Bertahan Dalam Batas Asa

Bertahan Dalam Batas Asa
Bab 42


__ADS_3

*


*


*


Ane berjalan dengan semangat , memasuki perusahaan Rio . di tangan nya terdapat dua kotak makanan yang telah ia beli setelah mengantar kan Alina pulang . Ane menghampiri meja resepsionis untuk memberitahu kedatangan nya pada Alingga . Setelah di tunjuk kan di mana ruangan Alingga ia pergi ke sana dan tidak lupa mengucapkan terima kasih .


Sampai di depan pintu ruangan yang di maksud resepsionis tadi , Ane tidak mendapatkan sekertaris Alingga di meja nya . padahal kata si resepsionis tadi , ia akan bertemu dengan sekertaris Alingga dan memberitahukan Alingga kedatangan nya .


Ah .. sudahlah , bukankah ini jam makan siang .


Tanpa pikir panjang lagi , Ane membuka pintu ruangan suaminya itu .


CEKLEK .


BRUK


Kotak makanan di tangan Ane jatuh begitu saja , terkejut melihat apa yang ada di depan mata nya .


ada yang berdenyut di dalam hatinya , ia melihat suaminya sedang duduk dan di depan nya terdapat seorang wanita yang sedang membelai tubuh suaminya .


Huh .. pantas saja bajingan ini lembur setiap malam . Ane akan berbalik pergi dari sana , tapi langkah nya terhenti begitu saja saat sebuah pemikiran terlintas di otak nya .


Alingga terkejut melihat Ane yang tiba tiba masuk , dan melihat nya saat ini . Ia pasti akan salah paham lagi , pikirnya .


Langsung saja ia mendorong tubuh Tari , dan berniat mengejar Ane yang akan pergi . Tapi nyata nya Ane menghentikan langkah nya setelah ia berbalik .


"sayang .. ini salah paham , please dengerin aku dulu " Alingga berkata dengan cemas .


Ane tidak menghiraukan Alingga , ia berbalik lagi dan berjalan menghampiri Tari yang terduduk di lantai karena dorongan Alingga .


Ane menarik rambut Tari dengan kasar , menyebabkan wanita itu memekik kesakitan .


Dengan tubuh yang sedikit membungkuk , ia berkata dengan nada dingin pada Tari .


"apakah kamu pikir aku akan jatuh pada trik murahan ini !" kata Ane sambil menghempaskan rambut Tari .


Bukan hanya Tari yang terkejut , Alingga tidak kalah terkejutnya dengan sikap Ane saat ini . Darimana istrinya yang lemah lembut bisa berperilaku seperti itu , bukan hanya kali ini tapi saat ia membalas cemoohan tetangga bi Sumi pun Alingga sudah heran dengan perubahan Ane .

__ADS_1


Apakah istrinya sudah di rasuki oleh pemeran utama wanita yang melintasi perjalanan waktu .


(😂 skip aja pikiran Alingga ini ya. )


"Sayang , kamu salah paham Tari tadi menumpahkan kopi ke pakaian ku lalu ia hanya membantu membersihkan nya "Alingga bergegas menghampiri istrinya , ia lebih memilih menjelaskan pada Ane daripada membantu Tari berdiri .


Tari mendengus kesal dengan kebucinan bos nya itu , tapi segera ia merubah ekspresi nya menjadi wanita yang tidak berdaya .


"maaf bu .. saya tidak sengaja " ungkap Tari


Ane mendengus mendengar perkataan Tari .


"sebelum aku masuk ke sini , aku sudah memberitahu kedatangan ku pada resepsionis di depan dan ia juga menghubungi mu . makanya aku langsung datang ke sini . lalu saat aku masuk malah di suguhkan oleh adegan sang sekertaris sedang menyentuh tubuh bos nya , apakah kamu pikir aku bodoh " cerca Ane


Alingga langsung berpikir jernih , setelah mendengar perkataan Ane .


"kamu tiba tiba masuk ke ruangan ku membawakan aku secangkir kopi , dan berkata kalau aku bisa meminum kopi dulu sebelum kedatangan istriku . tapi kamu tidak bilang kalau istriku sudah datang , lalu kopi itu tumpah dan kamu membantuku membersihkan nya di pakaian ku padahal aku sudah menolak nya "Alingga melanjutkan . "jadi ini rencana kamu " kata Alingga dengan dingin .


Tari tidak bisa membalas serangan dari pasangan suami istri tersebut . Ia meminta maaf dan berpamitan untuk keluar , tapi sebelum keluar Alingga berkata lagi "kamu tidak perlu datang ke sini lagi , bereskan barang mu dan pergi ke bagian HRD "


Tari keluar dengan wajah yang merah padam , ia menghentak kan kakinya dengan kesal .


Pintu ruangan di tutup oleh Tari dengan keras , saat ini ia tidak perlu berpura lagi . karena Alingga sudah memecat nya , maka bisa di pastikan kalau misinya kali ini gagal . Huh !


"sayang , kamu nggak marah kan . tadi itu sudah jelas kalau aku di jebak " ujar Alingga


"aku tau , tapi aku tetap marah karena kamu membiarkan dia menyentuh kamu !" sinis Ane


"aku sudah menolak nya , tapi ia bersikeras " Alingga membuat pembelaan


"lalu kalau aku belum datang , dan ia bersikeras membuka pakaian mu apa kamu tidak akan menolak juga " sahut Ane , Alingga menggelengkan kepala nya dengan panik .


"aku tidak akan seperti itu , kamu harus yakin kalau sampai kapan pun aku tidak akan mengkhianati mu " bujuk Alingga


"sudah lah , jam makan siang ku habis . kita lanjut di rumah , jangan harap kamu bisa lepas nanti " Ane memberi peringatan , dan pergi meninggalkan Alingga begitu saja .


Setelah kepergian Ane , ia mendapat telepon dari Rio .


"halo " sapa Alingga

__ADS_1


"hei , ada apa dengan sekertaris mu ?" Rio bertanya pada Alingga , lalu Alingga menjelaskan pada Rio tentang kejadian tadi . sambil melangkah kan kaki ke kotak makan yang di bawa Ane , dan terjatuh di ruangan nya .


Ia melanjutkan obrolan nya dengan Rio sambil membuka kotak makan tersebut , tapi gerakan tangan nya terhenti saat ia melihat di atas makanan terdapat selembar foto USG .


Alingga meminta izin pada Rio untuk pulang terlebih dulu , lalu meminta tolong pada Rio untuk mencarikan nya sekertaris baru yang harus lelaki . Setelah menutup panggilan nya , ia bergegas keluar dan mengunci pintu ruangan nya . lalu berlari ke parkiran mobil nya .


Ia akan mengejar Ane !


*


Saat ini Alingga sudah sampai di kantor tempat Ane bekerja , ia bertanya pada resepsionis dan mengatakan maksud nya untuk bertemu Ane . si Resepsionis menyuruh Alingga menunggu di lobby , sementara ia menghubungi Ane dan memberitahu kalau ada orang yang mencari nya .


Tidak lama kemudian datang lah Ane , ia tidak terkejut melihat kedatangan Alingga di sini . pasti Alingga sudah membuka kotak makanan nya , makanya ia bergegas menyusul nya ke sini .


Huh sekarang baru ia tau kalau istrinya ini membutuhkan nya , kemarin kemana saja . ia sibuk lembur dan mengejar target dengan sekertaris nya yang murahan itu .


Ane menghampiri Alingga dengan meletakkan kedua tangan nya di depan dada .


"mau apa ke sini ?" tanya Ane ketus , Alingga tidak memperdulikan orang di sekitar mereka . bahkan ia tidak menghiraukan si resepsionis yang memperhatikan mereka . Ia langsung memeluk Ane dan mencium pipi istrinya berulang kali , sambil mengucapkan terima kasih dan seluruh isi dari ayat-ayat cinta . 😂


"iya .. lepasin aku dulu ish malu " wajah Ane sudah memerah akibat perlakuan Alingga , bahkan ada beberapa orang yang terang terangan menggoda mereka .


"sekarang kamu bisa berhenti kerja kan , sesuai janji kamu dulu " Alingga berkata sambil memegang kedua bahu Ane , wajah nya menunjukan kebahagiaan . membuat kemarahan Ane tadi di kantor Alingga menguap begitu saja .


"Huh .. aku sudah mengajukan surat pengunduran diri dari bulan kemarin , tapi sampai saat ini belum di setujui " Kata Ane dengan kesal


"jadi kamu tau kalau kamu hamil , tapi tidak langsung memberitahu ku " ujar Alingga


"salah siapa ? aku nyuruh kamu pulang cepat bermaksud memberi kamu kejutan , tapi kamu malah lembur setiap malam " sahut Ane "oh pantas saja kamu betah lembur , kan ada yang .. "perkataan Ane belum selesai , tapi Alingga sudah mengecup bibir Ane sekilas untuk menghentikan ocehan Ane yang akan keluar .


"kamu .. ish !" Ane memprotes


"sekarang kita ketemu bos kamu oke " Alingga menggenggam tangan Ane , ia pergi ke resepsionis tadi dan mengatakan kalau ingin bertemu dengan pimpinan di sini yaitu pak Darma .


Setelah di beri izin , Alingga mengajak Ane ikut dengan nya untuk bertemu dengan pak Darma .


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2