
Hari sudah mulai gelap saat Ane keluar dari gerbang pemakaman umum . Dengan penampilan yang berantakan dan baju yang kotor terkena tanah kuburan . Dia harus berjalan kaki , untuk sampai ke jalan besar .
Sudah berapa kali Uber yang Ane pesan di tolak , dengan alasan ' maaf mbak ini minta di jemput di depan kuburan , maghrib kaya gini ' .
Bahkan ada ojek yang sempat datang tapi malah lari melihat penampilan Ane .
Hahaha ... Apakah mereka pikir aku adalah hantu yang tersesat ?
yang benar saja , aku ini adalah jiwa yang tersesat .
Berharap ada taxi yang berhenti , Ane berdiri di trotoar jalan . Sungguh hari ini dia sangat lelah dan ingin beristirahat , belum lagi perut yang meronta ronta minta di isi . wajar saja , sejak pagi belum ada apapun yang masuk ke dalam perut Ane selain sebotol susu kedelai yang ia beli di toko dekat kost nya saat menunggu ojek online nya datang .
Menggelengkan kepalanya , Ane berusaha menghalau rasa pusing yang mendera . semakin lama tubuh nya seolah mati rasa , dan akhirnya ..
BRUKKK
Ane terjatuh tak sadarkan diri di trotoar , tiba tiba saja sebuah mobil berhenti di samping Ane . pengemudi nya bergegas keluar dan menggendong Ane masuk ke dalam mobil nya .
Pria itu mengendarai mobilnya dengan cemas , sambil sesekali melihat Ane yang tak sadarkan diri di jok belakang .
Setelah mengemudi kurang lebih lima belas menit , dia sudah sampai di klinik kecil . Dengan Ane dalam gendongan nya pria itu berjalan masuk klinik dan meminta perawat untuk memeriksa Ane .
di dalam ruangan , Ane yang sudah di beri perawatan mulai sadarkan diri .
" Hei , kamu sudah bangun . bagaimana perasaan mu ? " tanya pria tersebut .
" Hanya sedikit pusing , aku di mana ? dan siapa kamu ? " tanya Ane
" Aku melihat mu tergeletak di pinggir jalan , dan membawamu ke klinik terdekat . kata dokter kamu kelelahan , kelaparan , dan dehidrasi " jelas pria itu
" Nama ku Rio , kamu bisa berterima kasih padaku sekarang " canda Rio
" Maaf , aku Ane . terima kasih sesudahnya Rio "
balas Ane berusaha bangkit duduk .
" Baiklah Ane , di mana rumah mu biar aku antar . dokter bilang kamu bisa istirahat di rumah , tidak perlu ada yang di cemaskan " Rio berkata seraya membantu Ane duduk .
" Terima kasih , aku akan pulang sendiri . Biar ku pesan taxi online saja . aku sudah cukup merepotkan mu Rio " Jelas Ane
__ADS_1
" Tidak apa , biarkan aku berbuat baik sampai tuntas . Apakah kamu bisa berjalan sendiri atau perlu aku gendong lagi , Ane ? " tanya Rio bercanda ,
Wajah Ane memerah , mendengar pertanyaan Rio .
" Aku baik baik saja , kalau begitu terima kasih lagi "
Jawab Ane , dia berdiri perlahan . lalu berjalan bersama Rio keluar ruangan , saat sampai di meja depan Ane mengeluarkan dompet dari tas nya untuk membayar tagihan . tapi ternyata sudah di bayar oleh Rio , saat ingin mengganti Rio menolak . Dan mengatakan kalau Ane bisa mentraktir nya makan saja untuk mengganti biaya klinik .
Dan di sinilah Ane , di dalam mobil bersama Rio . mereka sedang mencari tempat makan yang pas .
saat lampu lalu lintas berwarna merah , Rio menghentikan mobil nya .
' *masih membasuh luka
yang dulu pernah kau cipta
kau sayat kembali
di atas derita lama
tak pernah menjadi impian
mengering air mata
mengingat percintaan
yang kini tinggal igauan* '
Tiba tiba saja sebuah lagu terdengar dari warung bandrek pinggir jalan , dekat lampu merah .
Ane membuka jendela mobil menatap warung bandrek yang memutar lagu tersebut .
" Kamu mau minum itu ? " tanya Rio saat melihat Ane fokus pada warung bandrek .
" tidak , aku hanya ingin mendengar lagu nya " jawab Ane sambil menutup kaca jendela mobil .
Tidak lama lampu berubah hijau , mobil jalan perlahan . Setelah memakan waktu sepuluh menit , mobil berhenti di depan resto yang cukup mewah .
Ane masih diam di dalam mobil sampai Rio membukakan pintu mobil nya , dia sedang berpikir apakah uang tabungan nya cukup untuk membayar makanan di sini . Pasalnya restoran mewah seperti ini , sekali makan bisa menghabiskan setengah dari gaji nya . " emm Rio .. bisakah kita ganti tempat . maaf bukan nya perhitungan , tapi aku belum gajian " cicit Ane yang masih terdiam di dalam mobil .
__ADS_1
" hahaha , Ane biar aku yang traktir . kamu bisa traktir aku lain waktu , ayolah aku sudah sangat lapar " gurau Rio .
Perlahan Ane keluar dari dalam mobil , mengikuti Rio masuk ke dalam resto .
Rio masuk dan berbicara pada resepsionis , lalu masuk ke dalam . ruangan vip resto bersama Ane .
tidak berapa lama datang dua pelayan yang membawa banyak hidangan . Ane merasa bingung , apakah seperti ini pelayanan di restoran mahal . mereka berdua belum ada yang memesan , tapi hidangan sudah di antar .
Mereka berdua makan dalam diam , baik Ane dan Rio sibuk dalam pikiran masing masing . setelah mereka makan malam , Rio mengantarkan Ane sampai di depan kost nya .
" Ane , bisakah aku minta nomor ponsel mu ? agar mudah untuk ku menagih traktiran mu " Rio berbicara dengan senyum canggung , sebelum Ane keluar dari mobil . " Kapan kamu ada waktu , kamu bisa datang ke sini . Aku setiap pulang kerja , selalu di kost" jawab Ane
"Kalau begitu setiap aku ada waktu , aku akan datang mengganggu mu " balas Rio . Ane keluar dari mobil setelah mengucapkan terima kasih sekali lagi pada Rio . dia menantikan mobil Rio pergi sebelum masuk ke dalam gerbang kost nya . Belum sempat Ane melangkah tangan nya telah di cekal oleh seseorang .
" Kemana kamu seharian ini , siapa yang mengantarmu pulang tadi ? " Alingga bertanya pada Ane tanpa melepaskan cekalan tangan nya .
Ane sedikit terkejut mendapati Alingga ada di sini , seketika dia merasa bodoh karena memasukan alamat tempat tinggal nya di form lamaran .
" Bukan urusan mu " jawab Ane menghempas tangan Alingga dan pergi ke kamar kost nya .
Alingga mengejar Ane sampai depan pintu kamar kost Ane , Ane membuka pintu dengan cepat lalu menutup nya tapi tangan Alingga menahan nya . Alingga mendorong pintu dan ikut masuk ke dalam kamar Ane .
" Kamu belum menjawab pertanyaan ku , apakah kamu tau aku menunggu mu sejak siang . sejak kamu pergi dari kantor ku " Sentak Alingga , saat itu ia baru memperhatikan pakaian Ane yang kotor dengan tanah . Langsung ia menghampiri Ane dan memeluk nya . " Maaf ... Maaf kan aku sayang " sesal Alingga
seharusnya ia tau Ane nya tidak akan pergi dengan lelaki lain , Ane nya tidak akan berbuat macam macam .
Ane melepaskan pelukan Alingga dan berkata " Aku ingin mandi , kamu bisa tunggu di luar setelah itu baru kita baru bicara "
" Aku tunggu di sini " jawab Alingga tak tahu malu
Ane malas berdebat , secepat kilat Ane mengambil pakaian ganti dan masuk ke kamar mandi .
Menghabiskan waktu setengah jam di kamar mandi Ane keluar dalam penampilan yang terlihat segar .
Alingga yang sedang merebahkan tubuh nya di ranjang kecil Ane , langsung bangkit dan membawa Ane ke dalam pelukan nya . Menghirup aroma kekasih nya yang sudah lama ia rindukan .
Ane hanya terdiam tanpa membalas pelukan nya , bahkan untuk menangis saja ia sudah tidak sanggup lagi . sudah setiap malam ia menangisi Alingga yang tanpa kabar , dan sudah seharian ini Ane menangisi Alingga di samping makam orang tua nya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1