
Sudah cukup . Ane melepaskan pelukan Alingga . menatap nya dengan tajam , dan berkata " Aku terima keputusan kamu Lingga , mulai saat ini kita tidak ada hubungan apa apa lagi "
Bukan nya menjawab Alingga malah mencium bibir Ane , ******* dengan kasar dan melepaskan nya .
" Kapan aku bilang ingin mengakhiri hubungan kita !"
balas Alingga .
" Lalu apa ? , kemana kamu selama ini ? kamu tak ada kabar nya setelah pergi setengah tahun , kamu hilang Alingga ... saat orang tua ku meninggal , saat aku benar benar membutuhkan mu , saat aku berjuang sendiri , menunggu kamu selama tiga tahun aku malah mendapatkan kamu sudah punya tunangan "
Alingga memeluk Ane lagi , dia tidak tahu jika Ane nya menjalani kehidupan yang sulit . Alingga membawa Ane duduk di pinggir ranjang , Alingga duduk di sebelah Ane . Pandangan nya menerawang seolah olah sedang membayangkan hal hal yang telah terjadi selama tiga tahun belakangan ini .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Alingga yang saat itu baru setengah tahun menjalankan studi nya , mendapat kabar buruk dari ibunya . Ayah nya sakit keras , Alingga harus bolak balik Belanda - Singapura tempat Alingga kuliah dan tempat ayah nya di rawat .
Dia tidak bisa menghubungi Ane , karena ayah nya melarang nya terhubung ke dunia luar .
Ayah nya ingin Alingga fokus .
Saat itu perusahaan ayah nya di pegang oleh wakil ayah nya , Alingga di tuntut menyelesaikan gelar Magister dalam waktu yang cepat agar bisa mengambil alih perusahaan . Sampai ayah nya tutup usia , setelah menjalani perawatan selama satu tahun .
Di saat Alingga sudah menyelesaikan studi nya dan meraih gelar Magister , ibunya telah mengganti semua kontak komunikasi Alingga .
Sebelum wafat , ayah nya membuat surat wasiat kalau Alingga bisa mengambil alih perusahaan jika sudah bertunangan dengan Dara anak dari wakil ayah nya di perusahaan .
Dara berprofesi sebagai model yang cukup terkenal , sudah satu tahun ini Alingga selalu mengulur waktu .
Dan mencari Ane ke rumah lama nya , tapi Ane dan keluarga sudah tidak tinggal di sana . Alingga menanyakan kontak Ane pada penghuni rumah tersebut tapi mereka semua tidak ada yang tahu . Karena mereka membeli rumah itu dari pelelangan yang di adakan oleh Bank .
Sampai Alingga memutuskan untuk muncul di publik , membawa berita pertunangan nya dengan Dara . Berharap Ane akan datang . Dan perkiraan nya tidak meleset , Ane nya datang ke perusahaan dengan melamar pekerjaan .
Alingga sangat bahagia saat melihat Ane pertama kali , dalam tiga tahun terakhir . Ane masih menepati janji nya , dia masih merubah penampilan nya saat Alingga sedang tidak berada di sisinya .
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Kamu tau , aku juga tersiksa selama tiga tahun ini merindukan mu . Maaf aku tidak ada di samping mu , saat kamu dalam masa sulit . Aku juga tidak berhenti mencari mu Ane " tutup Alingga di akhir ceritanya .
" Tapi kamu akan bertunangan , setelah itu kamu akan menikah dan meninggalkan aku seorang diri lagi " Lirih Ane dalam isak tangis nya .
Ane tidak tau harus merasa bahagia atau merasa sedih , mendengar kabar kalau Alingga tetap mencari nya selama ini . Tapi dia harus di hadapi oleh kenyataan kalau Alingga harus bertunangan dengan Dara .
" Ane , apakah kamu tidak mendengar cerita ku dengan baik . Wasiat ayah memang mengatakan kalau aku harus bertunangan dulu dengan Dara , baru bisa mengambil alih perusahaan " jelas Alingga dengan menekan kata 'bertunangan' .
" Iya , setelah bertunangan . Kamu akan menikah Lingga " sahut Ane geram .
" Surat wasiat itu hanya meminta aku bertunangan tanpa ada kata menikah setelah nya . " kata Alingga " Aku akan mempercepat pertunangan ku dengan Dara , setelah aku mengambil alih perusahaan aku akan memutuskan nya . Mau kah kamu menunggu ku sebentar lagi Ane ?" sambung nya lagi .
"Apakah kamu tidak memikirkan bagaimana perasaan Dara ? itu sama saja kamu memanfaatkan nya untuk kepentingan mu sendiri . "Ane bertanya
" Aku tidak peduli yang penting aku bisa bersama mu " balas Alingga .
Setelah itu Ane terdiam , dia berpikir apakah keputusan nya saat ini benar . Tapi ia akui kalau ia tidak ingin berpisah dengan Alingga lagi .
Hingga mereka berdua larut dalam mimpi masing masing .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi nya Ane terbangun dalam pelukan Alingga , dia tersenyum menatap wajah kekasih nya dan mengusap nya secara perlahan .
" Bangun , aku harus pergi kerja . Apakah kamu tidak pergi bekerja hari ini ? " Ane membangunkan Alingga
" Tidak usah bekerja lagi , aku bisa menghidupi mu sampai kita mempunyai cucu dan cucu kita mempunyai cucu lagi " sahut Alingga sambil mengeratkan pelukan nya .
Ane tersipu mendengar perkataan Alingga .
Benarkah ia bisa bersama Alingga sampai mereka menjadi kakek nenek , dan menghabiskan masa tua bersama ?
__ADS_1
Ah hanya dengan memikirkan itu saja sudah bisa membuat hati Ane berbunga bunga .
" Hari ini aku akan mengajak mu mencari tempat tinggal baru , kamu tidak bisa lagi tinggal di sini . Tempat ini terlalu sempit untuk kita berdua"
Alingga berujar sambil meluruskan pinggang nya .
" Memang nya siapa yang mau tinggal berdua sama kamu ? aku tidak mau pindah ! tempat kerja ku sangat dekat dari sini " seru Ane
" Sudah ku bilang kamu tidak perlu bekerja lagi , jika kamu memang ingin bekerja kamu bisa kerja di tempat ku !" kukuh Alingga
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dan di sinilah mereka , di sebuah apartemen yang baru saja di beli Alingga atas nama Ane .
Mereka juga sudah berbelanja untuk kebutuhan mereka berdua di apartemen .
Saat ini mereka sedang duduk berdua di depan tv , Alingga duduk sedangkan Ane tiduran di paha Alingga . Sebenarnya tidak ada yang menonton tv , mereka berdua asyik mengobrol sambil bertukar kasih sayang .
" Besok , kamu bisa mulai bekerja sebagai asisten ku " kata Alingga
" Tapi maukah kamu malam ini mengantarkan aku ke resto tempat ku bekerja , karena aku ingin berpamitan dengan yang lain terutama Frans "
pinta Ane yang di jawab Alingga dengan anggukan .
" Bagaiman jika setelah itu kita pergi menonton " seru Ane .
" Aku tidak bisa , bagaimana jika nanti ada yang mengenaliku dan memposting di sosial media . Pertunangan ku dengan Dara tidak boleh gagal "
Seketika wajah Ane berubah , mendengar penjelasan Alingga . Ane bangkit dari tidur nya dan pergi ke kamar meninggalkan Alingga di sofa .
" Jangan ganggu aku ingin istirahat !" ujar Ane
Alingga menghembuskan nafas nya kasar , dia sadar kalau perkataan nya tadi pasti menyakiti hati Ane .
__ADS_1
Tapi dia tidak ingin rencana nya gagal , semakin cepat ia bertunangan dengan Dara semakin cepat pula ia bisa kembali lagi bersama Ane .
Meskipun saat ini mereka sudah bersama lagi , tapi Alingga ingin menjadikan Ane miliknya seutuhnya . Dengan ikatan pernikahan .