Bertahan Dalam Batas Asa

Bertahan Dalam Batas Asa
Bab 27


__ADS_3

*


*


*


Bandara Soetta hari ini terlihat padat , di antaranya ada seorang wanita cantik yang membawa koper . sampai di luar , ia menaiki sebuah taxi bandara yang telah terparkir menunggu penumpang . Menyebutkan sebuah alamat . lalu taxi pun pergi .


Di dalam taxi ia membuka kacamata nya dan tersenyum . menekan sebuah nomor di ponselnya .


Tut .. panggilan tersambung


"Hallo .. "


"Rio .. aku pulang " kata wanita tersebut


"Felicia ... " gumam Rio nyaris tanpa suara


"Aku sedang menuju ke rumah kita "


"Stop ... jangan ke sana !"


"kenapa ? aku lelah Rio , ingin istirahat . aku tidak ingin menginap di hotel " kata Felicia lalu mematikan sambungan telepon nya .


Taxi telah berhenti di tempat tujuan , di depan rumah minimalis . setelah menolong si penumpang menurunkan kopernya , dan menerima pembayaran taxi pun pergi .


"Sepertinya sudah ada yang tinggal di sini " kata Felicia menyunggingkan senyum .


Ting Tong


Bel berbunyi , Ane pergi membukakan pintu . Dahi nya mengernyit heran melihat seorang wanita dengan membawa koper berdiri di depan pintu rumah .


"Ya ?" tanya Ane heran


Felicia tidak menggubris Ane , Ia langsung masuk ke dalam meninggalkan kopernya di depan pintu dan langsung duduk di sofa .


"Siapa kamu ?" tanya Ane


"seharusnya aku yang bertanya , siapa kamu ? kenapa tinggal di rumah saya ?" Felicia bertanya balik , berpura bodoh . Ia tau siapa Ane .


Lalu datanglah bi Sumi dari belakang , " ada siapa neng .. ? " Bi Sumi terkejut melihat Felicia tiba tiba ada di sini "non Felicia " kata bi Sumi


"Bibi kenal sama dia ?" tanya Ane heran


"Katakan padanya siapa saya bi " ujar Felicia percaya diri


"Itu neng .. dia .. " bi Sumi ragu menjelaskan


Lalu tiba tiba Rio pun datang "Felicia .. " panggil Rio


Felicia yang melihat Rio sudah datang , langsung menghampiri dan memeluk Rio . "Aku sudah pulang Rio " kata Felicia bahagia .


Ane terkejut , Rio hanya mematung di tempatnya .


"Kenapa kamu datang " gumam Rio

__ADS_1


"Lalu menurutmu aku tidak perlu datang dan membiarkan kamu menikah dengannya " pekik Felicia


"ikut aku " Rio menarik tangan Felicia dan membawa koper nya di tangan satu lagi , lalu membawa Felicia pergi dengan mobilnya .


Meninggalkan Ane dan Bi Sumi yang saling pandang .


"Dia mantannya den Rio neng " kata bi Sumi pelan


"Sepertinya urusan mereka belum selesai "kata Ane


"non Felicia pergi delapan tahun lalu neng , bibi tidak tau kenapa tapi yang bibi lihat den Rio frustasi di buatnya " jelas Bi Sumi


"Lalu kenapa ia datang ke sini ?" tanya Ane


"em .. itu neng .. sebenarnya .. rumah ini di beli den Rio buat .. "


"oke bibi tidak perlu melanjutkan , saya tau "


"Terus neng Ane sekarang mau kemana ?" tanya bi Sumi


"saya akan menunggu Rio di sini bi , saya tidak perduli siapa yang datang . saya akan menunggu Rio menjelaskan nya sendiri " jawab Ane


"Syukur lah neng , bibi pikir neng marah terus mau pergi dari sini " kata bi Sumi


"saya memang marah bi , tapi saya tidak mau pergi tanpa penjelasan Rio dulu . saya belajar dari kesalahan masa lalu saya bi " jelas Ane


*


"Kenapa kamu tiba tiba kembali ?" tanya Rio


"Karena kamu akan menikah " jawab Felicia santai . saat ini mereka telah ada di sebuah kamar hotel , ia memesankan kamar untuk Felicia agar ia tak kembali datang ke rumah di mana Ane tinggal .


"Aku tidak butuh maaf mu , jika kamu menginginkan rumah itu . ambil saja , aku akan membawa Ane pindah dari sana "


"Apakah kamu pikir aku tidak sanggup membeli rumah ?" pekik Felicia


"kalau begitu jangan ganggu kami !" tegas Rio


"Kalau aku beritahu alasan aku pergi , apa kamu mau memaafkan ku ? " melas Felicia


"Terlambat !" Rio berlalu pergi , meninggalkan Felicia yang masih menangis di sana .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sharon berada dalam sebuah mobil yang di kendarai Alingga , saat ini mereka akan pergi ke rumah Ane . mengunjungi Alina dan mengajaknya jalan jalan .


Alingga telah menceritakan pada Sharon siapa Ane dan Alina . Sharon awalnya terkejut , ia tidak ingin ikut ke tempat Ane . tapi Alingga beralasan kalau ia belum terlalu dekat dengan Alina , sedangkan dengan Sharon Alina cukup mengenalnya . Ia juga beralasan tidak ingin mengajak Ane serta karena sebentar lagi ia akan menikah . Ia tidak ingin ada kesalahpahaman dengan Rio .


Alasan sebenarnya yang tidak Alingga ungkapkan adalah , ia ingin membuat Ane cemburu .


Mereka berdua telah sampai di rumah Ane , saat ini ia , Ane dan Sharon sedang menunggu Alina bersiap . Ane mengizinkan Alingga membawa Alina dengan jaminan Sharon . mereka bertiga duduk dalam diam .


"Dokter Sharon .. Nana sudah siap " kata Alina riang


"oke .. Ane kami pergi dulu , kamu tenang saja . sebelum jam lima kami akan pulang " kata Sharon

__ADS_1


Ane mengangguk dan tersenyum , sampai mobil mereka perlahan menjauh . Barulah air matanya keluar .


Kenapa rasanya sesakit ini ?


Ia tidak merasakan sakit seperti ini , saat melihat Rio dan Felicia pergi .


Ane menghapus air matanya , saat melihat mobil Rio datang .


"Apa yang sedang kamu lakukan di sini Ane ?" tanya Rio , saat sampai di depan rumah .


"Nana pergi dengan Alingga " jawab Ane


"kamu membiarkan nya ?" tanya Rio lagi


"mereka pergi bertiga dengan Sharon " Ane menjawab dan berlalu masuk ke dalam rumah .


Mereka berdua duduk di ruang tamu , Rio duduk dengan gelisah . melihat Ane hanya diam saja dari tadi .


"Ane .. maaf "


"apakah kamu mau memutuskan pertunangan kita ?" tanya Ane , Rio menggelengkan kepala . Sebenarnya ia tidak tau harus apa sekarang , ia kecewa dengan Felicia tapi ada perasaan bahagia di hatinya melihat Felicia telah kembali . Ia juga tidak ingin menyakiti Ane .


"Aku sudah mencari rumah " kata Ane , ia tidak mungkin tetap tinggal di sini saat pemilik asli rumah ini telah kembali kan ?


"jangan .. " Rio menolak , tapi belum selesai ia berbicara Ane telah memotongnya "Hentikan Rio , aku tidak mungkin terus terusan tergantung dengan mu . meskipun kita akan menikah , aku memberikan kamu waktu sebelum undangan kita tersebar . kamu selesaikan dulu masa lalu kamu yang belum selesai . apapun keputusan kamu akan aku terima . kamu tidak perlu khawatir akan menyakiti ku " jelas Ane


"Apakah kamu belum mencintaiku ?"


"Heh ... saat ini aku bahkan sudah tidak percaya dengan cinta " tandas Ane


"Aku sudah bersiap siap , sebentar lagi aku akan pergi " sambung nya .


"aku akan mengantarmu " ujar Rio , Ane mengangguk . ia tidak akan menolak , karena ia tau itu tidak ada gunanya .


Saat ini ia hanya sedih , memikirkan hidupnya . betapa tidak mandiri nya ia sekarang . menumpang hidup dari satu lelaki ke lelaki lain . Kemana Ane yang dulu ? bahkan saat orang tua nya meninggal ia tidak merasa lebih menyedihkan dan hina seperti ini .


Ia tetap melanjutkan kuliah nya dan bekerja untuk menopang hidup .


Kenapa sekarang ia tidak bisa ?


Persetan dengan lelaki .


Persetan dengan cinta .


Baru kemarin Alingga mengajak nya untuk kembali bersama , tapi lihatlah sekarang ia sudah bisa menggandeng Sharon .


Lalu ia dan Rio sudah hampir menikah , Ane pikir Rio benar benar mencintainya . melihat apa saja yang telah Rio lakukan untuknya selama ini .


Tapi kenapa saat mantan nya kembali , ia melihat keraguan di mata nya ?


Sekarang ini tidak ada yang bisa di andalkan kecuali dirinya sendiri . Ia akan mulai mencari pekerjaan di luar sana , dan bekerja keras untuk putrinya .


Mungkin untuk wanita biasa sepertinya , cinta itu hanyalah isapan jempol belaka .


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2