tidak mengatakan apa-apa , tapi Ane tau kalau suaminya sudah terpancing . terbukti dari sesuatu yang keras menekan perut nya .
Tanpa buang waktu Ane mulai memanjakan tubuh Alingga , masih dengan posisi mereka saat ini . berdiri di depan pintu .
Alingga menggeram , tak kuasa dengan perlakuan Ane di bawah nya . Ia langsung mengangkat tubuh Ane ke kasur dan menerjang nya . Tapi saat ia akan mulai acara utama nya , Ane beranjak dari atas tubuh nya dan berkata dengan santai .
__ADS_1
"Hoam ..aku ngantuk , sampai di sini saja ya sayang . ini hukuman kamu , atas perbuatan mu tadi siang " Ane berpura menguap , setelah itu ia merebahkan tubuh nya dan menutupinya dengan selimut bersiap untuk tidur .
"Anemaira !" Geram Alingga , sambil menyibak selimut istrinya itu .
"apakah kamu pikir aku akan melepaskan mu setelah apa yang kamu perbuat "Alingga berbisik , saat ini ia sudah ada di atas tubuh istrinya itu .
"Lalu apakah kamu pikir , kalau aku akan melepaskan mu dari kejadian tadi siang !" Ane memberi peringatan .
"Maafin aku tentang kejadian tadi ya , tapi sekarang ada sesuatu yang mendesak ingin di selesaikan "Alingga langsung menyerang istrinya , dengan kekuatan penuh cinta .
Ia tau bagaimana membuat istrinya tidak bisa berkutik , justru semakin lama istrinya lah yang tidak ingin berhenti .
Ah .. malam mereka sudah pasti sangat panjang .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Dasar bodoh , hal seperti itu pun kamu tidak bisa menyelesaikan nya "Bu Dewi memaki seseorang di telepon .
Hari ini ia sangat merasa kesal , karena semua rencana nya gagal . Ia lah yang menyuruh Tari untuk mendekati Alingga , ia juga yang menahan Ane di kantornya agar hubungan nya dengan Alingga menjadi renggang .
Tapi ia tidak menyangka , kalau ternyata Ane melakukan perlawanan . Ia pikir Ane dan Alingga akan bertengkar karena kesalahpahaman . Tapi nyatanya malah Tari yang tidak bisa melawan . Bodoh , bahkan saat ini Ane sudah berhenti bekerja . tentu saja waktunya akan lebih banyak dengan Alingga , bagaimana ia bisa memisahkan mereka kalau begitu .
"pak Alingga juga mendapat dukungan dari Setya Group bu , sepertinya hubungan mereka cukup baik " kata orang di telepon itu .
"kalau begitu , buat hubungan mereka hancur . setelah itu kita lihat apa Alingga masih bisa bertahan di luar sana !" sahut bu Dewi
"Dengan cara apapun bu?" tanya orang itu memastikan .
"Ya .. dengan cara apapun !" jawab bu Dewi dengan dingin , setelah ia menjelaskan rencana nya . Ia langsung menutup panggilan tersebut .
*
*
*
__ADS_1