Bertahan Dalam Batas Asa

Bertahan Dalam Batas Asa
Bab 2


__ADS_3

Hari sudah mulai gelap saat Ane keluar dari gerbang pemakaman umum . Dengan penampilan yang berantakan dan baju yang kotor terkena tanah kuburan . Dia harus berjalan kaki , untuk sampai ke jalan besar .


Sudah berapa kali Uber yang Ane pesan di tolak , dengan alasan ' maaf mbak ini minta di jemput di depan kuburan , maghrib kaya gini ' .


Bahkan ada ojek yang sempat datang tapi malah lari melihat penampilan Ane .


Hahaha ... Apakah mereka pikir aku adalah hantu yang tersesat ?


yang benar saja , aku ini adalah jiwa yang tersesat .


Berharap ada taxi yang berhenti , Ane berdiri di trotoar jalan . Sungguh hari ini dia sangat lelah dan ingin beristirahat , belum lagi perut yang meronta ronta minta di isi . wajar saja , sejak pagi belum ada apapun yang masuk ke dalam perut Ane selain sebotol susu kedelai yang ia beli di toko dekat kost nya saat menunggu ojek online nya datang .


Menggelengkan kepalanya , Ane berusaha menghalau rasa pusing yang mendera . semakin lama tubuh nya seolah mati rasa , dan akhirnya ..


BRUKKK


Ane terjatuh tak sadarkan diri di trotoar , tiba tiba saja sebuah mobil berhenti di samping Ane . pengemudi nya bergegas keluar dan menggendong Ane masuk ke dalam mobil nya .


Pria itu mengendarai mobilnya dengan cemas , sambil sesekali melihat Ane yang tak sadarkan diri di jok belakang .


Setelah mengemudi kurang lebih lima belas menit , dia sudah sampai di klinik kecil . Dengan Ane dalam gendongan nya pria itu berjalan masuk klinik dan meminta perawat untuk memeriksa Ane .


di dalam ruangan , Ane yang sudah di beri perawatan mulai sadarkan diri .


" Hei , kamu sudah bangun . bagaimana perasaan mu ? " tanya pria tersebut .


" Hanya sedikit pusing , aku di mana ? dan siapa kamu ? " tanya Ane


" Aku melihat mu tergeletak di pinggir jalan , dan membawamu ke klinik terdekat . kata dokter kamu kelelahan , kelaparan , dan dehidrasi " jelas pria itu


" Nama ku Rio , kamu bisa berterima kasih padaku sekarang " canda Rio


" Maaf , aku Ane . terima kasih sesudahnya Rio "


balas Ane berusaha bangkit duduk .


" Baiklah Ane , di mana rumah mu biar aku antar . dokter bilang kamu bisa istirahat di rumah , tidak perlu ada yang di cemaskan " Rio berkata seraya membantu Ane duduk .


" Terima kasih , aku akan pulang sendiri . Biar ku pesan taxi online saja . aku sudah cukup merepotkan mu Rio " Jelas Ane

__ADS_1


" Tidak apa , biarkan aku berbuat baik sampai tuntas . Apakah kamu bisa berjalan sendiri atau perlu aku gendong lagi , Ane ? " tanya Rio bercanda ,


Wajah Ane memerah , mendengar pertanyaan Rio .


" Aku baik baik saja , kalau begitu terima kasih lagi "


Jawab Ane , dia berdiri perlahan . lalu berjalan bersama Rio keluar ruangan , saat sampai di meja depan Ane mengeluarkan dompet dari tas nya untuk membayar tagihan . tapi ternyata sudah di bayar oleh Rio , saat ingin mengganti Rio menolak . Dan mengatakan kalau Ane bisa mentraktir nya makan saja untuk mengganti biaya klinik .


Dan di sinilah Ane , di dalam mobil bersama Rio . mereka sedang mencari tempat makan yang pas .


saat lampu lalu lintas berwarna merah , Rio menghentikan mobil nya .


' *masih membasuh luka


yang dulu pernah kau cipta


kau sayat kembali


di atas derita lama


tak pernah menjadi impian


mengering air mata


mengingat percintaan


yang kini tinggal igauan* '


Tiba tiba saja sebuah lagu terdengar dari warung bandrek pinggir jalan , dekat lampu merah .


Ane membuka jendela mobil menatap warung bandrek yang memutar lagu tersebut .


" Kamu mau minum itu ? " tanya Rio saat melihat Ane fokus pada warung bandrek .


" tidak , aku hanya ingin mendengar lagu nya " jawab Ane sambil menutup kaca jendela mobil .


Tidak lama lampu berubah hijau , mobil jalan perlahan . Setelah memakan waktu sepuluh menit , mobil berhenti di depan resto yang cukup mewah .


Ane masih diam di dalam mobil sampai Rio membukakan pintu mobil nya , dia sedang berpikir apakah uang tabungan nya cukup untuk membayar makanan di sini . Pasalnya restoran mewah seperti ini , sekali makan bisa menghabiskan setengah dari gaji nya . " emm Rio .. bisakah kita ganti tempat . maaf bukan nya perhitungan , tapi aku belum gajian " cicit Ane yang masih terdiam di dalam mobil .

__ADS_1


" hahaha , Ane biar aku yang traktir . kamu bisa traktir aku lain waktu , ayolah aku sudah sangat lapar " gurau Rio .


Perlahan Ane keluar dari dalam mobil , mengikuti Rio masuk ke dalam resto .


Rio masuk dan berbicara pada resepsionis , lalu masuk ke dalam . ruangan vip resto bersama Ane .


tidak berapa lama datang dua pelayan yang membawa banyak hidangan . Ane merasa bingung , apakah seperti ini pelayanan di restoran mahal . mereka berdua belum ada yang memesan , tapi hidangan sudah di antar .


Mereka berdua makan dalam diam , baik Ane dan Rio sibuk dalam pikiran masing masing . setelah mereka makan malam , Rio mengantarkan Ane sampai di depan kost nya .


" Ane , bisakah aku minta nomor ponsel mu ? agar mudah untuk ku menagih traktiran mu " Rio berbicara dengan senyum canggung , sebelum Ane keluar dari mobil . " Kapan kamu ada waktu , kamu bisa datang ke sini . Aku setiap pulang kerja , selalu di kost" jawab Ane


"Kalau begitu setiap aku ada waktu , aku akan datang mengganggu mu " balas Rio . Ane keluar dari mobil setelah mengucapkan terima kasih sekali lagi pada Rio . dia menantikan mobil Rio pergi sebelum masuk ke dalam gerbang kost nya . Belum sempat Ane melangkah tangan nya telah di cekal oleh seseorang .


" Kemana kamu seharian ini , siapa yang mengantarmu pulang tadi ? " Alingga bertanya pada Ane tanpa melepaskan cekalan tangan nya .


Ane sedikit terkejut mendapati Alingga ada di sini , seketika dia merasa bodoh karena memasukan alamat tempat tinggal nya di form lamaran .


" Bukan urusan mu " jawab Ane menghempas tangan Alingga dan pergi ke kamar kost nya .


Alingga mengejar Ane sampai depan pintu kamar kost Ane , Ane membuka pintu dengan cepat lalu menutup nya tapi tangan Alingga menahan nya . Alingga mendorong pintu dan ikut masuk ke dalam kamar Ane .


" Kamu belum menjawab pertanyaan ku , apakah kamu tau aku menunggu mu sejak siang . sejak kamu pergi dari kantor ku " Sentak Alingga , saat itu ia baru memperhatikan pakaian Ane yang kotor dengan tanah . Langsung ia menghampiri Ane dan memeluk nya . " Maaf ... Maaf kan aku sayang " sesal Alingga


seharusnya ia tau Ane nya tidak akan pergi dengan lelaki lain , Ane nya tidak akan berbuat macam macam .


Ane melepaskan pelukan Alingga dan berkata " Aku ingin mandi , kamu bisa tunggu di luar setelah itu baru kita baru bicara "


" Aku tunggu di sini " jawab Alingga tak tahu malu


Ane malas berdebat , secepat kilat Ane mengambil pakaian ganti dan masuk ke kamar mandi .


Menghabiskan waktu setengah jam di kamar mandi Ane keluar dalam penampilan yang terlihat segar .


Alingga yang sedang merebahkan tubuh nya di ranjang kecil Ane , langsung bangkit dan membawa Ane ke dalam pelukan nya . Menghirup aroma kekasih nya yang sudah lama ia rindukan .


Ane hanya terdiam tanpa membalas pelukan nya , bahkan untuk menangis saja ia sudah tidak sanggup lagi . sudah setiap malam ia menangisi Alingga yang tanpa kabar , dan sudah seharian ini Ane menangisi Alingga di samping makam orang tua nya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2