
*
*
*
Sudah sebulan sejak pertunangan Ane dengan Rio , dua bulan lagi mereka akan menikah . Sudah sebulan juga pertemuan nya terakhir kali dengan Alingga . Ane berusaha melupakan Alingga walau kalimat nya terakhir kali menghantui di pikiran Ane .
"Untuk melihat mu tenggelam dalam penyesalan "
Heh .. Ia benar , sampai saat ini Ane masih tenggelam dalam penyesalan . Menyesal selalu datang di akhir bukan ?
Hari ini Ia akan pergi keluar untuk belanja bulanan dengan Alina , berhubung hari ini ia libur kerja maka ia akan mengajak Nana untuk pergi bermain sekalian . Rio tidak bisa menemani mereka karena ia ada pekerjaan di luar kota . kerja sama nya dengan Lingga sudah di putuskan .
Saat ini mereka berdua telah sampai di pusat swalayan , Ane mendorong trolly nya di lorong bahan makanan . sedangkan Alina duduk di dalam nya dengan belanjaan yang hampir penuh .
Ane sibuk memilih barang , ia tidak memperhatikan Alina yang sudah turun dari trolly dan pergi ke lorong yang menjual permainan anak - anak .
"Nana mau yang rasa cokelat atau strawberry ?" tanya Ane , saat tidak mendengar jawaban dari Alina . Ane menoleh dan tidak mendapati putrinya lagi di sana . Dengan panik Ane meninggalkan belanjaan nya dan berkeliling mencari Alina sambil memanggil namanya .
*
"hu .. hu .. hu .. "
terdengar suara tangisan anak kecil di belakang Alingga , ia menoleh mendapati seorang anak kecil yang sedang menangis di lorong tempat bahan makanan . Siang tadi mamanya menelpon dan meminta Alingga untuk membelikan sesuatu .
"Hei gadis kecil , kenapa menangis ? di mana mamanya ?" tanya Alingga ramah seraya berjongkok di hadapan anak kecil tersebut .
"mama tidak ada .. tadi dia di sini " jawab anak itu masih terisak
"Ayo .. om bantu cari mamanya , nama kamu siapa ?" tanya Alingga lagi
"Alina .. om "
"nama kamu sama kaya nama om , nama om Alingga . karena nama kita sama ikut sama om ke tempat security ya .. biar nanti om security yang cari mama Alina " bujuk Alingga . Alina mengangguk ia sudah memegang tangan Alingga untuk mengikutinya ke tempat security tapi tiba tiba ..
"Nana ... " Ane berteriak memanggil putrinya , ia datang bersama seorang security .
berlari menghampiri Alina dan membawanya ke dalam pelukan nya .
"Nana dari mana ? mama takut Nana hilang " kata Ane sambil menciumi pipi Alina berulang kali tanpa ia sadari Alingga di sebelah nya sudah syok , mengetahui kalau anak tersebut adalah anak Ane .
Tunggu ... Ane sudah mempunyai anak ?
Apakah ini alasan Ane meninggalkan nya dan pergi bersama Rio ?
Lalu jika mereka sudah punya anak , kenapa baru sekarang mereka akan menikah ?
Siapa nama anak itu tadi ?
Alina ... Alina .. Alin .. gga ...
Alingga tersadar dari pemikiran nya , ia langsung menarik tangan Ane matanya melihat Ane dengan tajam . "siapa dia ?" tanya Alingga dingin
__ADS_1
"Dia anak ku " jawab Ane tak kalah dingin , setelah itu ia menoleh ke arah security "Pak tolong pak dia mau menculik anak saya tadi " Ane berteriak minta tolong , dalam sekejap para pengunjung swalayan berdatangan .
Alingga sudah di amankan oleh security tadi .
"ganteng .. tapi penculik " para pengunjung berbisik bisik "iya padahal pakaian nya rapi ya kaya bos "
"jaman sekarang ada ada saja modus penculik "
"saya bukan penculik , saya hanya mau menolong anak .. " Alingga tidak melanjutkan kalimat nya ia belum yakin .
"Huu .. mana ada penjahat ngaku , udah pak bawa saja ke kantor " kata salah satu ibu ibu
Saat Alingga sedang di amankan , dan di bawa ke pos security Ane di suruh mengikuti mereka untuk di mintai keterangan . Ane hanya mengangguk . saat mereka sudah pergi , ia bergegas melarikan diri dari sana . 'Gawat jika mereka tau aku berbohong , saat mereka memeriksa tanda pengenal Alingga . mereka tidak akan percaya kalau Lingga itu penculik ' batin Ane . dengan kecepatan luar biasa Ane melarikan diri keluar mall tersebut , menuju mobilnya dan langsung pergi dari sana .
*
"Sudah saya bilang , saya bukan penculik " Alingga marah marah pada security tadi , setelah mereka memeriksa identitas Alingga mereka langsung meminta maaf .
"Sekarang bawa perempuan itu ke sini " perintah Alingga
salah satu security yang sudah pergi mencari Ane datang kembali dengan nafas tersengal .
"maaf pak saya sudah mencari ke semua tempat , sepertinya ibu itu sudah pergi " kata si security
"Ahhhhh , karena kebodohan kalian . saya kehilangan nya lagi " teriak Alingga frustasi . sementara para security hanya menunduk merasa bersalah dan tidak ada yang berani membantah karena mereka tau kesalahan mereka telah salah menuduh .
*
BRAK
Kalau memang Alina adalah anaknya , kenapa Ane pergi meninggalkan nya ?
Alingga tersenyum sinis , ia tau pada siapa ia akan mendapat kan jawaban nya . Ia akan pergi mencari Dara .
Tidak sulit mencari tau di mana Dara berada , karena ia selalu memposting setiap kegiatan nya di media sosial miliknya .
Bergegas Alingga menjalankan mobilnya menuju tempat di mana Dara sekarang .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Oke terima kasih atas kerja samanya " kata sang fotografer tersebut sambil menjabat tangan Dara .
"Sama sama " Dara tersenyum , lalu pergi ke ruang ganti untuk mengganti pakaian nya saat ini .
Saat ia sampai di ruang ganti tersebut , belum sempat membuka baju seseorang telah mendorong tubuh nya ke arah meja rias .
Dara terkejut melihat orang yang di belakang nya dari cermin besar di depan nya . "Apa yang mau kamu lakukan " sentak Dara
"Sepertinya aku terlalu lembut saat itu , sampai kau tidak memberitahukan aku semua yang kau katakan pada Ane " Bisik Alingga di telinga Dara
Dara ketakutan mengingat kejadian lima tahun lalu , "aku .. sudah .. mengatakan semuanya " kata Dara gugup .
"Oh ... apakah kamu tau Ane hamil ?" tanya Alingga dingin , dan menekan wajah Dara ke depan cermin
__ADS_1
"Hamil ... " Dara meringis , ia takut Alingga melakukan sesuatu yang lebih parah . Segera ia mengatakan apa yang belum ia katakan sebelumnya . "Aku tidak tau dia hamil , aku hanya mengatakan kita sudah tidur bersama dan .. "
Dara lebih takut meneruskan kalimat nya .
"APA .. " bentak Alingga tidak sabar
"dan aku mengatakan kalau aku sedang mengandung anak mu " lanjut Dara sambil memejamkan mata . Setelah nya ia merasa tubuh nya terlempar keras . ia mundur kebelakang takut Alingga menghampirinya . Tapi Alingga tidak melakukan nya ia langsung pergi begitu saja dari sana .
Berjalan keluar Alingga menghubungi Rio .
"Ada apa ?" tanya Rio
"Dimana Ane !"
"maaf pak Alingga , apakah pantas bapak menanyakan tunangan saya ?"
"Hentikan omong kosong mu , dimana Ane dan anak ku !" kata Alingga penuh penekanan
Tidak ada jawaban di seberang sana , setelah itu telepon terputus .
"SIAL .. " Maki Alingga
Ia berlalu pergi menuju mobil nya sambil menghubungi seseorang lagi .
"Hai ngga .. " sapa seseorang di telepon
"Sharon , dimana kamu mengenal Ane ?" tanya Alingga tanpa basa basi , masuk ke dalam mobil dan duduk di belakang kemudi .
"Apakah kamu mengenalnya ?"
"Katakan saja ... "
"Sebenarnya Aku mengenal Ane karena ia orang tua pasien ku " jawab Sharon masih merasa aneh
"berapa usia anaknya ? siapa ayahnya " tanya Alingga
"Alina berusia lima tahun sekarang , kondisi tubuhnya sangat lemah . Ia mudah terserang penyakit karena itulah aku mengenal Ane , kalau soal ayahnya aku tidak tau , Ane tidak pernah membahasnya . di datanya juga tidak tercantum nama ayahnya " jelas nya
"Kenapa bisa lemah ?"
"Ia lahir prematur , saat Ane mengandung Alina ia terlalu stres sehingga menyebabkan kandungan nya rentan keguguran . jadi saat Ane kecelakaan , dokter menyarankan ia menjalani operasi Caesar untuk menyelamatkan bayi nya . Kira kira seperti itulah yang di ceritakan Ane padaku . Apakah ada sesuatu ?" tanya Sharon
"tidak .. terima kasih "jawab Alingga , mengakhiri telepon nya . setelahnya ia menekan sebuah nomor lagi , setelah dering ketiga seseorang menjawab telepon nya .
"Cari informasi tentang Rio Prasetya , kemana saja ia pergi sebulan terakhir . semua properti miliknya dan keluarga nya di Jakarta . pokonya semua tentang Rio , aku tunggu sampai besok malam " setelah mendengar jawaban dari orang itu Alingga mematikan telepon nya .
Baru saja ia akan menjalankan mobilnya , tiba tiba saja ponsel nya berdering . tanpa melihat siapa yang menelepon Alingga langsung mengangkat nya .
"Halo "
"Lingga kemana saja kamu , mana saus pesanan mama "
*
__ADS_1
*
*