Bertahan Dalam Batas Asa

Bertahan Dalam Batas Asa
Bab 39


__ADS_3

*


*


*


Alingga membungkukkan badan nya agar bisa sejajar dengan tinggi Alina kemudian ia mulai menjelaskan "adik bayi nya masih di perut mama , tunggu sampai perut mama besar dan adik nya keluar ya " Alingga menjelaskan secara perlahan pada putrinya itu , agar putrinya tidak mengatakan hal hal yang lebih aneh lagi .


Setelah itu Alingga mengajak Rio untuk duduk , Ane pergi meninggalkan mereka berdua dan membawa Alina serta . Sedangkan bi Sumi sudah lebih dulu masuk ke dalam sejak tadi .


"besok sudah bisa masuk kerja kan ?" tanya Rio


"um .. ya "


"aku menyiapkan kursi Dirut pemasaran untuk mu , karena keahlian mu membuat perusahaan mu sendiri semakin maju dalam lima tahun terakhir . ku harap kamu bisa memajukan perusahaan ku juga " gurau Rio di akhiri dengan tawa .


"aku akan berusaha " jawab Alingga serius


"oh ayolah , aku hanya bercanda . asal kau bekerja dengan sepenuh hati saja itu sudah cukup buat ku " ujar Rio


"oh ya , besok pagi sekertaris ku akan mengantar mobil ke sini . anggap saja itu fasilitas kantor , lalu besok akan ada beberapa kandidat untuk di jadikan sekertaris pribadi mu " ujarnya lagi , Alingga mengangguk mengerti . Ia mengucapkan terima kasih lagi pada Rio , menawarkan makan malam bersama di rumah . tapi Rio menolak , karena sudah berjanji makan malam dengan Felicia . Akhirnya Alingga mengantar Rio ke depan rumah nya sebagai bentuk kesopanan . Ia juga sudah tidak cemburu lagi pada Rio , melihat Rio dan Felicia yang terlihat saling mencintai .


Alingga masuk ke dalam rumah , mencari keberadaan anak dan istrinya . terlihat mereka sedang membantu bi Sumi memasak di dapur , akhirnya Alingga memutuskan untuk pergi beristirahat saja di kamar .


*


"kamu yakin info nya benar ?" tanya bu Dewi pada seseorang di telepon


"iya bu " jawab orang itu


"kalau begitu masuk kan seseorang di sana , jangan terlalu mencolok " ujar bu Dewi


"baik bu" sahut orang itu lagi


Setelah itu panggilan terputus , Bu Dewi termenung di ruangan nya seorang diri . selama ini ia memang selalu sendiri di rumah , tapi setidaknya saat hubungan nya dengan Alingga masih baik baik saja . Alingga sering datang atau pulang ke sini untuk menemaninya , tapi lihatlah sekarang karena seorang wanita putranya sendiri meninggalkan nya begitu saja .

__ADS_1


Untuk itu , jika Alingga tidak akan meninggalkan wanita itu . maka ia akan membuat wanita itu pergi dengan sendirinya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ane menyelesaikan pekerjaan di dapur , bi Sumi sudah lebih dulu meninggalkan Ane karena Alina yang meminta untuk di mandikan .


Melihat semua sudah siap , ia pergi kamar nya untuk membersihkan diri sebelum makan malam .


Di bukanya pintu kamar , ia melihat suami nya itu sedang tertidur pulas di atas kasur . memilih untuk mandi terlebih dulu sebelum membangunkan suaminya untuk makan malam .


Alingga mengerjap kan matanya perlahan , mendengar suara gemericik air di kamar mandi yang memang tepat berada di sebelah ranjang nya dan hanya di batasi oleh kaca . ia melihat siluet seorang wanita di bawah pancuran shower , siapa lagi kalau bukan istrinya . rasa kantuk dan lelah menguap begitu saja , memilih untuk ikut menyegarkan badan bersama istrinya .


"kamu sudah bangun ?" tanya Ane saat melihat Alingga masuk ke dalam kamar mandi hanya menggunakan boxer . Alingga tidak menjawab ia langsung menghampiri Ane dan memeluknya , siraman air dingin membuat tubuhnya menegang sebentar .


"hei .. sebentar lagi waktunya makan malam , kalau kita tidak turun Nana pasti akan menyusul ke sini " Ane berkata demikian karena melihat gelagat suaminya sudah mencurigakan .


"sebentar saja , kita tuntaskan yang tertunda di sofa tadi " sahut Alingga , lalu melancarkan aksinya .


*


Tidak berapa lama Alingga dan Ane turun ke meja makan , melihat Alina yang sudah hampir siap makan malam . ia melotot ke suaminya , see ! anak kita makan seorang diri karena kamu ! . begitulah sekiranya yang di artikan Alingga dari tatapan mata Ane , ia menggaruk tengkuk kepalanya yang tidak gatal lalu segera menyusul Ane ke meja makan .


"Nana sudah selesai makan nya ?" tanya Alingga pada putrinya itu , lalu duduk di samping nya . Ane menyiapkan piring serta isinya untuk suaminya dulu setelah itu baru ia ambil untuk nya .


"iya abis papa sama mama lama tidur nya " sahut Alina


"iya papa capek tadi jadi ketiduran " Alingga beralasan


"oh iya , besok Nana sekolah mau di antar mama atau papa ?" tanya Alingga mengalihkan pembicaraan


"sama aku aja , kami searah " Ane menjawab pertanyaan Alingga walau tidak di tujukan padanya . Karena Alingga tadi sudah bilang kalau besok ia akan memakai mobil dari fasilitas kantor jadi Ane tidak perlu mengantar jemput nya lagi .


"biar nanti nenek yang jemput Nana pulang sekolah nya " Bi Sumi melanjutkan .


"Jauh lho bi , biar nanti pulang nya saya saja yang jemput " kata Alingga

__ADS_1


"Ah enggak jauh den , bibi mah sudah biasa " balas bi Sumi .


Akhirnya di putuskan kalau besok Ane akan mengantar Alina dan Alingga bertugas menjemputnya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari ini Alingga , sudah mulai bekerja di kantor Rio . sebelum memulai pekerjaan nya , Alingga memilih dulu siapa yang akan menjadi sekertaris nya . Alingga mensyukuri karena Rio tidak membedakan nya dengan karyawan lain .


Setelah melakukan beberapa interview pada calon sekertaris , akhirnya pilihan Alingga jatuh pada Tari bukan karena paras nya . tapi karena jenjang pendidikan nya lebih tinggi dari yang lain dan juga ia lulusan salah satu universitas yang cukup bonafid .


Akhirnya ia sudah memulai dengan setumpuk dokumen yang harus ia kerjakan , tidak lupa ia mengambil jam makan siang nya untuk menjemput Alina di sekolah lalu mengantar nya ke rumah . setelah itu ia bergegas kembali ke kantor .


"pak ini makan siang nya " Tari menyerahkan sekotak makanan yang telah di pesan Alingga tadi .


"terima kasih " sahut Alingga lalu pergi masuk ke dalam ruangan nya .


Berkutat dengan setumpuk dokumen yang harus ia selesaikan hari ini , ia memutuskan pulang agak terlambat . setelah mengirim pesan pada istrinya agar tidak menunggu ia untuk makan malam .


Jam sudah menunjukan pukul sembilan malam , saat Tari masuk dan menyerahkan dokumen terakhir . Setelah itu ia bergegas untuk pulang begitu pun dengan Alingga .


Sampai di depan lobby kantor Alingga melihat Tari yang berdiri sendiri di sana .


"belum pulang ?" tanya Alingga basa basi


"belum pak , lagi nunggu Uber enggak tau kenapa semuanya pada full " jawab Tari


"oh .. kalau begitu saya duluan ya , biar saya titip pesan sama satpam di depan buat jagain kamu " ujar Alingga lalu meninggalkan Tari begitu saja .


'Ih dasar enggak peka , bukan nganterin pulang malah nitipin saya sama satpam ' maki Tari dalam hati . sepertinya tugasnya kali ini akan sulit , Ia mendengus kesal .


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2