
*
*
*
Rio pergi menyusul Ane ke kamar mandi , ia khawatir terjadi sesuatu pada Ane . Sudah hampir setengah jam Ane belum juga kembali .
BRAKK
Pintu kamar mandi terbuka dengan keras , Rio melihat Ane terduduk di lantai kamar mandi sambil menangis . Bergegas Rio menghampiri Ane dan mengangkat tubuh nya .
"Ane .. apa yang terjadi dengan mu , apakah ia menyakiti mu?" tanya Rio cemas
Rio tidak perlu lagi menebak , siapa yang membuat Ane menjadi seperti ini .
Ane tidak mengatakan apapun , ia hanya terus menangis dan menangis . Rio pergi keluar menuju pintu belakang , membawa Ane dalam pelukan nya masuk ke dalam mobil lalu mengantar Ane pulang .
*
mereka masih berada di dalam mobil di depan rumah Ane , Rio membiarkan Ane menenangkan diri dulu sebelum masuk ke rumah . Tadi ia sudah menghubungi keluarga nya jika mereka akan pulang duluan .
"Apakah kamu masih ingin menyembunyikan segalanya sampai saat ini ?" Rio bertanya saat Ane sudah berhenti menangis
"Maaf .. " Lirih Ane
"Untuk apa kamu minta maaf ? apakah kamu melakukan kesalahan ?" tanya Rio lagi
Ane terdiam , kesalahan nya ialah ia terlalu cepat berpikiran negatif dan menyimpulkan sesuatu dengan terburu buru .
"Istirahat lah , jika kamu butuh sesuatu hubungi aku " kata Rio
Ane keluar dari mobil dan berjalan dengan gontai masuk ke dalam rumah . sesampainya ia di kamar , ia melihat Alina sudah tertidur pulas . Ane menjatuhkan air matanya tanpa suara . Jika dulu ia takut kehilangan Alingga , maka saat ini ia takut Alingga datang kepadanya .
Ia takut , kalau Alingga tau Ane menyembunyikan Alina selama ini . Dia takut Alingga akan membalas sakit hati padanya dengan merampas Alina dari sisinya .
Oh tuhan .. kenapa ia selalu berpikiran sempit .
Jika saja ia tidak meninggalkan Alingga .
Jika saja ia menunggu Alingga datang ke apartemen
Jika saja ia meminta penjelasan Alingga dulu , mungkin semua ini tidak akan terjadi . tapi sayang nya tidak ada 'JIKA' di dunia ini .
Ponsel Ane berdering , ada panggilan masuk dari Rio
"Hallo " jawab Ane
"Ane .. apakah kamu sudah tidak apa ?" tanya Rio
"Aku baik baik saja "
"Ane , kalau kamu ingin membatalkan pertunangan kita ... aku bisa ... "
__ADS_1
"aku tidak akan membatalkan nya , aku hanya sedikit syok dengan apa yang terjadi tadi "
"Apa yang dia lakukan ?"
"Marah ... mungkin "
"Aku .. mengerti "
"Rio ... "
"Ya ?"
"percepat kepindahan ku ke Jakarta menjadi lusa "
"Baiklah "
Setelah selesai berbicara Ane mematikan ponselnya , ia harus segera pindah dari sini . Bisa saja Alingga tau alamat nya dari Sharon . Ia harus mempercepat tanggal pernikahan nya dengan Rio . Agar ada yang bisa melindunginya dan Alina . Maaf Rio , aku benar benar telah memanfaat kan mu sekarang . kata Ane dalam hatinya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Apa kamu baik baik saja ? sejak tadi ku lihat wajahmu berubah murung ?" tanya Sharon saat mereka dalam perjalanan pulang
"Aku baik baik saja , hanya capek "
"Dimana kamu istirahat malam ini ?"
"Aku akan langsung pulang "
*
Setelah check in di salah satu kamar hotel , Alingga tidak langsung istirahat . melainkan mengajak seseorang untuk bertemu dengan nya . Setelah menentukan tempat pertemuan mereka , Alingga bergegas pergi ke tempat pertemuan nya dengan Rio .
Sampai di tempat tujuan nya , Alingga sudah melihat Rio menunggu di depan mobilnya . Bergegas Alingga menghampiri Rio dengan emosi dan memukul wajahnya .
BUGHH
Rio tersungkur , tapi ia dengan cepat bangkit dan membalas . Sekejap perkelahian mereka menjadi sengit , hingga ada sekelompok anak muda yang melerai mereka .
"BANGS*T " Maki Alingga pada Rio
"Kau mengambil kesempatan saat Ane sedang salah paham dengan ku " Teriak Alingga pada Rio lalu ia pergi meninggalkan nya . Karena ia tidak mungkin melanjutkan perkelahian mereka , sebab sekelompok anak muda tersebut masih memisahkan mereka .
Kenapa ia tidak membunuh Rio saja tadi , saat masih ada kesempatan . sesal Alingga .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ane bergegas pergi ke hotel tempat Rio dan keluarga nya menginap , tadi ia mendapat telepon dari kak Rini kalau Rio sampai di hotel dengan keadaan babak belur . Rini menelpon Ane karena ia khawatir terjadi sesuatu pada Ane juga , sebab Rio tadi pamit nya ingin mengantar Ane pulang .
Sampai di dalam kamar Rio , orang tua Rio dan Rini sedang berkumpul . Bu Retno sedang mengobati Rio , sebenarnya mereka sudah menyuruh Rio ke Rumah sakit tapi ia menolak .
"Ane .. " Rio bangkit saat melihat Ane datang
Ane hanya menangis , melihat keadaan Rio seperti itu . Apakah itu perbuatan Alingga ?
__ADS_1
Orang tua Rio dan kakaknya melihat Ane sudah datang dan menangis . meninggalkan mereka berdua , agar berbicara . Mana tau Rio akan menceritakan yang sebenarnya pada Ane , kenapa ia bisa sampai seperti itu .
Setelah tinggal mereka berdua di ruangan itu Ane langsung memeluk Rio , " apakah dia yang melakukan nya ?" tanya Ane . Rio tidak perlu menjawab , Ane sudah tau jawaban nya .
"Keadaan nya juga tidak lebih baik dariku " kata Rio
tubuh Ane menegang mendengar perkataan Rio , apakah Lingga baik baik saja ?
Siapa yang akan merawat nya ?
Oh .. apakah ia lupa kalau Alingga mempunyai Sharon
"Kamu mengkhawatirkan nya ?" tanya Rio
Ane menggeleng "apa kamu mengatakan sesuatu tentang Nana padanya ?" tanya Ane khawatir
"Tidak .. kami bertemu tanpa membicarakan apapun " jawab Rio
"Hanya berkelahi ?" tanya Ane heran
Rio menganggukan kepalanya .
"Apakah seperti itu cara berkomunikasi antara pria " kata Ane bingung , sedangkan Rio hanya terkekeh mendengar nya .
"Apakah ada yang ingin kamu katakan ?" Rio bertanya pada Ane
"Ya .. Aku ingin kita mempercepat pernikahan kita "
"Kamu yakin ?" tanya Rio memastikan
Ane menganggukan kepalanya dengan mantap , setelah itu Rio langsung memeluknya dan mengusap punggung Ane .
*
*
*
Pagi ini bukan hanya keluarga Rio yang sibuk berkemas untuk pulang , Ane juga sibuk membereskan barang barangnya untuk pindah . Ia tidak ingin menunda lagi . Ia takut Alingga akan semakin nekat dan mencarinya .
Bi Sumi sudah menyiapkan segala hal keperluan Alina di jalan , sedangkan Rio mengurus perabotan Ane di rumah kontrakan nya untuk di pindahkan ke rumah lama bi Sumi di bantu oleh jasa pindahan Rumah .
Mereka hanya perlu membawa pakaian dan keperluan lainnya , sebab rumah yang akan di tempati Ane telah lengkap dengan isinya .
Ane akan tinggal di rumah Rio yang sudah lama ia beli .
Setelah semua nya siap , mereka berangkat dengan mobil Rio menuju Jakarta .
*
*
*
__ADS_1