
Terima kasih buat yang sudah mampir ke karya pertama saya , biarpun baru sedikit tapi kalian tau nggak sih , kalo itu bikin saya bahagia ...
😂😂😂
insya allah saya akan tetap melanjutkan novel ini (walau nggak ada yang baca) ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
tapi saya berharap kerja keras ini suatu saat nanti membuah kan hasil , dan maaf jika saya tidak pernah menyapa yang lain .
bukan saya sombong tapi saya tidak pandai bersosialisasi bahkan media sosial saja saya tidak punya , saya cuma punya 1 akun ig yang tidak ada pengikut (karna cuma numpang efek buat foto)
😂😂😂 pokoknya saya cuma mau bilang banyak banyak terima kasih 😊
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bergegas Alingga memasuki kantor dan menuju ruangan nya , tapi Ane juga tidak ada di dalam sana dengan hati yang cemas Alingga mencoba lagi menghubungi nomor Ane . Masih tidak aktif .
Saat akan keluar ruangan ia berpapasan dengan Sarah sekertaris nya .
"Sarah apa Ane tidak masuk hari ini ?"
tanya Alingga
"Sejak hari sabtu Ane tidak masuk pak , dia izin sakit"
jelas Sarah
"Kenapa dia tidak ada di apartemen , bahkan ponsel nya tidak bisa di hubungi "
Sarah melihat bos nya dengan heran , 'lah mana saya tau pak , dia kan pacar bapak bukan pacar saya , lagian bapak ini aneh mana ada perempuan yang tidak marah pacar nya tunangan sama orang lain ' batin Sarah .
"Sarah kenapa kamu bengong aja ! bantu saya mikir di mana Ane !"
"Pak menurut saya , kalo Ane tidak masuk kerja dan tidak ada di apartemen nya . mungkin dia di rumah sakit soalnya kan dia izin nya sa ..."
belum sempat Sarah menyelesaikan omongan nya , bos nya itu sudah melesat pergi .
"Pak terus gimana meeting dengan client hari ini "
melas Sarah pada diri sendiri .
*
Alingga pergi menyusuri setiap rumah sakit atau klinik yang berada di jalan menuju kantor - apartemen . mengecek apakah ada pasien bernama Anemaira di sana . tetapi sudah semua ia datangi tidak ada pasien bernama Anemaira .
Sampai mobilnya berhenti di depan lobby apartemen Ane , Alingga masuk dan pergi menuju unit nya berharap saat ini Ane sudah berada di sana .
Nihil ..
Ane masih belum pulang , Alingga pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya dia akan menunggu Ane pulang .
__ADS_1
Setelah selesai mandi Alingga membuka lemari untuk memakai pakaian nya , ia terkejut melihat sebagian isi lemari sudah kosong .
'Apa Ane pergi atau pindah ke tempat lama nya '
segera Alingga menghubungi pihak apartemen , ingin mengecek CCTV .
Akhirnya Alingga pergi ke tempat pengawas apartemen , ia meminta tolong untuk mengecek CCTV dengan alasan kekasih nya hilang .
"maaf pak sepertinya pacar bapak bukan hilang tapi kabur , setelah melihat rekaman di lorong tempat unit bapak tinggal juga di lobby apartemen , sampai ke luar jalan setelah itu tidak ada lagi pak . pacar bapak pergi membawa koper besar " jelas pihak apartemen .
Alingga menghela nafas nya kasar , menyesali kepergian Ane . Kenapa Ane tidak bisa menunggu nya sebentar lagi saja . bukan kah sudah ia katakan bahwa semua akan baik baik saja .
"Tapi pak sebelum pergi membawa koper besar , pacar bapak sempat pergi pada jam tujuh melihat dari pakaian nya sepertinya ia ingin pergi kerja . lalu dua jam kemudian pulang lagi ke sini setelah setengah jam di dalam unit barulah dia pergi membawa koper nya " jelas pihak apartemen lagi
Alingga bangkit , berterima kasih pada pihak apartemen lalu memberikan uang sebagai imbalan nya . Sambil berjalan menuju mobil nya Alingga menghubungi Sarah .
"Sarah kamu cek CCTV di kantor mulai dari pintu masuk pos satpam lihat apa ada Ane datang ke kantor hari ini "
"Baik pak "
"ingat langsung hubungi saya jika sudah mendapatkan hasil nya "
"Baik pak , lalu bagaimana dengan pekerjaan bapak hari ini ?"
"Undur semua meeting sampai besok , saya sedang tidak fokus"
Alingga mengakhiri panggilan nya , lalu menghidupkan mobil nya pergi mencari Ane .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari sudah semakin sore , saat Alingga masih sibuk berkeliling kota mencari Ane . Dia sudah pergi ke tempat kost Ane dan resto tempat kerja Ane , tapi mereka semua bilang sejak Ane pindah mereka tidak pernah bertemu dengan Ane .
Sarah juga sudah menghubungi nya , dia bilang Ane memang sempat datang ke kantor dari rekaman CCTV yang menghadap ke pos satpam tapi belum sempat masuk Ane menoleh ke belakang seperti ada seseorang yang memanggil nya . setelah itu Ane berbalik dan tidak muncul lagi .
'Kemana lagi aku harus mencari dia , sedangkan Ane tidak mempunyai keluarga lagi '
'tunggu .... Ane tidak mempunyai keluarga lagi '
'Pertemuan pertama nya dengan Rio , Karena Ane habis dari makam orang tua nya '
Alingga bersemangat setelah mendapatkan titik terang , ia lekas mengambil ponsel nya di saku celana dan menghubungi seseorang .
TUT TUT
Di dering ke empat orang yang di hubungi nya mengangkat panggilan nya .
"Halo pak Alingga , ada perlu apa menelpon saya ?"
tanya seseorang di seberang sana .
__ADS_1
"Apakah Ane sedang bersama mu?"
Alingga langsung melontarkan pertanyaan pada Rio
"Tidak , kenapa ?"
"Apakah kamu hari ini bertemu Ane di depan kantor ku ?"
"Tidak juga , memang kenapa ? "
"Kalau begitu kasih tahu aku di jalan mana kalian pertama bertemu ?"
setelah mendengar alamat tersebut Alingga mematikan telepon tanpa berterima kasih .
Bergegas lagi ia melajukan mobil nya ke alamat yang tadi di sebutkan Rio .
Jika jalan itu , maka hanya ada satu tempat pemakaman umum di daerah tersebut .
*
Setelah sibuk mencari di sepanjang jalan kenangan ..
ehhhh maksudnya di sepanjang jalan menuju pemakaman , berharap kebetulan bertemu Ane seperti yang di alami Rio .
Alingga masih belum menemukan Ane , bahkan ia sudah berkeliling pemakaman sampai mendapat kan makam kedua orang tua Ane , masih juga tidak ketemu .
Sekarang Alingga tau bagaimana rasanya putus asa , bahkan saat ia dulu berpisah dengan Ane ia tidak merasakan seputus asa ini . Karena ia yakin akan di pertemukan dengan Ane lagi . tapi sekarang ia merasa akan kehilangan Ane selamanya . Pasalnya saat ini Ane yang memutuskan pergi darinya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di lain tempat , Ane dan Rio sedang makan malam setelah menghabiskan waktu selama tiga jam perjalanan . Dan mengurus tempat tinggal Ane dan semua kebutuhan nya , mereka berdua makan malam di sebuah rumah kecil .
Tempat tinggal Ane sekarang .
Rio terkejut saat Ane menelpon nya dan mengatakan bahwa ia membutuhkan bantuan .
Dan ia lebih terkejut lagi saat menjemput Ane di jalan dekat apartemen Ane datang membawa koper besar .
Ia mengatakan ingin pergi dari Alingga saat ini juga , saat di tanya apa Alingga tidak menerima bayi itu .
Ane hanya menggelengkan kepalanya dan menjawab bahwa ia belum memberitahukan kehamilan nya pada Alingga .
Rio tidak banyak bertanya , ia membiarkan Ane menenangkan pikiran nya dulu saat ini . saat waktu nya tiba ia yakin Ane akan mengatakan nya sendiri padanya .
Bahkan saat Alingga menelpon nya untuk menanyakan di jalan mana ia bertemu Ane , Rio paham Alingga pasti sedang mencari Ane .
Tapi Ane di samping nya menahan tangan Rio dengan wajah yang memelas . itu sebab nya Rio berpura tidak tau apa yang terjadi di antara mereka .
*
__ADS_1
*
*