Bertahan Dalam Batas Asa

Bertahan Dalam Batas Asa
Bab 24


__ADS_3

*


*


*


Sudah sebulan sejak pertunangan Ane dengan Rio , dua bulan lagi mereka akan menikah . Sudah sebulan juga pertemuan nya terakhir kali dengan Alingga . Ane berusaha melupakan Alingga walau kalimat nya terakhir kali menghantui di pikiran Ane .


"Untuk melihat mu tenggelam dalam penyesalan "


Heh .. Ia benar , sampai saat ini Ane masih tenggelam dalam penyesalan . Menyesal selalu datang di akhir bukan ?


Hari ini Ia akan pergi keluar untuk belanja bulanan dengan Alina , berhubung hari ini ia libur kerja maka ia akan mengajak Nana untuk pergi bermain sekalian . Rio tidak bisa menemani mereka karena ia ada pekerjaan di luar kota . kerja sama nya dengan Lingga sudah di putuskan .


Saat ini mereka berdua telah sampai di pusat swalayan , Ane mendorong trolly nya di lorong bahan makanan . sedangkan Alina duduk di dalam nya dengan belanjaan yang hampir penuh .


Ane sibuk memilih barang , ia tidak memperhatikan Alina yang sudah turun dari trolly dan pergi ke lorong yang menjual permainan anak - anak .


"Nana mau yang rasa cokelat atau strawberry ?" tanya Ane , saat tidak mendengar jawaban dari Alina . Ane menoleh dan tidak mendapati putrinya lagi di sana . Dengan panik Ane meninggalkan belanjaan nya dan berkeliling mencari Alina sambil memanggil namanya .


*


"hu .. hu .. hu .. "


terdengar suara tangisan anak kecil di belakang Alingga , ia menoleh mendapati seorang anak kecil yang sedang menangis di lorong tempat bahan makanan . Siang tadi mamanya menelpon dan meminta Alingga untuk membelikan sesuatu .


"Hei gadis kecil , kenapa menangis ? di mana mamanya ?" tanya Alingga ramah seraya berjongkok di hadapan anak kecil tersebut .


"mama tidak ada .. tadi dia di sini " jawab anak itu masih terisak


"Ayo .. om bantu cari mamanya , nama kamu siapa ?" tanya Alingga lagi


"Alina .. om "


"nama kamu sama kaya nama om , nama om Alingga . karena nama kita sama ikut sama om ke tempat security ya .. biar nanti om security yang cari mama Alina " bujuk Alingga . Alina mengangguk ia sudah memegang tangan Alingga untuk mengikutinya ke tempat security tapi tiba tiba ..


"Nana ... " Ane berteriak memanggil putrinya , ia datang bersama seorang security .


berlari menghampiri Alina dan membawanya ke dalam pelukan nya .


"Nana dari mana ? mama takut Nana hilang " kata Ane sambil menciumi pipi Alina berulang kali tanpa ia sadari Alingga di sebelah nya sudah syok , mengetahui kalau anak tersebut adalah anak Ane .


Tunggu ... Ane sudah mempunyai anak ?


Apakah ini alasan Ane meninggalkan nya dan pergi bersama Rio ?


Lalu jika mereka sudah punya anak , kenapa baru sekarang mereka akan menikah ?


Siapa nama anak itu tadi ?


Alina ... Alina .. Alin .. gga ...


Alingga tersadar dari pemikiran nya , ia langsung menarik tangan Ane matanya melihat Ane dengan tajam . "siapa dia ?" tanya Alingga dingin

__ADS_1


"Dia anak ku " jawab Ane tak kalah dingin , setelah itu ia menoleh ke arah security "Pak tolong pak dia mau menculik anak saya tadi " Ane berteriak minta tolong , dalam sekejap para pengunjung swalayan berdatangan .


Alingga sudah di amankan oleh security tadi .


"ganteng .. tapi penculik " para pengunjung berbisik bisik "iya padahal pakaian nya rapi ya kaya bos "


"jaman sekarang ada ada saja modus penculik "


"saya bukan penculik , saya hanya mau menolong anak .. " Alingga tidak melanjutkan kalimat nya ia belum yakin .


"Huu .. mana ada penjahat ngaku , udah pak bawa saja ke kantor " kata salah satu ibu ibu


Saat Alingga sedang di amankan , dan di bawa ke pos security Ane di suruh mengikuti mereka untuk di mintai keterangan . Ane hanya mengangguk . saat mereka sudah pergi , ia bergegas melarikan diri dari sana . 'Gawat jika mereka tau aku berbohong , saat mereka memeriksa tanda pengenal Alingga . mereka tidak akan percaya kalau Lingga itu penculik ' batin Ane . dengan kecepatan luar biasa Ane melarikan diri keluar mall tersebut , menuju mobilnya dan langsung pergi dari sana .


*


"Sudah saya bilang , saya bukan penculik " Alingga marah marah pada security tadi , setelah mereka memeriksa identitas Alingga mereka langsung meminta maaf .


"Sekarang bawa perempuan itu ke sini " perintah Alingga


salah satu security yang sudah pergi mencari Ane datang kembali dengan nafas tersengal .


"maaf pak saya sudah mencari ke semua tempat , sepertinya ibu itu sudah pergi " kata si security


"Ahhhhh , karena kebodohan kalian . saya kehilangan nya lagi " teriak Alingga frustasi . sementara para security hanya menunduk merasa bersalah dan tidak ada yang berani membantah karena mereka tau kesalahan mereka telah salah menuduh .


*


BRAK


Kalau memang Alina adalah anaknya , kenapa Ane pergi meninggalkan nya ?


Alingga tersenyum sinis , ia tau pada siapa ia akan mendapat kan jawaban nya . Ia akan pergi mencari Dara .


Tidak sulit mencari tau di mana Dara berada , karena ia selalu memposting setiap kegiatan nya di media sosial miliknya .


Bergegas Alingga menjalankan mobilnya menuju tempat di mana Dara sekarang .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Oke terima kasih atas kerja samanya " kata sang fotografer tersebut sambil menjabat tangan Dara .


"Sama sama " Dara tersenyum , lalu pergi ke ruang ganti untuk mengganti pakaian nya saat ini .


Saat ia sampai di ruang ganti tersebut , belum sempat membuka baju seseorang telah mendorong tubuh nya ke arah meja rias .


Dara terkejut melihat orang yang di belakang nya dari cermin besar di depan nya . "Apa yang mau kamu lakukan " sentak Dara


"Sepertinya aku terlalu lembut saat itu , sampai kau tidak memberitahukan aku semua yang kau katakan pada Ane " Bisik Alingga di telinga Dara


Dara ketakutan mengingat kejadian lima tahun lalu , "aku .. sudah .. mengatakan semuanya " kata Dara gugup .


"Oh ... apakah kamu tau Ane hamil ?" tanya Alingga dingin , dan menekan wajah Dara ke depan cermin

__ADS_1


"Hamil ... " Dara meringis , ia takut Alingga melakukan sesuatu yang lebih parah . Segera ia mengatakan apa yang belum ia katakan sebelumnya . "Aku tidak tau dia hamil , aku hanya mengatakan kita sudah tidur bersama dan .. "


Dara lebih takut meneruskan kalimat nya .


"APA .. " bentak Alingga tidak sabar


"dan aku mengatakan kalau aku sedang mengandung anak mu " lanjut Dara sambil memejamkan mata . Setelah nya ia merasa tubuh nya terlempar keras . ia mundur kebelakang takut Alingga menghampirinya . Tapi Alingga tidak melakukan nya ia langsung pergi begitu saja dari sana .


Berjalan keluar Alingga menghubungi Rio .


"Ada apa ?" tanya Rio


"Dimana Ane !"


"maaf pak Alingga , apakah pantas bapak menanyakan tunangan saya ?"


"Hentikan omong kosong mu , dimana Ane dan anak ku !" kata Alingga penuh penekanan


Tidak ada jawaban di seberang sana , setelah itu telepon terputus .


"SIAL .. " Maki Alingga


Ia berlalu pergi menuju mobil nya sambil menghubungi seseorang lagi .


"Hai ngga .. " sapa seseorang di telepon


"Sharon , dimana kamu mengenal Ane ?" tanya Alingga tanpa basa basi , masuk ke dalam mobil dan duduk di belakang kemudi .


"Apakah kamu mengenalnya ?"


"Katakan saja ... "


"Sebenarnya Aku mengenal Ane karena ia orang tua pasien ku " jawab Sharon masih merasa aneh


"berapa usia anaknya ? siapa ayahnya " tanya Alingga


"Alina berusia lima tahun sekarang , kondisi tubuhnya sangat lemah . Ia mudah terserang penyakit karena itulah aku mengenal Ane , kalau soal ayahnya aku tidak tau , Ane tidak pernah membahasnya . di datanya juga tidak tercantum nama ayahnya " jelas nya


"Kenapa bisa lemah ?"


"Ia lahir prematur , saat Ane mengandung Alina ia terlalu stres sehingga menyebabkan kandungan nya rentan keguguran . jadi saat Ane kecelakaan , dokter menyarankan ia menjalani operasi Caesar untuk menyelamatkan bayi nya . Kira kira seperti itulah yang di ceritakan Ane padaku . Apakah ada sesuatu ?" tanya Sharon


"tidak .. terima kasih "jawab Alingga , mengakhiri telepon nya . setelahnya ia menekan sebuah nomor lagi , setelah dering ketiga seseorang menjawab telepon nya .


"Cari informasi tentang Rio Prasetya , kemana saja ia pergi sebulan terakhir . semua properti miliknya dan keluarga nya di Jakarta . pokonya semua tentang Rio , aku tunggu sampai besok malam " setelah mendengar jawaban dari orang itu Alingga mematikan telepon nya .


Baru saja ia akan menjalankan mobilnya , tiba tiba saja ponsel nya berdering . tanpa melihat siapa yang menelepon Alingga langsung mengangkat nya .


"Halo "


"Lingga kemana saja kamu , mana saus pesanan mama "


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2