
*
*
*
Setelah kejadian terakhir di rumah bi Sumi , Rio mengurangi intensitas pertemuan nya dengan Ane , Rio tetap datang seminggu sekali , hanya saja ia bertemu Ane di resto saja .
Ane pindah ke rumah kontrakan baru dengan bi Sumi yang turut serta .
Perlahan Ane benar benar mencoba membuka hati untuk Rio , bukan untuk membalas budi kebaikan Rio selama ini . tapi untuk Alina , Ane akan menahan kehendak hati nya untuk Alina .
Usia Alina sekarang sudah tiga tahun , ia yang mulai lancar berbicara selalu menanyakan om Rio setiap hari . jika hari minggu tiba Rio akan membawa Alina pergi jalan jalan , kalau Ane sedang sibuk maka mereka akan pergi dengan bi Sumi . terkadang mereka pergi berdua saja jika hanya tempat yang mereka tuju dekat dengan rumah .
Resto Rio pun semakin berkembang di bawah kelola Ane , Rio memberikan Ane hadiah mobil untuk Ane atas kinerja nya . Awalnya Ane menolak , tapi Rio memaksa dan beralasan jika Ane berhenti bekerja di resto nya maka mobil akan di kembalikan .
Bukan tanpa alasan Rio memberikan Ane mobil , Rio pernah mendengar cerita bi Sumi . pernah suatu malam Alina demam tinggi , Ane pergi ke rumah sakit membawa Alina dengan taxi . jika itu terjadi siang hari Rio tidak terlalu khawatir , tapi saat itu hari sudah tengah malam . tidak terbayang oleh Rio jika terjadi sesuatu pada Ane dan Alina .
Rio tulus menyayangi Alina , karena sejak Alina lahir Rio selalu dekat dengan Alina . Juga Alina yang nyaman bersama Rio itu lah sebab nya Ane memutuskan untuk menerima Rio sebagai kekasih nya . penantian Rio selama ini berbuah manis .
setelah resmi menjalin hubungan , Rio semakin memberikan perhatian lebih untuk Ane dan Alina . bahkan ia sangat posesif terhadap segala hal untuk Alina . Ane juga merasa perhatian Rio pada Alina tulus , ia berharap dalam hatinya akan mencintai Rio seperti Rio mencintainya . Walau ia tahu di lubuk hatinya yang terdalam masih tersematkan nama Alingga .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Seperti hari minggu pada biasanya mobil Rio sudah terparkir di depan pagar rumah Ane , hari ini mereka bertiga akan pergi berenang . Alina yang meminta nya , ia melihat iklan di tv yang menayangkan tempat rekreasi keluarga . Setelah nya ia terus merengek pada Ane untuk di bawa ke sana .
"Hai ... " sapa Rio saat Ane membukakan pintu pagar
"kalian sudah siap ?" tanya Rio
"iya , aku sudah menyiapkan segala keperluan yang akan di bawa " jawab Ane
"mana Nana ?"
"lagi pakai baju sama bi Sumi "
"Kamu sudah sarapan ? kalau belum biar aku buatkan sebentar " tawar Ane
__ADS_1
"Aku sudah sarapan , ka ... "belum sempat Rio meneruskan perkataan nya , tiba tiba Rio mendengar interupsi dari suara yang cukup akrab di telinga .
"Oh .. jadi ini kerjaan kamu setiap hari minggu , pulang pergi Jakarta - Bandung " Cecar bu Retno yang tiba tiba sudah ada di depan rumah Ane
Mata Rio melotot melihat kehadiran mamanya , sedangkan Ane tak kalah syok . Ia sedikit cemas bagaimana jika orang tua Rio tidak menyukainya , atau tidak menerima nya mengingat status Ane saat ini yang belum pernah menikah tapi sudah punya anak .
"Mama ... kok ada di sini ?" tanya Rio cemas
"trus mama mau kemana lagi ? mama sengaja ya ngikutin kamu karena mama curiga setiap hari minggu pagi kamu sudah menghilang dari rumah dan pulang nya malam hari , kamu tau mama bela belain pinjam mobil teman mama dan mengajak supir untuk mengikuti kamu sampai mama tidak sempat sarapan "
Bu Retno mengoceh tanpa henti ke Rio , membuat Ane semakin cemas dan merasa tidak enak .
Rio menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal , bingung harus menjawab apa . dia takjub mama nya ternyata berbakat menjadi detektif .
"Siapa ini ?" tanya bu Retno
"saya ... " Ane ingin menjawab tapi keburu di potong Rio "ini Ane pacar Rio ma .. " jawab Rio sambil merangkul bahu Ane memperkenalkan Ane pada mamanya dengan senyum merekah .
Bergegas bu Retno menghampiri mereka berdua dan melepaskan rangkulan tangan Rio di bahu Ane .
ia Langsung memegang bahu Ane dengan kedua tangan nya . "Wah jadi ini calon menantu mama .. cantik ... Rio kamu pintar juga ya " ujar bu Retno antusias , Ane yang melihat sikap antusias bu Retno merasa canggung sedangkan Rio hanya tertawa melihat tingkah mama nya .
"ish kenapa kamu yang minta maaf , yang salah itu Rio tidak pernah cerita dan mengenalkan mama sama calon menantu mama yang cantik ini " kata bu Retno
Ane tersipu malu mendengar kalimat terakhir mama nya Rio . hebat ... mama nya Rio ternyata orang yang humble , dia terlihat menerima Ane sepenuh hati .
Tapi ...
"Mama .. " Suara Alina memanggil , ia langsung berlari ke arah Rio dan memeluk kaki nya .
"om ... lama datang " kata Alina polos karena sejak dua hari yang lalu ia menunggu Rio datang untuk membawanya ke kolam renang , hanya saja Ane tidak ingin mengganggu Rio dan beralasan pada Alina kalau om Rio belum datang .
Mata bu Retno membola , ia bergantian melirik Alina , Ane dan Rio bergantian meminta penjelasan .
"Nana kita pergi nya nanti ya , sekarang kita masuk dulu soalnya om Rio belum sarapan " bujuk Ane
"ok " kata Alina
__ADS_1
"Nana ini sepatunya di pakai dulu " Bi Sumi tiba tiba muncul dari dalam rumah membawa sepasang sepatu di tangan nya .
Bu Retno "@#_&(&+&_5$(&$&&(-"
*
Dan di sinilah mereka berlima , di ruang makan .
bu Retno memasukan suapan terakhir nasi goreng nya ke dalam mulut . Bi Sumi sedang harap harap cemas , Ane menunduk merasa malu dan takut sedangkan Rio memangku Alina dan asyik bercanda dengan nya .
setelah menghabiskan segelas air putih , bu Retno memulai sidang nya .
"Sumi , kamu sekarang pintar berbohong ya "
"dan kamu Rio , anak siapa dia ?"
"anak Ane ma ... " jawab Rio santai
"maaf tante , kalau tante kecewa saya akan meninggalkan Rio " kata Ane
"Ane .. " panggil Rio
"Lho kenapa kamu mau meninggalkan Rio ? " tanya bu Retno
"karena saya sudah punya anak tante " lirih Ane
"meskipun saya cukup kecewa Nana bukan anak Rio ... " Bu Retno menjeda perkataan nya "tapi saya senang karena dapat dua anggota keluarga baru , saya punya calon menantu dan bisa langsung menggendong cucu " lanjut bu Retno tak kalah semangat .
ahh baginya status tidak masalah . apa lagi setelah mendengar penjelasan Rio dan Sumi , ia malah merasa iba dengan Ane .
meskipun ia sangat menyayangkan hubungan Ane dengan kekasih nya yang lalu . tapi ia tau Alina tidak bersalah , memangnya ia bisa memilih ingin di lahirkan dari rahim siapa dan keluarga mana .
Tidak ada yang namanya anak haram , yang haram itu perbuatan ibu dan ayah nya . itu lah mengapa kita sebagai perempuan harus benar benar menjaga kehormatan kita sebagai wanita , sebab kita tidak akan pernah tau kita akan berjodoh dengan siapa .
*
*
__ADS_1
*