
*
*
*
Bandara Soetta hari ini terlihat padat , di antaranya ada seorang wanita cantik yang membawa koper . sampai di luar , ia menaiki sebuah taxi bandara yang telah terparkir menunggu penumpang . Menyebutkan sebuah alamat . lalu taxi pun pergi .
Di dalam taxi ia membuka kacamata nya dan tersenyum . menekan sebuah nomor di ponselnya .
Tut .. panggilan tersambung
"Hallo .. "
"Rio .. aku pulang " kata wanita tersebut
"Felicia ... " gumam Rio nyaris tanpa suara
"Aku sedang menuju ke rumah kita "
"Stop ... jangan ke sana !"
"kenapa ? aku lelah Rio , ingin istirahat . aku tidak ingin menginap di hotel " kata Felicia lalu mematikan sambungan telepon nya .
Taxi telah berhenti di tempat tujuan , di depan rumah minimalis . setelah menolong si penumpang menurunkan kopernya , dan menerima pembayaran taxi pun pergi .
"Sepertinya sudah ada yang tinggal di sini " kata Felicia menyunggingkan senyum .
Ting Tong
Bel berbunyi , Ane pergi membukakan pintu . Dahi nya mengernyit heran melihat seorang wanita dengan membawa koper berdiri di depan pintu rumah .
"Ya ?" tanya Ane heran
Felicia tidak menggubris Ane , Ia langsung masuk ke dalam meninggalkan kopernya di depan pintu dan langsung duduk di sofa .
"Siapa kamu ?" tanya Ane
"seharusnya aku yang bertanya , siapa kamu ? kenapa tinggal di rumah saya ?" Felicia bertanya balik , berpura bodoh . Ia tau siapa Ane .
Lalu datanglah bi Sumi dari belakang , " ada siapa neng .. ? " Bi Sumi terkejut melihat Felicia tiba tiba ada di sini "non Felicia " kata bi Sumi
"Bibi kenal sama dia ?" tanya Ane heran
"Katakan padanya siapa saya bi " ujar Felicia percaya diri
"Itu neng .. dia .. " bi Sumi ragu menjelaskan
Lalu tiba tiba Rio pun datang "Felicia .. " panggil Rio
Felicia yang melihat Rio sudah datang , langsung menghampiri dan memeluk Rio . "Aku sudah pulang Rio " kata Felicia bahagia .
Ane terkejut , Rio hanya mematung di tempatnya .
"Kenapa kamu datang " gumam Rio
__ADS_1
"Lalu menurutmu aku tidak perlu datang dan membiarkan kamu menikah dengannya " pekik Felicia
"ikut aku " Rio menarik tangan Felicia dan membawa koper nya di tangan satu lagi , lalu membawa Felicia pergi dengan mobilnya .
Meninggalkan Ane dan Bi Sumi yang saling pandang .
"Dia mantannya den Rio neng " kata bi Sumi pelan
"Sepertinya urusan mereka belum selesai "kata Ane
"non Felicia pergi delapan tahun lalu neng , bibi tidak tau kenapa tapi yang bibi lihat den Rio frustasi di buatnya " jelas Bi Sumi
"Lalu kenapa ia datang ke sini ?" tanya Ane
"em .. itu neng .. sebenarnya .. rumah ini di beli den Rio buat .. "
"oke bibi tidak perlu melanjutkan , saya tau "
"Terus neng Ane sekarang mau kemana ?" tanya bi Sumi
"saya akan menunggu Rio di sini bi , saya tidak perduli siapa yang datang . saya akan menunggu Rio menjelaskan nya sendiri " jawab Ane
"Syukur lah neng , bibi pikir neng marah terus mau pergi dari sini " kata bi Sumi
"saya memang marah bi , tapi saya tidak mau pergi tanpa penjelasan Rio dulu . saya belajar dari kesalahan masa lalu saya bi " jelas Ane
*
"Kenapa kamu tiba tiba kembali ?" tanya Rio
"Karena kamu akan menikah " jawab Felicia santai . saat ini mereka telah ada di sebuah kamar hotel , ia memesankan kamar untuk Felicia agar ia tak kembali datang ke rumah di mana Ane tinggal .
"Aku tidak butuh maaf mu , jika kamu menginginkan rumah itu . ambil saja , aku akan membawa Ane pindah dari sana "
"Apakah kamu pikir aku tidak sanggup membeli rumah ?" pekik Felicia
"kalau begitu jangan ganggu kami !" tegas Rio
"Kalau aku beritahu alasan aku pergi , apa kamu mau memaafkan ku ? " melas Felicia
"Terlambat !" Rio berlalu pergi , meninggalkan Felicia yang masih menangis di sana .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sharon berada dalam sebuah mobil yang di kendarai Alingga , saat ini mereka akan pergi ke rumah Ane . mengunjungi Alina dan mengajaknya jalan jalan .
Alingga telah menceritakan pada Sharon siapa Ane dan Alina . Sharon awalnya terkejut , ia tidak ingin ikut ke tempat Ane . tapi Alingga beralasan kalau ia belum terlalu dekat dengan Alina , sedangkan dengan Sharon Alina cukup mengenalnya . Ia juga beralasan tidak ingin mengajak Ane serta karena sebentar lagi ia akan menikah . Ia tidak ingin ada kesalahpahaman dengan Rio .
Alasan sebenarnya yang tidak Alingga ungkapkan adalah , ia ingin membuat Ane cemburu .
Mereka berdua telah sampai di rumah Ane , saat ini ia , Ane dan Sharon sedang menunggu Alina bersiap . Ane mengizinkan Alingga membawa Alina dengan jaminan Sharon . mereka bertiga duduk dalam diam .
"Dokter Sharon .. Nana sudah siap " kata Alina riang
"oke .. Ane kami pergi dulu , kamu tenang saja . sebelum jam lima kami akan pulang " kata Sharon
__ADS_1
Ane mengangguk dan tersenyum , sampai mobil mereka perlahan menjauh . Barulah air matanya keluar .
Kenapa rasanya sesakit ini ?
Ia tidak merasakan sakit seperti ini , saat melihat Rio dan Felicia pergi .
Ane menghapus air matanya , saat melihat mobil Rio datang .
"Apa yang sedang kamu lakukan di sini Ane ?" tanya Rio , saat sampai di depan rumah .
"Nana pergi dengan Alingga " jawab Ane
"kamu membiarkan nya ?" tanya Rio lagi
"mereka pergi bertiga dengan Sharon " Ane menjawab dan berlalu masuk ke dalam rumah .
Mereka berdua duduk di ruang tamu , Rio duduk dengan gelisah . melihat Ane hanya diam saja dari tadi .
"Ane .. maaf "
"apakah kamu mau memutuskan pertunangan kita ?" tanya Ane , Rio menggelengkan kepala . Sebenarnya ia tidak tau harus apa sekarang , ia kecewa dengan Felicia tapi ada perasaan bahagia di hatinya melihat Felicia telah kembali . Ia juga tidak ingin menyakiti Ane .
"Aku sudah mencari rumah " kata Ane , ia tidak mungkin tetap tinggal di sini saat pemilik asli rumah ini telah kembali kan ?
"jangan .. " Rio menolak , tapi belum selesai ia berbicara Ane telah memotongnya "Hentikan Rio , aku tidak mungkin terus terusan tergantung dengan mu . meskipun kita akan menikah , aku memberikan kamu waktu sebelum undangan kita tersebar . kamu selesaikan dulu masa lalu kamu yang belum selesai . apapun keputusan kamu akan aku terima . kamu tidak perlu khawatir akan menyakiti ku " jelas Ane
"Apakah kamu belum mencintaiku ?"
"Heh ... saat ini aku bahkan sudah tidak percaya dengan cinta " tandas Ane
"Aku sudah bersiap siap , sebentar lagi aku akan pergi " sambung nya .
"aku akan mengantarmu " ujar Rio , Ane mengangguk . ia tidak akan menolak , karena ia tau itu tidak ada gunanya .
Saat ini ia hanya sedih , memikirkan hidupnya . betapa tidak mandiri nya ia sekarang . menumpang hidup dari satu lelaki ke lelaki lain . Kemana Ane yang dulu ? bahkan saat orang tua nya meninggal ia tidak merasa lebih menyedihkan dan hina seperti ini .
Ia tetap melanjutkan kuliah nya dan bekerja untuk menopang hidup .
Kenapa sekarang ia tidak bisa ?
Persetan dengan lelaki .
Persetan dengan cinta .
Baru kemarin Alingga mengajak nya untuk kembali bersama , tapi lihatlah sekarang ia sudah bisa menggandeng Sharon .
Lalu ia dan Rio sudah hampir menikah , Ane pikir Rio benar benar mencintainya . melihat apa saja yang telah Rio lakukan untuknya selama ini .
Tapi kenapa saat mantan nya kembali , ia melihat keraguan di mata nya ?
Sekarang ini tidak ada yang bisa di andalkan kecuali dirinya sendiri . Ia akan mulai mencari pekerjaan di luar sana , dan bekerja keras untuk putrinya .
Mungkin untuk wanita biasa sepertinya , cinta itu hanyalah isapan jempol belaka .
*
__ADS_1
*
*