
*
*
*
Ane membersihkan dan membereskan barang di rumah kontrakan nya , dengan bantuan Rio dan bi Sumi . Rumah ini harus sudah bersih sebelum Alina pulang , tadi ia sudah menghubungi Alingga agar mengantar Nana ke sini .
pekerjaan selesai , tapi sepertinya ia akan memesan makan malam saja karena terlalu capek .
Baru sekitar sepuluh menit mereka beristirahat terdengar suara mobil berhenti di depan rumah nya , bergegas ia pergi keluar karena ia yakin itu adalah Alina .
"Mama ... " panggil Alina riang , ia langsung berlari dengan semangat ke pelukan Ane . di belakang nya terlihat Alingga dan Sharon berjalan menghampiri .
"Nana senang hari ini , jalan jalan sama om .. eh papa dan Dokter Sharon " Alina menceritakan apa saja kegiatan mereka dan kemana saja mereka pergi hari ini . Ane tersenyum dan menanggapinya dengan antusias juga .
"Kita tinggal di sini ma ?" tanya Alina semangat
"iya .. karena rumah ini dekat dengan sekolah Nana jadi nanti pas mama pergi kerja nenek tidak susah menjemput Nana " jelas Ane . lalu mengajak mereka semua masuk ke dalam . meskipun tidak sebesar rumah yang di Carikan Rio , tapi Ane senang karena ia tidak akan merasa risih lagi .
"kenapa pindah ?" tanya Alingga
"dekat dengan sekolah Nana " jawab Ane sekenanya setelah itu ia menoleh pada Sharon , menawarkan mereka semua untuk makan malam bersama . Awalnya Sharon menolak , karena ia masih merasa canggung . Tapi Ane memaksa nya .
Ruang tamu dalam keadaan canggung , belum ada yang mau memulai pembicaraan . Ane menunggu pesanan makan malam mereka . beruntunglah seorang kurir tiba di depan rumah nya , membuat Ane bisa melarikan diri dari sana .
Saat Ane akan membayar , Rio menahan tangan Ane . tapi Ane menolak Rio membayarkan pesanan nya .
"Kamu menjaga jarak dariku ?" tanya Rio
"tidak .. aku hanya membiasakan diri tidak bergantung lagi padamu "
"kenapa ? bukan kah kita akan menikah ?"
"aku memberikan kamu waktu untuk berpikir dulu " jawab Ane lalu pergi masuk ke dalam rumah , menyerahkan makanan pada bi Sumi agar menatanya di meja makan bersamanya .
__ADS_1
di ruang tamu Alina sedang menunjukan apa saja yang tadi ia beli pada Rio .
"om .. lihat ini tadi ini papa yang memilihnya untuk Nana " kata Alina sambil menunjukan sepasang sepatu berwarna pink .
"om ? Nana kok panggil nya om lagi ?" protes Rio
"iya .. kata papa om bukan papanya Nana , jadi Nana tidak boleh panggil om papa lagi " jawab Nana polos . Rio menatap tajam ke arah Alingga , semarah apapun ia saat ini ia tidak akan menunjukan nya di depan Nana . Alingga tersenyum mengejek .
"hei .. kalian semua , makan malam sudah siap " panggil Sharon menginterupsi ,"Nana ayo kita makan malam dulu " ajak Sharon . Nana menyimpan sepatu itu ke dalam kotak nya dan ia letakan di atas meja setelah itu ia di gendong oleh Alingga menuju ruang makan .
Semua duduk mengelilingi meja makan , termasuk bi Sumi . walaupun bi Sumi merasa tidak enak tapi Ane membujuk nya dengan mengatakan kalau ia sudah menjadi keluarga nya .
Sharon dan Ane asyik mengobrol , mengacuhkan kedua lelaki yang saling bertatapan di meja makan .
"Ane , aku bisa mencarikan rumah untuk mu yang lebih layak dari ini " Alingga berkata tiba tiba
"Mungkin untuk kamu ini tidak layak , tapi bagiku ini semua sudah lebih dari cukup " jawab Ane asal , makan malam mereka sudah selesai dari tadi . Alina pun sudah di ajak bi Sumi ke kamarnya dengan alasan menyusun semua barang yang tadi Alina beli .
"tapi kamu jangan lupa , kalau Nana tinggal sama kamu . ia harus mendapatkan semua yang terbaik " balas Alingga , sedangkan Rio dan Sharon tidak ada yang ingin ikut campur dalam pembicaraan mereka .
"Tetap saja itu tanggung jawabku "
"sudah lah nanti saat kami sudah menikah , Ane dan Nana akan pindah dari sini " potong Rio , ia merasa jengah dengan situasi saat ini .
"Oh .. apakah kau yakin kalian akan tetap menikah " sindir Alingga , Rio menatap Alingga dengan garang .
"Lingga .. aku harus pulang " pinta Sharon , ia merasa jika di teruskan suasana akan semakin memanas . Alingga menuruti ajakan Sharon , biar bagaimana pun ia harus berterima kasih padanya . Setelah kepergian dua orang itu . Ane membereskan semua piring di atas meja dan meletakkan nya di bak cuci piring . "kamu juga sebaiknya pulang , aku sangat capek hari ini " kata Ane
"Baiklah .. aku pulang , kalau perlu sesuatu ... "
" ya.. aku akan menghubungi mu " potong Ane
Ia benar benar letih hari ini , bukan hanya tubuh nya . pikiran nya juga terasa penat .
saat sedang mencuci piring , bi Sumi keluar dari kamar Alina .
__ADS_1
"Lho Nana tidur bi ?" tanya Ane , bi Sumi mengiyakan lalu membantu Ane menyusun piring yang telah di cuci ke atas rak pengering .
"Neng .. sekarang neng Ane mau bagaimana sama den Rio ?" tanya bi Sumi
"saya ikutin kata Rio aja bi , kalau dia mau lanjut ya silahkan . kalau dia mau sudah ya saya terima "
"memang neng Ane tidak punya keinginan sendiri ?"
"saya bukan tidak punya bi , saya hanya tidak mau memaksakan "
"Bibi teh jadi kasihan sama neng , pas sudah mau bahagia ada aja saja kendalanya . trus itu tadi papa nya Nana juga sudah sama yang lain ya neng "
"sekalipun ia masih sendiri , saya juga tidak bisa memaksanya bi . karena saya tau saya yang salah di sini "
"sabar saja ya neng , kalau jodoh mah tidak kemana . lagian neng Ane juga biarpun sudah punya anak tapi masih muda , masih cantik lagi pasti masih ada yang mau "
"Bibi ini bisa saja "
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mobil Rio telah sampai di depan hotel , saat pulang dari rumah Ane tadi . ia menghidupkan ponselnya yang sengaja ia matikan . karena ia tau Felicia pasti akan terus menghubunginya , ia tidak ingin Ane salah paham . Dan benar saja , banyak panggilan juga pesan dari Felicia . ia bergegas menuju hotel tempat Felicia menginap , takut terjadi sesuatu kepadanya .
Bukan hanya nomor Felicia , bahkan nomor orang tuanya juga berkali kali menghubunginya . Ia yakin kalau orang tuanya pasti sudah tau tentang kembalinya Felicia .
Bergegas Rio menaiki lift dan menuju lantai kamar Felicia . ia mengetuk pintu kamar berulang kali tapi tidak ada jawaban . Rasa khawatir menyeruak ke dalam dada nya , dengan tangan kanan terus mengetuk pintu kamar dan tangan kiri memegang ponsel mencoba menghubungi nya .
CEKLEK
Pintu terbuka memperlihatkan Felicia yang masih menggunakan pakaian tadi dan terlihat berantakan . Wajah nya agak pucat , Rio langsung masuk ke dalam kamar . sedangkan Felicia langsung memeluk Rio dengan erat sambil menangis , saat Rio sudah berada di dalam kamar nya .
"Jangan tinggalin aku ya .. please .. " mohon Felicia di sela isak tangisnya .
*
*
__ADS_1
*