Bertahan Dalam Batas Asa

Bertahan Dalam Batas Asa
Bab 14


__ADS_3

*


*


*


Alingga menyudahi rapat nya dengan cepat , ia sedang tidak fokus . entah kenapa sejak siang tadi perasaan nya gelisah tak menentu , ia sudah menelpon mama nya dan memastikan keadaan nya . mama nya baik baik saja , lalu kenapa hatinya terus gelisah ?


Ane ....


Sampai saat ini Alingga masih terus mencari nya , bahkan ia menyuruh Leo terbang ke negara A untuk mencari keberadaan Ane di sana .


sudah berbulan bulan tapi Leo belum memberikan kabar baik , apakah terjadi sesuatu pada Ane ?


jika iya , bagaimana ia akan melanjutkan hidupnya dan jika tidak , kenapa sampai saat ini Ane tidak pernah datang walau pertunangannya dengan Dara sudah berakhir .


"pak maaf saya langsung masuk , dari tadi saya mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban . "


"hmm ada apa ?" tanya Alingga menghentikan lamunan nya


"Pertemuan dengan pak Rio dari Setya Group di undur sampai minggu depan , karena pak Rio keluar kota ada urusan mendadak . tadi sekertaris nya menghubungi "


"Apakah dia tidak niat untuk bekerja sama , kenapa pertemuan denga nya sering kali di undur seenak hati nya saja "


"ada lagi ?" tanya Alingga


"Tidak pak , jadwal bapak keluar hari ini kosong "


"Kalau begitu saya pulang duluan , hari ini saya merasa sangat lelah "


Sarah menutup pintu , ia kembali ke meja nya .


sebenarnya ia kasihan melihat bos nya itu , masih juga tidak menyerah mencari kekasih nya . ia juga baru tau kalau sebenarnya Ane dan pak Alingga sudah berpacaran sejak SMA , sungguh kisah cinta mereka seperti cerita dalam novel novel picisan .


Apakah kira kira Ane dan pak Alingga bersama lagi ya , seperti akhir dari novel novel yang sering ia baca ?


Entahlah ... hanya tuhan dan si penulis yang tahu .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Alingga pulang ke rumah mama nya . sejak memutuskan pertunangan nya dengan Dara , mama nya selalu marah marah dan tidak berhenti menjodohkan nya dengan anak teman nya .


Padahal sudah ia bilang kalau ia sudah memiliki kekasih , tapi mama nya bilang kalau kekasihnya sudah pergi tidak akan kembali lagi .


"Kok sudah pulang , biasanya kalau hantu belum bermunculan kamu tidak akan pulang kerja "


mamanya Alingga menyindir , karena Alingga yang setiap malam selalu lembur .


"capek"


"tau capek juga kamu , makanya mama bilang cepatlah menikah biar ada yang mengurus kamu"


"memangnya mama tidak mau mengurus Lingga lagi ?" tanya Alingga manja


"kamu sudah sebesar ini apa lagi yang perlu mama urus , lebih baik kamu menikah dan membuatkan mama cucu "


"Ane masih belum ketemu ma .. "


"lupakan Ane , mungkin dia sudah bersama pria lain"


"ma ... kalau Ane seperti itu , kenapa dia tiga tahun tetap menunggu Lingga dengan setia "

__ADS_1


"halah memang nya kamu yakin kalau dia setia ?"


"Lingga yakin ma .. Ane tidak seperti itu "


"terserah kamu lah , pokoknya mama kasih waktu satu tahun buat kamu cari si Ane itu . kalau tidak juga kamu harus menikah dengan pilihan mama"


"lima tahun "


"dua .. "


"empat "


"tiga tahun , titik . !!! mama kasih kamu waktu tiga tahun seperti dulu jika tidak ketemu . Kamu tidak punya hak untuk menolak lagi pilihan mama" tegas Dewi mama Alingga .


*


"putrinya neng Ane cantik ya den kaya mama nya "


saat ini mereka bertiga sedang melihat ke dalam ruangan bayi , kaca penghalang besar tidak mengizinkan mereka melihat lebih dekat .


Ane menangis bahagia melihat putri nya , dia sudah menjadi seorang ibu . dan kebahagiaan nya akan terasa lebih lengkap jika Alingga ada di sisi nya .


"Iya bi , sekarang bibi juga sudah jadi nenek "


goda Ane pada bi Sumi


"iya neng , makanya mulai sekarang neng tidak usah pindah ya dari rumah bibi . bibi tambah seneng kalau neng Ane tinggal di sana apalagi sekarang tambah satu orang lagi yang bikin rumah tambah ramai " pinta bi Sumi


"iya bi , lagipula saya harus kerja jika sudah sehat . daripada saya cari baby sitter lebih baik Alina di urus sama nenek nya " kata Ane


Bi Sumi yang mendengar perkataan Ane menangis haru , ia tak menyangka di usia nya yang sudah tua akan di kirimkan anggota keluarga baru oleh tuhan untuk menemaninya . "Makasih ya neng ... Makasih " balas bi Sumi memeluk Ane yang duduk di kursi roda , di belakang nya Rio juga merasa terharu . sebab rencana menitipkan Ane untuk di jaga oleh bi Sumi malah membuat Ane memiliki anggota keluarga baru walaupun tidak sedarah .


Rio mendorong kursi roda Ane menuju ruang rawat inap Ane , membantu nya untuk naik ke atas ranjang . walau dengan perasaan canggung keduanya , karena selama ini mereka jarang kontak fisik . untuk menenangkan Ane saja ia hanya berani memegang tangan Ane , hanya sekali mereka berpelukan saat Ane menangis histeris saat menceritakan Dara dan Alingga .


"Ane aku sudah menangkap wanita yang membuat masalah di resto , bagaimana kamu akan menghadapi kasus nya ingin lewat jalur hukum atau tidak ?" tanya Rio


"tidak perlu , asalkan dia mengklarifikasi masalah di resto dengan baik itu sudah cukup . aku tidak ingin memperbesar masalah "


"baiklah , besok aku akan mengurusnya "


"iya jika sudah selesai , kembali lah ke Jakarta . aku tau kamu punya banyak pekerjaan , jangan khawatirkan aku . ada bi Sumi di sini "


"iya terakhir kali kamu bilang juga akan baik baik saja tapi kamu malah seperti ini " kata Rio dengan nada agak sedikit marah .


"Ane maaf ... aku tidak bermaksud " jelas Rio lagi


"tidak apa aku mengerti kalau kamu sangat perduli padaku , terima kasih Rio ... "


"Sudah lah kamu terlalu sering mengucapkan nya "


Akhirnya setelah tiga hari Rio di Bandung dan mengurus semua permasalahan di resto , serta segala keperluan Ane . Rio kembali ke Jakarta . tapi ia berjanji setiap seminggu sekali akan datang mengunjungi Ane , walau Ane melarang nya Rio tetap bersikukuh akan datang .


*


Alingga yang sedang menunggu Leo di sebuah restoran , menanti dengan cemas .


kemarin Leo menghubunginya dan mengatakan kalau ia akan kembali ke indonesia . pencarian Ane belum membuahkan hasil tapi ia menemukan titik terang tentang siapa orang terakhir di temui Ane di depan kantor Alingga .


"Maaf menunggu lama" Rio langsung duduk di hadapan Alingga


"lupakan .. bagaimana hasilnya " desak Alingga tak sabar

__ADS_1


"orang yang menemui Ane di depan kantor mu adalah Dara , jadi kuncinya ada sama dia . ini adalah semua tentang Dara selama aku menyelidiki nya ternyata ia punya hubungan gelap dengan Sean Nugraha pemilik Graha Media " Rio menjelaskan dan menyerahkan amplop cokelat yang langsung di periksa Alingga . Alingga mengepalkan tangan nya


"Berhenti mencari Ane di sana , kamu bisa mengambil pekerjaan lain tapi tetap menyelidiki Ane dengan tenang . aku memberikan mu waktu tiga tahun , setelah itu aku harus menyerah menuruti kemauan ibu ku " kata Alingga putus asa


Setelah menyelesaikan urusan nya dengan Leo , ia menghubungi Dara menanyakan keberadaan nya dengan alasan sedang butuh teman . tentu saja langsung di jawab Dara dengan semangat . jadi saat ini Alingga sudah di depan pintu apartemen Dara dan memencet bel nya . tidak lama kemudian Dara membukakan pintu dengan memakai baju tidur yang cukup seksi . Alingga menerobos masuk dan mengunci pintu apartemen , lalu mencekik leher Dara dengan setengah kekuatan .


"katakan di mana Ane !" bentak Alingga


"Ap .. a.. maks .. ud mu " Dara menjawab tergagap


"Jangan berpura pura bodoh , Aku tau kamu menemui Ane di depan kantor ku sebelum ia menghilang " Alingga menaikan kekuatan cengkraman nya


Dara ketakutan tapi ia lebih takut lagi jika mengatakan yang sebenarnya pada Alingga .


"Atau kau mau aku melaporkan nya ke polisi , dan membuka semua aib mu dengan Sean Nugraha " ancam Alingga


Dara meronta mencoba melepaskan cengkraman tangan Alingga di leher nya , sebentar lagi ia akan mati . Dara mengangguk pada Alingga memberi tanda bahwa ia akan menceritakan semua nya .


Alingga melepaskan Dara , wanita itu langsung menghirup oksigen sebanyak-banyak nya .


Ia ketakutan , belum pernah ia lihat Alingga semarah ini . Dan apa tadi kata nya , hubungan nya dengan Sean ?


Alingga mengetahuinya ?


Sejak kapan ?


"Aku tidak tau di mana Ane " jawab Dara


Alingga menarik kasar rambut Dara "Aghhhhhhhhhh"


"Jangan membodohi ku Dara " ujar Alingga dingin


"Aku benar benar tidak tau di mana Ane , hari itu aku memang menemuinya hanya untuk berbicara kalau aku akan melepaskan mu " isak Dara


"Ahhhhhh" Alingga menarik rambut Dara lebih kuat


"Baiklah , aku menemuinya untuk meminta nya meninggalkan mu . memprovokasi nya dengan menunjukan foto kita berdua seolah sudah tidur bersama " Dara meninggikan suara nya


Alingga menghempaskan Dara kasar .


wanita itu terjerembab di lantai , setelah itu Alingga menekan kuat dagu Dara .


"aku serius , di hanya menangis tanpa mengatakan apapun . lalu pergi dengan taxi , setelah itu aku tidak tau lagi " Dara masih terisak


setelah itu Alingga melampiaskan kemarahan dengan memecahkan barang barang di apartemen Dara , lalu ia meninggalkan Dara begitu saja .


*


"aghhhhhhhhhh " Alingga berteriak kesal di dalam mobilnya , pantas saja ia merasa aneh saat terbangun di apartemen Dara hari itu . ternyata Dara wanita yang licik , ia sudah merencanakan semuanya . Sekarang apa yang bisa ia harapkan , Ane pasti kecewa sangat kecewa dengan nya . ini memang salah nya , tapi kenapa Ane pergi begitu saja tanpa meminta penjelasan nya dulu .


Apakah ia tidak mencintai nya , hingga dengan mudahnya pergi ...


Baiklah , jika ini keinginan Ane . maka ia akan mengabulkan nya .


Mulai saat ini Alingga akan berhenti mencari Ane .


Melupakan Ane dan berhenti berharap padanya .


*


*

__ADS_1


*0


__ADS_2