
😭😭😭
*maafin kesalahan saya ya , karena salah pencet . novelnya ke hapus , jadi saya nunggu pihak MT buat memulihkan nya dan itu memakan waktu 3 hari ...
Please deh pokoknya berapa hari kemarin aku ilang mood gegara novel ini ke hapus .
tapi alhamdulillah nya pihak MT bisa bekerja sama
Terima kasih*
jangan lupa baca karya saya yang lain ya ..
Dan .. sequel ini aku buat CS dengan tokoh anak² Ane dan Alingga 🥰
jangan lupa dukungan kalian semua buat saya tambah semangat ❤️❤️❤️
happy reading 😘
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mobil hitam itu melaju dengan cepat , di sebelah nya sebuah sepeda motor juga tidak kalah cepat . Karena di belakang mereka beberapa mobil lain juga mengejar mereka termasuk sebuah mobil polisi .
"Halangi mereka , kita jalankan rencana B " perintah Ronald .
Mobil yang di tumpangi Ronald tiba-tiba berbalik arah dan menghantam sepeda motor di sebelah nya . membuat motor itu terjatuh di susul oleh mobil di belakang mereka menabrak nya , tak terelakan kejadian tersebut membuat kecelakaan beruntun bagi mobil di belakang yang tidak bisa mengerem tepat waktu .
"AWASS " Pekik Rio
Beruntung nya mereka masih sempat , Rio dan dua orang di dalam mobil melewati mobil dengan memotong jalan ke arah semak belukar . dan meneruskan untuk mengejar mobil Ronald yang telah pergi .
Dengan kecepatan maksimal mereka mengejar mobil Ronald .
"Lebih dekat " seru kepala polisi yang ikut di dalam mobil Rio , ia menurunkan kaca mobil dan mencoba membidik ban mobil di depan mereka .
DORR
CKITTTTTT
BRUK
BRAKK
Bak adegan slow motion di film action , mobil itu kehilangan keseimbangan karena salah satu ban mobil tertembak menyebabkan mobil itu berguling dan menghantam pembatas jalan . Rio mengerem mobil nya mendadak .
Bergegas keluar untuk melihat bagaimana keadaan mobil Ronald yang terlempar ke bahu jalan .
"Ugh " Ronald memegang pelipis nya yang sudah mengeluarkan cairan hangat . Ia melihat ke samping dan menemukan kepala supir nya sudah terbentur kaca mobil depan , di jok belakang kedua bawahan nya juga tidak kalah mengenaskan . Sedangkan Dara terlihat tidak sadarkan diri , entah ia mati atau hanya pingsan .
Ronald mengambil sebuah pistol , ia melihat Rio dan kedua orang itu sudah melompati pagar pembatas jalan dan menuju ke arah nya .
__ADS_1
Ronald membuka kunci pintu mobil , dan membiarkan mereka mendekat .
"Berhati-hatilah "peringat kepala polisi tersebut sambil berjaga-jaga dengan pistolnya mengarah ke mobil .
Rio menghampiri mobil tersebut , perlahan ia membuka pintu mobil dan ..
DOR
DOR
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Felicia berlari di lorong rumah sakit , wajah nya tersirat kekhawatiran . di belakang nya kedua orang tua Rio juga tidak kalah cemas .
"Bagaimana ?" seru Felicia saat tiba di depan ruang UGD . Di depan ruang UGD terlihat Alingga yang sedang memangku Alina , sejak tadi Alina tidak ingin di tinggal oleh Alingga .
Di sebelahnya Brama duduk dengan gelisah .
"Dokter sedang menangani nya .. Felicia .. maaf " Alingga berkata dengan menyesal .
Felicia hanya menangis tanpa menjawab perkataan Alingga , tidak lama pak Dani dan bu Retno datang . Alingga menjelaskan keadaan Rio pada pak Dani dan menjelaskan situasi nya saat pengejaran Ronald .
Bu Retno sibuk menenangkan Felicia .
"Apa ini balasan tuhan .. karena aku yang menyebabkan Ane seperti sekarang , tuhan langsung membalas nya " kata Felicia di sela isak tangis nya .
"Ssttt jangan bicara seperti itu , kita harus berdoa agar Rio baik-baik saja bukan menyalahkan tuhan .. sayang " bu Retno memberi nasihat .
Alingga berulang kali meminta maaf pada Felicia .
"Ini semua kesalahan ku , kalau aku tidak hadir dalam kehidupan Alingga . kalian tidak akan seperti ini ... " ujar Brama , pak Dani menghampiri Brama dan menepuk bahu nya .
"tidak ada yang salah di sini , ini semua sudah takdir tuhan dan jalan yang memang harus kamu lewati . anggap saja ini ujian agar kita bisa menjadi lebih baik lagi " kata pak Dani .
"Nana .. " bu Retno menghampiri Alina dan memeluk nya , tapi Alina tidak merespon sama sekali .
"Sepertinya ia trauma "Alingga menjelaskan karena melihat bu Retno yang heran melihat sikap Alina .
"Bawalah ia untuk di periksa , jangan sampai terjadi apa-apa sama Nana " saran pak Dani .
"ya ... Lingga kami yang akan menunggu Rio di sini , lebih baik kamu periksa Nana dulu " kata bu Retno
"Baiklah .. " Alingga menggendong Alina dan membawa nya ke ruang pemeriksaan .
*
"Di tubuh nya terdapat beberapa luka memar , terutama di bagian perut nya . tapi untung saja tidak ada luka dalam . " Jelas Dokter itu setelah mengecek kondisi Alina .
"Yang perlu di khawatirkan saat ini adalah psikologis nya , sepertinya penculikan itu memberikan trauma mendalam padanya " sambung nya lagi .
__ADS_1
Alingga mengepalkan tangan nya sekuat tenaga , ia akan membalas semua perbuatan Ronald . Sepertinya kematian akan terlalu mudah untuk nya .
Alingga berterima kasih pada dokter tersebut , ia juga mendapatkan rekomendasi psikolog terbaik untuk Alina .
Setelah meninggalkan ruang dokter , Alingga bertanya pada Alina .
"Nana .. mau pulang atau ke tempat mama ? "
"mama " Alina menjawab acuh
Alingga langsung membawa putrinya ke ruangan Ane , tidak lupa ia menghubungi mamanya agar datang ke rumah sakit menemani Alina .
Juga ia akan mencari dokter terbaik untuk menyembuhkan trauma Alina .
Sampai nya di ruangan Ane , Alina tidak mengatakan apapun . ia hanya naik ke tempat tidur Ane dan berbaring di sebelah mamanya .
"Nana .. papa liat om Rio dulu ya , Nana berani tinggal di sini ? di luar ada penjaga , Nana jangan takut ya .. Nanti Oma akan datang ke sini " kata Alingga , Alina hanya menganggukan kepala .
Setelah kepergian papanya , Alina duduk menatapi mama nya . air mata itu akhirnya jatuh juga .
'Apakah mama baik-baik saja , mereka bilang mama sebenarnya sudah tidak ada . papa hanya memaksa mama untuk terus berada di rumah sakit ' batin Alina .
"Bangun ya ma .. jangan tinggalin Nana ... " Lirih Alina .
Setetes air mata terlihat mengembun di sudut mata Ane .
"Mama .. Mama .. " Alina mengguncang tubuh Ane berusaha membangun kan nya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dua hari telah berlalu .
Saat ini mereka semua berada di pemakaman , satu persatu orang sudah beranjak pergi dari sana . Langit pun terlihat gelap dengan awan mendung sebentar lagi akan menumpahkan isinya . Di samping makam yang masih baru itu , Alingga berdiri memegang tangan Alina .
Alina hanya menatap ke arah Brama yang jongkok di sebelah nya . Sedangkan Alingga matanya sudah memerah , menyesalkan semua yang terjadi .
Seandainya ...
*
*
*
**Hai .. Hai ..
semoga kalian puas dengan bab yang singkat ini ya , jujur aja karena kesalahan teknis kemaren otak ku langsung ambyar . gegara ide yang telah tersusun hilang seketika , kalian bisa nebak nggak kira² siapa yang mati ?
tunggu bab selanjutnya ya ..
__ADS_1
terima kasih ☺️**