
*
*
*
Perjalanan Fabian dalam mengejar cinta Alina , tidak pernah berhenti . Setiap saat Fabian selalu datang ke apartemen dengan alasan bertemu Dean . Ia selalu menempel dengan tidak tau malu ke Alina , sampai Dean menyadari ada yang salah dengan sahabat nya itu .
"Lo suka sama kakak gue ?" tanya Dean hari itu .
Fabian menjawab dengan anggukan kepala .
"Hah .. gila ... sejak kapan ?"
"Sejak lima tahun yang lalu mungkin .. " Fabian membayangkan pertemuan nya dengan Alina .
"Wait .. wait ... lima tahun lalu lo masih kelas satu smp gila .. " Dean berkata dengan heboh . Fabian aja mengedikan bahu nya .
"Gue udah nembak dia dua tahun yang lalu malah " kata Fabian santai , setiap ia mengingat kejadian itu hatinya selalu berdebar kencang .
"Hah ... ??? lo nembak kakak gue ? terus .. terus .. apa jawab nya ?" tanya Dean ingin tahu , ia sungguh tidak bisa membayangkan bagaimana ekspresi kakaknya yang berwajah datar mendengar pernyataan cinta dari Fabian .
"Di tolak .. "
"Hahahahahahaha .... " Dean tertawa dengan kencang .
"Lo sialan banget .. " Fabian melempar tas nya ke arah Dean yang duduk di hadapan nya .
Saat ini mereka berada di apartemen Alina , Fabian memang setiap hari akan datang ke sini dan pulang larut malam . Sampai Alina pulang dari kantor nya .
"Pantes aja lo cuek di deketin Alisa ya .. secara kakak gue lebih cantik dari Alisa "
"Tumben lo pinter .. " Sindir Fabian .
"Eh ... tapi gue kasian sama lo sih , gimana kalo gue bantuin "
"Apaan ? jangan yang aneh aneh deh "
"Besok hari minggu , waktunya gue pulang ke rumah sama dia kan . tapi berhubung mereka lagi ke Bali , kita ke puncak besok yuk .. ajak kak Alina , soal alesan biar dia ikut . lo serahin aja sama gue "
"Serius lo ?" tanya Fabian
"tapi ada syaratnya .. "
"Apaan ?"
"Lo juga harus bujuk Bianca biar ikut sama kita "
"Ah .. pake alesan apaan gue ke dia "
"Terserah lo deh , gue aja mikirin cara buat bujuk kak Nana "
Fabian berpikir dengan keras kira kira alasan apa yang bisa ia pakai untuk membujuk Bianca , adik kelas yang sedang di kejar Dean dari setahun yang lalu .
*
Minggu pagi , Fabian datang ke apartemen Dean dengan Bianca . Saat Dean membuka pintu apartemen nya ia terkejut karena Fabian berhasil membawa Bianca ikut serta . Tentu saja ia juga sudah membujuk Kakaknya untuk ikut juga .
Hari masih pagi saat mereka berangkat dengan mobil Fabian ke arah puncak , yang memakan waktu tiga jam dari kota mereka .
__ADS_1
Setengah perjalanan , Fabian membelokan mobil nya ke rest area yang ada di dalam tol . untuk mengisi bensin .
"Kalian belanja dulu deh di mini market , kita nggak ada bawa makanan apa-apa lho " kata Dean saat mobil mereka mengantri di pom bensin .
Alina keluar mobil tanpa berkata apa apa , Bianca yang sejak tadi canggung duduk di samping Alina . ia tidak habis pikir , bagaimana Dean bisa mempunyai kakak perempuan yang cantik dan dingin seperti itu . padahal Dean sendiri orangnya cukup berisik dan tidak tau malu .
"Kamu nggak ada yang mau di beli ? apa mau aku temenin ?" kata Dean .
Bianca langsung keluar dari mobil dan menyusul Alina ke mini market . Tinggallah Dean dan Fabian berdua di dalam mobil .
"Lo gimana bisa bawa Bianca ?" sejak tadi Dean penasaran dengan cara apa yang di pakai Fabian untuk mengajak Bianca , siapa tau ia bisa meniru nya . Karena Bianca selalu menolak Dean .
"Gue bilang .. please Bianca temenin kita pergi ke puncak buat nemenin kakak lo yang lagi patah hati , karena kita kan cowok jadi takut nya kak Nana perlu temen cewek "
Fabian tertawa , mendengarnya .
"Lo sendiri ?" tanya Fabian
"Gue bilang mau pdkt sama Bianca , tapi nggak mungkin bawa anak gadis orang ke puncak sendirian "
Tidak lama Alina dan Bianca datang dengan dua kantung belanjaan di tangan masing-masing .
Mereka melanjutkan perjalanan mereka , ke sebuah Vila yang berada di puncak yang sudah di sewa Fabian .
Di kelilingi oleh kebun teh dan cuaca yang sejuk , membuat mereka berempat tidak ada yang menyesal datang ke sini . Bahkan Bianca , menjadi lebih riang . menyiapkan segala macam makanan yang ia masak berdua dengan Alina .
"Kakak .. sesekali itu harus tersenyum , pasti cantik . bodoh banget lelaki yang ninggalin kakak " Kata Bianca , setelah mereka semua selesai makan siang .
"pffttt ... " Fabian dan Dean batuk secara bersamaan .
Alina menatap ke arah mereka berdua , Dean langsung menarik Bianca . dan mengajak nya untuk keliling kebun teh dan melihat kebun strawberry . Bianca yang tidak tau menau ikut saja dengan ajakan Dean .
"Alasan apa yang kalian buat agar gadis itu ikut ke sini ?" tanya Alina dengan tajam .
Fabian menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal , karena tidak mendapat jawaban dari Fabian . Alina beranjak pergi meninggalkan Fabian .
Melihat Alina yang akan pergi , Fabian menahan lengan nya .
"Kak .. " panggil Fabian
"Kalau kamu cuma mau bilang hal itu lagi , lupakan .. tidak ada guna nya , lebih baik kamu cari perempuan lain !"
"Kak .. please .. " Fabian tidak melepaskan pegangan tangan nya ke Alina , ia malah menarik tubuh Alina agar masuk ke dalam pelukan nya .
"Lepas .. " Sentak Alina .
Fabian melepas pelukan nya tapi ia menarik Alina keluar vila .
"Alina ... aku suka sama kamu , bukan hanya suka . aku benar benar jatuh cinta sama kamu !" kata Fabian dengan tegas .
Tiba-tiba cuaca berubah berangin , awan hitam terlihat berkumpul di langit . menandakan kalau sebentar lagi akan turun hujan .
"Kamu ... " Alina tidak tau lagi bagaimana caranya menolak Fabian , kegigihan nya selama dua tahun ini mengejar Alina membuat Alina merasa bosan dan terkadang terbawa perasaan .
"Aku nggak akan beranjak dari sini , sebelum kamu nerima aku . aku nggak percaya kalau kamu nggak ada perasaan sedikit pun sama ku , dua tahun ini aku sudah melihat sendiri sikap kamu . aku tau hati kamu sedikit tergerak untuk ku " ujar Fabian panjang lebar .
"Terserah ... " Alina meninggalkan Fabian di luar , perlahan rintik hujan mulai turun .
Semakin lama rintik hujan itu berubah menjadi hujan deras , sudah satu jam Fabian di luar . membiarkan air hujan membasahi badan nya , dan membuat air mata nya yang keluar tertutupi air hujan yang turun . Hatinya sakit , begitu tidak ingin kah Alina menjadi kekasih nya . sampai ia tetap mengacuhkan nya dari tadi .
__ADS_1
sebenarnya ia sudah mulai menggigil . bagaiman pun cuaca di puncak lebih ekstrim saat hujan seperti ini .
Alina pikir , itu hanya kekonyolan yang di buat Fabian untuk menjerat nya . Tapi sudah satu jam , ia masih melihat Fabian berdiri tegak di luar vila .
"Apakah dia bodoh " gumam Alina pada dirinya sendiri .
Ia bergegas keluar vila dan membawa payung . lalu menghampiri Fabian di luar .
"kamu mau sakit ? nanti apa yang harus aku bilang sama om Rio !" Alina berkata dengan marah .
"Kasih aku kesempatan Nana .. tiga bulan .. beri aku waktu tiga bulan ! untuk memperlakukan kamu sebagai kekasih ku , kalau dalam tiga bulan kamu belum jatuh cinta sama aku . maka aku akan .. menjauh seperti yang kamu mau .. !" kata Fabian , dengan menggigil . bibirnya sudah terlihat memucat .
"Masuk dulu , sebentar lagi kamu akan pingsan di sini !" balas Alina , Fabian menggelengkan kepalanya menolak perintah Alina .
Alina kesal dengan Fabian yang keras kepala . Ia hanya bisa menyetujui permintaan Fabian .
Fabian tersenyum melihat Alina mengangguk , ia langsung memeluk Alina dengan erat .
"Dengan syarat ! hubungan ini hanya di ketahui oleh kita berdua !" tandas Alina , setelah itu ia membawa Fabian masuk .
Di dalam kamar , Fabian yang sudah berganti pakaian di suruh Alina untuk mandi air hangat . Tapi Fabian menolaknya , ia malah membawa Alina ke atas kasur . dan memeluknya dengan erat .
"Jika aku sudah bekerja , aku akan membeli vila ini dengan uang ku sendiri . ini adalah tempat bersejarah buat ku , karena di sini semua usaha ku mendapatkan jawaban manis " kata Fabian
"Jangan terlalu senang dulu , waktu kamu hanya tiga bulan !" balas Alina .
Fabian tidak mengacuhkan perkataan Alina , ia malah ingin mencium bibir Alina yang ada di hadapan nya . Alina ingin mengelak , tapi Fabian berkata "Aku kedinginan kak ... " Bisik Fabian dengan suara serak .
Setelah itu ciuman yang awalnya lembut menjadi lebih panas seiring waktu , bahkan Alina sesekali mendesah di sela ciuman mereka .
(End ... ❤️❤️❤️)
**Terima kasih untuk kalian semua yang sudah membaca sampai akhir ...
Kisah Fabian dan Alina aku lanjutin di Chat story ya , judulnya 'Wanita Tsundere'
jangan lupa mampir untuk mengikuti kisah mereka , apakah Alina akan luluh dengan Fabian ?
jika ada yang ingin di buatkan novelnya , aku liat peminat nya dulu ya ..
jangan lupa dukungan kalian bisa buat aku tambah semangat ..
bye .. sampai ketemu lagi 😘
spoiler** ...
...
...
jangan lupa .. nantikan kemunculan mereka tanggal 10 nanti ...
*
*
*
__ADS_1