Bertahan Dalam Batas Asa

Bertahan Dalam Batas Asa
Bab 37


__ADS_3

*


*


*


Benar saja , Alingga sudah mempersiapkan semuanya . mulai dari dekorasi , pakaian pengantin , catering dan semuanya .


Hari sabtu ini Ane memutuskan untuk menginap di rumah Alingga , karena besok acara akad nikah di adakan di sini . Serta pesta sederhana di taman belakang rumah untuk kerabat dekat , meskipun tanpa keluarga masing masing .


Melihat Alingga yang begitu semangat mengatur dan mengarahkan pihak WO , membuat Ane merasa sedih memikirkan perasaan Alingga saat ini . biar bagaimanapun pasti ada rasa sedih di hati Alingga saat ini , mengingat sang ibu yang tidak merestui pernikahan mereka .


Sedangkan Ane tadi pagi menyempatkan diri ke makam kedua orang tua nya , dengan Alina dan Alingga . Setelah itu mereka bertiga pergi ke makam papanya Alingga .


Ane menghampiri Alingga dan memeluknya dari belakang "kamu serahin aja semua urusan sama mereka , sekarang kamu istirahat biar besok terlihat segar saat menikah dengan ku " bujuk Ane


Alingga membalikan badan nya menghadap Ane "kalau kamu mau temani aku istirahat , aku akan istirahat sekarang " bisik Alingga mesra , lalu mengecup pipi Ane berulang kali .


"ish apaan sih , malu tau . kamu tahan sedikit kenapa , mulai besok kan kita sudah bisa tidur sekamar " Ane tersipu malu , karena setiap orang di dalam ruangan ini memperhatikan mereka dan tersenyum malu .


"aku kan cuma minta kamu temani istirahat , ya kalau kamu mau malam pengantin nya di majukan juga . aku siap kok " goda Alingga lagi , kali ini ia tidak menahan suaranya sehingga setiap orang menoleh kepada mereka . Ane langsung berlari meninggalkan Alingga dan memilih masuk ke dalam kamar Alina , tidak lupa ia mengunci pintu nya agar Alingga tidak bisa masuk .


ia merebahkan tubuhnya di samping Alina yang sudah tertidur , tersenyum sendiri mengingat kalau besok mereka akan sah menjadi suami istri . sebuah hal yang selalu Ane impikan saat mereka mulai bersama , Sejauh ini Alingga memang cinta pertama nya . Dan tidak ada yang lain nya , bukan tidak ada pria yang mendekati Ane saat Alingga pergi . Ada beberapa pria yang mencoba mendekatinya , tapi Ane langsung memberi penghalang sebelum pria pria itu mendekat .


Apalagi saat ia berubah menjadi seorang SPG , Ane harus banyak menghindar saat para costumer yang meminta kontak nya .


Dengan Rio pun ia belum memiliki perasaan dan ia bersyukur karena itu , tidak menyangka jika perasaan ini tetap bertahan dan membuahkan hasil manis . kebersamaan nya dengan Alingga sampai mereka akan menikah . membayangkan yang akan terjadi esok dan yang sudah ia lalui selama ini , sampai mata nya terpejam untuk beristirahat menyambut hari bahagia nya esok .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari bahagia itu pun tiba , rumah sudah ramai dengan kerabat dekat dan teman yang mereka undang . Ane hanya mengundang beberapa kenalan nya di kantor , begitu pun Alingga yang hanya mengundang teman lama sewaktu sekolah yang masih sering bertukar kabar .


Ane sudah berada di kamar nya sejak pagi , merias wajah nya dengan seorang MUA dan asisten nya . meskipun acara mereka sederhana , Alingga tetap membuat semua nya menjadi berkesan . sebab acara ini hanya akan di lakukan nya sekali dalam seumur hidup . begitu lah alasan nya saat Ane menolak .


Di bawah semua orang sudah berkumpul dan sibuk menunggu si calon pengantin datang , Alina bersama dengan mamanya Rio . sedangkan Alingga menyapa para teman teman nya .


"Gue beneran enggak nyangka sih kalau lo masih sama Ane , apalagi sudah punya anak sebesar itu " kata salah satu teman Alingga yang bernama Dira .


"iya lah , makanya kalau lo enggak mau di tolak nikah sama cewek bikin anak dulu kaya si Lingga " canda teman nya yang lain

__ADS_1


Alingga hanya tersenyum menanggapi mereka , tiba tiba ponsel nya berbunyi . ia melihat siapa yang menelepon setelah itu berpamitan pada mereka untuk pergi mengangkat telepon itu .


"Ma " sapa Alingga saat sudah sendiri di sudut rumah


"kamu tetap mau menikah dengan nya ?"


"iya ma , maafin Lingga ya . meskipun mama sudah mengusir Lingga tapi aku tetap berharap mama bisa datang ke pernikahan kami "


"semoga kalian bahagia " kata bu Dewi dan langsung mematikan panggilan tersebut .


Alingga termenung setelah panggilan nya dengan mamanya terputus begitu saja , sampai ia tidak menyadari kalau Ane sudah berada di dekat nya dan memandang Alingga dengan senyum bahagia .



(anggep aja itu visual Ane yak 😂)


Alingga tersadar dan berjalan menghampiri Ane dengan mata yang di penuhi oleh pemujaan .


"Cantik " cup , Alingga mengecup pipi Ane . Lalu membawa nya ke dalam pelukan nya .


"Makasih ya sayang " Alingga berkata dan meletakkan dagunya di bahu Ane . bertahan dalam posisi seperti ini dalam beberapa saat , untuk menghilangkan semua kegundahan nya karena panggilan dari mama nya tadi .


"Nanti malem saja weh pelukan nya , itu penghulu sudah nunggu dari tadi " kata kak Rini , mengacaukan momen tersebut . karena suara nya yang agak besar itu sehingga para kerabat yang lain pun ikut menyusul , mereka semua tertawa melihat kelakuan pengantin baru itu yang sudah di ejek oleh Rini kakaknya Rio .


Alingga membawa Ane yang wajah nya sudah memerah ke ruang tamu yang sudah di sulap jadi tempat akad nikah mereka .


Acara berlangsung dengan lancar , para tamu pun berbincang sambil menikmati hidangan yang tersedia .


"ini kado dari om dan tante , Ane " bu Retno menyodorkan sebuah amplop putih pada Ane .


"kok repot sih tan " kata Ane


"enggak repot kok , itu tiket bulan madu kalian berdua . tante sengaja pesan nya dua biar kalian pergi berdua saja , Nana sama bi Sumi nanti tante yang jagain "


"ish tante mana bisa kaya gitu "


"bisa dong , tante sudah bilang malah sama Nana kalau kalian nanti pergi Nana enggak akan minta ikut "


"masa sih ?" tanya Ane heran , sebab ia tidak pernah pergi kemana pun tanpa membawa Alina .

__ADS_1


bu Retno pun memanggil Alina yang sedang bersama Alingga , mereka berdua menghampiri Ane dan bu Retno .


"Nana .. nanti kalau mama sama papa nya pergi bulan madu Nana mau ikut enggak ?" tanya bu Retno pada Alina .


"enggak Oma , nanti kalau Nana ikut Nana enggak bisa punya adik bayi kaya tante Rini " jawab Alina polos . semua orang yang mendengar perkataan Alina sontak tertawa . Ane langsung meminta penjelasan pada bu Retno berpura marah , darimana putrinya itu bisa berkata seperti itu .


"Bukan tante lho , itu si Rini tadi Nana nanya sama dia kalau mau punya adik bayi dapat nya di mana . trus di jawab sama dia mama papa nya harus pergi bulan madu dulu baru bisa dapat adik bayi , yasudah pas tau kalian mau bulan madu Nana enggak mau ikut " jelas bu Retno .


Alingga tersenyum mendengar nya , ia lalu menatap penuh arti pada Ane .


"yasudah sayang jangan sia sia kan harapan Nana " goda Alingga , yang langsung mendapat cubitan dari Ane .


Acara pun sudah hampir berakhir , para tamu sudah mulai berpamitan pulang . Alina sendiri sudah di bawa bi Sumi ke kamarnya , sedangkan ruangan di rapikan oleh pihak WO lagi .


Ane dan Felicia berbincang masalah perempuan berdua , sedangkan Rio dan Alingga duduk bersama di taman belakang .


"aku dengar kamu sudah tidak menjabat sebagai Ceo lagi " kata Rio membuka percakapan


"Ya , aku yakin tidak perlu menjelaskan nya karena info yang kamu dapat pasti sudah lengkap " gurau Alingga .


"kamu bisa datang ke kantor ku " tawar Rio


"aku akan memikirkan nya , setelah pulang dari bulan madu kami . aku minta tolong jaga Nana " kata Alingga , Rio menepuk punggung Rio "kamu tenang saja , Nana itu sudah di anggap sebagai bagian dari keluarga kami . tentu saja kami akan menjaga nya dengan baik , itu pun berlaku padamu dan Ane jika ada kesulitan . jangan ragu memberitahu ku oke " jelas Rio , Alingga hanya mengangguk mengerti .


"kalau begitu , kami akan pulang . aku yakin kalian sudah tidak sabar menunggu malam ini" gurau Rio , lalu memanggil Felicia untuk berpamitan pulang pada Ane .


Setelah mereka berdua pulang , dan pihak WO pun sudah selesai dengan pekerjaan mereka . Rumah sudah sepi , Ane yakin kalau bi Sumi pasti sudah tidur . mengingat sibuk nya ia beberapa hari ini .


Alingga mengajak Ane untuk duduk sebentar di gazebo belakang , mereka berdua berpelukan dalam dingin nya angin malam .


Menyambut malam panas yang akan mereka lalui malam ini .


*


*


*


Aku skip ya malam pertama nya 😂

__ADS_1


__ADS_2