Bertahan Dalam Batas Asa

Bertahan Dalam Batas Asa
Bab 29


__ADS_3

*


*


*


"Apakah kamu masih ingat terakhir kita bertemu ?"


tanya Felicia saat ia sudah mulai tenang , mereka berdua duduk di pinggir tempat tidur .


"sangat jelas " Rio menjawab acuh tak acuh , Felicia menghembuskan nafas pelan . ia berjalan menuju koper , dan mengeluarkan sesuatu dari sana . Menyerahkan sebuah map cukup tebal pada Rio .


Ia memulai ceritanya .


"Saat itu aku berpamitan padamu , akan pergi liburan . tapi di sana aku kecelakaan . membuat ku lumpuh . beberapa tahun belakangan ini aku terus menjalani pengobatan dan terapis . maaf ... aku tidak memberitahumu , aku juga melarang orang tua ku memberitahumu . dan menutup semua info tentang ku .. Maaf Rio .. saat itu aku putus asa , kau tau impian ku . menjadi ballerina ... itu sudah tidak bisa lagi ku raih ... aku pun merasa saat itu sudah tidak pantas untukmu .... " Felicia menangis di akhir penjelasan nya , Rio mendengarkan sambil melihat semua riwayat pengobatan Felicia selama ini .


Ah kenapa harus seperti ini , lalu bagaimana dengan pernikahan nya dan Ane ?


Tapi ia juga masih mencintai Felicia .


Rio merengkuh tubuh Felicia dengan erat , bimbang merajai hatinya saat ini .


"Kenapa kamu tidak memberitahu ku dulu , kita bisa melewatinya bersama .. " lirih Rio


"aku putus asa Rio , bahkan aku hampir gila setiap kali mengingat bahwa impian terbesarku sudah tidak bisa ku raih .. aku hancur ... aku sempat mengalami depresi .. " Felicia tidak melanjutkan kalimatnya .


Rio sadar , ia pun merasa sedih atas apa yang di alami Felicia . Ia tau betul Felicia adalah seseorang yang perfeksionis , bagaimana seorang seperti Felicia , mendapati kalau keadaan nya sendiri sudah tidak sempurna . itu pasti menyakitkan sampai ia mengalami depresi .


"Lalu kenapa kamu kembali ? sekarang ? saat aku sudah ingin menikah ?" pertanyaan bertubi tubi keluar di layangkan Rio .


"Ada yang mengirimiku email , tentang pernikahan mu dengan Ane " katanya "Aku tidak ingin kehilangan mu , selama ini aku tetap fokus pada pengobatan ku karena aku yakin kamu masih setia menunggu ku . tapi saat aku melihat kamu bersama Ane , aku khawatir kalau kamu benar benar sudah melupakan aku . itu sebabnya aku meninggalkan pengobatan ku yang masih berjalan begitu saja " lanjutnya lagi .


Ah sekarang Rio baru sadar , sejak ia bertemu dengan Felicia ia tidak memakai high hells . tapi memakai flatshoes .

__ADS_1


"Lalu aku harus bagaimana ?" tanya Rio bingung


"Aku hanya ingin bertanya , apakah kamu masih mencintaiku ? jika iya .. aku akan terus menempel padamu , tapi jika kamu sudah mencintai Ane . maka aku akan merelakan nya ... jujur aku sebenarnya tidak ingin menemui Ane dan bersikap seperti itu padanya tadi , aku hanya ingin melihat seperti apa Ane sampai kamu ingin menikahi nya . ternyata ia sangat baik .. saat aku bersikap seperti tadi saja ia masih terlihat tenang , bahkan sampai kamu membawaku pergi ia tidak mengatakan apa apa "


Rio tersenyum miris mendengar penjelasan Felicia "Antara tenang atau ia tidak peduli , aku tidak tau .. tapi memang enam tahun ini sudah membuat ia berubah .. jadi lebih tenang dan dewasa sampai aku tidak tau apa yang sebenarnya ia rasakan " Lirih Rio


"Apa ada kisah di balik itu semua ?" tanya Felicia , Rio menganggukan kepala menanggapinya .


"itu bukan hal yang bisa ku jelaskan , kamu lebih baik bertanya padanya sendiri . Dan perlu kamu ketahui , ia sudah pindah dari rumah siang tadi "


"Ah .. apakah aku sangat keterlaluan tadi " Felicia cemas , ia tidak mengira kalau Ane bisa pergi begitu saja padahal ia pikir Ane akan mempertahankan semuanya sebab bagaimana pun ia sebentar lagi akan menikah dengan Rio . Ia jadi merasa bersalah .


"dia memberiku waktu untuk memilih , sampai tanggal kami akan menyebarkan undangan . itu sebab nya kamu , bicaralah dengan nya . gantikan aku melihat bagaimana perasaan ia yang sebenar nya , maaf Felicia aku memang masih mencintaimu tapi aku juga tidak ingin menyakiti Ane " jelas Rio .


"Sekarang kamu istirahat oke , aku akan pulang dan menjelaskan semua pada orang tua ku . aku yakin mereka sudah tau kepulangan mu " sambung nya lagi . setelah itu ia berpamitan , dan keluar dari kamar lalu pergi pulang ke rumah orang tua nya .


*


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Rio baru turun dari kamarnya saat orang tuanya baru menyelesaikan sarapan . Sepertinya mereka menang sengaja menunggu Rio . berjalan ke meja makan , dan mengambil sarapannya sendiri , Rio makan dalam diam . sedangkan kedua orang tua nya hanya duduk menunggunya selesai . Lelah dengan keadaan yang di tatap terus terusan , Rio menyudahi sarapan nya .


"Felicia sudah kembali .. " Rio membuka pembicaraan


"Bukankah sudah papa bilang , lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang ?" tanya pak Dani tenang ,


bu Retno masih diam . Rio menceritakan apa yang terjadi selama ini pada Felicia , bu Retno menangis . ia pun bingung harus mengambil sikap seperti apa , ia juga kasihan sama Ane . Belum lagi Alina yang malang itu .. oh .. hatinya terasa sakit , baru memikirkannya saja . Tapi bagaimana dengan kebahagiaan anak nya sendiri , ia sadar kalau Rio sebenarnya masih menyimpan rasa untuk nya .


"Rio belum tau pa .. "


"pikirkan dengan baik , menikah adalah hal yang hanya di lakukan seumur hidup sekali . papa tidak akan memaksa atau menentang siapa yang akan kamu pilih , apapun keputusan kamu pasti akan menyakiti salah satu dari mereka " jelas pak Dani


"sekarang yang perlu kamu lakukan , hanya memastikan siapa yang benar benar kamu cintai " sambung pak Dani lagi , Rio terdiam . sebenarnya ia sudah punya jawaban nya , tapi ia benar benar takut untuk mengungkapkan nya .

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi ini setelah menyiapkan semua kebutuhan Alina , Ane pergi dari rumah untuk mencari pekerjaan . semalam ia sudah memasukan beberapa lamaran pada semua perusahaan - kecuali perusahaan Alingga dan Rio - . Di dalam taxi , Ane melihat buku catatan kecil yang sudah ia isi dengan tujuan nya hari ini . Agar tidak berputar putar dan menghemat ongkos , ia pertama menuju sebuah kantor yang paling dekat dengan rumah nya setelah itu baru berurutan sampai perusahaan yang paling jauh dari rumah nya .


Ah .. semoga saja hari ini berjalan lancar .


taxi berhenti di tempat tujuan yang pertama , dengan semangat Ane melangkah masuk . Tapi sayang .. sepertinya Ane belum mendapatkan kesempatan .


Sampai di perusahaan yang kedua dan ketiga , saat ini ia sudah berada di dalam taxi untuk menuju tempat yang keempat . saat ponselnya berdering .


"Hallo " jawab Ane


"di mana kamu , aku ke rumah membawakan makan siang tapi kamu tidak ada di rumah . meninggalkan Nana sendirian " cecar Alingga di telepon


"maaf Lingga , aku pergi mencari pekerjaan dan aku tidak meninggalkan Nana sendirian di rumah ada bi Sumi " jawab Ane sambil memijat pelipisnya


"iya aku tau tapi tetap saja kamu mamanya seharusnya menemaninya di rumah , bukankah sudah kubilang tidak perlu bekerja !"


"sudah lah .. aku capek berdebat , maaf aku harus matikan telepon nya . nanti aku hubungi lagi " tutup Ane , setelah itu ia turun dari taxi dan membayar tarif . karena sudah sampai di tempat tujuan .


Ane harus menunggu di lobby , karena kedatangan nya tepat saat jam makan siang . Ia ingin makan siang dulu , tapi ia takut tidak bisa kembali tepat waktu .


Saat itulah ponselnya berdering kembali , Ane mengernyitkan dahi melihat nomor baru yang menelpon nya . dengan semangat ia mengangkat panggilan tersebut dengan harapan bahwa salah satu perusahaan yang ia masukan form lamaran yang menghubunginya .


"Hallo "


"Ane .. ini aku Felicia .. "


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2