
*
*
*
Dering ponsel membuat lamunan Ane buyar seketika , meraih ponselnya di atas nakas Ane menjawab setelah melihat siapa yang menelepon nya .
"Halo " sapa Ane
"Ane .. Alingga menghubungiku , ia tau tentang Alina " kata Rio di telepon . Ane terdiam , ia sudah yakin tentang hal itu . Alingga pasti curiga Alina adalah anaknya , lalu apa yang harus ia lakukan sekarang .
"Halo .. Ane .. " panggil Rio lagi saat tidak mendapatkan respon dari Ane
"aku tidak sengaja bertemunya di swalayan , aku bersama Nana saat itu " jelas Ane
"Bagaimana ini Rio , apakah Alingga akan merebut Nana dariku ?" tanya Ane cemas
"kamu tenang dulu oke , kita pikirkan ini bersama . sementara kamu jangan keluar rumah dulu , aku akan pulang secepatnya " jawab Rio
"Baiklah " setelah itu mereka mengakhiri percakapan mereka .
*
Hari ini Ane akan membawa Alina mendaftar TK , mereka berdua pergi menggunakan taxi .
masuk ke dalam ruang guru untuk mendaftar Ane agak risih melihat tatapan sang kepala sekolah tersebut . sebab data kelahiran dan kartu keluarga Alina tidak mencantumkan nama sang ayah .
"Bisa kan bu ?" tanya Ane
"Bisa bu , setelah mengisi formulir nya ibu bisa langsung membayar uang masuk " kata si kepala sekolah "setelah itu kita ukur badan anaknya ya bu , untuk seragam nya " lanjut nya lagi
"terima kasih " jawab Ane . Setelah selesai mengurus semuanya , mereka menantikan Rio di depan gerbang sekolah . tadi Rio menelpon kalau ia sudah sampai di jakarta , menanyakan keberadaan nya lalu menawarkan untuk menjemput mereka .
setelah menunggu sekitar setengah jam , Rio datang . mereka berdua langsung menaiki mobil Rio .
"Bagaimana pendaftaran nya ?" tanya Rio
"lancar " jawab Ane
"kita ke rumah mama ya , katanya dia kangen sama Nana " ajak Rio , Ane mengangguk .
Setelah itu Rio menjalankan mobilnya menuju rumah orang tua nya .
*
"Nana ... " panggil bu Retno saat melihat kedatangan mereka . Alina berlari ke pelukan bu Retno "Oma .. Nana mau sekolah " kata Alina riang .
"oh ya .. Nana sudah besar dong , sudah mau sekolah " kata bu Retno , Alina menganggukkan kepala semangat . Setelah itu bu Retno mengajak Alina ke dapur , seperti biasa mengajak Alina untuk makan cemilan yang telah di siapkan bu Retno jika Alina datang . sedangkan Rio dan Ane pergi ke taman belakang .
"Alingga menelpon ku kemarin , ia menanyakan keberadaan mu dan Nana " kata Rio setelah mereka duduk di gazebo belakang
"apa yang akan kamu lakukan sekarang ?" tanya Rio
__ADS_1
"Berusaha menghindari nya , mungkin .. " jawab Ane
"kamu tau , itu bukan lah solusi "
"lalu .. apa aku harus menyerahkan Nana padanya "
"bukan itu maksud ku , biar bagaimana pun Alingga adalah ayahnya . biarkan mereka bertemu , bicarakan lah baik baik . jika ia ingin bertanggung jawab pada Nana , berikan ia jadwal pertemuan dengan Nana " jelas Rio
"kamu tidak takut aku akan sering berkomunikasi dengan Lingga nantinya ?" tanya Ane
"sebentar lagi kita akan menikah , persiapan sudah hampir siap tinggal menunggu undangan di sebarkan . dan Nana juga akan menjadi tanggung jawab ku , tentu saja jika Alingga ingin bertemu Nana harus dengan izin ku " jelas Rio
"kamu atur saja .. kamu bisa membawa Nana bertemu Lingga , aku tidak akan ikut " kata Ane
"Jika saat ini aku yang mengajak Nana , apakah kamu yakin kalau Lingga membiarkan ku membawa Nana pulang ?"
"Akan aku pikirkan nanti .. " kata Ane lagi . Ia harus memikirkan dengan masak , tentang hal ini .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Alingga duduk di meja kerjanya , saat ini ia sedang memeriksa hasil dari pekerjaan Leo untuk mencari tau tentang Rio .
"Felicia ... " gumam Alingga , "sepetinya aku tau , bagaimana cara memisahkan mu dengan Ane " " Membiarkan Ane tinggal di rumah yang kau bangun untuk orang lain , apa kau pikir Ane ku penampung barang bekas heh " sambung nya lagi dengan sinis .
Alingga melanjutkan pekerjaannya , setelah mencari tau tentang seseorang yang bisa membantunya untuk mendapatkan Ane kembali . cukup dengan mengirim email pada orang tersebut dan menyertakan sebuah foto . Alingga yakin , bantuan itu akan datang dengan sendirinya .
Fokusnya teralihkan dengan dering ponsel nya yang ia letakkan di atas meja . nomor baru ? secepat itu respon nya ? tanpa pikir panjang Alingga mengangkat panggilan tersebut .
"Hallo "
DEG ... Ane ...
"Ya ?" Alingga menjawab acuh tak acuh
"apakah kamu ingin bertemu Nana ?"
"Nana ?" Alingga balik bertanya
"em maksud ku .. Alina .. " jawab Ane gugup
Alingga diam .. apakah Ane mengakui , kalau Alina adalah anaknya ?
"kalau kamu ingin bertemu , kamu bisa menghubungiku di nomor ini " Ane langsung menutup telepon nya .
Apakah ia tidak salah dengar ?
Ane ingin bertemu dengan nya ?
Apakah Ane sudah sadar kalau ia lebih baik dari Rio .
Alingga berpikir dengan percaya diri .
Apakah ia harus membuat makan malam romantis ?
__ADS_1
Tidak .. tidak .. Ane tidak boleh tau kalau ia masih mengharapkan nya . Ia harus bersikap sok jual mahal , di depan Ane sekarang .
Segera ia mengirim pesan pada Ane , dimana dan kapan mereka akan bertemu .
Ah .. ia harus menyiapkan segalanya , membeli hadiah terbaik untuk Alina dan memakai pakaian terbaik malam ini untuk bertemu dengan Ane .
Agar Ane tau kalau ia masih Alingga yang mempesona seperti dulu .
Alina akan memanggilnya papa kan ?
Begitulah Alingga , jika sudah menyangkut tentang Ane . ia akan bersikap seolah olah seorang remaja yang baru saja jatuh cinta .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Lingga mengajak kami bertemu di sebuah restoran nanti malam " kata Ane
"oke .. " balas Rio
"kamu tidak mau ikut ?" tanya Ane
"tentu saja .. aku .. ikut . tidak mungkin aku membiarkan calon istri ku bertemu dengan mantan nya seorang diri " gurau Rio
"Berdua dengan Nana , kamu tidak percaya denganku ?" tanya Ane
"aku percaya padamu , tapi aku tidak mempercayainya " jawab Rio dengan tersenyum
*
"Oma .. apa Oma tau papa Nana ?" tanya Alina saat ia sedang menonton tv dengan bu Retno , Alina bertanya seperti itu karena film yang mereka tonton .
"em ... kamu juga bisa memanggil om Rio papa .. " jawab bu Retno
"Benarkah ?" tanya Alina semangat
"tentu saja , karena sebentar lagi om Rio memang akan menjadi papa Nana " jelas Bu Retno
"Jadi Nana punya papa " kata Alina , matanya berbinar . sudah sejak lama ia ingin papa , ia pikir om Rio adalah papa nya tapi mamanya bilang bukan . Dan Alina tidak boleh memanggilnya papa.
"Yeay .. Yeay .. " sorak Alina
"Nana .. kenapa ?" tanya Ane heran , saat ia masuk dengan Rio ia melihat putri nya sedang melompat di atas sofa dengan bahagia .
Saat Alina mendengar suara Ane ia langsung menoleh , mendapati Rio di sebelah Ane Alina sontak memanggilnya "papa.... " panggil Alina pada Rio dengan semangat ia lari ke pelukan Rio .
Ane terkejut mendengar panggilan Alina pada Rio .
"Kata Oma Nana boleh panggil om Rio papa " ujar Alina polos . lalu ketiga orang itu menoleh pada bu Retno yang masih duduk di depan sofa .
"kenapa ? kan sebentar lagi juga Rio memang jadi papa nya Nana " kata bu Retno santai .
*
*
__ADS_1
*